Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kemampuan Saringan Pasir Lambat Dikombinasikan dengan Karbon Aktif Sebagai Alternatif Pengolahan Air Limbah Tempe Mimin Indriani Mulia; Achmad Syafiuddin
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2887.629 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.450

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan pada industri kecil pembuatan tempe adalah limbah sisa produksinya langsung dibuang ke sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Jika dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan berbagai masalah terhadap lingkungan sekitar. Tujuan: Menganalisis perubahan kekeruhan, pH, BOD, COD, TSS dalam proses pengolahan limbah cair tempe. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini 40 liter limbah cair tempe sisa produksi. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 kali meliputi sebelum filtrasi 1 kali dan sesudah filtrasi 2 kali. Hasil:. Hasil penelitian menunjukan kekeruhan mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 1153 NTU menjadi 104 NTU (90,98%) pada filtrasi kedua. PH mengalami peningkatan dari nilai sebelum filtrasi 4,36 menjadi 9,07 (51,9%) pada filtrasi kedua. BOD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 37843 mg/L menjadi 4099 mg/L (89,17%) pada filtrasi kedua. COD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 90597 mg/L menjadi 9928 mg/L (89,04%) pada filtrasi kedua. TSS mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 6.580 mg/L menjadi 364,0 mg/L (94,46%) pada filtrasi kedua. Kesimpulan: Terjadi perubahan kekeruhan, pH, BOD, COD, TSS dalam proses pengolahan limbah cair tempe. Saringan pasir lambat dikombinasikan dengan karbon aktif terbukti mampu sebagai alternatif pengolahan air limbah tempe. Saran yang dapat diberikan adanya peran pemerintah untuk melakukan pemantauan oleh DLH setempat kepada home industri, serta pemilik industri disarankan membuat IPAL agar mengurangi beban pencemaran Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini 40 liter limbah cair tempe sisa produksi. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 kali meliputi sebelum filtrasi 1 kali dan sesudah filtrasi 2 kali. Hasil penelitian menunjukan kekeruhan mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 1153 NTU menjadi 104 NTU (90,98%) pada filtrasi kedua. PH mengalami peningkatan dari nilai sebelum filtrasi 4,36 menjadi 9,07 (51,9%) pada filtrasi kedua. BOD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 37843 mg/L menjadi 4099 mg/L (89,17%) pada filtrasi kedua. COD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 90597 mg/L menjadi 9928 mg/L (89,04%) pada filtrasi kedua. TSS mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 6.580 mg/L menjadi 364,0 mg/L (94,46%) pada filtrasi kedua. Kesimpulan dalam penelitian ini terjadi perubahan kekeruhan, pH, BOD, COD, TSS dalam proses pengolahan limbah cair tempe. Saringan pasir lambat dikombinasikan dengan karbon aktif terbukti mampu sebagai alternatif pengolahan air limbah tempe. Saran yang dapat diberikan adanya peran pemerintah untuk melakukan pemantauan oleh DLH setempat kepada home industri, serta pemilik industri disarankan membuat IPAL agar mengurangi beban pencemaran.
Review Tentang: Efektivitas Pengolahan Air Limbah yang Ada di Indonesia Laili Nur Azizah; Achmad Syafiuddin
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.881 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.453

