Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

APRESIASI BUDAYA JAWA AKAN MEMBUKA SEMANGAT NASIONALISME SISWA STUDI PADA KEGAIATN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN DI SMP NEGERI 6 TULUNGAGUNG ISKANDAR HENDRIANTONO; AJAR DIRGANTORO; M. ABDUL ROZIQ ASRORI
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 13, No 3 (2016)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v13i3.327

Abstract

Kata Kunci : Nasionalisme, Apresiasi, Budaya JawaMembuka semangat nasionalisme melalui pengapresiasian budaya jawa,sangat diperlukan seperti karawitan yang diterapkan pada siswa–siswi di SMPNegeri 6 Tulungagung. Hal ini dilakukan untuk mengfungsikan ekstrakurikulerkarawitan agar dapat membuka semangat nasionalisme generasi muda.Fokus penelitian dalam hal ini: Bagaimana membuka semangatnasionalisme siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 6Tulungagung? Faktor pendukung dan penghambat dalam membuka semangatnasionalisme siswa melalui ekstrakulikuler karawitan? Tujuan penelitian iniadalah untuk membuka semangat nasionalisme melalui pelaksanaanekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 6 Tulungagung. Mengetahui faktorpendukung dan penghambat dalam membuka semangat nasionalisme siswamelalui ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 6 Tulungagung. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti adalah instrumen kuncidengan teknik pengumpulan data dan teknik trianggulasi (gabungan), yaknimelalui wawancara terstruktur dengan daftar pertanyaan yang diajukan, observasi
PENDAMPINGAN PENGUATAN MANAJEMEN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN ASSET BKM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBERDAYAAN BERBASIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL Muhamad Abdul Roziq Asrori
Abdimas Siliwangi Vol 4, No 1: Januari, 2021
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v4i1p%p.5394

Abstract

Pendampingan ini bertujuan membantu relawan BKM mampu meningkatkan mutu organisasi dan mengembangkan asset pemberdayaan supaya program kerja menjadi lebih terarah serta assetnya bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan menerapkan model pemberdayaan berbabis persepsi dan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan pertama; melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan BKM dan pemerintah desa terkait dengan model pemberdayaan berbasis swadaya dan partisipasi masyarakat untuk menyatukan mental dan visi pemberdayaan. Kedua; proses pelatihan mengusung dua pelatihan dasar yakni manajemen mutu organisasi dan pengembangan ekonomi kreatif untuk kelangsungan asset dana yang ada. Ketiga; adalah melakukan pembinaan pemberdayaan dan sosialisasi pada warga tentang model implementasi pemberdayaan, BKM dan Perangkat menyusun perencanaan pembangunan dengan sasaran hasil kesepakatan secara musyawaroh oleh masyarakat, mengevaluasi program sekaligus mencari solusi untuk pengembangan program berikutnya. Keempat; membuatkan web sebagai media publikasi, informasi, dan transfaransi kegiatan pemberdayaan. Hasil pemberdayaan berupa peningkatan pemahaman berorganisasi dan pengembangan program untuk keberlangsungan asset pemberdayaan. Pengembangan pelatihan menghasilkan system baru pengembangan asset BKM melalui “kambing gulir” dan “gruduk masal” pada KSM penunggak. Budaya partisipasi dan mutu organisasi dikembangkan sebuah pendekatan “nek kanane” bagian kearifan local masyarakat. Jaringan komunikasi dan akses masyarakat difasilitasi dengan system informasi BKM-KOTAKU
PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENYUSUNAN BAHAN AJAR PPKn BAGI GURU SMA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG MUHAMAD ABDUL ROZIQ ASRORI
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v3i2.302

