Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Farmers’ Willingness to Accept a Compensation to Protect Agricultural Land Sustainability in Peri-Urban Areas of Pekalongan City Imade Yoga Prasada; Masyhuri Masyhuri
Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2019): DECEMBER 2019
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ae.48869

Abstract

Agricultural land is a land that has a relatively low rental value, so agricultural land is very vulnerable to be converted. Therefore, this research was conducted with the aim 1) to know farmers’ willingness to accept a compensation to protect agricultural land sustainability, 2) to know the factors that influence farmers' willingness to accept / reject WTA, and 3) to know the factors that influence the WTA value of farmers’ in the peri-urban areas. The study was conducted in the peri-urban areas of Pekalongan City. The research respondents were 90 farmer owners and cultivators. The research data was analyzed by using Heckman's two-stage model. The results showed that farmers’ WTA in the peri-urban areas of Pekalongan City amounted to IDR 7,217,827.27 per year. Factors that influence farmers’ willingness to accept or reject compensation are the distance of the agricultural land to the main road and farmers' perceptions toward the sustainability of agricultural land in the peri-urban areas. Factors that influence the number of farmers’ WTA to be willing to protect the agricultural land in the peri-urban areas of Pekalongan City are farmers’ farm income and farming experience of the farmers. Sustainability of agricultural land in the suburbs of Pekalongan City can be maintained by taking into account the facilities and infrastructure needed by farmers who own agricultural land both far and close to the main road, increasing farmers' perceptions of the sustainability of agricultural land, increasing farm income and reducing the risk of farming production.
KETAHANAN PANGAN PENDUDUK DI PULAU JAWA: PENDEKATAN VECTOR ERROR CORRECTION MODEL I made Yoga Prasada; Moh Wahyudi Priyanto; Yahya Shafiyuddin Hilmi
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.68 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v4i1.5560

Abstract

Food security over the past few decades has been a hot topic discussed in Indonesia. Food security can indirectly reflect the level of welfare of a household in a region. Various factors can influence the level of food security, both in the short term and in the long term. Therefore, this research was conducted with the aim to find out the factors that influence the food security of the population in the short term and in the long term. The data used in this study are secondary data sourced from the Central Bureau of Statistics (BPS) in 2008-2017, namely data on food and non-food expenditure, real per capita income, agricultural land area, real sugar prices, real beef prices, and real rice prices. The data were analyzed using the VECM (Vector Error Correction Model) model. The results showed that in the short-term the factors that influence food security are income per capita real lag 1, real sugar prices lag 1, and real beef prices lag 1, while the factors that influence food security in the long-term are per capita income 1, agricultural area lag 1, real sugar 1 lag price, real beef price lag 1, and real rice price lag 1.
DAMPAK IMPLEMENTASI PERDA PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) DI PROVINSI JAWA BARAT I Made Yoga Prasada; Moh Wahyudi Priyanto
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 21, No 2 (2019): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v21i2.4252

Abstract

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2010 telah menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 27 Tahun 2010 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Perda tersebut seyogyanya diterapkan untuk mengendalikan laju konversi lahan pertanian di Provinsi Jawa Barat, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan dan ketahanan pangan penduduk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak implementasi Perda LP2B di Provinsi Jawa Barat dengan membandingkan luas konversi lahan sawah sebelum dan sesudah kebijakan tersebut diterapkan dan membandingkan ketersediaan dan ketahanan pangan penduduk sebelum dan sesudah kebijakan tersebut diimplementasikan. Data penelitian yang digunakan yaitu data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat tahun 2004-2009 (sebelum penerapan LP2B) dan tahun 2010-2015 (sesudah penerapan LP2B). Data dianalisis dengan menghitung luas lahan sawah terkonversi dan menghitung ketersediaan beras menggunakan faktor konversi padi-beras dari BKPP serta menentukan tingkat ketahanan pangan. Perbedaan sebelum dan sesudah implementasi kebijakan di uji dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi lahan pertanian yang terjadi setelah penerapan kebijakan lebih tinggi dibandingkan sebelum penerapan kebijakan. Akan tetapi, ketahanan pangan penduduk menunjukkan peningkatan setelah konversi lahan sawah terjadi dibandingkan sebelum konversi. Akan tetapi, hasil Uji Wilcoxon menunjukkan tidak ada perbedaan rerata yang signifikan antara luas konversi lahan sawah dan ketahanan pangan sebelum dan sesudah penerapan kebijakan.
Upaya Pengembangan Industri Batik di Indonesia Abi Pratiwa Siregar; Alia Bihrajihant Raya; Agus Dwi Nugroho; Fairuz Indana; I Made Yogya Prasada; Riesma Andiani; Theresia Gracia Yunindi Simbolon; Agustina Tri Kinasih
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.5945