Abstract

Latar Belakang:Sustainable Development Goals (SDGs) disektor lingkungan hidup yaitu menargetkan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi di tahun 2030 dapat terpenuhi. Sehingga diperlukan (IPAL) dengan pertimbangan kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Tujuan: untuk mereview keberadaan IPAL yang ada di Indonesia, kualitas IPAL yang ada di Indonesia, dan biaya perawatan IPAL yang ada di Indonesia. Metode : comprehensive literature review. Sumber data yang digunakan berasal dari google scholar dengan rentang waktu 2017-2021. Artikel yang digunakan setelah dilakukan proses screening sebanyak 17 artikel Hasil:. hanya 15 provinsi yang terdapat layanan IPAL, dan hanya 10 provinsi yang telah diteliti. Kualitas IPAL dari parameter yang diteliti masih belum memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan, biaya perawatan ipal yang dibayar relatif murah. Rekomendasi yang diberikan yaitu diharapkan segera dilakukan perencanaan IPAL pada lokasi yang belum terdapat IPAL, agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekitar. Perlu melakukan pengecekan alat IPAL minimal 1-3 bulan sekali agar kandungan dalam limbah terolah dengan maksimal dan mengurangi dampak negatif pada sungai. Biaya iuran setiap bulannya dapat dinaikkan, tetapi pemerintah setempat juga harus mengawasi operasional IPAL. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya, parameter BOD dan COD yang masih belum memenuhi baku mutu. Biaya perawatan IPAL yang dibayar warga dengan sistem iuran setiap bulan masih terjangkau, namun air limbah yang dihasilkan masih belum memenuhi baku mutu.
Peningkatan Pemahaman, Keinginan untuk Membangun, dan Keinginan untuk Menggunakan Sistem Pemanenan Air Hujan di Pesantren Achmad Syafiuddin; Iswahyudi Iswahyudi; Hotimah Masdan Salim; Edza Aria Wikurendra
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2022.3.2.094-098

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang memerlukan air bersih yang cukup untuk keperluan sanitasi dan air minum bagi santri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keinginan untuk membangun, dan keinginan untuk menggunakan sistem pemanenan air hujan (SPAH) di PP Addurrriyah. PP Addurrriyah dipilih sebagai model pesantren yang berada di desa yang memiliki masalah terkait penyediaan air bersih. Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui dua tahap yaitu (i) melakukan pengukuran kualitas air hujan dan (ii) melakukan edukasi dan pelatihan tentang SPAH. Pengukuran peningkatan pemahaman, keinginan untuk membangun, dan menggunakan SPAH diperoleh melalui survei dengan total sampling. Secara umum, kualitas air hujan relatif bersih, dan parameter yang diukur berada pada batas yang diijinkan oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, pemahaman, keinginan untuk membangun dan menggunakan SPAH meningkat dibandingkan sebelum dilaksanakan edukasi dan pelatihan.
Pengembangan Media Edukasi Menggunakan Video Animasi Mengenai Pengetahuan Menstrual Personal Hygiene (Studi pada Siswi Kelas X di MAN Kota Surabaya) Adlina Nadhilah Nurdini Agustina; Budhi Setianto; Achmad Syafiuddin; Mursyidul Ibad
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 5 (2023): Oktober 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i5.947

Abstract

Penerapan personal higiene yang buruk saat menstruasi dapat menyebabkan infeksi pada area kewanitaan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan masih banyak siswi yang tidak melakukan praktik personal higiene saat menstruasi. Faktanya, masih ada yang belum mengetahui bagaimana cara menjaga kebersihan diri saat menstruasi yang baik dan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang media promosi kesehatan berupa pengembangan video animasi tentang menstrual personal hygiene pada siswa kelas X MAN Kota Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori P-Process yang dikembangkan oleh Johns Hopkins University (2013). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pre-eksperimental one-group pretest – posttest. Jumlah responden sebanyak 77 siswi kelas X yang diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penilaian ahli mengenai aspek media video animasi tentang menstrual personal hygiene termasuk dalam kategori sangat sesuai dengan skor rata-rata 4,33, dan aspek materi termasuk dalam kategori sesuai dengan skor rata-rata 3,47. Hasil uji coba yang dilakukan terhadap 20 sampel menunjukkan bahwa aspek media dan materi termasuk dalam kategori sangat layak dengan penilaian >4,21. Pengembangan media edukasi menggunakan video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswi tentang menstrual personal hygiene.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR DAN SARANA SANITASI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA LOKUS STUNTING KECAMATAN DRIYOREJO Tiara Indrawati Sumarno; Achmad Syafiuddin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/mnj.v1i1.414

