Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas Pijat Oksitosin Dan Braest Care Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di PMB Bidan Depi Alqorni Tahun 2024 Damayanti, Irma; Putri, Magdalena Tri; Hidayani, Hidayani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10864

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Dampak bayi yang tidak diberikan ASI ekslusif secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memilki resiko diare akut. Upaya untuk memperlancar ASI agar produksi asi pada ibu menyusui terdapat banyak cara yaitu salah satunya pijat oksitosin dan breast care. Untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin dan breast care pada ibu post partum di PMB Bidan Depi Alqorni tahun 2024 . Metode yang digunakan adalah menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan secara langsung. Study Case Literatur Review ini dilakukan secara langsung kepada 2 Ibu Post partum. Ibu Post Partum tersebut dibagi menjadi 2 yaitu: Ibu Post Partum A diberikan Pijat Oksitosin dilakukan 2 kali/hari dengan durasi ±15 menit selama 7 hari disarankan sebelum menyusi atau memerah ASI dan Ibu Post Partum B diberikan Breashcare dilakukan 2kali/hari dengan durasi ± 15 menit selama 7 hari. Kedua ibu post partum tersebut akan diberikan intervensi dan dilakukan evaluasi produksi asi pada hari ke 3 dan ke 7 menggunakan lembar observasi. Penelitian ini membuktikan adanya perbedaan antara Pijat Oksitosin dan Breast Care, Ibu yang diberikan intervensi pijat oksitosin pada kunjungan pertama nifas hari ke 2 produksi ASI dilihat dari volume hasil pumping sebanyak 20ml, pada kunjungan ke 2 nifas hari ke 5 sebnyak 65ml, pada kunjungan ke 3 nifas hari ke 8 sebanyak 130ml. Sedangkan pada ibu yang diberikan intervensi Breast Care pada kunjungan 1 nifas hari ke 2 produksi ASI yang di ukur dari volume ASI hasil dari pumping sebanyak 15ml, pada kunjungan ke 2 nifas hari ke 5 sebanyak 50ml, pada kunjungan ke 3 nifas hai ke 8 100ml. Selisih kenaikan volume ASI antara Pijat Oksitosin dan Breast Care jika total yaitu 30ml. Pijat oksitosin lebih efektif terhadap produksi ASI dibandingkan dengan Breast Care
Pengaruh Therapy Hypnobirthing Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Ibu Bersalin Di RSIABDT Jakarta Tahun 2024 Hayati, Najmi; Hidayani, Hidayani; Putri, Magdalena Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10865

Abstract

Data WHO Tahun 2019, 85-90% persalinan pada ibu bersalin berlangsung dengan nyeri. Nyeri persalinan berasal dari kontraksi uterus yang mempengaruhi mekanisme fisiologis sejumlah system tubuh sehingga menyebabkan respon stress fisiologis yang umum dan menyeluruh. Nyeri yang hebat pada persalinan apabila tidak segera diatasi, maka keadaan ini akan meningkatkan rasa kekhawatiran, kecemasan, tegang, takut dan stress. Hypnobirthing adalah suatu teknik persiapan melahirkan non farmakologi yang bertujuan meredakan rasa sakit dan kecemasan yang berkaitan dengan persalinan menggunakan metode hipnosis, meditasi, relaksasi, pernapasan dalam, serta sugesti dan afirmasi positif. Metode hypnobirthing juga bertujuan untuk membangun persepsi positif dan rasa percaya diri serta menurunkan ketakutan, kecemasan dan ketegangan, dan panik sebelum, selama dan setelah persalinan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian therapy hypnobirthing terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin di RSIABDT Jakarta. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yaitu dengan responden 2 orang ibu yang sedang melalui proses melahirkan pervaginam, responden yang pertama diberikan intervensi asuhan berupa hypnobirthing selama proses persalinan dan responden yang kedua diberikan asuhan berupa relaksasi napas dalam selama proses persalinan. Hasil penelitian ini adalah ada perbedaan intensitas nyeri pada ibu bersalin dengan pemberian intervensi asuhan yaitu antara therapy hypnobirthing dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin. Kesimpulannya ada pengaruh therapy hypnobirthing terhadap penuruan intensitas nyeri pada ibu bersalin. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh therapi non farmakologi lainnya terhadap nyeri pada ibu bersalin dengan sampel lebih banyak dan variable-variabel lain yang belum dibahas pada penelitian ini
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Binahong dan Telur Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Di PMB Bulan Mulya Tahun 2023 Siahaan, Bulan Dahlia Juniara; K, Milka Anggreni; Putri, Magdalena Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11055

