Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi UMKM Bertahan dan Berkembang di Era New Normal berbasis Model Bisnis Canvas (kasus UMKM Gethuk Take, Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) Irianto, Heru; Fajarningsih, Rhina Uchyani; Sulistyono, If Bambang; Suherlan, Yayan; Santoso, Ratna Endah; Mataram, Sayid; Widyamurti, Nidyah
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3691

Abstract

UMKM di Indonesia mampu berkontribusi menyumbang Produk Domestik Bruto maupun penyerapan tenaga kerja dalam berbagai kondisi perekonomian bangsa. Namun, pandemi Covid 19 memberikan dampak yang cukup signifikan pada UMKM karena daya beli masyarakat menurun sebagai akibat lesunya perekonomian dan banyaknya pengangguran. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji fenomena ditengah banyaknya UMKM mengalami penurunan omset dan kebangkrutan, masih ada UMKM yang bertahan dan berkembang ditengah-tengah serangan Covid 19” bahkan bertahan pada tatanan kehidupan baru (new normal) untuk dijadikan motivasi UMKM lain ditengah tatanan kehidupan baru tersebut. Guna kajian tersebut peneliti melakukan kajian pada salah satu UMKM olahan pangan yang mampu bertahan mekispun terdampak covid 19, yaitu UMKM Gethuk Take berada di wilayah Kecamatan Tawangmawu Kabupaten Karanganyar. Penelitian merupakan penelitian kualitatif, dengan metode analisis menggunakan bisnis model canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pandemi Covid 19 secara telah menurunkan omset penjualannya karena basis konsumennya adalah para wisatawan, namun meski demikian UMKM Gethuk Take masih bisa bertahan dengan berbagai tindakan penyesuaian sebagai berikut : 1. Strategi inovasi produk dan pasar yang merupakan kunci keberhasilan untuk bertahan dan berkembang dalam masa pandemi seyogyanya tetap dilakukan dalam kondisi apapun, karena inovasi diharapkan akan menarik perhatian kepada konsumen yang loyal maupun calon konsumen baru. 2. Selain itu model bisnis berbasis digital dalam pemasaran dan keuangan sebaiknya secara gradual dijalankan agar bisnis dapat dilakukan dengan baik, tetap sehat pelakunya dan usaha terus dapat berkembang di era digitalisasi yang semakin cepat mendorong perubahan-perubahan perilaku konsumen.Kata Kunci :     Covid 19, Model Bisnis Canvas, UMKM Gethuk Take.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DAN KOMERSIALISASI PRODUK INTERIOR BERBAHAN BAKU LIMBAH KAIN DI BANK SAMPAH GULON ASRI, JEBRES, SURAKARTA Alimin, Nurhayatu Nufut; Nadim, Nadim; Adisa, Hikmah Pra; Murni, Endri Sintiana; Purwandaru, Pandu; Sulistyono, If Bambang; Mulyono, Ambar
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v8i2.9410

Abstract

The trend of thrifting has exacerbated the problem of fabric waste in Indonesia. Therefore, sustainable efforts are needed, such as activating fabric waste processing activities in the community. The Gulon Asri Jebres waste bank is a place for community service activities carried out by the UNS interior design study program to develop interior products that have more value for fabric waste materials. This community service activity emphasizes the development of interior product designs made from fabric waste. Development activities are accompanied by lecturers and interior design students from the start of making sketches until later they become ready-to-sell products using a design thinking approach. The products produced include chairs, laundry baskets, curtains, cushions, and plant hangings.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM MEBEL DI KABUPATEN SUKOHARJO MELALUI KEGIATAN IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) Sulistyono, IF Bambang; Widiyanti, Emi; Santoso, Arief Iman
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.953 KB) | DOI: 10.21831/ino.v21i2.19226

