Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendampingan dan Edukasi Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pada Ibu Hamil di Kota Bengkulu Kurnia Dewiani; Linda Yusanti; Yetti Purnama
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 2 (2021): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i2.17420

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan terpapar virus Covid-19,  memiliki risiko lebih tinggi terjangkit penyakit. Efek samping pada janin berupa persalinan preterm  dilaporkan pada ibu hamil dengan infeksi Covid-19. Tujuan pengabdian  meningkatkan pengetahuan tentang Covid-19 dan keterampilan cuci tangan dan cara pengunaan masker yang benar. Kegiatan dilaksanakan dengan berkunjung langsung ke rumah  ibu hamil sebanyak 50 orang. Dilakukan  pengukuran pemahaman tentang Covid-19  dengan kuisioner dan daftar tilik keterampilan cuci tangan dan penggunaan masker yang benar, selanjutnya tim melakukan pendampingan dan edukasi dengan menggunakan bantuan leaflet dan mendemonstrasikan keterampilan. Ibu hamil  diberi 1 paket bingkisan yang berisi masker medis, multivitamin, sabun cuci tangan dan hand sanitizer. Evaluasi kegiatan dilakukan 2 minggu setelah implementasi. Hasil didapatkan ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan hingga 93,82%  dan keterampilan  94,44%. Kesimpulan ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan tentang Covid-19 dan keterampilan cuci tangan dan penggunaan masker yang benar, sehingga dapat mencegah ibu hamil tertular Covid-19.
PENDIDIKAN SEKS DINI DAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Kurnia Dewiani; Yetti Purnama; Linda Yusanti
DHARMA RAFLESIA Vol 17, No 2 (2019): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v17i2.10061

Abstract

Kasus fenomena  dimasyarakat saat ini adalah kekerasan seksual yang banyak menimpa siswa PAUD/TK dan SD. Ssurvey dan penelitian di Indonesia membuktikan tingginya kasus kejahatan seksual pada anak, banyaknya anak di bawah umur dapat mengakses situs-situs pornografi, kuangnya pengawasan dari keluarga, serta kurangnya penjelasan tentang seks. Maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seks dikalangan masyarakat ini menyadarkan kita akan pentingnya mengembangkan materi pendidikan seks untuk anak usia dini dan kesehatan reproduksi anak.Peran dan tanggung jawab seorang akademisi sekaligus berprofesi bidan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat mulai dari bayi baru lahir hingga usia lanjut. Bidan merupakan penggerak masyarakat dalam bidang kesehatan dan keselamatan masyarakat. Beberapa tugas penting bidan adalah sebagai advokator, edukator, fasilitator, dan motivator kesehatan. Salah satu tugas bidan sebagai edukator adalah memberikan pendidikan seks dini pada siswa sekolah dasar. Pendidikan seks adalah penerangan yang bertujuan untuk membimbing serta mengasuh setiap anak laki-laki dan perempuan, sejak dari anak-anak sampai dewasa didalam prihal pergaulan antara kelamin pada umumnya dan kehidupan seksual pada khususnya. Pendidikan seks dini merupakan salah satu cara pencegahan terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual pada anak. Kegiatan  ini telah dilakukan di dua sekolah yaitu SD Negeri 24 Lingkar Timur dan SD Negeri 83 Teluk Sepang Kota Bengkulu. Hasil evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan anak tentang seks dini dan kesehatan reproduksinya, sehingga dengan adanya pendidikan ini anak-anak dapat mencegahan terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual serta menjaga kesehatan tubuhnya secara baik, dan sebagai keberlanjutan pengabdian telah dibentuk wadah Bimbingan dan Konsling Seks Dini dan Kesehatan Reproduksi Anak di masing-masing sekolah.  
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP RISIKO PERNIKAHAN DINI DI SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU REKA PUTRI AGUSTIN; LINDA YUSANTI; NOVIANTI NOVIANTI; DARA HIMALAYA; YETTI PURNAMA
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan atau salah satu pasangan yang masih dikategorikan anak-anak atau remaja yang berusia di bawah usia 19 tahun. Pernikahan dini di Indonesia dapat terjadi baik di desa maupun di kota. Perempuan yang menikah diusia dini berisiko kematian lebih tinggi akibat kehamilan dan melahirkan dibandingkan dengan perempuan yang diusia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri terhadap risiko pernikahan dini Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 102 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil Penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden yaitu umur 16 tahun (33,3%), umur 17 tahun (22,5%), 18 tahun (27,5%), 19 tahun (16,7%). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan remaja putri terhadap risiko pernikahan dini berpengetahuan baik yaitu sebanyak 77 responden (76,5%), cukup sebanyak 21 responden (20,6%), dan kurang sebanyak 3 responden (2,9%) Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan remaja putri mayoritas berpengetahuan baik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kota Bengkulu. Peneliti menyarankan agar remaja putri lebih meningkatkan pengetahuan tentang risiko pernikahan dini.
TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN (PMB) MARIANI KOTA BENGKULU YUSINTA DAMAYANTI; ASMARIYAH ASMARIYAH; DARA HIMALAYA; LINDA YUSANTI; DENI MARYANI
Journal Of Midwifery Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masa pandemi COVID-19 menyebabkan efek psikologis pada ibu hamil yang memiliki resiko tinggi tertular virus corona. Kecemasan dapat berdampak buruk terhadap kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Mariani kota Bengkulu. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik. Sebanyak 48 responden terlibat dalam penelitian ini berasal dari ibu hamil di PMB Mariani. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling non-probability dengan metode sampling accidental. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat gambaran dan banyaknya tingkat kecemasan pada ibu hamil. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil mengalami kecemasan ringan 47,91%, kecemasan sedang 37,5%, kecemasan berat 4,16%, dan 10,41% tidak mengalami kecemasan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat kecemasan ibu hamil pada masa pandemic COVID-19 di PMB Mariani Kota Bengkulu dapat disimpulkan bahwa Ibu hamil yang mendapat pelayanan kesehatan kehamilan mayoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 23 orang (47,91%).
Analyze Maternal Mortality Factors Causes in Indramayu Regency West Java Linda Yusanti
JURNAL KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v12i2.8067

