Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Fatmawati Laboratory

KECACINGAN DAN PENGETAHUAN ORANG TUA SEBAGAI FAKTOR KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR KOTA BENGKULU Halimatussa'diah, Halimatussa'diah; Ervan, Ervan
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 2 No 1 (2022): Kimia Klinik dll
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v2i1.227

Abstract

Secara global, prevalensi anemia pada anak usia sekolah menunjukkan angka yang tinggi yaitu 37%, sedangkan di Thailand 13,4% dan di India 85,5%. Prevalensi anemia di kalangan anak-anak di Asia mencapai 58,4%. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata di Afrika (49,8%) Laporan Riskesdas tahun 2013, anemia defisiensi besi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia dengan prevalensi pada anak usia 5-12 tahun sebesar 29%.. Kecacingan yang menyebabkan anemia pada anak berdampak pada menurunnya kemampuan dan konsentrasi belajar, mengganggu pertumbuhan baik sel tubuh maupun sel otak sehingga menimbulkan gejala muka tampak pucat, letih, lesu dan cepat lelah sehingga dapat menurunkan kebugaran dan prestasi belajar. Perumusan masalah penelitian adalah apakah kecacingan sebagai faktor penyebab anemia defisiensi besi pada anak-anak sekolah dasar di Kota Bengkulu Tahun 2019. Tujuan untuk mengetahui kecacingan dan pengetahuan orang tua sebagai faktor anemia defisiensi besi pada anak-anak sekolah dasar di Kota Bengkulu Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik, pendekatan cross sectional, di dua sekolah dasar di Kota Bengkulu. Data yang diperoleh diuji secara univariat dan bivariat dengan uji chi square Hasil dari 63 responden, yang mempunyai kadar hemoglobin dengan kategori anemia (jika nilai Hb ≥12 g/dL) sebesar 15,3 %.. Hasil uji chi square, kecacingan dan pengetahuan orang tua tidak berhubungan dengan kejadian anemi defisiensi besi pada anak-anak SD di Kota Bengkulu tahun 2019 dengan nilai p > 0,05. Simpulan, secara statistik tidak ada hubungan kecacingan dan pengethuan orang tua dengan kejadian anemia defisiensi besi. Saran, data dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan penanggulangan kejadian anemia defisiensi besi dan kecacingan pada anak-anak Kata Kunci: anemia def besi, kecacingan, pengetahuan
Gambaran Kadar Kreatinin Pada Petani Sayur Penyemprot Pestisida Di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Cessa Yulindra, Khania; Halimatussa'diah, Halimatussa'diah; Farizal, Jon
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 1 (2025): Otomatisasi Laboratorium
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i1.1015

Abstract

Paparan terhadap pestisida termasuk dalam faktor risiko yang berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi ginjal, khususnya pada populasi pekerja pertanian. Petani yang terpapar pestisida secara berulang dan jangka panjang berpotensi mengalami peningkatan kadar kreatinin darah yang dapat menjadi indikator dalam menilai fungsi ginjal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin pada petani sayur penyemprot pestisida di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan design penelitian cross sectional. Sebanyak 32 sampel diteliti menggunakan teknik convenience sampling. Hasil menunjukkan bahwa petani sayur penyemprot pestisida di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Tahun 2025 memiliki rata-rata kadar kreatinin petani laki-laki sebesar 1,06 mg/dL dan perempuan sebesar 0,83 mg/dL. Sebanyak 21,9% petani menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, sedangkan 78,1% tidak menggunakan APD lengkap. Sebanyak 84,4% melakukan penyemprotan selama ≤3 jam dan >3 jam sebanyak 15,6%. Sebanyak 78,1% menyemprot ≤2 kali seminggu dan >2 kali seminggu sebanyak 21,9%. Petani berjenis kelamin laki-laki 56,2% dan perempuan 43,8%. Rata-rata usia petani yaitu 49 tahun.Rata-rata kadar kreatinin petani sayur penyemprot pestisida di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Tahun 2025 masih dalam batas normal pada laki-laki dan rata-rata kreatinin di atas nilai normal pada perempuan. Mayoritas petani tidak menggunakan APD lengkap, memiliki lama dan frekuensi penyemprotan yang baik, serta rata-rata berusia 49 tahun. Diperlukan edukasi dan kesadaran lebih lanjut mengenai pentingnya APD serta pengendalian paparan pestisida untuk mencegah gangguan fungsi ginjal.