Claim Missing Document
Check
Articles

DINAMIKA ZAKAT DALAM TINJAUAN SEJARAH KEINDONESIAAN: KAJIAN POSITIFIKASI DAN IMPLIKASINYA BAGI EKONOMI UMAT Fikriawan, Suad
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v1i1.110

Abstract

This study aims to outline how it should go back to the era when the charity in terms of its historical context by tracing regulations since the pre-colonial, Kolonia, the old order, a new order and until the era of reform. This study suggests that the zakat law positifikasi believed by many good scholars, Muslim scholars, and charity watchdog, as the best solution for the realization of the optimization of the collection and management of zaka, as one obligation for Muslims. Then the Law no. 38 of 1999 on Zakah Management is aimed at optimizing the distribution of zakat economic equality and development, but it needs to be supported by a business entity Zakah is a modern and professional. Zakah funds should be directed to small businesses run by the majority of the ummah, in this case agriculture, and the livelihoods of the majority of Muslims and people of Indonesia. Thus the charity will be able to influence the economic development of society.
Corruption in The Text and Context of The Qur’an: Maudhu'i's Interpretation Approach Fikriawan, Suad; Kholiq, Abdul; Parangu, Kaukabilla Alya
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v1i2.168

Abstract

This article aims to define the meaning of corruption through the text of the Qur’an and contextualize it in the example of the practice of violations committed by several groups of state and regional organizations. The author tries to use the maudhu'i interpretation approach because there are not many studies using this approach and specifically about corruption. Likewise in the Islamic perspective, the text of the Qur'an mentions several terms of corruption such as al-dalw (Al-Baqarah: 188), ghulul (Ali Imran: 161), saraqah (Al-Maidah: 38), and al -suht (Al-Maidah: 42), which in its context experienced an expansion of meaning along with the development of corruption cases that occurred in Indonesia. For example the word al-dalw (Al-Baqarah: 188) implies enriching oneself or others, abuse of authority, and bribery. Ghulul (Ali Imran: 161) implies enriching oneself or others, harming state finances, abuse of authority, embezzlement, gratuity. Then Saraqah (Al-Maidah: 38) implies enriching oneself or another person, harming state finances, abuse of authority, embezzlement. And lastly al-suht (Al-Maidah: 42) implies enriching oneself or others, abuse of authority, bribery Artikel ini bertujuan untuk mendefinisikan arti korupsi melalui teks al-Qur'an dan mengontekstualisasikannya dalam contoh praktik pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa kelompok organisasi negara dan regional. Penulis mencoba menggunakan pendekatan interpretasi maudhu'i karena tidak banyak penelitian yang menggunakan pendekatan ini dan khususnya tentang korupsi. Demikian juga dalam perspektif Islam, teks al-Qur'an menyebutkan beberapa istilah korupsi seperti al-dalw (Al-Baqarah: 188), ghulul (Ali Imran: 161), saraqah (Al-Maidah: 38), dan al -suht (Al-Maidah: 42), yang dalam konteksnya mengalami perluasan makna seiring dengan perkembangan kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Misalnya kata al-dalw (Al-Baqarah: 188) menyiratkan memperkaya diri sendiri atau orang lain, penyalahgunaan wewenang, dan penyuapan. Ghulul (Ali Imran: 161) menyiratkan memperkaya diri sendiri atau orang lain, merusak keuangan negara, penyalahgunaan wewenang, penggelapan, gratifikasi. Kemudian Saraqah (Al-Maidah: 38) menyiratkan memperkaya diri sendiri atau orang lain, merugikan keuangan negara, penyalahgunaan wewenang, penggelapan. Dan terakhir al-suht (Al-Maidah: 42) menyiratkan memperkaya diri sendiri atau orang lain, penyalahgunaan wewenang, penyuapan.
Dinar Dirham: Restoration of Shariah Currency Values for Indonesia Economic Prosperity Alim, Sahirul; Fikriawan, Suad; Lubis, Ahmad Tarmizi; Nasri, Ulyan
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Adzkiya: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/adzkiya.v12i1.9328

Abstract

This study aims to investigate the restoration of Shariah currency values through the implementation of Dinar Dirham for fostering economic prosperity in Indonesia. Employing a mixed-method approach, the research combines qualitative and quantitative methodologies. Qualitative data is collected through literature review and expert interviews to understand the historical significance and contemporary relevance of Dinar Dirham in Islamic economics. Quantitative data is gathered through surveys and financial analysis to assess the potential impact of reintroducing Dinar Dirham on Indonesia's economic landscape. The collected data is analyzed using thematic analysis for qualitative data and statistical techniques for quantitative data. The research results indicate significant interest among stakeholders in reintroducing Dinar Dirham as a means to stabilize the economy and uphold Islamic principles in financial transactions. Qualitative data analysis reveals the strong historical and contemporary relevance of Dinar Dirham in Islamic economics, while quantitative data suggests the potential for increased economic stability through the reintroduction of this currency. The implications of this study suggest that reintroducing Dinar Dirham can enhance economic stability, promote ethical financial practices, and strengthen Indonesia's position in the global Islamic finance industry.
Analisis Kepastian Hukum Produk Makanan Belum Bersertifikasi Halal Bagi Konsumen Muslim (Analisis Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal) Agustin, Aulia Triafinda; Syafii, Ahmad; Fikriawan, Suad
Journal of Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jshel.v2i1.5399

