Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendampingan Optimalisasi Sistem Administrasi Kelembagaan dan Kesadaran Berorganisasi Anggota BKM Wahana Sejahtera Pulotondo asrori, Muhamad Abdul Roziq; Hartanto, Setyo; Rahayu, Dwi Agustina; Shodiq, Ali Fajar; Anshori, Hawa Canticka Putri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4588

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pertama, ingin meningkatkan pemahaman berorganisasi dan mental kerelawanan anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahana Sejahtera. Kedua, meningkatan keterampilan anggota BKM Wahana Sejahtera dalam memanfaatkan system administrasi kelembagaan secara maksimal dengan SimKU dan mampu mengeksplorasi program kerja melalui media sosial BKM Wahana Sejahtera. Metode yang digunakan untuk mencapai keberhasilan dilakukan dengan tahapan pertama sosialisasi program kerja dan penguatan komitmen, kedua pelatihan, ketiga penerapan iptek untuk peningkatan kapasistas BKM, dan keempatmya adalah pendampingan dan evaluasi. Pengabdian masyarakat bersama Mitra BKM Wahana Sejahtera menghasilkan pertama, peningkatan pemahaman berorganisasi para anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahana Sejahtera tentang kerelawanan dan juga menjadikan para anggota BKM Wahana sejahtera menjadi relawan SMART melalui inovasi pemberdayaan berbasis sosio kultural. Kedua, terdapat peningkatan keterampilan anggota BKM Wahana Sejahtera dalam memanfaatkan system administrasi kelembagaan secara maksimal dengan SimKU dan mampu mengeksplorasi program kerja melalui media sosial BKM Wahana Sejahtera. Hasil tersebut dibuktikan dengan perolehan skor evaluasi bahwa lebih dari 80% menyatakan materi, pemateri, dan pelaksanaan pengabdian sangat relevan dengan kebutuhan untuk program pemberdayaan di desa Pulotondo
DETERMINASI PENGGUNAAN GADGET DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS ATAS SEKOLAH DASAR Lilik Supriani; Muhamad Abdul Roziq Asrori; Nafik Umurul Hadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas atas di SD Negeri 2 Beji, Boyolangu, Tulungagung. Seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk memahami dampaknya dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan 87 siswa kelas IV hingga VI. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,818) menunjukkan bahwa 81,8% variasi prestasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Motivasi belajar memberikan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan penggunaan gadget. Meskipun gadget dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, penggunaan yang tidak terkontrol berisiko mengganggu konsentrasi. Oleh karena itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengarahkan penggunaan gadget secara bijak dan mendorong motivasi belajar siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan dorongan belajar internal untuk mendukung keberhasilan akademik siswa.
Augmented Reality-Based Flashcard Media Development with Canva's Assistance to Improve Social Science Learning Outcomes on Ethnic Diversity in Indonesia Bibit Sri Rahayu; Hikmah Eva Trisnantari; M. Abdul Roziq Asrori
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i3.3293

Abstract

The topic of ethnic diversity in Indonesia, which is abstract and contains abundant factual information, requires media that can present content visually, interactively, and engagingly. Digital technology such as Augmented Reality (AR) in instructional media has the potential to bridge this gap by offering a more immersive and contextual learning experience. This study aimed to develop innovative learning media in the form of AR-based flashcards designed with the assistance of the Canva application to improve student learning outcomes in Social Studies material on ethnic diversity in Indonesia. The research employed the ADDIE development model. Data collection techniques included observation, interviews, validation by material and media experts, as well as pretests and posttests. Expert validation indicated that the AR-based flashcard media assisted by Canva was highly feasible for instructional use, with an average feasibility score of 92. A paired sample t-test on pretest and posttest scores showed a significant difference (Sig. 0.000 < 0.05) with an N-Gain value of 0.71 (high category), indicating a substantial improvement in learning outcomes in both cognitive aspects and active participation. The flashcards contained visual information on ethnic names, traditional clothing, traditional houses, regional languages, and unique facts, presented interactively through QR codes and the AR application. Thus, this medium proved effective in delivering cultural diversity material in an engaging, enjoyable, and easy-to-understand way, while also opening opportunities for applying digital technology to strengthen students’ understanding of diversity values.
Peningkatan Literasi Digital Pada Siswa Sekolah Dasar Untuk Mencegah Cyberbullying Ulum, Bachrul; Asrori, Muhamad Abdul Roziq
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3241

