Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agriprimatech

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR yang MEMPENGARUHI MINAT BELI MIE BALAP di KECAMATAN SIANTAR MARTOBA SITINJAK, WAHYUNITA
Agriprimatech Vol. 4 No. 2 (2021): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v5i1.2075

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that influence buying interest in racing noodles in Siantar Martoba District. The object of ths research is consumers who visit the noodle racing stall with a total of 50 respondents. The data analysis method used in this study is multiple linier regression, F test, T test with SPSS 22 tools. The results of the study showed that the independent variable was able to explain the interest in buying racing noodles in Siantar Martoba District by 74.5% while the remaining 25.5% was explained by other factors not examined in this study. Simultaneously or together, all independent variables (business location, product quality, lifestyle, and customer service) have a significant effect on buying interest in racing noodles in Siantar Martoba District with a sig value of 0.000 < 0.05.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PURBA, KABUPATEN SIMALUNGUN SITINJAK, WAHYUNITA; Sinaga, Risdon
Agriprimatech Vol. 5 No. 2 (2022): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun pada Bulan Juli sampai Agustus 2021. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis tingkat pendapatan usahatani bawang merah di daerah penelitian, (2) menganalisis kelayakan usahatani bawang merah di lokasi penelitian dan (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan usahatani bawang merah di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rRata -rata biaya produksi usahatani bawang merah permusim tanam adalah Rp 12.049.706 yang terdiri dari biaya tetap Rp 1.083.863,- (biaya tetap) dan Rp 10.965.843,- (biaya tidak tetap). Rata – rata produksi usahatani bawang merah dalam satu kali musim tanam adalah 1.576 kg dengan produktivitas 9,91 ton/ha Rata – rata harga jual bawang merah adalah Rp 22.556,-/kg dengan demikian rata – rata penerimaan petani adalah Rp 35.642.724,-. Rata-rata pendapatan petani adalah Rp 22.676.783,-. Usahatani bawang merah layak untuk dikembangkan karena memiliki nilai R/C sebesar 2,75 artinya kegiatan usahatani bawang merah jika dikeluarkan biaya sebesar Rp 1,- akan memberikan penerimaan sebesar Rp 2,75,-. Untuk nilai B/C adalah 1,75 artinya jika dikeluarkan biaya untuk usahatani sebesar Rp 1,- akan memberikan keuntungan sebesar Rp 1,75. Faktor – faktor yang berpengaruh signifikan mempengaruhi penerimaan usahatani bawang merah adalah biaya pupuk. Dimana penambahan biaya pupuk sebesar Rp 1,- akan meningkatkan penerimaan sebesar Rp 12,619.-.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR yang MEMPENGARUHI MINAT BELI MIE BALAP di KECAMATAN SIANTAR MARTOBA SITINJAK, WAHYUNITA
Agriprimatech Vol. 4 No. 2 (2021): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v5i1.2075

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that influence buying interest in racing noodles in Siantar Martoba District. The object of ths research is consumers who visit the noodle racing stall with a total of 50 respondents. The data analysis method used in this study is multiple linier regression, F test, T test with SPSS 22 tools. The results of the study showed that the independent variable was able to explain the interest in buying racing noodles in Siantar Martoba District by 74.5% while the remaining 25.5% was explained by other factors not examined in this study. Simultaneously or together, all independent variables (business location, product quality, lifestyle, and customer service) have a significant effect on buying interest in racing noodles in Siantar Martoba District with a sig value of 0.000 < 0.05.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PURBA, KABUPATEN SIMALUNGUN SITINJAK, WAHYUNITA; Sinaga, Risdon
Agriprimatech Vol. 5 No. 2 (2022): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v5i2.2971

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun pada Bulan Juli sampai Agustus 2021. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis tingkat pendapatan usahatani bawang merah di daerah penelitian, (2) menganalisis kelayakan usahatani bawang merah di lokasi penelitian dan (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan usahatani bawang merah di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rRata -rata biaya produksi usahatani bawang merah permusim tanam adalah Rp 12.049.706 yang terdiri dari biaya tetap Rp 1.083.863,- (biaya tetap) dan Rp 10.965.843,- (biaya tidak tetap). Rata – rata produksi usahatani bawang merah dalam satu kali musim tanam adalah 1.576 kg dengan produktivitas 9,91 ton/ha Rata – rata harga jual bawang merah adalah Rp 22.556,-/kg dengan demikian rata – rata penerimaan petani adalah Rp 35.642.724,-. Rata-rata pendapatan petani adalah Rp 22.676.783,-. Usahatani bawang merah layak untuk dikembangkan karena memiliki nilai R/C sebesar 2,75 artinya kegiatan usahatani bawang merah jika dikeluarkan biaya sebesar Rp 1,- akan memberikan penerimaan sebesar Rp 2,75,-. Untuk nilai B/C adalah 1,75 artinya jika dikeluarkan biaya untuk usahatani sebesar Rp 1,- akan memberikan keuntungan sebesar Rp 1,75. Faktor – faktor yang berpengaruh signifikan mempengaruhi penerimaan usahatani bawang merah adalah biaya pupuk. Dimana penambahan biaya pupuk sebesar Rp 1,- akan meningkatkan penerimaan sebesar Rp 12,619.-.