Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS KEBERFUNGSIAN INTELIJEN PEMASYARAKATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PEREDARAN NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA MATARAM Asror, Ihlas; Indahdewi, Lauditta; Simanjuntak, Meitisa Vanya
Journal of Correctional Studies Vol 1 No 2 (2024): Journal of Correctional Studies (July)
Publisher : Politeknik Pengayoman Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jcs.v1i2.446

Abstract

Salah satu bentuk gangguan keamanan dan ketertiban yang sampai saat ini masih menjadi tugas besar aparat penegak hukum yakni peredaran narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberfungsian Intelijen Pemasyarakatan dalam upaya pencegahan peredaran narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram serta untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala Intelijen Pemasyarakatan dalam pencegahan peredaran narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu Teori Dasar Intelijen. Penulis mengambil pendekatan kualitatif dalam penelitian ini. Ditemukan bahwa dalam pelaksanaan Intelijen Pemasyarakatan, Unit Intelijen Pemasyarakatan mengumpulkan informasi terkait fenomena gangguan keamanan dan ketertiban yang menyangkut dengan warga binaan termasuk upaya peredaran dan penyelundupan narkotika melalui upaya penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterlibatan fungsi Unit Intelijen Pemasyarakatan terhadap pencegahan peredaran narkotika di Lapas Kelas IIA Mataram sehingga perlu adanya perhatian lebih dari pimpinan untuk membuat pembaruan terhadap sistem pelaksanaan Intelijen Pemasyarakatan yang sangat riskan terhadap resiko keselamatan petugas Intelijen.
Analisa Faktor Guna Mencegah Penularan Penyakit Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sekayu Wilara, Willy; Indahdewi, Lauditta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya upaya pelayanan kesehatan yang tidak optimal di beberapa lapas di Indonesia yang belum terselenggara sesuai dengan Standar yang terkendala akibat kondisi overkapasitas salah satunya Lapas Kelas IIB Sekayu. Dengan adanya kondisi overkapasitas maka berpotensi mengakibatkan risiko penularan penyakit sangat tinggi. Sehingga diperlukannya optimalisasi terkait analisa faktor guna mencegah penularan penyakit pada narapidana dalam kondisi overkapasitas yang terjadi di Lapas Kelas IIB Sekayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memberikan pengaruh guna mencegah penularan penyakit pada narapidana di Lapas Kelas IIB Sekayu. Penelitian ini merupakan desktriptif kualitatif yang terfokus dalam sebuah pengalaman yang terjadi sehingga dapat menjawab pertanyaan penelitian dengan data yang didapatkan langsung melalui informan. Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor yang memberikan pengaruh dalam pencegahan penularan penyakit pada narapidana di Lapas Kelas IIB Sekayu ialah faktor genetik, perilaku, pelayanan kesehatan dan lingkungan. Hambatan yang di hadapi Lapas ialah kondisi lapas yang overkapasitas, kurangnya sarana blok hunian khusus untuk isolasi, kurangnya waktu yang diberikan untuk narapidana melakukan kegiatan hygiene sanitasi diri, dan kurangnya tenaga medis.
Optimalisasi Riset Hukum Berbasis Teknologi Informasi Pemasyarakatan Soge, Markus Marselinus; Rachmayanthy, Rachmayanthy; Indahdewi, Lauditta
Postulat Vol 1 No 2 (2023): POSTULAT: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/postulat.v1i2.1436

Abstract

Hukum merupakan salah satu aspek kehidupan yang tidak dapat diabaikan, karena hukum melingkupi kehidupan manusia dalam perilaku kehidupan pribadinya maupun bermasyarakat bahkan bernegara. Dalam era teknologi informasi yang terus berkembang dengan cepat dan berbagai tantangan digital yang dihadapi, hukum terus mengikuti dinamika masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penelitian atau riset hukum berbasis teknologi informasi terkait Pemasyarakatan terhadap terpidana atau narapidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Sumber data adalah data sekunder terutama bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder, yang kemudian data tersebut dianalisis secara yuridis kualitatif. Hasil penelitian yakni optimalisasi riset hukum berbasis teknologi informasi Pemasyarakatan dapat dilakukan: a. dengan merujuk pada ketentuan Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan, dan Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 39 Tahun 2016 Tentang Sistem Database Pemasyarakatan, serta Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 39 Tahun 2016 Tentang Sistem Database Pemasyarakatan; b. dengan menemukan informasi terkait Pemasyarakatan pada laman yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yakni laman Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Publik dengan alamat https://sdppublik.ditjenpas.go.id/.
Implementasi Pendekatan Client Centered Teraphy dalam Pelaksanaan Pembinaan Kepribadian Kerohanian Kristen di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai Saragih, Figel Enro; Indahdewi, Lauditta
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12319

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendekatan Client-Centered Therapy (CCT) dalam pembinaan kepribadian kerohanian Kristen di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai. Pendekatan ini diterapkan untuk memberikan pembinaan yang lebih personal, empatik, dan non-judgmental kepada narapidana Kristen, dengan tujuan membentuk pribadi yang lebih baik dan meningkatkan potensi diri mereka selama menjalani masa pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan petugas pembinaan, narapidana Kristen, dan pihak ketiga seperti pendeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CCT melalui prinsip penerimaan tanpa syarat, keaslian, pemahaman empatik, dan sikap tidak menghakimi membantu narapidana merasa dihargai, terbuka, dan mampu merefleksikan diri secara spiritual. Hambatan dalam penerapan CCT di antaranya keterbatasan sumber daya, waktu, serta kondisi psikososial narapidana yang bervariasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas petugas pembinaan agar pendekatan CCT dapat dijalankan secara konsisten sehingga pembinaan kerohanian dapat berdampak lebih optimal dalam rehabilitasi dan reintegrasi narapidana ke masyarakat.
Implementasi Pendekatan Client Centered Teraphy dalam Pelaksanaan Pembinaan Kepribadian Kerohanian Kristen di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Balai Saragih, Figel Enro; Indahdewi, Lauditta
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12319

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendekatan Client-Centered Therapy (CCT) dalam pembinaan kepribadian kerohanian Kristen di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai. Pendekatan ini diterapkan untuk memberikan pembinaan yang lebih personal, empatik, dan non-judgmental kepada narapidana Kristen, dengan tujuan membentuk pribadi yang lebih baik dan meningkatkan potensi diri mereka selama menjalani masa pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan petugas pembinaan, narapidana Kristen, dan pihak ketiga seperti pendeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CCT melalui prinsip penerimaan tanpa syarat, keaslian, pemahaman empatik, dan sikap tidak menghakimi membantu narapidana merasa dihargai, terbuka, dan mampu merefleksikan diri secara spiritual. Hambatan dalam penerapan CCT di antaranya keterbatasan sumber daya, waktu, serta kondisi psikososial narapidana yang bervariasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas petugas pembinaan agar pendekatan CCT dapat dijalankan secara konsisten sehingga pembinaan kerohanian dapat berdampak lebih optimal dalam rehabilitasi dan reintegrasi narapidana ke masyarakat.