Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERILAKU MENYIMPANG SISWA SMA(Studi Eksplorasi Peta dan Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang di SMA Negeri Jumapolo) Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 4 No 2 (2013): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.526 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v4i2.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta perilaku menyimpang, faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang, dan upaya-upaya untuk mengatasi perilaku menyimpang pada siswa SMA Negeri Jumapolo Kabupaten Karanganyar Tahun 2011. Jumlah siswa SMA Negeri Jumapolo adalah 851 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informan atau narasumber, tempat dan peristiwa, serta arsip atau dokumen. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Prosedur dalam penelitian ini terdapat lima tahap yaitu pra lapangan, penelitian lapangan, observasi, analisis data, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peta atau gambaran bentuk-bentuk perilaku menyimpang siswa SMA Negeri Jumapolo Tahun 2011 yang sering dilakukan berupa pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib sekolah, meliputi membawa HP ke sekolah (66,9%), memalsukan surat ijin (50,1%), terlambat masuk sekolah (45,5%), tidak memakai seragam dan tidak rapi dengan ketentuan (42,4%), tidak membawa buku saku (39,6%), tidak masuk tanpa keterangan (35,2%), membolos sekolah (34,1%), tidak mengumpulkan tugas mata pelajaran (24,7%), tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diwajibkan prosentase (21,26%), dan merokok dilingkungan sekolah (9,4%). Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang siswa SMA Negeri Jumapolo antara lain: kurang memiliki kontrol diri, pengaruh media cetak dan elektronik, keluarga, teman sebaya, masyarakat, ketidaksesuaian siswa dalam menghayati nilai-nilai yang berlaku disekolah, kebutuhan siswa, dan keinginan siswa dalam melakukan sesuatu. Upaya-upaya pihak sekolah dalam mengatasi perilaku menyimpang atau melanggar aturan-aturan dan tata tertib sekolah bervariasi, sesuai dengan bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Sanksi yang paling ringan adalah dari pihak sekolah mengingatkan kepada siswa untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut, kemudian sanksi yang paling berat adalah siswa dikeluarkan dari sekolah. Setiap siswa yang melakukan pelanggaran selain mendapat sanksi dari pihak sekolah, juga mendapatkan angka kredit poin pelanggaran, dan apabila kredit poin-point pelanggaran tersebut mencapai 100 point, maka pihak sekolah mengeluarkan siswa tersebut.
SMALL GROUP DISCUSSION BERBASIS READING GUIDE UNTUK PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PKn SISWA MTs Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 5 No 2 (2014): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.146 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v5i2.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn materi sikap positif terhadap kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia pada siswa kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikamdu Karanganyar tahun 2013 melalui penerapan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide. Keaktifan siswa sangat kurang sebelum diberikan tindakan penelitian dan guru sudah mengupayakan alternatif pemecahannya, antara lain: menggunakan strategi pembelajaran diskusi, tanya jawab, dan ceramah. Hasil penerapan strategi pembelajaran tersebut belum mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide. Subjek pelaksanaan tindakan adalah siswa kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar yang berjumlah 22 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informan atau narasumber, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktifitas pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Prosedur dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan melalui satu tahap. Diharapkan dengan penerapan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide keaktifan dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn materi sikap positif terhadap kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia pada siswa kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar Tahun 2013 dapat meningkat minimal 80% dari 22 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi sikap positif kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar Tahun 2013 yaitu dari yang aktif dalam proses pembelajaran PKn sebelum diadakan penelitian adalah 5 siswa (22,7%), kemudian hasil belajar siswa yang memenuhi KKM (70) adalah 8 siswa (36,3%). Setelah dilakukan tindakan yang telah disepakati yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat menjadi 19 siswa (86,3%). Sedangkan hasil belajar siswa yang memenuhi KKM meningkat menjadi 20 siswa (90,9%). Berdasarkan data hasil penelitian tersebut maka hipotesis tindakan yang menyatakan “Diduga dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Small group Discussion berbasis Reading Guide mampu Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran PKn Materi Sikap Positif terhadap Kedaulatan Rakyat dalam Sistem Pemerintahan Indonesia pada Kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar Tahun 2013” terbukti dan dapat diterima kebenarannya.
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN STRATEGI SMALL GRAUP DISCUSSION DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 6 No 1 (2015): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.586 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v6i1.124

