Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Konsep Dasar Administrasi dan Manajemen Perspektif Al-Quran Rhohis Kurniawan; Hamidullah Mahmud
Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nuansa.v2i4.1372

Abstract

This study aims to discuss the concept of administration and management in general, and to view it from the perspective of the Qur'an. By understanding the principles of Qur'anic management, it is hoped that these values ​​can be applied in everyday life, so that a balance is created between achieving worldly and hereafter goals. In addition, this paper also explores how administration and management in Islam are not only oriented towards efficiency, but also on spiritual values ​​that bring benefits to life in the world and the hereafter. The research methodology used in this study is descriptive qualitative research using the library research method. Administration is a joint effort process involving all parties to realize common goals and ideals. The term management actually refers to the process of implementing activities that are completed efficiently with and through the use of others. In the Qur'an, the term management uses yudabbiru, which means organizing, managing, engineering, implementing, taking care of well. Islamic management can be viewed from two sides, namely management as a science and management as an activity. As a science, management is seen as one of the general sciences that was born based on empirical facts that are not related to any values, civilizations (hadharah). However, as an activity, management is seen as a deed that will be held accountable before Allah SWT.
Konsep Manajemen Dakwah Berwirausaha dalam Perspektif Al-Qur’an Muhammad Farid Abi A; Hamidullah Mahmud
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i1.2443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi tentang Konsep bagaimana kita me- Manage wirahusaha dalam perspektif Al-Quran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan pada studi pustaka yang membahas wirausaha Enterpreneurship secara perspektif AL-Quran. Manajemen Dakwah yakni bidang ilmu pengetahuan yang dapat dipahami bahwa dalam konsep berdakwah bukan hanya kita menjadi seorang Da’I saja, dalam hal lain seseorang dapat memperluas ajaran agama Islam dari banyak hal. Sebab islam yang dapat difahami adalah Agama yang Universal, di dalam nya siapa orang yang memeluk agama islam dengan baik dengan seluruh aspek kehidupan yang telah diatur oleh Allah Swt, yang mana dalam aturannya itulah tidak membawa manusia dalam suatu kerusakan dan ke dhaliman. Sebab Allah tidak ada sedikitpun kepentingan dalam umat manusia apa yang telah di putuskan nya dalam menjalankan kehidupan di dunia, namun dalam aturan Firman-firman Allah Swt tidak lain memberikan manfaat yang banyak bagi manusia yang menjalankan nya. Misalnya seperti perdagangan; jika kita sebagai umat mukmin berdagang sesuai dengan aturan Allah Swt, maka tidak akan ada kerugian bagi siapa dia yang menjalankannya maupun bagi konsumen, produsen maupun masyarakat secara umum. Dan dalam produsen Allah melarang umat nya mencampurkan barang dagangan nya dengan barang haram (yang mana dapat membahayakan bagi tubuh) dalam suatu produksi, lalu dalam suatu pembuangan limbah yang umumnya dapat di perhatikan sebab pentingnya kesehatan bagi masyarakat lain. Maka dalam konsep berwirausaha bagi seorang mukmin baiknya harus menghadirkan Allah Swt dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah guna tercapainya keuntungan Dunia dan Akhirat. Sebab secara konvensional keuntungan dalam berusaha bukan hanya secara materi, perlunya keberkahan dalam berniaga. Demikian juga dapat munculnya karakter Muslim dalam diri. Seluruhnya berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Pengorganisasian Perspektif Al-Qur’an Irfan Syuhudi; Hamidullah Mahmud
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i1.2459