Abstract

Maternal mortality in Indramayu Regency is still high. There is an increase of maternal mortality with the mean 52,5 cases. Recording and reporting of maternal mortality conducted through the Audit of maternal prenatal. Recording and reporting an activity of maternal mortality has developed several instruments, one of them is Maternal Verbal Autopsy. Causative factors of maternal mortality that can be prevented divided into four categories; Factors associated with health workers, the patient's factor, administration/ availability of infrastructures factors and transportation/ reference factors. The aim of research was to analyze the characteristics of patients, birth attendant factors and referral factors that contribution in the maternal mortality direct causes. The research used descriptive analytical method which is conducted in Indramayu Regency. The sample used as many as 57 cases were taken by total sampling and selected as a research subject as much as 56 cases. Analysis of the results was done by using univariate, bivariate analysis Chi-Square test. The result with Univariate obtained cases of hypertension in pregnancy is the cause that is 47,36%. Bivariate analysis obtained that there is a significant association of parity factors to direct causes of maternal mortality especially hypertension in pregnancy with a value (ρ 0.05). The conclusion of the research, there is a meaningful relationship between parity factors and maternal mortality direct causes especially hypertension in pregnancy; meanwhile there is no relationship on the factors of patient characteristics, and birth attendant, administration/ infrastructure and referral to maternal mortality direct
The Relationship of Parenting Feeding Paterns to The Occurrence of Undernutrition in Children Under Five Nurhamidah Octarya; Kurnia Dewiani; Linda Yusanti; Suriyati; Novianti; Linda Yulyani
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 1 No. 01 (2022): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.429 KB) | DOI: 10.56741/hesmed.v1i01.31

Abstract

Malnutrition can cause growth and development disorders and decreased concentration power. Poor food parenting is one of the factors causing malnutrition. This study aims to determine the relationship between eating parenting and malnutrition in children under five in Bengkulu City. This research design uses a cross-sectional approach. Further, the sample amounted to 53 respondents. The data sampling used a purposive sampling technique. Based on the results of univariate analysis of 53 respondents, there were 40 people (75.5%) who were <35 years old, 23 people (43.4%) who had a high school education, 30 people (56.6%) whose family income was 1.5 million, 37 people (69.8%) who do not work, 34 people (64.2%) who have a history of illness last six months, 49 people (92.5%) have a history of exclusive breastfeeding, 48 people (90.6%) who have a history of complete immunization, the majority of 35 people who have a poor diet (66.0%), the majority who have a Z-Score value is significantly less 34 people (64.2%). The results of the bivariate analysis test, which were reviewed statistically using Chi-Square analysis, showed a p-value = 0.741 > 0.05. It can be concluded that there is no significant relationship between parenting feeding patterns and the incidence of malnutrition in children under five with an OR value of 1.220, which means that mothers who have poor food parenting will be at risk of 1,220 times having toddlers with poor nutritional status.
HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Yetti Purnama; Rani Indah Pratiwi; Kurnia Dewiani; Deni Maryani; Linda Yusanti; Fitri Ramadhaniati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1291

