Claim Missing Document
Check
Articles

The Quality Of Blooming Steamed Sponge Cake With Different Steamer Materials And Steaming Times Khairani, Mifta Zhafira; Elida, Elida; Kasmita, Kasmita; Anggraini, Ezi
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 6, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptbt.v6i3.27009

Abstract

Steamed sponge cake is a popular cake product due to its fluffy texture, soft crumb, and distinctive sweet taste. One of the important factors that determine the success of steamed sponge cake is the material of the steaming equipment and the steaming time. This study aims to determine the effect of steaming equipment materials (bamboo, aluminum, and stainless steel) and steaming time (15, 20, and 25 minutes) on the quality of steamed sponge cake. The study used an experimental method with a 3×3 factorial design and three replicates. Organoleptic tests were conducted by five trained panelists on aspects of volume, four-segment fluffy shape, and texture (moist, soft, and finely porous). The results of the analysis showed that the steaming tool material had a significant effect on all quality aspects (p < 0.05), while the steaming time and the interaction between the two had no significant effect (p > 0.05). The highest average quality scores were obtained for the aluminum steamer, namely volume 3.33, four-segment shape 3.00, and neat shape 3.07. The Fcount value for the steamer factor was 6.41 for volume, 61.00 for four-segment fluffy shape, and 21.80 for neat shape, which was greater than the Ftable (3.31) at the 5% level. Thus, it can be concluded that the steamer material has a significant effect on the quality of steamed sponge cake, where aluminum steamers produce products with expanded volume, perfect four-segment fluffy shape, and soft and moist texture that are most preferred by panelists.
Organoleptic Analysis Of Three Types Of Watermelon On The Quality Of Jam Pulungan, Dzaky Hilmy; Anggraini, Ezi; Faridah, Anni; Holinesti, Rahmi
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 6, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptbt.v6i3.26992

Abstract

Jam is a popular fruit-based product due to its sweet flavor, distinctive aroma, and smooth texture, while watermelon has great potential as a jam ingredient because of its abundant availability in Indonesia and its high water, sugar, and lycopene content. This study aimed to determine the effect of three types of watermelon Inul watermelon (X1), seedless red watermelon (X2), and striped red watermelon (X3) on the quality of watermelon jam based on sensory and hedonic evaluations. Thirty panelists participated in three replications to assess four main parameters: color, aroma, texture, and taste. The sensory test results showed that jam made from seedless red watermelon (X2) had the best quality with color score 5.74, aroma 6.14, texture 5.69, and taste 6.22. Meanwhile, the hedonic test results revealed that the same sample (X2) was most preferred by panelists, with color score 5.89, aroma 5.53, texture 5.90, and taste 5.60. Analysis of variance indicated significant differences in color, texture, and taste, but no significant difference in aroma. Therefore, it can be concluded that watermelon type influences both the quality and acceptability of watermelon jam, with seedless red watermelon (X2) producing the best jam characterized by a bright red color, fresh aroma, soft texture, and balanced natural sweetness.
PENGARUH SUBSTITUSI PUREE JAGUNG MANIS TERHADAP KUALITAS BOLU KEMOJO Nadine Ritche Moristi; Elida; Anggraini, Ezi; Yolanda Intan Sari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi puree jagung manis terhadap kualitas bolu kemojo ditinjau dari aspek bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Bolu kemojo merupakan kue tradisional khas Provinsi Riau yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi bahan baku berbasis pangan lokal. Jagung manis (Zea mays Sacharata) dipilih sebagai bahan substitusi karena kaya akan kandungan nutrisi, karotenoid alami, serta memiliki rasa manis alami yang dapat memperkaya produk. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan empat taraf perlakuan: X0 (kontrol, tanpa substitusi), X1 (substitusi 20%), X2 (substitusi 30%), dan X3 (substitusi 40%). Data dikumpulkan melalui uji organoleptik oleh tiga panelis ahli dalam tiga kali berulang. Analisis data menggunakan ANAVA satu arah dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi puree jagung manis berpengaruh nyata terhadap aspek bentuk (Fhitung=4,24), warna (Fhitung=2,94), dan tekstur (Fhitung=3,09), namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma (Fhitung=1,79) dan rasa (Fhitung=1,86). Perlakuan X1 dengan substitusi 20% menghasilkan kualitas keseluruhan tertinggi dengan rerata skor 3,22, menunjukkan keseimbangan terbaik antara karakter tradisional bolu kemojo dan karakteristik baru akibat penambahan puree jagung manis. Penelitian ini merekomendasikan substitusi puree jagung manis sebesar 20% sebagai formula terbaik dalam pengembangan bolu kemojo inovatif berbasis pangan lokal.
Persepsi Mahasiswa tentang Praktik Lapangan Keguruan dan Kaitannya dengan Minat Berprofesi Guru Andrea; Andriani, Cici; Elida; Anggraini, Ezi
Journal of Global Research Education Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/gt0wdy60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap Praktik Lapangan Keguruan (PLK) dengan minat berprofesi sebagai guru pada mahasiswa PKK Tata Boga Angkatan 2022. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena bahwa tidak semua mahasiswa yang telah mengikuti PLK memiliki minat yang tinggi untuk menjadi guru, meskipun PLK dirancang sebagai sarana pembentukan kompetensi dan orientasi karier keguruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 77 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 68 mahasiswa yang telah mengikuti PLK. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap PLK dengan minat berprofesi sebagai guru. Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi mahasiswa terhadap pengalaman PLK, maka semakin tinggi pula minat mereka untuk berprofesi sebagai guru. Dengan demikian, PLK memiliki peran strategis dalam membentuk orientasi karier mahasiswa sebagai calon pendidik.