Abstract

Saat ini, air bersih dan sanitasi merupakan dasar kebutuhan manusia. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs), pada sektor lingkungan hidup memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi. Adanya program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa lokus stunting Kecamatan Driyorejo dan masih banyak masyarakat yang kurang membudayakan buang air di toilet, mencuci tangan dengan baik dan pengelolaan limbah rumah tangga yang kurang terawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas air sumur dan sarana sanitasi dengan kejadian stunting di Desa lokus stunting Kecamatan Driyorejo.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada 19 sumur di Desa lokus stunting Kecamatan Driyorejo. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square, pengelolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS. Penelitian ini untuk mengkorelasikan variabel kualitas air sumur dan sarana sanitasi dengan kejadian stunting di Desa lokus stunting Kecamatan Driyorejo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan gambaran kualitas air sumur kategori buruk sebanyak 11 (57,9%), gambaran sarana sanitasi kategori buruk sebanyak 12 (63,2%), kualitas air sumur yang buruk katerigori sangatv pendek 9 (81,8%) dan sarana sanitasi buruk kategori sangat pendek sebanyak 9 (75,0%) dengan kejadian stunting di desa lokus stunting Kecamatan Driyorejo. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat Ada hubungan kualitas air sumur dan sarana sanitasi dengan kejadian stunting di desa lokus stunting Kecamatan Driyorejo dan diharapkan hasil penelitian ini dapat bahan pembelajaran dan refenrensi bagi institusi terkait meningkatkan peran masyarakat dengan penyuluhan tentang pemeliharaan, perbaikan sanitasi penyediaan air bersih, dan memaksimalkan kegiatan monitoring sanitasi sumber air bersih masyarakat.
Penguatan Kelas Ibu pasca salin dan Menyusui sebagai upaya Pemenuhan Nutrisi Rizki Amalia; Achmad Syafiuddin; Fauziyatun Nisa’; Yunik Windarti; Ulliyatul Laili; Winawati Eka Putri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6911

Abstract

Postpartum mothers really need nutrition because nutrition can affect breast milk production, postpartum recovery, and other influences on the postpartum mother's survival. If a postpartum mother experiences malnutrition, the postpartum mother can suffer from diseases such as anemia. This incident has an impact on the baby, namely that it can experience growth and development problems, young babies get sick and get infections. Recovery during the postpartum period can be accelerated by fulfilling nutrition for postpartum mothers which includes good nutrition, balanced nutrition, and increasing breast milk production. If nutritional disorders such as malnutrition, iron deficiency and anemia can inhibit wound healing. Community service activities were carried out for 1 month with 28 postpartum mothers participating in the Wonokromo subdistrict RW hall. This activity involves providing health education using power point media, LCD and leaflets about fulfilling nutrition during postpartum using the lecture and question and answer method. Measuring the level of knowledge by conducting a pre-test before providing education, followed by a post-test after providing education. The results of this community service activity showed that the level of knowledge during the pre-test was obtained with a score of 32.1%, while during the post-test the level of knowledge increased to 89.3%. The conclusion of this community service activity is that there is an increase in the knowledge of postpartum mothers in fulfilling nutrition.
Penguatan Kelas Ibu pasca salin dan Menyusui sebagai upaya Pemenuhan Nutrisi Rizki Amalia; Achmad Syafiuddin; Fauziyatun Nisa’; Yunik Windarti; Ulliyatul Laili; Winawati Eka Putri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6911

Abstract

Postpartum mothers really need nutrition because nutrition can affect breast milk production, postpartum recovery, and other influences on the postpartum mother's survival. If a postpartum mother experiences malnutrition, the postpartum mother can suffer from diseases such as anemia. This incident has an impact on the baby, namely that it can experience growth and development problems, young babies get sick and get infections. Recovery during the postpartum period can be accelerated by fulfilling nutrition for postpartum mothers which includes good nutrition, balanced nutrition, and increasing breast milk production. If nutritional disorders such as malnutrition, iron deficiency and anemia can inhibit wound healing. Community service activities were carried out for 1 month with 28 postpartum mothers participating in the Wonokromo subdistrict RW hall. This activity involves providing health education using power point media, LCD and leaflets about fulfilling nutrition during postpartum using the lecture and question and answer method. Measuring the level of knowledge by conducting a pre-test before providing education, followed by a post-test after providing education. The results of this community service activity showed that the level of knowledge during the pre-test was obtained with a score of 32.1%, while during the post-test the level of knowledge increased to 89.3%. The conclusion of this community service activity is that there is an increase in the knowledge of postpartum mothers in fulfilling nutrition.
Pelayanan Gizi dan Analisis Keragaman Pangan Santri Remaja di Pondok Pesantren Babussalam, Pamekasan, Jawa Timur Achmad Syafiuddin; Endah Budi Permana Putri; Hotimah Masdan Salim
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.9087

