Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Karakteristik Distribusi Fraksi Sedimen Sebagai Indikator Dinamika Hidrodinamika di Muara Sungai Kapuas Kecil Kalimantan Barat Tia Nuraya; Apriansyah; Yusuf Arief Nurrahman
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi fraksi sedimen dasar di Muara Sungai Kapuas Kecil Kalimantan Barat serta menginterpretasikan implikasinya terhadap karakter lingkungan pengendapan. Sampel sedimen  permukaan diambil dari dasar perairan pada 8 stasiun penelitian, kemudian dianalisis untuk menentukan persentase fraksi pasir, lanau, dan liat menggunakan metode analisis ukuran butir sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen dasar didominasi oleh fraksi lanau dan pasir, sedangkan fraksi liat memiliki kisaran yang sedikit. Nilai lanau tertinggi ditemukan pada Stasiun 9 (89,375%) dan Stasiun 16 Sed 3(85,58%), sedangkan yang terendah terdapat pada Stasiun 1 (35,22%). Fraksi pasir menunjukkan variasi yang cukup besar dengan kisaran 2,88–60,78%, di mana nilai tertinggi terdapat pada Stasiun 1 (60,78%). Fraksi liat relatif rendah di seluruh stasiun dengan kisaran 2–10%, dengan nilai tertinggi pada Stasiun 2 (10%). Sebagian besar stasiun didominasi oleh sedimen lanau yang mengindikasikan bahwa Muara Sungai Kapuas merupakan lingkungan dengan energi hidrodinamika rendah hingga sedang yang mendukung proses pengendapan partikel halus. Keberadaan pasir yang tinggi pada Stasiun 1 menunjukkan adanya pengaruh energi arus yang lebih kuat secara lokal. Secara umum, Muara Sungai Kapuas Kecil dicirikan sebagai sistem estuari dengan kecenderungan zona deposisi sedimen halus yang berpotensi mengalami akumulasi dan perubahan morfologi dasar perairan.
Empowering coastal women through marine resource innovation: Transforming low-value catch into standardized processed products Ikha Safitri; Warsidah Warsidah; Apriansyah Apriansyah; Mega Sari Juane Sofiana; Tia Nuraya; Sukal Minsas; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Syarif Irwan Nurdiansyah; Yusuf Arief Nurrahman; Iwan Kuncoro; Alvianita Rika Putri Kusumaningsih; Nimaz Tegar Sukma; Dwi Imam Prayitno; Shifa Helena; Nora Idiawati; Harianto Harianto; Surya Darma
Community Empowerment Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15251

Abstract

Kuala Secapah Village serves as a prominent hub for capture fisheries along the coast of West Kalimantan. Alongside premium catches, local fishermen frequently haul trash fish (ikan rucah), that remains economically underutilized. Applying innovative and sustainable processing approaches to these marine resources can significantly generate added value for the community. This community service program aims to educate and train coastal women on upgrading these underutilized catches into competitive food products. The program was delivered in participatory workshop divided into two sessions: an instructional lecture and a hands-on culinary production practice. The intervention yielded substantial progress, with participants' technical knowledge skyrocketing from 64% to 99.6% regarding standardized and proper fish-processing techniques. Ultimately, this initiative successfully fosters local economic resilience by converting underutilized marine waste into high-value commodities.