Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal TILAPIA

Analisa Mutu Ikan Bandeng (Chanos-chanos) dan Sarden (Sardinella sp.) Menggunakan Asap Cair Tempurung Kelapa Gunawan, Hendri; Ikhwan, Muhammad; Thaib, Azwar; Apriliani, Dwi; Maulidya, Rulita
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5574

Abstract

Tempurung kelapa merupakan limbah pertanian yang melimpah di Aceh yang berpotensi untuk diolah menjadi asap cair dan dapat digunakan untuk mengolah ikan bandeng dan sarden asap. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar protein, kadar air dan abu (proksimat) dan organoleptik ikan. Sampel yang digunakan adalah ikan Bandeng dan ikan Sarden yang direndam dalam larutan asap cair 3% selama 15 menit, lalu di asapkan selama 5 jam, lalu kedua sampel tersebut di lakukan uji proksimat dan uji organoleptik.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali pengulangan. Parameter penelitian adalah analisa proksimat (kadar protein, kadar abu, air) dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair memberikan pengaruh pada proksimat kedua jenis ikan asap. Hasil uji organoleptik, ikan bandeng dan ikan sarden layak dikonsumsi dan benar-benar segar. Hasil uji proksimat untuk ikan bandeng dan ikan sarden asap yaitu: Kadar protein masing masing 30,47%; 29,44%, Kadar abu 9,98%; 7,53% dan kadar air 54,09%; 55,01%.
Pengaruh Jenis Limbah Tulang dan Kulit Ikan Tuna (Thunnus Sp.) terhadap Analisis Proksimat Natural Flavor Maulidya, Rulita; Handayani, Lia; Mulfiza, Febi; Mardhiah, Ainal; Yeni, Elfa; Syahputra, Faisal; Anhar, T Faizul
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5915

Abstract

Ikan tuna (Thunnus sp.) adalah salah satu  hasil perikanan yang memiliki nilai gizi dan ekonomi baik. Hasil tangkapan produksi ikan tuna dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga menyebabkan peningkatan limbah di industri pengolahan ikan. Tulang dan kulit ikan tuna kaya akan nilai gizi yang belum banyak di manfaatkan sebagai bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh limbah  tulang dan kulit ikan tuna sebagai produk natural flavour alami yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode penelitian menggunakan metode ekperimental laboraturium dengan sampel yang akan di analisis proksimat yaitu sampel E limbah tulang ikan tuna dan air pada perbandingan 1:3 b/v, sedangkan C yaitu limbah kulit ikan tuna pada perbandingan 1:4 b/v. Analisis proksimat yang dilakukan meliputi: kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Data hasil uji proksimat menunjukan bahwa natural flavour terbaik pada perlakuan C dengan nilai kadar air 6,76% dan kadar abu 25,88% yang lebih rendah dibandingkan perlakuan E, sedangkan kadar protein C lebih tinggi dibandingkan E yaitu 6,86%. Jika dari jumlah nilai gizi yang terbaik  perlakuan E lebih tinggi dibandingkan perlakuan C yaitu kadar lemak 6,17%, dan kadar karbohidrat 57,91%. Berdasarkan data tersebut perlakuan terbaik kaya akan nilai gizi terdapat pada perlakuan E dengan perbandingan limbah tulang ikan dan air 1:4 b/v.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Jagung Kuning pada Pakan Buatan terhadap Intensitas Warna dan Pertumbuhan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Gunawan, Hendri; Romi, Muhammad; Thaib, Azwar; Nurhayati, Nurhayati; Maulidya, Rulita
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5575

Abstract

Ikan mas koki merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki harga jual tinggi. Harga jual ikan hias dipengaruhi oleh beberpa faktor terutama terletak pada warna. Penelitian mengenai ikan hias ini telah dilaksanakan di Laboratorium basah SUPM Negeri Ladong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak jagung kuning dalam pakan buatan terhadap intensitas warna dan pertumbuhan ikan mas koki. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan mengaplikasikan 4 perlakuan dan 3ulangan. Sebagai perlakukan adalah 0%. 0,3%. 0,6% dan 0,9% ekstrak jagung kuning. Ekstrak tersebut masing-masing dicampur kedalam 100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 0,9% ekstrak jagung kedalam pakan dapat meningkatkan intensitas warna ikan mas koki sebesar 10% dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,09%. Sedangkan untuk laju pertumbuhan mutlak, kelagsungan hidup, konversi dan efisiensi pakan tidak berpengaruh antar perlakuan.
Pengaruh Penambahan Garam dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Karakteristik Kecap Langkitang (Faunus ater) Safur, Putri; Maulidya, Rulita; Handayani, Lia
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i2.6843