Abstract

Penggunaan IT dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya bidang PPKn pada SMA di Kab.Tulungagung tidak berkembang dengan baik. Dari wawancara yang dilakukan dengan guru-guru diperoleh kesimpulanbahwa guru tidak begitu menguasai penggunaan IT untuk meningkatkan menggunakan papan tulis. Berdasarkan hal di atas,maka untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran PPKn maka diberikan suatu pengetahuan dan keterampilan dalampembuatan dan penggunaan IT dalam bidang PPKn. Dalam ha1 ini, Jurusan PPKn STKIP PGRI Tulungagung telahmelakukan program pengabdian pada masyarakat dengan judul Pelatihan IT Dalam Pembuatan Media Pembelajaran UntukGuru SMA se-Kab. Tulungagung. Kegiatan ini ditujukan kepada guru-guru PPKnSMA Se-Kab. Tulungagung, sehinggadiharapkan para guru tersebut dapat menjadi pionir di sekolahnya masing-masing dalam penggunaan media berbasis IT bagipara guru dan siswa di sekolah tersebut.Dalam pelatihan ini ada beberapa ha1 yang dapat menjadi catatan, yaitu :(a) Tingginya minat dan keseriusan para guruyang telah mengikuti program pelatihan ini. (b) Keterampilan peserta yang masih rendah. (c) Jumlah dari peserta yang masihsedikit.Dari hasil pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa, pemilihan materi dan penjelasan yang diberikan cukup memotivasi paraguru untuk tetap serius mengikuti materi yang diberikan sehingga diharapkan peserta dapat menularkan ilmu yang telahdidapat untuk rekan-rekannya di sekolah. Kemudian pelatihan yang diberikan ini baru untuk tingkat pemula, diharapkan jikaada kesempatan, para guru akan diundang lagi mengikuti pelatihan untuk materi yang lebih tinggi.Kata Kunci: IT, PPKn
KOMUNIKASI MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE PADA MATA KULIAH GEOMETRI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Fajar Hendro Utomo; Indah Setyo Wardhani; Muhammad Abdul Roziq Asrori
Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.758 KB) | DOI: 10.30957/cendekia.v9i2.37

Abstract

This objective of this study is to describe competency of mathematic communication based on Van Hiele theory on geometry course viewed from visual and kinesthetic learning styles.  The study was conducted in STKIP PGRI Tulungagung in November 2013 to August 2014, assigning 45 students as sample.  The study revealed that: First,  auditory learning style was achieved by: Level 1 = 0, Level 2 = 2, Level 3 = 9, Level 4 = 4, and Level 5 = 0, averaging at Level 3.  This means that students do not understand when they construct  definition, argument, role, formal deduction they worked;  Second, kinesthetic learning style was achieved by: Level 1 = 0, Level 2 = 6, Level 3 = 10, Level 4 = 2, and Level 5 = 0, averaging at Level 3.  This means that students do not understand on the work as done through auditory learning style.
Internalization of Pancasila Student Profile Values based on Digital Citizenship as Preparation for Industry 4.0 and Implementation of Independent Learning Policy Ardhana Januar Mahardhani; Muhamad Abdul Roziq Asrori
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2871