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah masih banyaknya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan siswa, kurang memaksimalkan media dan sumber belajar secara maksimal. Selain itu guru masih monoton dalam menyampaikan materi. Strategi pembelajaran yang diterapkan kebanyakan masih menggunakan ceramah, sehingga banyak siswa yang jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran. Apabila hal tersebut terus terjadi, maka akan berdampak pada dunia pendidikan, yaitu bahwa tujuan pendidikan tidak tercapai dengan maksimal. hal itu juga terjadi di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan melalui pengembangan model pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Jenis penelitian adalah research and development dan eksperimen. Guru dan siswa kelas x sebagai populasi pelaksanaan uji coba. Tahapan pengembangan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Meliputi 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan, dan 3) pengujian. Hasil penelitian 1) pengembangan pengelolaan pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan dengan strategi small group discussion. Langkah-langkah model tersebut yaitu a) pendahuluan, b) penyajian materi substantive, c) mengajukan, membandingkan dan menjelaskan analogi, d) pengujian tim, e) implementasi kelompok, f) pengujian analogi baru, dan g) penutup. Dapat diketahui bahwa, terdapat peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui implementasi model pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan materi lembaga bank dan non bank dengan strategi small group discussion di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Hasil penelitian 1) pengembangan pengelolaan pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan dengan strategi small group discussion. Langkah-langkah model tersebut yaitu a) pendahuluan, b) penyajian materi substantive, c) mengajukan, membandingkan dan menjelaskan analogi, d) pengujian tim, e) implementasi kelompok, f) pengujian analogi baru, dan g) penutup. Dapat diketahui bahwa, terdapat peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui implementasi model pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan materi lembaga bank dan non bank dengan strategi small group discussion di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.
Pengembangan Model Pembelajaran PPKn Quantum Teaching Berbasis Lingkungan melalui Cooperative Learning di SMA Negeri kota Yogyakarta Nuryati Nuryati; Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 6 No 2 (2015): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.052 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v6i2.128

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya guru dalam melaksanakan pembelajaran, kurang memaksimalkan model, dan sumber belajar. Maka tujuan pendidikan tidak tercapai. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui pengembangan model pembelajaran PPKn quantum teaching berbasis lingkungan di SMA Negeri Yogyakarta. Jenis penelitian adalah research and development eksperimen. Subjek ujicoba adalah kelas XI sebanyak 6 kelas. Langkah-langkah model meliputi a) pendahuluan, b) penyajian materi, c) mengajukan, membandingkan dan menjelaskan analogi, d) pengujian analogi tim, e) test individu, f) perayaan, g) penutup. Dapat diketahui bahwa, terdapat peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui implementasi model pembelajaran PPKn quantum teaching berbasis lingkungan melalui cooperative learning.
ANALISIS BUTIR SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER MATA PELAJARAN PPKn KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA Angga Dian Rotama; Tri Wahyu Budiutomo; Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 11 No 01 (2020): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.409 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v11i01.314