Abstract

Faunus ater (commonly known as langkitang) is a type of gastropod from the phylum Mollusca with promising potential as an alternative raw material for fermented soy sauce production. This potential is supported by its relatively high nutritional content, including protein (9.53%), fat (2.38%), moisture (79.97%), and minerals such as calcium (1.017%), phosphorus (0.012%), and iron (0.005%). This study aimed to evaluate the effect of different salt concentrations on the chemical and microbiological characteristics of langkitang-based soy sauce, focusing on NaCl content, total plate count (TPC), pH, and the presence of lactic acid bacteria (LAB). The production process involved washing, steaming, meat separation, ingredient mixing, fermentation, filtration, and cooking. Three salt concentration treatments (A, B, and C) were applied during fermentation. The results showed NaCl levels of 17.70%, 22.90%, and 21.45% for treatments A, B, and C, respectively—all within the acceptable range based on the Indonesian National Standard (SNI). TPC analysis revealed that samples A and B had total microbial counts of <2500 colonies/gram, while sample C had 7.2 × 10³ colonies/gram. The pH values across all treatments ranged from 6.46 to 6.52. Meanwhile, LAB testing returned negative results for all samples, indicating the absence of lactic acid bacteria.
Manipulasi Lingkungan Menggunakan Cahaya Led (Light Emiting Diode) serta Pemberian Pakan β-karoten untuk Meningkatkan Intensitas Warna Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Sabil, Shahrul Rajab; Thaib, Azwar; maulidya, Rulita; Uliyana, Uliyana; Handayani, Lia
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i2.6585

Abstract

Freshwater ornamental fish such as guppies (Poecilia reticulata) are popular due to the variety and vibrancy of their body coloration. However, one of the main challenges in their cultivation is the decline in color quality caused by pigment loss, which reduces their visual appeal. Lighting, particularly from artificial sources such as LED lamps, plays a critical role in influencing chromatophore activity involved in pigmentation. The appropriate spectrum, intensity, and duration of light exposure can enhance the brightness and clarity of fish coloration. Additionally, β-carotene, a precursor of carotenoid pigments, is essential for color enhancement. Oil palm (Elaeis guineensis), especially its mesocarp, is a rich natural source of β-carotene and has potential as a natural feed additive. This study aimed to evaluate the effect of combining LED light spectra with β-carotene extract from oil palm mesocarp on color intensity and reproductive performance of guppies. The experiment used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and two replications: A (red LED + 20% β-carotene), B (yellow LED + 20% β-carotene), C (white LED + 20% β-carotene), and D (no LED + 20% β-carotene). The results showed that treatment C (white LED + 20% β-carotene) produced the best outcomes, with an increase in color score of 28.83 points (measured using Toca Color Finder) and an average of 45 offspring. These findings indicate that the integration of LED lighting and dietary β-carotene derived from oil palm is effective in enhancing both coloration and reproductive performance in guppies
Karakteristik Kerupuk Ikan Baung Dengan Jenis Pati Berbeda Gunawan, Hendri; Handayani, Lia; Maulidya, Rulita
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i2.6493

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of different starch types on the physical, chemical, and organoleptic characteristics of baung fish (Hemibagrus nemurus) crackers. Three types of starch were used in the cracker formulations: tapioca starch (P1), sago starch (P2), and cornstarch (P3). The analyses included expansion ratio, organoleptic evaluation (taste, aroma, color, and texture), and proximate composition (moisture, ash, fat, protein, and carbohydrate content). Organoleptic data were analyzed using the Kruskal-Wallis test, followed by the Mann-Whitney test for significant differences, and Bayes analysis to determine the best treatment. The results showed that crackers made with tapioca starch (P1) exhibited the highest expansion ratio. Organoleptic testing indicated that P1 was most preferred in terms of taste (8.83±0.461) and texture (8.50±0.820), while the best aroma was recorded for P2 (7.90±1.269), and the most preferred color was found in P3 (7.50±1.737). Proximate analysis revealed that P1 had the highest moisture (9.35%), fat (2.52%), and protein (11.23%) contents. The highest ash content was observed in P3 (5.72%), while P2 showed the highest carbohydrate content (77.72%).