Abstract

Latar Belakang : Adapun salah satu masalah dalam masa nifas yaitu perlukaan perineum. Dampak keterlambatan peyembuhan luka perineum yang pertama adalah terjadinya infeksi. Upaya untuk mencegah terjadinya infeksi laserasi perineum dapat diberikan dengan terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis. Salah satu pengobatan nonfarmakologis yaitu menggunakan rebusan air binahong dan mengkomsumsi telur. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Binahong Dan Telur Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Di PMB Bulan Mulya Tahun 2023. Metode :Penelitian  ini menggunakan  metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus Hasil: Setelah dilakukan intervensi pemberian rebusan air binahong dan telur didapatkan bahwa telur lebih cepat dalam penyembuhan luka perineum yaitu luka kering pada hari ke 4 sedangkan pada pemberian rebusan air daun binahong luka perinem kering pada hari ke 6. Selisih penyembuhan luka perineum yaitu 2 hari . Kesimpulan Saran : Terdapat perbandingan pada telur lebih unggul daripada rebusan air binahong yakni selisih penyembuhan luka perineum yaitu 2 hari, perlu dijadikan pengetahuan ibu nifas untuk penyembuhan luka perineum.
PENGARUH KONSUMSI REBUSAN JANTUNG PISANG KEPOK DAN DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SAKETI KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2024 Oktavianty, E Desy; Srimulyani, Yeni; Rosita, Ita; Dewi, Sofia; Fadillah, Tifa; Marlina, Leny; Putri, Magdalena Tri; Jayatmi, Irma
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33474

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi rebusan jantung pisang kepok dan daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang berada di wilayah kerja Puskesmas Saketi sampai dengan bulan Juni tahun 2024 berjumlah 95 orang, dan sampel sebanyak 4 orang. Untuk mengukur produksi ASI dan mengukur konsumsi rebusan jantung pisang kepok dan daun katuk pada ibu menyusui peneliti menggunakan alat ukur lembar observasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Saketi sejak tanggal 09 Juli 2024 s.d 22 Juli 2024, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Jumlah rata-tara produksi asi sebelum konsumsi Rebusan Jantung Pisang Kepok dan Daun Katuk adalah 20 ml. Jumlah rata-tara produksi asi setelah konsumsi Rebusan Jantung Pisang Kepok dan Daun Katuk adalah 450 ml. Terdapat pengaruh yang signifikan dari konsumsi Sayur Daun Katuk terhadap Peningkatan Jumlah produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang tahun 2024.
THE EFFECTIVENESS OF GREEN COCONUT WATER AND EFFLEURAGE MASSAGE ON REDUCING THE INTENSITY OF PRIMARY DYSMENORRHEA PAIN IN ADOLESCENT GIRLS AT THE DEWI MEDIKA PRIMARY CLINIC IN 2025 Hanani, Salma; Hanifa, Fanni; Putri, Magdalena Tri
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 6, No 3 (2025): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v6i3.8024

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the number of dysmenorrhea cases in 2020 was 1,769,425 individuals, with 90% being female. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 54.89% for primary dysmenorrhea and 9.36% for secondary dysmenorrhea. In DKI Jakarta, the prevalence of primary dysmenorrhea is 87.5%. Menstrual pain, also known as dysmenorrhea, occurs due to dysrhythmic contractions of the myometrium. The pain often interferes with daily activities, making its impact on adolescent girls particularly significant. The aim of this study is to determine the effect of green coconut water and effleurage massage on reducing the intensity of primary dysmenorrhea pain in adolescent girls at Dewi Medika Primary Clinic in 2025. This research uses a qualitative method with a case study approach. The sample consisted of two respondents experiencing primary dysmenorrhea, comparing one who received green coconut water and the other who received effleurage massage. The study was conducted in February 2025. The results showed a reduction in pain intensity in adolescents who experienced primary dysmenorrhea after receiving either green coconut water or effleurage massage. The decrease in pain intensity was more effective and occurred more quickly in the adolescent who received the effleurage massage compared to the one who received green coconut water.
Perbandingan Efektifitas Resistance Training dengan Pemberian Konseling Informasi dan Edukasi tentang Penanggulangan Hot Flushes terhadap Intensitas Hot Flushes pada Ibu Perimenopause Khoirunnisa, Marjani; Ramadhan, Fenni Valianda A.; Putri, Magdalena Tri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.420