Abstract

Manusia diciptakan oleh Allah ﷻ dengan karakter sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian dan akan selalu butuh manusia lainnya di semua bidang yang bersinggungan dengan kehidupan di dunia baik disadari maupun tidak. Kondisi inilah yang mengharuskan manusia itu mengelola kehidupannya dengan terorganisir, terstruktur dan tertata rapih dengan konsep serta perencanaan yang tersusun dalam menajalankan dan memanfaatkan fungsi manajemen yang baik agar tidak menyusahkan atau membebani manusia lainnya. Fungsi manajemen Organizing atau pengorganisasian ini hakikatnya merupakan fitrah atau naluri bawaan manusia itu sendiri dan juga sebagai sunnatullah yaitu suatu kegiatan yang menjadi takdir manusia yang diciptakan oleh Allah ﷻ yang juga dilakukan oleh Sang Pencipta saat mengatur dan mengorganisir seluruh makhluk di alam semesta setelah tercipta dengan sempurna. Adapun manusia bisa mengetahui bagaimana cara melaksanakan pengorganisasian ini dengan jalur syariat Islam adalah melalui penghayatan dan penelitian Al-Qur’an kemudian diimplementasikan di kehidupan sehari-hari dan dalam seluruh kegiatan dakwah Islam agar menghasilkan yang terbaik untuk ummat dan bangsa. Barometer inilah yang bisa difahami tentang perilaku pengorganisasian melalui perspektif Al-Qur’an dengan mengungkap ayat-ayat Qur’an bersamaan dengan perkataan ulama tafsir di kitab-kitab tafsir. Ini menjadi bukti kongkrit yang sangat jelas bahwa tidak dipungkiri betapa agama Islam yang dipedomankan dengan kitab suci Al-Quran ini berfungsi sebagai way of life yakni pedoman hidup manusia yang didalam isi kandungannya tidak hanya membahas ibadah, kisah dan hukum-hukum akan tetapi seluruh kehidupan manusia dari hal terkecil sampai terbesar termasuk membahas salah satu fungsi manajemen yang penting ini yaitu Organizing atau Pengorganisasian.
Konsep dan Prinsip-Prinsip Manajemen Perspektif Al-Qur’an Baharudin Ardani; Hamidullah Mahmud
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2024): November : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v1i4.170

Abstract

Administration and management are fundamental concepts in human activity, dating back to creation in Islamic perspective. The Qur'an contains various management principles that emphasize not only efficiency and effectiveness but also the ethical and spiritual values underlying every action. This study aims to explore the concepts of administration and management from the Qur'anic perspective and to apply Qur'anic management principles in everyday life. Using a qualitative-descriptive approach, this research identifies managerial values such as consultation (shura), optimal hard work (itqan), and honesty as guidance for Muslims to achieve a balance between worldly and spiritual goals. In conclusion, Qur'anic-based management not only directs operational success but also yields broad spiritual and social impacts.
Motivasi Perspektif Al-Quran dalam Membangun Kepercayaan Diri : Kajian Surah At-Thaha 25-28: Tafsir Al-Misbah Yoga Basyiril Sabirin; Hamidullah Mahmud
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2024): November : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v1i4.171

Abstract

Self-confidence is an important element in achieving success and happiness, and has a significant positive relationship with motivation to learn. However, many individuals face challenges in building their self-confidence due to social pressure and negative experiences. In this context, this study explores sources of motivation from a Quranic perspective, specifically through Surah At-Thaha verses 25-28, which describe Prophet Moses' plea to Allah for peace and ease in facing life's challenges. Tafsir Al-Misbah by Quraish Shihab provides the insight that self-confidence should be built on faith in Allah and recognition of one's potential. This study also highlights the importance of social support, appreciation, and a supportive environment in building self-confidence. Using a qualitative approach and literature review, the results show that self-confidence can be strengthened through spiritual connection, internal reinforcement, and recognition of personal weaknesses, which ultimately encourages individuals to express themselves and reach their full potential. This research is expected to inspire readers to apply Quranic values in their daily lives, in order to increase self-confidence and freedom of expression.
EFEKTIVITAS PENERAPAN TEKNOLOGI INTERNET GOOGLE ADS DALAM PENJUALAN PRODUK UMRAH PADA PT JANNAH FIRDAUS mahmud, Hamidullah; Zahra, Fairuz
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 12 No. 2 (2024): -
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v12i2.40828

Abstract

abstrakEra digital saat ini telah membawa perubahan besar bagi segala aspek kehidupan, salah satunya dalam bidang bisnis. PT Jannah Firdaus merupakan salah satu penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang menggunakan konsep digital yakni penerapan platform Google Ads untuk memasarkan produknya.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk penerapan dan efektivitas Google Ads dalam penjualan produk umrah pada PT Jannah Firdaus. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai objek dengan wawancara, observasi dan mempelajari fenomena yang terjadi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Google Ads dalam penjulan produk umrah yang dilakukan oleh PT Jannah Firdaus dapat dikatakan efektif. Hasil efetivitas penerapan Google Ads dapat dibuktikan dari perbandingan antara jumlah jamaah yang mendaftar melalui Google Ads lebih banyak dari jumlah jamaah yang mendaftar secara offline. Kata Kunci: Efektivitas, Google Ads, Penjualan, Produk, Umrah
Perubahan Sosial Dalam Perspektif Al-Qur’an : Studi Kepustakaan Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah Furqan MD, Muhammad; Mahmud, Hamidullah
MAGHZA Vol 9 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i1.9808