Abstract

Sejak pengakuan UNESCO pada tahun 2009, batik berkembang lebih cepat dibanding tahun-tahunsebelumnya. Namun demikian, hingga saat ini ketersediaan printing mengenai perkembangan batikmasih menjadi kendala yang belum terselesaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiperkembangan batik ditinjau dari jumlah usaha, jumlah tenaga kerja, kapasitas produksi, danpermasalahan yang dihadapi oleh industri batik serta merumuskan upaya dalam pengembanganindustri batik. Penelitian ini dilakukan di 27 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metodedeskriptif analitis menggunakan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian,diperkirakan jumlah industri batik di Indonesia mencapai 6.120 unit dengan tenaga kerja sebanyak37.093 orang dan mampu mencapai nilai produksi sekitar 407,5 miliar rupiah per bulan atau setara4,89 triliun rupiah per tahun. Permasalahan yang dihadapi industri batik terdiri dari printing, bahanbaku, keterampilan tenaga kerja, pengembangan usaha kain lokal, pengelolaan limbah, pembinaandan pendampingan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), persaingan dengan printing bermotifbatik. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan batik yaitu memperbaharui printingindustri batik, koordinasi sistem database batik, pemanfaatan sumber daya alam lokal denganmeningkatkan penggunaan pewarna alam, optimalisasi pembinaan industri dan peran Balai LatihanKerja (BLK) dalam peningkatan keterampilan tenaga kerja, sosialisasi potensi batik, pembangunanpengolahan limbah dan peningkatan kesadaran industri batik mengenai pengelolaan limbah,penguatan brand batik tulis dan batik cap, dan advokasi dan pemasaran sosial kepada konsumenmengenai batik tulis dan batik cap.
Strategi Pengembangan IKM Batk di Luar Jawa Riesma Andiani; Alia Bihrajihant Raya; Agus Dwi Nugroho; Abi Pratiwa Siregar; Imade Yoga Prasada; Fairuz Indana; Theresia Gracia Simbolon; Agustina Tri Kinasih
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i2.5992

Abstract

Perkembangan industri-industri kecil dan menengah (IKM) batik di luar Jawa masih mengalami berbagai kendala, beberapa diantaranya terkait bahan baku, sumber daya manusia, pemasaran dan lain sebagainya. Pengakuan UNESCO terhadap batik di Indonesia sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan membuat masyarakat dan pemerintah berupaya menciptakan strategi yang aplikatif. Penyusunan strategi tersebut dimulai dari segi industri, pemasaran, SDM, maupun lingkungan. Perumusan strategi didasarkan pada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman IKM yang ditemukan sebagai data penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat pemetaan IKM dengan meninjau dari segi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada responden dari Dinas Perindustrian dan IKM batik. Responden ditentukan secara purpossive sampling pada 22 provinsi di Indonesia yang memiliki IKM batik. Hasil berupa data kondisi dan permasalahan IKM pada masing-masing daerah. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa masih banyak kendala yang dialami oleh IKM batik di Indonesia mulai dari produk, pemasaran, SDM, modal, maupun lingkungan. Strategi yang dirumuskan antara lain penguatan batik khas daerah, pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran, peningkatan intensitas pelatihan SDM, pengembangan IPAL, serta penggunaan pewarna alam dan lain sebagainya.
Determinants of poverty rate in Java Island: Poverty alleviation policy Imade Yoga Prasada; Tri Fatma Mala Yulhar; Tia Alfina Rosa
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 18, No 2 (2020): Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Department of Development Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/jep.v18i2.11664

Abstract

Poverty is currently a major problem that must be resolved in various regions in Indonesia, including areas in Java. Java Island is the island with the highest number of poor people compared to other islands in Indonesia. The aim of this study was to determine the determinants of poverty levels in Java and formulate policy recommendations that can be implied to overcome poverty. Research variables have used secondary data from six provinces in Java sourced from the Central Statistics Agency, namely poverty level data, Human Development Index (HDI), inflation rate data, open unemployment rate data, and Regional Minimum Wage data (UMR). The data was compiled into panel data and analyzed using OLS Model. The analysis showed that the determinants of poverty levels in Java were inflation rates, Human Development Index, Regional Minimum Wages, and open unemployment rates, so that all determinants need to be considered properly to formulate policy recommendations that able to overcome poverty in Java. 
AVAILABILITY OF AGRICULTURAL LAND AND FULFILLMENT OF POPULATION FOOD NEEDS IN URBAN REGION (Case Study of Pekalongan City, Tengah Jawa) Imade Yoga Prasada; Masyhuri Masyhuri
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 20 No. 1 (2020): JANUARY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2020.020.1.5

