Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kaji Eksperimental Efek Presentase Penguat Serbuk SiC (Silicon Carbida), Mg (Magnesium) pada Pengolahan Limbah Alumunium dengan Metode Stir Casting Muhammad Faesal Febriandyono; Hisyam Ma'mun; Muhammad Budi Haryono; Muhamad Safi'i; Rizki Dwi Ardika
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16809.g%g

Abstract

Abstrak Penggunaan material Alumunium pada dunia industri manufaktur terutama otomotif serta berbagai kebutuhan masyarakat seperti kendaraan bermotor, komponen mesin, dan bidang lainnya. Penggunaan material Alumunium memberikan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif penggunaan material Alumunium seperti materialnya yang ringan, tahan karat, dan dapat didaur ulang, membuatnya berguna di berbagai aplikasi seperti konstruksi, transportasi, dan pengemasan. Namun, dampak negatifnya, produksinya dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan, terutama dalam hal pemanasan global, konsumsi air, dan potensi toksisitas yang menyebabkannya menjadi limbah. Riset sebelumnya di fokuskan pada analisa peleburan material Alumunium dengan metode stir casting terhadap pengaruh variasi temperatur, kecepatan pemutaran, presentase fraksi massa SiC, SiO2, Mg, dan waktu pengadukan terhadap peningkatan kekuatan tarik, kekuatan impact, serta struktur makro dan mikro material Alumunium. Selain itu tidak ada studi eksperimen tentang pemanfaatan, pengolahan, dan peleburan limbah material Alumunium bekas komponen kendaraan dengan metode stir casting. Variasi penambahan serbuk SiC (silicon carbida) dan Mg (magnesium) sebesar 5 g dan 7,5 g pada rentang temperatur 600ºC, 700ºC, dan 800ºC pada kecepatan putaran stir konstan sebesar 600 Rpm dan waktu aduk selama 15 menit di usulkan dalam riset ini guna untuk meningkatkan kekuatan tarik, struktur makro, struktur mikro, dan pengurangan efek porositas material Alumunium. Untuk mengetahui sifat fisik material Alumunium dilakukan uji tarik dan uji NDT. Hasil riset menunjukkan material komposit Alumunium AlSiCMg dengan variasi temperatur tuang 800ºC memiliki hasil optimal ditinjau dari nilai kekuatan dan kekerasan material, hasil tersebut dapat direkomendasikan dan diterapkan pada aplikasi praktis di lapangan.   Kata kunci : Alumunium, Casting, Kekuatan, Stir, Kekerasan.
Pengaruh Penambahan Pelepah Pisang terhadap Kekuatan Impak Komposit Serabut Kelapa Menggunakan Metode Vacuum Muhammad Choirul Anam; Muhammad Budi Haryono; Hisyam Ma’mun
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1858

Abstract

Komposit hibrida berbasis serat alam menjadi salah satu alternatif material ramah lingkungan yang banyak dikembangkan karena memiliki ketersediaan melimpah, biaya produksi relatif rendah, serta sifat mekanik yang baik. Namun, pemanfaatan kombinasi serabut kelapa dan pelepah pisang sebagai penguat komposit masih memerlukan kajian, khususnya terhadap pengaruh variasi kandungan serat pelepah pisang terhadap ketangguhan impak komposit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat pelepah pisang terhadap ketangguhan impak komposit hibrida serabut kelapa bermatriks polyester yang difabrikasi menggunakan metode hand lay-up. Pemanfaatan serat alam sebagai bahan penguat komposit menjadi alternatif yang menjanjikan karena bersifat ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini, serat sabut kelapa dan pelepah pisang diberi perlakuan alkalisasi menggunakan larutan NaOH 10% selama 2 jam untuk meningkatkan ikatan antarmuka antara serat dan matriks. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up dengan variasi kandungan serat pelepah pisang sebesar 10%, 20%, dan 30%, baik dengan maupun tanpa penggunaan vacuum chamber. Pengujian impak dilakukan berdasarkan standar ASTM ISO 179. Hasil penelitian menunjukkan nilai densitas tertinggi diperoleh variasi 20% pelepah pisang dengan metode vacuum sebesar 3,32 g/cm3 sedangakan nilai terendah di peroleh pada variasi 20% tanpa vacuum sebesar 2,41 g/cm3. Penggunaan vaccum mampu meningkatkan nilai impak komposit dibandingkan metode tanpa vakum. Nilai impak tertinggi diperoleh pada variasi 20% pelepah pisang dengan metode vakum sebesar 0,222 J/mm², sedangkan nilai impak terendah diperoleh pada variasi 30% tanpa vakum sebesar 0,148 J/mm². Peningkatan ketangguhan impak terjadi karena proses vakum mampu mengurangi terbentuknya void dan meningkatkan kualitas ikatan antara serat dan matriks. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi 20% pelepah pisang dengan metode vaccum chamber merupakan variasi yang paling optimal untuk menghasilkan komposit dengan ketangguhan impak terbaik.