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah semakin berkembangnya zaman maka banyak pula pengusaha kecil yang bermunculan dengan berbagai inovasi makanan dan minuman yang beragam. Yang kebanyakan dari mereka hanya sekedar berniaga untuk mendapatkan keuntungan tanpa menghiraukan prosedur peraturan negara. Melihat deskripsi tersebut, penulis terdorong untuk mengetahui lebih mendalam mengenai ANALISIS KEPASTIAN HUKUM PRODUK MAKANAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI HALAL BAGI KONSUMEN MUSLIM (ANALISIS UNDANG-UNDANG NO. 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL). Skripsi ini melaporkan hasil penelitian dengan rumusan masalah : (1) Faktor apa saja yang mempengaruhi banyaknya pengusaha yang belum melakukan sertifikasi halal?, (2) Bagaimana kepastian hukum produk makanan yang belum bersertifikasi halal menurut undang-undang?. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus dengan prosedur pengumpulan data melalui langkah observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi. Data Reduction (Redaksi Data), Data Display (Penyajian Data), Verifikasi Data (Proses Penarikan Kesimpulan). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa (1) Dari hasil survey atau penyinkronan antara data kajian liteatur dengan kajian lapangan diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi peran sertifikasi halal di Indonesia yaitu egoisme dan percaya diri pelaku usaha yang tinggi, kurangnya pengetahuan pelaku usaha mengenai Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai persyaratan dan tata cara sertifikasi halal, lebih tertarik dengan sertifikasi gratis, serta tergolong usaha kecil dan masih baru. (2) Dalam Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Undang-Undang No. 18 tahun 2012 tentang Pangan sama-sama menyatakan bahwa suatu produk dinyatakan halal jika tertera label halal pada produknya. Selain itu Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, juga menegaskan bahwa suatu produk dinyatakan halal jika terdapat label halal dan sudah bersertifikasi halal. Dan bagi konsumen yang merasa dirugikan bisa menyelesaikan perselisihan antara konsumen dan entitas ekonomi melalui pengadilan atau melalui pengadilan yurisdiksi umum. Tuntutan tersebut juga termasuk dalam hal belum dilakukannya sertifikasi halal pada produk yang dibeli oleh konsumen atau yang diedarkan, hal tersebut mengacu pada Pasal 4 Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
Mata Uang Dalam Pandangan Islam (Analisis Kritis Terhadap Bitcoin) Alim, Sahirul; Fikriawan, Suad; Lubis, Ahmad Tarmizi
Journal of Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jshel.v2i2.5758

Abstract

Tis article examines the compatibility of Bitcoin with Sharia principles. Islam regulates financial transactions by prohibiting riba (interest), gharar (uncertainty), and maisir (speculation). This article explores whether Bitcoin, as a decentralized and volatile digital currency, can be considered halal in the Islamic context. The perspectives of various Islamic scholars are analyzed, considering technological, economic, and legal aspects. The article concludes that while Bitcoin possesses certain characteristics that align with Sharia, there remains legal and ethical uncertainty that requires further attention.
Strategi Pengembangan Industri Kreatif Lintas Sektoral di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Murdianto, Murdianto; Jamianto, Jamianto; Prasasti, Bagio; Sumarsono, Cokro Wibowo; Fikriawan, Suad; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Mintyastuti, Dyah Sri
Cakrawala Vol. 16 No. 2: Desember 2022
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v16i2.465

Abstract

Riset ini bertujuan mengetahui bagaimana pengembangan nilai rantai kegiatan produksi, strategi kemitraan, dan prosedur pengembangan industri kreatif kriya kulit lintas sektor di Ponorogo.Metode penelitian menggunakan riset pengembangan yang dilaksanakan di wilayah Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri kreatif diawali dari penyediaan bahan baku berkualitas dengan harga kompetitif. Peningkatan mekanisme modern pemotongan hewan, penyamakan modern, pembinaan tenaga profesional melalui pelatihan vokasional dan pengembangan program studi kriya kulit pada Sekolah Menengah Kejuruan. Pengembangan model kemitraan dengan pelibatanfour helix of innovation didasarkan pada kesadaran bersama dan ko-operasi (cooperation). Pengembangan kemitraan industri kreatif dibangun berdasar pada isu dan problem yang berkembang di Ponorogo. Pengembangan manual prosedur meliputi, prosedur penyiapan bahan baku, produksi, dan pemasaran baik yang bersifat online maupun offline.
Optimalisasi Guru Ngaji Melalui Pembekalan Metode An-Nahdiyah Dalam Pembelajaran Al-Quran Di Madrasah Diniyah Al-Mujahidin Desa Bedrug Setiowati, Neti; Ansori, Teguh; Fikriawan, Suad
Social Science Academic SPECIAL ISSUE: Pengabdian Berdampak Membangun Potensi dan Transformasi Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v0i0.3922

Abstract

The An-Nahdliyah method is a method of learning the Koran that places more emphasis on the suitability and regularity of reading with the beat of murattal footnotes. The advantage of this method is that with the help of tapping with a stick, each reading will be rhythmic, when we learn the early stages of the Koran with this method, we will not feel bored because the needs of both the right and left brain are met. In Bedrug Village, especially Dukuh Krajan, there is a Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah called Madrasah Diniyah Al-Mujahidin which in the process of learning the Qur'an uses the media in the form of An-Nahdliyah volumes, however the method used is not the An-Nahdliyah method. By using the ABCD approach through participant observation methods and also interviews. The results of this study are that there are four stages carried out in the implementation of the An-Nahdliyah method training program, namely planning, socialization, implementation and also evaluation. From this activity, it is hoped that the teacher of the Koran will be able to apply the An-Nahdliyah method according to the procedure