Abstract

Furniture industry sector as a sector becomes the superior for developed countries in the state foreign exchange. Furniture industry products always have a higher exchange rate and profitable and can create greater value than other sectors. Furniture industry as one of the leading industries in Indonesia faces problems such as the weak competitiveness of SMEs actors in the factors of application of standard technological procedures, the process of technological mastery and business management. This is experienced by some SMEs furniture in Sukoharjo District, among them are UMKM Berkah Jaya Furniture and Totok Furniture. The activities undertaken to improve competitiveness include: (1) increasing the mastery of production technology and finishing UMKM partner furniture through the introduction of table spinser (combination of spindle and jigsaw machine) and finishing table (turntable); (2) increasing product value of both partners through mix media product training in accordance with market trends and the ability to conduct market surveys and develop networks through exhibition participation; and (3) improving business management of both partners through business assistance activities
Analisa Karakter Material Jerami Padi Untuk Pemanfaatan Produk Kerajinan Tangan Purwandaru, Pandu; Mulyono, Ambar; Purwaningrum, Lulu; Sulistyono, If Bambang
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 8, No 2 (2021): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.968 KB) | DOI: 10.36262/widyakala.v8i2.509

Abstract

Jerami padi merupakan salah satu material serat alam paling berlimpah di Indonesia. Dari data FAO 2018 apabila dikalkulasikan berdasarkan produksi beras yang dihasilkan, maka jerami  sebagai salah satu luaran hasil pertanian secara total terdapat sekitar 76,4 juta ton. Melihat dari potensi yang dikembangkan di negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan, dengan kuantitas tersebut jerami padi yang melimpah di Indonesia, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi beberapa produk alternatif salah satunya yaitu kerajinan tangan. Oleh karena itu beberapa analisa karakter material jerami padi dilakukan dalam penelitian ini sebagai pondasi dalam pengembangannya menjadi berbagai alternatif desain kerajinan. Sebagai variabel, analisa yang dilakukan berkaitan dengan unsur kimiawi, kekuatan, dimensi, serta visual. Sebagai hasil analisa, jerami padi memiliki karakter struktur yang kuat, visual yang berbeda antara pra dan pasca panen, dimensi yang tinggi, bersifat cushion, mampu dilaminasi, serta mampu menjadi isolator yang baik terhadap panas. Oleh karena itu sebagai alternatif luaran produk kerajinan yang bisa dibuat dari material jerami sangat variatif, baik untuk produk yang bersifat non-struktural maupun struktural.
Penerapan Pencetak Coklat pada UMKM Coklat Tin Riptanti, Erlyna Wida; Adi, Raden Kunto; Harini, Harini; Irianto, Heru; Widyamurti, Nindyah; Sulistyono, If Bambang
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 2 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i2.16233

Abstract

Coklat disukai dari anak-anak sampai dewasa baik dalam bentuk minuman, permen, roti, snack, dan olahan coklat. Produk olahan coklat dari produsen skala nasional yang beredar di pasaran relatif banyak sehingga meningkatkan persaingan yang cukup kompetitif. UMKM Coklat Tin merupakan salah satu UMKM yang memproduksi coklat. Permasalahan yang dihadapi adalah bentuk produk tidak terstandar dan belum mencerminkan ciri khas. Tujuan kegiatan pengabdian adalah menerapkan pencetak coklat sehingga bentuk produknya terstandar dan mempunyai ciri khas. Metode kegiatan secara partisipatif dengan pelibatan yang besar pada mitra. Tim Pengabdi mendiskusikan pencetak coklat yang memenuhi kriteria ukuran terstandar dan berciri khas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa alat pencetak coklat yang diintroduksikan dalam pembuatan coklat di mitra dapat digunakan sesuai harapan. Mitra tidak mengalami kendala dalam memproduksi ukuran yang terstandar. Ukuran yang terstandar memudahkan dalam proses pengemasan. Coklat yang dibentuk memiliki ciri khas terdapat huruf timbul tulisan coklat tin. Manfaat lainnya adalah berkurangnya risiko kerusakan dan meningkatkan efisiensi penggunaan waktu kerja.
PENGEMBANGAN DESA WISATA JATISARI EDUPARK MELALUI PENINGKATAN KUALITAS SARANA PRASARANA DAN KELEMBAGAAN Sulistyono, If Bambang; Irianto, Heru; Riptanti, Erlyna Wida; Herawati, Aktavia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.56454