Abstract

Character education is an interesting issue in preparing children at the elementary school level to become a digital-based global society. This study aims to describe the process of Internalization of Pancasila student profile values based on digital citizenship preparation for the industrial era 4.0 and Merdeka Belajar case study at a state elementary school in Kepuhrejo. This is a case study with data from observations, interviews, and documentation involving 13 key informants, namely the principal, 6 classroom teachers, and 6 students who were previously determined based on the required criteria. Data analysis is carried out by interacting with existing data: reduce, present, and conclude. For the validity of the data, triangulation was carried out. The results of the study show that the planning process utilizes the results of the discussion from the teacher working group combined with literacy needs in the 4.0 era. The implementation uses an internalization approach that emphasizes habituation, direct experience, and exemplary both in the classroom and outside the classroom to strengthen data, technology and human literacy as a form of digital citizenship approach preparation for the industrial era 4.0
Pengaruh Gaya Belajar, Minat Belajar, Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas V Sd Negeri 1 Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Prasetyo, Cahyono Dwi; Suja’i, , Imam Suwaktus; Asrori, M. Abdul Roziq
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel independen, yaitu gaya belajar, minat belajar, dan fasilitas belajar terhadap variabel dependen hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Berdasarkan output dari pengujian hipotesis gaya belajar (X1) terhadap hasil belajar (Y), diperoleh ???????????????????????? = 1.701 < ????????????????????????? = 3,996. maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya belajar terhadap hasil belajar. Berdasarkan output dari pengujian hipotesis minat belajar (X2) terhadap hasil belajar (Y), diperoleh ???????????????????????? = 1.701 < ????????????????????????? = 3,599. maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap hasil belajar. Berdasarkan output dari pengujian hipotesis fasilitas belajar (X3) terhadap hasil belajar (Y), diperoleh ???????????????????????? = 1.701 < ????????????????????????? = 2,169. maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar. Hasil dari uji f atau output dari pengujian hipotesis pengaruh gaya belajar (X1), minat belajar (X2), dan fasilitas belajar (X3) terhadap hasil belajar (Y) didapatkan nilai F hitung 3,721 > F tabel 2,92, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya belajar, minat belajar, dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas IV & V SD Negeri 1 Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2020/2021
Pengaruh Pembelajaran Jarak Jauh Dan Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ips Pada Siswa Kelas V Sdn Tawing Kec. Gondang Kab. Tulungagung Tahun Pelajaran 2020/2021 Norhayati, Inin; Subiyantoro, Hari; Asrori, Muhamad Abdul Roziq
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1860

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, yaitu proses menemukan pengetahuan dengan menggunakan data berupa angka-angka sebagai alat untuk menemukan keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. Penelitian ini menggunakan bentuk deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keadaan siswa saat ini dan melihat kaitan antara variabel-variabel yang ada. Penelitian deskriptif tidak hanya terbatas pada pengumpulan data saja, tetapi meliputi analisis dan interpretasi data. dengan pendekatan korelasi. Berdasarkan hasil penghitungan dari hipotesis pembelajaran jarak jauh (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y), diperoleh hasil dimana thitung lebih besar dari ttabel yaitu 33.171 > 1.685. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test, maka dapat dikatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran jarak jauh (X1) terhadap prestasi belajar IPS siswa (Y) kelas V SD Negeri Tawing Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil penghitungan dari hipotesis kemandirian belajar (X2) terhadap prestasi belajar siswa (Y), diperoleh hasil dimana thitung lebih besar dari ttabel yaitu 6.660 > 1.685. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test, maka dapat dikatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kemandirian belajar (X2) terhadap prestasi belajar IPS siswa (Y) kelas V SD Negeri Tawing Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil penghitungan uji F dari pengaruh antara pembelajaran jarak jauh (X1) dan kemandirian belajar (X2) terhadap prestasi belajar siswa (Y), diperoleh hasil dimana Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu Fhitung = 49.660 > Ftabel = 3.23. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan dari dalam uji F, maka dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran jarak jauh (X1) dan kemandirian belajar (X2) terhadap prestasi belajar IPS siswa (Y) kelas V SD Negeri Tawing Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2020/2021.
Penguatan Nilai Pancasila dan Perlindungan Hukum Korban Perundungan Guna Meredam Perundungan di Era digital. Setiwawan, Asep; Aini, Qurotul; Wardhani, Listinia; Asrori, M. Abdul Roziq
Yustitiabelen Vol. 10 No. 1 (2024): Januari, 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/yustitiabelen.v10i1.944