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa tantangan baru, terutama dalam hal cyberbullying, yang semakin marak di kalangan siswa sekolah dasar. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa di SDN 1 Beji, Boyolangu, Tulungagung, sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku cyberbullying. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, pembuatan poster anti-cyberbullying, dan permainan edukatif berkelompok sebagai kegiatan reflektif di luar kelas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai etika digital, serta kesadaran tentang bahaya cyberbullying dan langkah-langkah pencegahannya. Selain itu, kegiatan permainan edukatif membantu siswa menumbuhkan empati, kerjasama, dan sikap saling menghargai, yang berperan penting dalam membentuk perilaku positif di dunia maya. Para guru dan orang tua juga menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya pendampingan anak dalam penggunaan teknologi. Program ini berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna, serta memperkuat budaya digital yang aman dan beretika di sekolah dasar. Program ini juga diharapkan dapat dijadikan model yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk memperkuat literasi digital siswa, membentuk karakter mereka, dan mencegah cyberbullying di lingkungan pendidikan.
Persepsi Guru Terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Sari, Eva Preswati; Asrori, M. Abdul Roziq
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14066

Abstract

Persepsi guru merupakan pendapat/tanggapan guru kelas yang dipengaruhi oleh informasi, kemampuan untuk berpikir, merasa, dan mengalami serta tetap menjadi individu. Guru sebagai pendidik dan pelatih kelas harus memiliki kemampuan kognitif yang baik untuk menjamin konten yang diajarkan dapat dipahami dengan baik dan berkualitas tinggi sehingga mudah dipahami dan dipercaya oleh siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana persepsi guru SDN I Pucangan terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran?”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi guru SDN I Pucangan terhadap Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran. Didalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan instrument dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah secara umum, persepsi guru terhadap penguatan profil pelajar Pancasila di SDN 1 Pucangan adalah positif. Karena, apabila didasarkan pada empat aspek dasar persepsi guru, yang meliputi aspek pengetahuan guru, pemahaman guru, penyikapan, dan reaksi, guru di SDN 1 Pucangan memiliki keterampilan yang mumpuni. Namun, ada kebutuhan untuk pelatihan lebih lanjut dan dukungan berkelanjutan untuk memastikan implementasi yang lebih efektif kedepannya.
Perwujudan nilai-nilai strategis revolusi mental pendidikan pada kearifan lokal pesantren Asrori, Muhamad Abdul Roziq
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.044 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i1.14559

Abstract

This research was aimed at describing Pesantren Gunung Jati (SGJ) in internalizing the strategic value of mental revolution in Islamic Senior High School students SGJ through local wisdom as well as revealing the strategies implemented to manage the its supporting points and obstacles. This research was qualitative approach and classified into case study. The result shows the values of "Panca Jiwa Pondok" have been able to shape students' personality with the B3K3N character. Various characteristics used as parameters the success of empowering students' characteristics were: the advisors example, the student's parent trust. The multicultural background of students was an obstacle of the implementation. Strategies implemented to success were became the role model and a happy friend as well as a motivator for students to be patterns of model in building emotional bond.
Pembinaan karakter anak pada masyarakat perumahan di pinggiran kota Asrori, Muhamad Abdul Roziq
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.606 KB) | DOI: 10.21831/jc.v16i1.20344

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan pembinaan karakter dan hambatan penyertaannya dilihat dari teori role taking pada masyarakat "Griya Kota"Tulungagung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Proses pembinaan karakter dan moral anak pada tahap persiapan awal dilakukan dengan mengenalkan nilai-nilai agama sejak dini. Media yang digunakan bisa audio maupun visual dengan konten religious. Detail tahap perkembangan dan kebutuhan kesehatan anak untuk kesiapan membangun karakter sangat diperhatikan. Pada tahap play stage lebih selektif dalam memilih tayangan media dan juga teman bermain bagi anak. Sementara di tahap gama stage, berupaya memberikan contoh baik terhadap anak dengan ucapan dan perilaku keseharian mereka serta menambah intensitas pengawasan meskipun tidak secara langsung untuk memastikan perkembangan anak. Pada tahap generalized others para orang tua lebih memberikan kepercayaan pada anak untuk mengembangkan kecakapan dengan dukungan fasilitas dan doa. Minimalisasi hambatan dibangun melalui komunikasi yang baik pada semua pihak dengan mengedepankan keguyuban warga melalui berbagai media, sekaligus menjadi teladan yang inspiratif.----------------------------------------------------------------------------------------This study aims to explain the character building and the obstacles of viewers seen from the role-taking theory in the community "Griya Kota" Tulungagung. The research method used a qualitative approach with a case study type. The results showed the process of fostering the character and morals of children in the early preparation stage is done by introducing religious values from an early age. The media used can be both audio and visual with religious content. Detailed stages of development and the health needs of children for the readiness to build character is noticed. In the play stage more selective in choosing media impressions and also playmates for children. While in the game stage, trying to provide good examples of children with their daily sayings and behaviors and increase the intensity of supervision, although not directly to ensure the development of children. At the stage of generalized others, the parents are more confident in the child to develop skills with the support of facilities and prayers. To minimize barriers is built through good communication on all sides in the same manner, as well as being an inspirational example.
STRATEGI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) KELAS VI DALAM PERSIAPAN PENERAPAN DEEP LEARNING Widyawati, Leny; M. Abdul Roziq Asrori; Hikmah Eva Trisnantari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31260