Abstract

ABSTRAK Kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih mendapat perhatian serius dari pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tercatat sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia pada tahun 2018.1 Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah usia menikah dan hamil yang terlalu muda.2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang, provinsi Bengkulu. Desain penelitian ini adalah survei anaitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar di buku register KIA Puskesmas Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, dan Durian Depun dengan jumlah 117 orang. Hasil penelitian di kabupaten Kepahiang menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami pernikahan dini (72,6%). Selain itu, sebagian besar responden juga mengalami anemia (73,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p diperoleh 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. ABSTRACT The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia still receives serious attention from the government. Based on data from the Central Statistics Agency, it was recorded that as many as 48.9 percent of pregnant women experienced anemia in 2018.1 One of the causes of anemia in pregnant women is the age of marriage and pregnancy that is too young.2 This study aims to determine the relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang regency, Bengkulu province. The design of this study is an anaitik survey. The approach used in this study is a cross sectional approach. The samples in this study were all pregnant women who were registered in the KIA register book of the Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, and Durian Depun Health Centers with a total of 117 people. The results of the study in Kepahiang district showed that most respondents experienced early marriage (72.6%). In addition, most respondents also had anemia (73.5%). The results of the bivariate analysis showed that there was a meaningful relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women with a p value of 0.000. The conclusion of this study is that there is a relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang district, Bengkulu Province.
PENDIDIKAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TENTANG CUCI TANGAN DAN SIKAT GIGI YANG BENAR DI SD NEGERI 8 RINDU HATI KEC. TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Linda Yusanti; Yetti Purnama; Kurnia Dewiani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.71-75.2022

Abstract

Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu: Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah pada tempatnya. Menjaga kebersihan tangan guna mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh, dan menjaga kebersihan gigi supaya gigi tidak berlubang, hal itu dapat diwujudkan melalui tindakan mencuci tangan dan sikat gigi yang benar. Tujuan pengabdian ini adalah mampu memcuci tangan dan sikat gigi yang benar dan menjadi kebiasaan. Metode yang digunakan adalah diskusi, presentasi, demontrasi cuci tangan dan sikat gigi yang benar. Hasil evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat terutama tentang cara cuci tangan dan sikat gigi yang benar, sehingga dengan adanya pendidikan ini anak-anak dapat berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: cuci tangan, sikat gigi, PHBS ABSTRACT School age is a golden age to instill the values ​​of clean and healthy living behavior so that it has the potential as an agent of change to promote clean and healthy living behavior, both in the school, family and community environment. The indicators used as a measure to assess clean and healthy living behavior in schools are: Washing hands with running water and using soap, consuming healthy snacks in the school canteen, using clean and healthy latrines, exercising regularly and measurably, eradicating mosquito larvae, not smoking in schools , weighing and measuring height every 6 months, throwing garbage in its place. Maintaining hand hygiene in order to prevent the entry of germs into the body, and maintaining dental hygiene so that teeth do not have cavities, can be realized through proper hand washing and brushing. The purpose of this service is to be able to wash hands and brush teeth properly and become a habit. The methods used are discussion, presentation, demonstration of hand washing and proper toothbrushing. The results of the evaluation showed that there was an increase in children's knowledge about clean and healthy living behavior, especially about how to wash their hands and brush their teeth properly, so that with this education, children can behave in a clean and healthy life. Keywords: hand wash, toothbrush
IDENTIFICATION OF CALAMANSI FRUIT PEEL ESSENTIAL OIL COMPONENTS FROM BENGKULU USING GC-MS Yetti Purnama; Kurnia Dewiani; Suci Rahmawati; Linda Yusanti; Novri Fitriani; Merki Aliyadi Sunaryo; Linda Yulyani
Proceeding B-ICON Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v1i1.51

Abstract

Calamansi orange (Citrofortunella microcarpa) is one of the citrus groups that have been cultivated in Bengkulu Province. Calamansi oranges have a distinctive aroma from the volatile oil components found in the skin of the fruit. This study aimed to identify the components of Bengkulu calamansi peel essential oil using GC-MS. The essential oil of calamansi fruit peel was obtained by steam distillation method using vacuum distillation. The essential oil yield obtained was 0.36%. The results of the examination of essential oils using GC-MS showed that there were 6 main compounds. they are 3-carane, Cyclopentanone, 2-(-methyl propyl), Cychexanol, 2methyl-5-(1-methylethenyl), Decanal, L-alpha-Terpineol and D-Crvone.
CHARACTERISTICS OF UNDERNOURISHED TODDLERS IN THE WORKING AREA OF BENGKULU CITY HEALTH CENTER Kurnia Dewiani; Neng Kurniati; Nurhamidah Octarya; Linda Yusanti
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 04 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023, Edition September-Nov
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition is an important element in supporting the growth and development of toddlers. Malnutrition is a condition of lack of nutrients needed including protein, carbohydrates, vitamins, and fats that can be assessed by the z-score growth index. This study is a quantitative descriptive study to identify the characteristics of undernourished and malnourished toddlers in the working area of Bengkulu City Health Center. The sample size was 53 respondents determined by purposive sampling technique consisting of 52 undernourished (wasted) respondents and 1 malnourished (severely wasted) respondent. The results showed that the dominant characteristics of more than half of the sample proportion were low mother’s education, mother’s occupation (mothers have no work), less eating pattern, and any history of child illness. More efforts are needed to minimize the factors associated with nutritional status in toddlers, especially in the community.