Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KANTOR UNIT MANAJEMEN PELABUHAN KELAS III INDRAMAYU: The Effect of Human Resource Management on Employee Performance at the Indramayu Class III Port Management Unit Riyanto, Eko; Setiadi, Ade; Sugiyarsih, Susi
Jurnal Investasi Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Vol. 12 No. 1
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/investasi.v12i1.378

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) terhadap kinerja pegawai di Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Kelas III Indramayu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya MSDM dalam meningkatkan efektivitas organisasi di instansi pemerintah, khususnya yang bertanggung jawab atas pelayanan publik dan manajemen operasional maritim. Kinerja pegawai secara luas diakui sebagai penentu penting keberhasilan organisasi, dan praktik MSDM telah diidentifikasi sebagai pendorong utama untuk meningkatkan motivasi, kapabilitas, dan produktivitas. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier sederhana, penelitian ini mengkaji hubungan antara MSDM (variabel independen) dan kinerja pegawai (variabel dependen). Data dikumpulkan dari pegawai Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Kelas III Indramayu melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik statistik. Penelitian ini menemukan bahwa MSDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,3565. Hal ini menunjukkan bahwa MSDM berkontribusi sekitar 35,65% terhadap variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya sebesar 64,35% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif—seperti pelatihan, komunikasi, supervisi, penempatan kerja, dan penilaian kinerja—memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas di organisasi pemerintah. Namun, nilai R² yang relatif moderat juga menyiratkan bahwa kinerja pegawai dibentuk oleh faktor-faktor organisasi, kepemimpinan, dan lingkungan yang lebih luas. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan fungsi manajemen sumber daya manusia sangat penting untuk mencapai hasil kinerja yang lebih tinggi, terutama dalam konteks pelayanan publik di mana akuntabilitas dan keandalan operasional sangat penting.
Oral Health Care Management in Atypical Oral and Cutaneous Bullous Pemphigoid Widowati, Kharinna; Dewanthy P, Sri; Lukisari, Cane; Nafi’ah; Setianingtyas, Dwi; Rahman, Kurnia Hayati; Libriansyah; Riyanto, Eko; Damaiyanti, Dian W; Ayuningtyas, Nurina F.
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 20 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v20i1.4

Abstract

Background: Bullous Pemphigoid (BP) is the most common subepidermal bullous autoimmune disease, typically presenting as tense bullae. Atypical presentations of bullous pemphigoid often mimic TEN or impetigo, creating diagnostic ambiguity. Effective management of these cases requires integrated strategies to address systemic health factors and extensive oral mucosal involvement. Objective: This report highlights the Oral Health Care Management of atypical oral and cutaneous manifestations of Bullous Pemphigoid. Case: A 58-year-old woman with a history of Diabetes Mellitus and heart disease was referred with extensive bullae, erosions, and "honey-like" crusts involving over 30% of her body surface area. Her condition worsened despite two weeks of treatment with acyclovir, which was administered for suspected herpes. The presentation was highly suggestive of TEN and impetigo. Case Management: Management of the oral and perioral lesions focused on infection prevention and pain relief. Debridement was performed using sterile gauze soaked in normal saline and 0.2% chlorhexidine. This was followed by the application of Aloevera extract gel/spray. Comprehensive systemic therapy, including corticosteroids and immunosuppressants, was coordinated by a multidisciplinary team to control the autoimmune disease and its comorbidities. Conclusion: The presence of comorbidities, such as diabetes, further complicates systemic management and heightens the risk of secondary infections, requiring meticulous wound care. A multidisciplinary diagnostic algorithm, supported by supplementary examinations, is crucial for differentiating atypical BP from TEN and impetigo infection. Adequate management of associated oral and perioral manifestations is an integral component of comprehensive patient care.
Analisis Disiplin Kerja, Pelatihan, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Personel Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pada Satuan Latihan Brimob Cikeas Kabupaten Bogor Riyanto, Eko; Suyanto Suyanto; Aryanti, Eva
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i4.4639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Disiplin kerja, Pelatihan dan Kompensasi terhadap Kinerja Personel dengan Motivasi sebagai variabel Intervening pada Satuan Latihan Brimob. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Satuan Latihan Brimob Tahun 2004 – 2022 ditinjau dari disiplin kerja dan yang kedua ditinjau dari kinerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu observasi dokumen   dan   kuesioner. Observasi dokumen ini dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dari pihak personel Satuan Latihan Brimob berupa sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur perusahaan, dan gambaran umum atau profil mengenai anggota Brimob. Kuesioner dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada para karyawan tetap nonmanajerial dan para pimpinan/atasan setiap unit kerja dari semua unit/bagian Personel Satuan Latihan Brimob. Metode analisis data yang digunakan antara lain analisis deskriptif, Uji Asumsi Klasik, Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, Uji Autokorelasi, dan Uji Heteroskedasitas. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: Disiplin kerja berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan tetapi tidak melalui motivasi kerja. Pelatihan berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja. Kompensasi berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan tidak melalui motivasi kerja.