Abstract

Jatisari Edupark is an innovative tourism village situated in Jatisari Village, Jatisrono District, Wonogiri Regency. Jatisari Edupark embodies the principles of ecotourism, agricultural education, outdoor activities, and gastronomic experiences. The objective of this initiative is to transform Jatisari Village into a tourism destination—Jatisari Edupark—by enhancing the level of services, infrastructure, and institutions. Since its debut in 2022, this tourism village has faced numerous challenges, including inadequate facilities and infrastructure for visitors. The identified root problems comprise the absence of shade due to a lack of shade-providing vegetation, limited and homogeneous outbound equipment facilities, unattractive photo opportunities, inadequate promotion of the tourist village, and the nonexistence of a Tourism Awareness Group (TAG) institution. The suggested remedies encompass the planting of shade trees, the introduction of outbound equipment, landscaping with flowering plants, the creation of promotional content for social media dissemination, and the enhancement of the institutional structure. The employed strategy involves active participation and engagement from the Jatisari Edupark managers, along with direct involvement in all activities, monitoring, and assessment of outcomes. The outcomes of the activities indicated that shade plants—namely pule and ketapang kencana trees—were planted, with ten specimens of each type. Landscaping involved the planting of diverse ornamental flora, including golden shower, tapak dara, chrysanthemum, sunflower, asoka, and bougainvillea. Outbound equipment has been supplied, comprising safety helmets and rafts for rafting and outbound activities. Furthermore, training on the development of promotional content for social media has been conducted. Consequently, the site has become increasingly shaded, the amenities for outdoor activities are now sufficient, and members of the Tourism Awareness Group have successfully uploaded promotional content on social media. Jatisari Edupark merupakan rintisan desa wisata yang berada di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Jatisari Edupark mengusung konsep wisata alam, edukasi di bidang pertanian, outbound dan kuliner. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan Desa Jatisari menjadi Desa Wisata Jatisari Edupark melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta kelembagaan. Berbagai permasalahan dihadapi dalam mengembangkan rintisan desa wisata ini sejak diresmikannya pada tahun 2022, diantaranya minimnya fasilitas sarana prasarana untuk wisatawan. Akar permasalahan yang ditemukan diantaranya kurang teduhnya lokasi karena belum ada tumbuhan peneduh, fasilitas peralatan outbound masih terbatas dan belum variatif, spot foto pemandangan yang kurang menarik, promosi desa wisata belum masif, dan belum adanya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Solusi yang ditawarkan meliputi penanaman tanaman peneduh, introduksi peralatan outbound, penataan lansekap dengan tanaman bunga, membuat konten promosi dan melakukan promosi di media sosial, dan penguatan kelembagaan Pokdarwis. Metode yang diterapkan adalah partisipatif aktif dari pengelola Jatisari Edupark dan pelibatan langsung di seluruh kegiatan, monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan diperoleh bahwa telah dilakukan penanaman tanaman peneduh yaitu tanaman pule dan ketapang kencana masing-masing sebanyak 10 pohon. Dilakukan penataan lansekap dengan menanam berbagai tanaman hias meliputi bunga jatuh emas, bunga tapak doro, bunga krisan, bunga matahari, bunga asoka dan bunga kertas. Telah dilakukan pemberian peralatan outbond berupa helm pengaman dan ban untuk rafting/outbond. Selain itu juga telah dilakukan pelatihan pembuatan konten promosi untuk diunggah di media sosial. Hasilnya, lokasi menjadi lebih teduh, sarana prasarana untuk outbond memadai, dan anggota kelompok sadar wisata mampu mengunggah konten di media sosial untuk promosi.