Abstract

Masa perimenopause dimulai 2-5 tahun sebelum menopause, terjadi perubahan fungsi reproduksi, hormon, fisik, maupun psikis. Dampak fisik paling banyak dialami, adalah perasaan panas (hot flush). Beberapa cara untuk mengatasi Hot Flushes, diantaranya mengkonsumsi makanan sehat, relaksasi, tidur cukup, olahraga dan terapi hormon. Olahraga merupakan upaya mengatasi Hot Flushes yang paling direkomendasikan, karena efektif namun minimal risiko khususnya jenis resistance. Efeknya bersifat sistemik untuk mengalirkan panas keluar tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas latihan fisik resistance dan pemberian KIE Hot Flushes terhadap intensitas Hot Flushes Karya penulisan ini disusun menggunakan study case literature review. Data diperoleh dengan cara mengukur intensitas Hot Flushes pada dua responden yang diberikan terapi berbeda, kemudian dievaluasi sebanyak 3 kali, yaitu pada hari 1; 4, dan 8. Hasil pmenelitian menunjukkan erdapat penurunan intensitas Hot Flushes pada ibu perimenopause yang diberikan terapi Resistance Training dibandingkan dengan ibu perimenopause yang diberikan terapi Konseling Informasi dan Edukasi Upaya Penanggulangan Hot Flushes (R1= sedang; sedang; ringan, vs R2= sedang; sedang; sedang).
Efektivitas Jeruk Manis Keprok dan Buah Bit untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester II di TPMB I Kota Jakarta Pusat Setianingrum, ira; Putri, Magdalena Tri; Anggreni, Milka
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.444

Abstract

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2018 berdasarkan hasil pemeriksaan ibu hamil yang mengalami anemia paling banyak pada usia 15-24 tahun sebesar 84,6%, usia 25-34 tahun sebesar 33,7%, usia 35-44 tahun sebesar 33,6%, dan usia 45-54 tahun sebesar 24%. Wilayah dengan kasus anemia tertinggi di Kepulauan Seribu dengan persentase (28.38%), urutan kedua di Jakarata Pusat (18.58%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Efektivitas Jeruk dan Buah Bit untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di TPMB I Kota Jakarta Pusat Tahun 2024. Desain penelitian yang akan dipakai dalam riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR). Sampel penelitian terdiri atas 2 orang ibu hamil trimester II yang diberikan intervensi berbeda, yakni jeruk manis keprok (responden 1) dan buah bit (responden 2). Kedua responden diberikan intervensi selama 14 hari. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan dengan Hb stik dan pencatatan hasil pada lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada pemberian intervensi hari ke-7, yakni masing-masing reponden mengalami kenaikan sebanyak 0,2 gr/dL. Pada kunjungan hari ke-14 kedua responden kembali mengalami kenaikan kadar hemoglobin, namun peningkatan tertinggi terjadi pada responden 2, yakni sebanyak 0,4 gr/dL sedangkan responden 1 mengalami peningkatan sebanyak 0,2 gr/dL. Kesimpulan penelitian ini adalah buah bit terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dibandingkan dengan jeruk manis keprok.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif: Literature Review Hanifa, Fanni; Putri, Magdalena Tri; Pangestu, Gaidha Khusnul; Hidayani, Hidayani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.448

Abstract

ASI eksklusif merupakan praktik memberikan ASI tanpa memberikan cairan tambahan seperti susu formula, jus, madu, air, teh, atau air putih, serta tanpa memberikan makanan padat tambahan seperti buah-buahan, bubur susu, biskuit, bubur nasi, atau makanan tim, mulai dari usia 0 hingga 6 bulan. Bayi yang diberikan ASI memiliki keadaan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula, karena risiko kematian akibat diare pada bayi yang diberi susu formula mencapai 3,94 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang menerima ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi 0-6 bahkan dilakukan hinga usia 2 tahun. Metode yang dilakukan pada penelitian ini desain atau model yang digunakan adalah tinjauan pustaka, juga dikenal sebagai tinjauan literatur. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh hambatan terbesar terhadap lamanya ibu menyusui adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusi, masalah laktasi, masalah sosial ekonomi dan kurangnya dukungan sosial, budaya, pekerjaan dan perawatan anak, dan layanan kesehatan. Peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi terkait dengan pentingnya pemberian asi eksklusif, edukasi mengelola laktasi sehingga para ibu akan lebih termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu yang memahami apa itu ASI eksklusif, manfaatnya, faktor-faktor yang memengaruhi volume ASI, dan zat gizi yang terkandung di dalamnya tentunya akan lebih percaya diri dalam memberikan ASI kepada bayinya. Kata kunci: asi eksklusif, pengetahuan, sikap, perilaku, pekerjaan.