Abstract

Santri remaja yang tinggal di pondok pesantren tradisional memiliki kerentanan mengalami berbagai masalah kesehatan. Santri yang memasuki usia remaja mengalami perubahan fisik dan psikologi sehingga kebutuhan asupan harian harus terpenuhi. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pelayanan konsultasi gizi berdasarkan asupan makan harian santri di Pondok Pesantren Babussalam, Pamekasan, Jawa Timur. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner recall 24 jam untuk mengetahui asupan energi harian, kuesioner Individu Dietary Diversity Scale untuk mengetahui keragaman pangan santri dan memberikan pelayanan konsultasi gizi pada 32 santri. Berdasarkan hasil konsultasi gizi kesehatan diketahui bahwa 78% santri memiliki status gizi normal, namun sebanyak 84% santri asupan energi hariannya masih kurang dan 69% santri memiliki keragaman pangan yang masih rendah. Adanya permasalahan terkait kurangnya asupan energi dan keragaman pangan yang rendah perlu menjadi perhatian karena kekurangan zat gizi pada usia remaja akan berdampak hingga dewasa. Permasalahan gizi kesehatan perlu ditindaklanjuti dengan edukasi gizi seimbang dan keragaman pangan pada santri.
Ketersediaan Kotak P3K Diperusahaan PT X Berdasarkan Undang- Undang No 1 Tahun 1970 Lisa Nur Afifah; Achmad Syafiuddin; Pradana Arie
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i4.2062

Abstract

Workers / laborers are always faced with sources of danger in the workplace that allow work accidents and work-related illnesses to occur. Occupational Safety and Health (K3) requirements as mandated by   Law no. 1 of 1970 concerning occupational safety and health is an important part of K3 protection for workers. With the stipulation of this ministerial regulation, protection for workers who experience accidents at work can be realized through quick and appropriate first aid measures. One of the important aspects regulated in the labor law is the company's obligation to provide occupational health and safety protection to workers. This includes the availability of a first aid kit which must be in the workplace. The research method used in this study is qualitative research in which this study assesses the availability of first aid kits in company X using Law no. 1 of 1970. The survey results obtained, based on law no. 1 of 1970 the PT X company can be said t o be feasible in terms of the availability of first aid within the company.
Re-Mapping dan Evaluasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di PT. X Mojoagung Asvinia Ananta Zulatuva; Achmad Syafiuddin; Bakhtiar, Bakhtiar
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i3.1918

Abstract

Re-MAPPING of APAR at PT X Mojoagung in buildings 1 and 2 has been carried out. The re-MAPPING aims to evaluate the number and type of fire extinguishers in building 1, non-woven mask production room and building 2, infusion production room. This re-MPPING and evaluation is carried out in accordance with the regulations in PERMENAKERTRANS RI No. 04 of 1980 and NFPA 10 of 2013, to fulfill life safety guarantees in accordance with applicable K3 rules. The benefits of this research are that it can be an additional reference regarding the evaluation and consequences of fire extinguishers, providing fire prevention and control at Factory X Mojoagung as a preparedness in the event of a fire disaster and as input for implementing the correct placement of fire extinguishers and in accordance with the provisions at Factory X Mojoagung.The data obtained is then evaluated based on the rules used. The results of the data evaluation showed that the number of fire extinguishers in PT X Mojoagung in buildings 1 and 2 corresponded to a total of 30 fire extinguishers. The amount and type of contents in each fire extinguisher is in accordance with the level of hazard that occurs in each building.