Abstract

There are 24 out of 40 (60%) items that are classified as easy, 15 out of 40 (37.5%) items that are classified as moderate, and 1 of 40 (2.5%) items that are classified as difficult. The results showed that most of the end of semester PPKn lessons had a distinguishing feature of 31 out of 40 (77.5%) items having high differentiation, 9 out of 40 (22.5%) were medium, and none had Low power difference. Mid-term assessment questions PPKn have a complete check that requires 33 of the 40 (82.5%) choices have distractors working, and 7 out of 40 (17.5%) options have distractors who don't work. This must be fixed, but still waiting for problems that have a fraud that does not need to be repaired by using the deception used.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PPKn ANTI KORUPSI BERBASIS LINGKUNGAN MELALUI COOPERATIVE LEARNING DI SMA/SMK SWASTA KULON PROGO YOGYAKARTA Nuryati Nuryati; Tri Wahyu Budiutomo; Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 8 No 1 (2017): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.151 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v8i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui penerapan pembelajaran PPKn yang dilaksanakan di SMA/SMK Swasta Kulon Progo Yogyakarta, 2) mengembangkan model pembelajaran PPKn Anti Korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning di SMA/SMK swasta Kulon Progo Yogyakarta, 3) penerapan model pembelajaran PPKn Anti Korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning di SMA/SMK swasta Kulon Progo Yogyakarta, 4) peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik siswa setelah penerapan model. Pendekatan penelitian adalah research and development. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SMA/SMK Swasta Kulon Progo Yogyakarta antara lain SMK Maarif 1 Wates, SMA Muhammadiyah Wates, SMK PGRI, SMK Maarif 3, SMA Bopkri, sebagai populasi uji coba. Tahapan pengembangan pendekatan deskriptif kualitatif, meliputi 1) studi literatur, 2) studi lapangan, 3) deskripsi dan analisis temuan lapangan. Hasil penelitian 1) Di beberapa SMA/SMK di Kulon Progo dalam penyampaian materi PPKn oleh guru dapat diketahui antara lain a) Persiapan guru masih kurang. b) Guru belum sepenuhnya mengimplementasikan nilai anti korupsi. c) Pembelajaran kebanyakan di laksanakan di dalam kelas. d) Model yang di pakai oleh guru adalah ceramah, diskusi dan presentasi. e) guru belum mengembangkan model dengan maksimal. dan f) guru jarang melakukan display ruang kelas. 2) Langkah-langkah pengembangan model pembelajaran PPKn anti korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning yaitu: a) tahap pendahuluan meliputi pemberian salam dan doa, menanyakan keadaan siswa, ice breaking, memotivasi siswa (nilai anti korupsi jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli). b) tahap inti pembelajaran meliputi: penyajian secara umum, pengajuan membandingkan dan menjelaskan analogi, analogi tim, dan pengajuan analogi baru (nilai anti korupsi: jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli). c) tahap penutup meliputi konfirmasi, kesimpulan dan tindak lanjut pertemuan berikutnya (nilai anti korupsi: jujur, disiplin, tanggung jawab, dan peduli). 3) Implementasi model pembelajaran PPKn anti korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning di lakukan beberapa tahap. Pertama kali adalah tahap uji coba terbatas. Uji coba terbatas di terapkan pada kelas X TKR 2 SMK Maarif 1. Masih ada kekurangan dalam penerapan pada uji coba terbatas. tahap kedua adalah uji coba lebih luas diterapkan pada kelas X TKJ 1 SMK Maarif 1 dan kelas X SMA Muhammadiyah. Pada tahap ini pengajar sudah mampu menerapkan dengan baik. terakhir adalah tahap uji validasi pada kelas X AP SMK PGRI, kelas X AK SMK PGRI, X TSM SMK Maarif 3, X TKR SMK Maarif 3, dan SMA Bopkri Kulon Progo Yogyakarta. 4) Uji coba terbatas, uji coba lebih luas dan uji validitas menunjukkan peningkatan Pemahaman konsep siswa sebelum uji coba model adalah 59% setelah uji coba model menjadi 94%, peningkatan pemahaman konsep siswa adalah 35%. Prestasi akademik sebelum ujicoba 70,4% setelah uji coba model 82%. Peningkatan prestasi akademik siswa adalah 11,6%.
PEMANFAATAN MATERI PERJANJIAN KERJA SAMA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK HOMESCHOOLING Ahmad Nasir Ari Bowo; Intan Kusumawati
Academy of Education Journal Vol 11 No 2 (2020): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.398 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v11i2.400