Abstract

Dalam ajaran Islam, layaknya seorang manusia dalam hidup sesuai dengan norma agama. Perubahan sosial yang sesungguhnya sangat mencakup dari seluruh sendi kehidupan masyarakat, sehingga menekan proses yang begitu panjang demi terciptanya suatu tatanan masyarakat yang madani sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an. Untuk dapat melakukan hal tersebut maka manusia harus melakukan pembauran, atau manusia harus melakukan interaksi yang pada akhirnya mengambil bentuk integrasi. Dalam konteks teoritis, ilmu sosiologi menempatkan sebuah transformasi dalam lingkungan masyarakat sebagai salah satu peristiwa yang terjadi di sekitar masyarakat yang bersifat universal. Kajian tersebut diatas pada konteks kekinian seringkali dijelaskan dengan menggunakan term multikulturalisme. Dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 menyebutkan bahwasanya deskripsi tujuan diciptakan manusia oleh Allah dalam maksud yang bersamaan ialah tidak serta merta dalam arti yang sempit. M.Quraish Shihab mencoba memberikan jalan keluar walau pada ujungnya tetap lebih cenderung kepada aliran teologi rasional. Sedangkan Hamka memberikan jawaban melalui dakwah dengan tidak ada paksaan melalui tafsir Al-Azhar.
Dakwah Ekologis Khalifah: Telaah Al-Baqarah Ayat 30 dan Relevansinya terhadap Sustainability Management Rusmiati, Imam Fatkhullah; Mahmud, Hamidullah
Journal of Da'wah Vol. 4 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the ecological mandate in Surah Al-Baqarah verse 30, which positions humans as khalifah entrusted with the responsibility of preserving the earth, and examines its connection with contemporary sustainability management. The study employs a qualitative approach based on literature review, analyzing Qur’anic exegesis alongside recent academic journals on Islamic environmental ethics and sustainability management. The findings demonstrate that the concept of khalifah in Islam is strongly aligned with modern principles of sustainable development, particularly in terms of justice, balance, and intergenerational responsibility. Its practical implications are reflected in organizational governance, the development of the green economy, and religious-based education that fosters collective ecological awareness. The conceptual synthesis further highlights that maqasid al-shariah can be expanded as a normative foundation for environmental protection, thereby enriching sustainability management paradigms that are not only technical and economic but also spiritual and moral. Thus, Islam offers significant contributions to the global discourse on sustainability by integrating religious values into contemporary management practices.
Tanggung Jawab Sosial Sesama Manusia Dalam Kode Etika Perusahaan Prabowo, Eko; Mahmud, Hamidullah
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 1 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i1.161

Abstract

This article discusses the social responsibilities of fellow humans in the company code of ethics. The aim of this research is to find out the social responsibilities of fellow humans in the code of ethics. Responsibility of fellow humans is important for everyday life. A code of ethics can also be known as a pattern of rules or procedures for carrying out activities within a company. This guideline applies to all aspects of human behavior in everyday life. Discussions about ethics and human responsibility can be carried out because they can be unethical, and there is a lot of evidence such as currently regarding responsibility in unethical companies. The method used in this research to analyze the social responsibility of fellow humans in ethics is descriptive qualitative research. Corporate social responsibility (CSR) is a sustainable effort to act in accordance with a code of ethics and hopes to contribute to the development of society and the company.
Perubahan Sosial dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Kepustakaan Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah Furqan MD, Muhammad; Mahmud, Hamidullah
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 1 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i1.162

Abstract

In Islamic teachings, a human being lives according to religious norms. Real social change really covers all aspects of social life, thereby requiring a very long process to create a civilized social order in accordance with the guidance of the Al-Qur'an. To be able to do this, humans must mingle, or humans must interact which ultimately takes the form of integration. In a theoretical context, sociology places a transformation in the social environment as an event that occurs around society that is universal. The above studies in the current context are often explained using the term multiculturalism. In the Al-Qur'an, Al-Hujurat verse 13 states that the description of the purpose of creating humans by Allah for the same purpose is not necessarily in a narrow sense. M. Quraish Shihab tried to provide a way out, although in the end he still tended towards rational theology. Meanwhile, Hamka gave answers through preaching without any coercion through Al-Azhar interpretations.