Abstract

Pemanfaatan internet pastinya memberikan perubahan, bisa perubahan positif ataupun negatif. Perundungan atau lebih viral dengan istilah bullying juga kerap terjadi di era digital sekarang. Dimana perbuatan tersebut iaah salah satu contoh delik pidana di dunia cyber. Perundungan dalam dunia digital kini bisa diibaratkan senjata ampuh pembunuhan karakter targetnya dengan menyebarluaskan bullying scara masif tanpa belas kasihan. Nilai Pancasila pada perundungan berperan penting guna memperbaiki moral dan perilaku seseorang dan perlunya Perlindungan Hukum korban perundungan agar supaya kasus perundungan tidak menjadi masif. Penguatan Nilai Pancasila dan Perlindungan Hukum Korban Perundungan Guna Meredam Perundungan menjadi tujuan utama daam artikel, yang mana muara akhirnya iaah meredam dan menurunkan maraknya perundungan digital. Metode hukum normatif dalam riset yang dilakukan periset dengan cara mempelajari materi pustaka ataupun informasi sekunder yang terdiri dari materi hukum utama, materi hukum sekunder serta materi hukum tersier. Berupa apapun perundungan di dunia digital harus diredam dan dihapuskan. Pendoktrinan nilai-nilai Pancasila harus di-blow up terus-menerus pada semua lapisan masyarakat untuk meredam dan menghapuskan segala bentuk perundungan di era digital.
Pelestarian Kesenian Jaranan Jawa Sebagai Bentuk Kearifan Lokal untuk Membangun Nasionalisme Pemuda di Dusun Mundu Desa Bungur Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung Tahun 2019: Preserving Javanese "Jaranan" Art as a Form of Local Wisdom to Foster Nationalism Among Youth in the Mundu Hamlet, Bungur Village, Karangrejo Subdistrict, Tulungagung Regency, 2019 Rahayu, Endang Tupi; Asrori, Muhamad Abdul Roziq
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 1 (2022): JURNAL WACANA: JURNAL BAHASA, SENI, DAN PENGAJARAN
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i1.13455

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan nilai-nilai kearifan lokal yang dikembangkan oleh Komunitas Kesenian Jaranan Jawa untuk menumbuhkan nasionalisme pemuda di Dusun Mundu. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu tokoh kesenian jaranan jawa, pelatih jaranan jawa, anggota komunitas kesenian jaranan jawa, dan ketua komunitas kesenian jaranan jawa. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan cross check. Hasil penelitian adalah: 1) Nilai-nilai kearifan lokal untuk membangun jiwa nasionalisme pemuda yaitu, nilai tanggungjawab, sosial toleransi, gotong royong, dan kepatriotan. 2) Proses dalam melestarikan kesenian jaranan jawa sebagai wujud kearifan lokal yaitu, mengadakan latihan setiap hari, menyiapkan tempat dan sarana prasarana, dan melakukan promosi serta sosialisasi dengan masyarakat luas demi lestarinya kesenian jaranan di Dusun Mundu. 3) Hambatan yang dihadapi yaitu, hambatan internal adalah kurang maksimal melakukan promosi atau sosialisasi, dan sarana prasarana yang kurang memadai serta harus diperbaharui. Sedangkan hambatan eksternal yaitu, masih banyak generasi muda yang belum tertarik bergabung menjadi anggota.
Pengaruh Lingkungan Belajar, Budaya Literasi dan Sarana Prasarana Tehadap Hasil Asesmen Nasional Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Tulungagung Sujono, Imam; Asrori, Muhamad Abdul Roziq; Hariyadi, Dodik
Efektor Vol 12 No 1 (2025): Efektor Vol.12 No.1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v12i1.25231

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencetak generasi yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter. Salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas pendidikan adalah hasil Asesmen Nasional mencakup literasi membaca, numerasi, dan survei karakter. Implementasi Asesmen Nasional sebagai instrumen penilaian dalam sistem pendidikan Indonesia tentu menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi sekolah-sekolah di seluruh tanah air, temasuk di Tulungagung. Asesmen Nasional dirancang untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kualitas pendidikan suatu sekolah, mencakup aspek literasi, numerasi, dan karakter. Hasil Asesmen Nasional pada beberapa Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Tulungagung menunjukkan adanya variasi capaian yang signifikan antar sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya faktor-faktor yang memengaruhi hasil Asesmen Nasional, baik yang berasal dari dalam maupun luar lingkungan belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Belajar, Budaya Literasi dan Sarana Prasarana secara parsial dan simultan tehadap tehadap Hasil Asesmen Nasional Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah assosiatif serta metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian bejumlah 25 Lembaga. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampel jenuh. Alat pengumpuan data berupa angket dan menggunakan analisis regresi linear berganda.