Abstract

Stages of Implementation of the Cooperation Agreement Material as a Learning Media for Becoming Three People. The first stage is planning, tutors make plans to implement learning. The second stage is the implementation stage, containing material on international relations through international cooperation agreements, negotiations, the formulation of texts and endorsements so that the contents of the cooperation agreement are agreed. The third stage is evaluation, for learning the results of learning through affective, psychomotor and cognitive. Furthermore, learning outcomes are obtained. Utilization of cooperation agreement material as a learning medium can improve student learning outcomes in PKN learning. The average percentage of student learning outcomes before action is 28%. Furthermore, after the action in the first cycle increased to 34%. Whereas in the second cycle increased to 38%.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PKN BERBASIS INKLUSI DI HOMESCHOOLING Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 7 No 2 (2016): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.524 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v7i2.403

Abstract

This study aims to describe the implementation of inclusive civics learning in homeschooling in Yogyakarta. This research method uses a qualitative approach. The results showed that in the homeschooling of Anak Pelangi Yogyakarta, in planning and developing inclusive learning in accordance with student characteristics. At the beginning of entry or registration, prospective students first do a fingerprint and psychological test. It is intended to get conclusions about the talents, interests, and potential of children, making it easier for teachers to develop children's potential according to their needs. Academic and psychological fields will provide test results to teachers that are used as recommendations and references for handling and teaching methods that are appropriate for students, so teachers can develop curricula in accordance with student characteristics. The implementation of learning in Homeschooling is shorter than formal schools in general. With the number of face-to-face and shorter duration, the teacher can deliver materials according to the abilities of each student. It can be seen that, the application of PPKn Yogyakarta Homeschooling Inclusion learning includes: (a) when the test enters prospective new students, they conduct a fingerprint test, and a psychological test, (b) the results of the fingerprint test and a psychological test are used to determine the characteristics, potential, background, of students, (c) the teacher applies an SBC curriculum that is developed according to the student's circumstances.
PENDEKATAN KOMPREHENSIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Joko Wahono; Intan Kusumawati; Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 12 No 2 (2021): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.662 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v12i2.444

Abstract

The values ​​of the national character become an important problem if there is still a disgraceful attitude or behavior carried out by a person in his daily life which results in disrupting the life of the community, nation and state. The rapid development of times and technology without good character or behavior will be a problem. The attitudes and behavior of a student that we often encounter, such as fights between students, brawls, drug abuse, drinking and promiscuity will have a negative impact on the development of student character. Synergy is needed between parents, teachers and the community in character building and development. In Pancasila and Citizenship Education aims to make someone a good citizen, have character and make a human being who is democratic and has Pancasila values. The formation of student or student character cannot be obtained instantly, of course, through a process according to a person's stages of development. Forming a character takes a continuous amount of time which eventually becomes an expected character. A comprehensive approach will be able to develop and make someone have good character. The formation and development of character with a comprehensive approach, namely through inculcation or planting of values, giving role models, facilitation ​​and the development of skills (soft skill).
DEVELOPING PANCASILA AND CITIZENSHIP EDUCATION LEARNING MODEL BASED ON CHARACTER EDUCATION THROUGH COMPREHENSIVE APPROACH Joko Wahono; Intan Kusumawati; Ahmad Nasir Ari Bowo
International Journal of Educational Management and Innovation Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijemi.v2i2.3239

Abstract

Education aims to educate and create the nation's future generation with character. However, problems like brawls, violence, abuse of narcotics, illegal drugs, and promiscuity still occur among students. It becomes the concern of parents and teachers in educating and leading students to develop their character. The teacher is obligated to develop Pancasila and Citizenship Education learning models suitable for students to have good character. Through character education, it hoped that it would produce a sound generation. The educational process that gives birth to the expected character is, of course, gradual. This study aimed to find out Pancasila and Citizenship Education learning models for developing students' character. Research using mixed methods research with data collection, analysis, and mixing both quantitative data and qualitative. This study used quantitative and qualitative approaches in collecting data through interviews and questionnaires. The results showed that Pancasila and Citizenship Education Learning model based on character education through a comprehensive approach could develop and shape the students' character, such as inculcation, modeling, values facilitation, and skill-building. Through character development, it hoped that good characters were expected to form permanently.