Abstract

Penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran menuntut guru untuk memiliki pemahaman mendalam dan keterampilan pedagogis yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad 21. Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai wadah pengembangan profesional guru diharapkan mampu merespon perubahan kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelas VI Kecamatan Pagerwojo dalam persiapan penerapan deep learning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari anggota KKG Kelas VI di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan strategi KKG diawali dengan pemetaan pemahaman guru tentang deep learning sebagai langkah awal analisis kebutuhan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, rencana strategis yang dirancang KKG yakni penyusunan program pelatihan, bimbingan teknis, diskusi rutin, kolaborasi antarguru, pendampingan dalam penyusunan perangkat ajar, sekaligus melakukan revisi program kerja tahunan dengan menambahkan materi deep learning. KKG juga mengintegrasikan penggunaan teknologi dan pendekatan kolaboratif dalam pelatihan untuk peningkatan partisipasi guru dalam persiapan penerapan deep learning. Mayoritas guru memberikan respon yang sangat positif terhadap strategi yang disusun KKG
PERSEPSI GURU PENGGERAK TERHADAP PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM TRANSFORMASI PEMBELAJARAN: Deep learning Dwi Setiani; Muhamad Abdul Roziq Asrori; Ajar Dirgantoro
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31330

Abstract

endidikan Indonesia tengah menghadapi tantangan kualitas, ditandai oleh rendahnya capaian literasi dan numerasi berdasarkan hasil PISA 2022. Sebagai bagian dari upaya transformasi, pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) menekankan pada pemahaman bermakna (meaningful learning), pembelajaran yang sadar (mindful learning), dan menyenangkan (joyful learning). Guru Penggerak memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam praktik pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persepsi Guru Penggerak terhadap pendekatan deep learning dalam transformasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sejumlah Guru Penggerak di Kabupaten Tulungagung yang telah memiliki pengalaman dalam menerapkan pendekatan pembelajaran deep learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas Guru Penggerak memiliki pemahaman yang baik dan sikap positif terhadap deep learning. Mereka menilai pendekatan ini efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa, membangun koneksi antar konsep, serta memfasilitasi pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas, miskonsepsi terkait deep learning yang disamakan dengan kecerdasan buatan, serta kurangnya pelatihan intensif. Kesimpulannya, persepsi positif dari Guru Penggerak menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi pembelajaran abad 21. Dibutuhkan pelatihan berkelanjutan, pendampingan profesional, serta penguatan komunitas belajar untuk mendukung implementasi deep learning secara optimal di sekolah. Kata Kunci: Persepsi, Guru Penggerak, Deep Learning, Transformasi Pembelajaran.
The Role of School Principals in Implementing Deep Learning at Elementary Schools in Panggul District, Trenggalek Lastriatun, Tinuk; Purwananti, Yepi Sedya; Asrori, M. Abdul Roziq; Afifah, Dian Septi Nur
SAGA: Journal of Technology and Information System Vol. 3 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/saga.v3i3.570

Abstract

Twenty-first-century learning demands that elementary schools develop learning processes that are not merely oriented toward content mastery but also toward deep understanding and higher-order thinking skills. The deep learning approach is considered relevant because it emphasizes meaningful, reflective, and applicable learning. This study aims to analyze the role of school principals in implementing deep learning at elementary schools in Panggul District, Trenggalek Regency. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through in-depth interviews, classroom observation, and documentary analysis involving school principals and teachers. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity assured through source and technique triangulation. Findings reveal that school principals serve as instructional leaders through planning, implementation, and academic supervision functions. Support was provided through the formulation of school policies, strengthening of learning planning, facilitation of teacher collaboration, and provision of professional support. However, academic supervision still tends to focus on administrative aspects and has not fully emphasized the quality of the classroom learning process. This study underscores the importance of strengthening instructional leadership and process-based academic supervision to ensure the sustainable implementation of deep learning at the elementary school level.