Abstract

The availability of agricultural land in urban areas has an important role in ensuring the availability of food for the population. The urban sprawl phenomenon that occurs in urban areas encourages the availability of agricultural land to experience shrinkage over time. Therefore, this study aims to determine the trend of the development of the area of agricultural land in Pekalongan City, and its impact on the fulfillment the food needs of the population. This study used a sample of urban areas in Pekalongan City using purposive sampling method and the data used are secondary data sourced from the Central Bureau of Statistics and the Food Security and Extension Agency (BKPP) in 1989 until 2017. The data used in this study are data agricultural land area, rice production, population, and consumption per capita of rice in Pekalongan City, as well as factor data for conversion of rice to rice. Furthermore, all data is processed and then analyzed using trend analysis. The results showed that the area of agricultural land in Pekalongan City is decreasing over time. Moreover, it followed by the quantity of rice offered that also have a downward trend. In addition, the demand trend of the population's rice also declined due to the decline of rice consumption per capita population in Pekalongan City during the period 1989 to 2017.
DAYA SAING DAN PERAMALAN EKSPOR MEBEL KAYU INDONESIA DI PASAR UNI EROPA Imade Yoga Prasada; Ami Nilmala Hanung; Rizqika Puspajanati
Journal of Data Science Theory and Application Vol. 1 No. 2 (2022): JAsTa
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/jasta.v1i2.139

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara eksportir produk kayu dan olahannya. Akan tetapi, selama beberapa tahun terakhir persaingan antar negara penghasil produk mebel kayu semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui daya saing ekspor produk mebel kayu Indonesia di Pasar Uni Eropa dan meramalkan daya saing ekspor produk tersebut. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Eurostat. Daya saing ekspor ditentukan dengan menggunakan indikator indeks RCA (Revealed Comparative Advantage), sedangkan peramalan dilakukan dengan menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Hasil analisis menunjukkan bahwa produk mebel kayu Indonesia di Pasar Uni Eropa memiliki daya saing yang kuat dan cenderung akan mengalami peningkatan pada periode Januari 2020 hingga Desember 2020.
VOLATILITAS HARGA JAMBU KRISTAL DI KABUPATEN KEBUMEN Imade Yoga Prasada; Irawan Wibisonya; Larasati Puspita Saridewi; Ayu Putri Merry Anisya
Journal of Data Science Theory and Application Vol. 2 No. 1 (2023): JAsTa
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebumen merupakan salah satu sentra penghasil komoditas jambu kristal. Hal ini didorong oleh tingginya produksi dan produktivitas jambu kristal di Kabupaten Kebumen. Meskipun demikian, pergerakan harga komoditas jambu kristal di tingkat petani masih sangat tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui volatilitas harga jambu kristal di tingkat petani di Kabupaten Kebumen. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan model ARCH-GARCH. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga jambu kristal di tingkat petani di Kabupaten Kebumen memiliki volatilitas yang tinggi. Selain itu, harga jambu kristal di tingkat petani juga cenderung sensitive terhadap guncangan harga.
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL ANYAMAN PANDAN DI KAWASAN PERDESAAN ANYAMAN PANDAN KABUPATEN KEBUMEN Imade Yoga Prasada; Harini Abrilia Setyawati; Larasati Puspita Saridewi; Ami Nilmala Hanung; Rizqika Puspajanati
Journal of Digital Business and Management Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Digital Business and Management
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/jdbm.v1i2.149

Abstract

Anyaman pandan merupakan salah satu produk unggulan di Kabupaten Kebumen. Saat ini pemasaran produk anyaman pandan masih menggunakan cara-cara konvensional, sehingga lingkup pemasaran produk menjadi terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan menentukan strategi penerapan pemasaran digital anyaman pandan di Kawasan Perdesaan Anyaman Pandan Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 50 responden penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi terbaik yang dapat dilakukan untuk menerapkan pemasaran digital adalah dengan menggunakan strategi agresif.