Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kajian Motivasi Tematik Perspektif Al Quran Yadi, Robai; Mahmud, Hamidullah
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.260

Abstract

This study aims to describe how the study of thematic motivation of the Qur'an, The data collection technique is using library research or library study research with data collection techniques carried out by examining literature, documents, and other sources of information related to the topic of researchers. The results of this study Motivation in the perspective of the Qur'an has a very strong foundation, where all forms of encouragement and human intentions to take an action must be based on the pleasure of Allah. In Islamic teachings, true motivation is not only to pursue worldly success, but also to achieve happiness and safety in the hereafter. The Qur'an emphasizes the importance of sincerity in every action, as reflected in verses that motivate humans to do good and be pious. Keywords: Al Quran, Motivation, Thematic Interpretation  
The Concept of Leadership from The Perspective of the Qur'an: A Thematic Study of Leadership Verses Syahputra, Hari Risky; Mahmud, Hamidullah
Economic Reviews Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v4i4.978

Abstract

This research aims to examine and explain in depth the concept of leadership from the perspective of the Qur'an through a descriptive qualitative approach with a thematic interpretation method (tafsir maudhui). The focus of the study is directed to verses that contain leadership values and principles, such as the caliphate, imamah, wali and ulil al-amr, which are the basis for the formation of the character and responsibilities of a leader in the Islamic view. The main data are obtained from the verses of the Qur'an and classical and contemporary tafsir such as Tafsir al-Ṭabari, Tafsir al-Qurṭubi, and Tafsir al-Mishbah. Through thematic analysis, this study found that the concept of leadership in the Qur'an is rooted in spiritual and moral values A leader in the view of the Qur'an is not only a holder of power, but also a servant of the ummah who is obliged to uphold justice, maintain trust, and direct society towards the common good. These values show that leadership in Islam has a strong ethical and social dimension, not just administrative or political. This research is expected to make a theoretical contribution to the development of the concept of Islamic leadership derived from the Qur'an and provide practical guidance for modern leaders in applying Qur'anic values in social and institutional contexts. The results of this study confirm that the Qur'anic leadership model is relevant to build a leadership system that is just, trustworthy, and oriented towards the benefit of the ummah.
Strategi Perencanaan Dakwah Di Era Digital Menurut Al-Qur’an: Telaah Atas Praktik Influencer Muslim Di Media Sosial Fitrah Amaliah Hasibuan; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2637

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam metode dakwah, khususnya dalam menjangkau generasi muda yang akrab dengan media sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan dakwah di era digital menurut perspektif Al-Qur’an serta menelaah praktik dakwah influencer Muslim di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur, jurnal, serta ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah merupakan fondasi penting dalam mencapai efektivitas penyampaian pesan Islam, yang sejalan dengan prinsip-prinsip Qur’ani tentang persiapan, hikmah, dan strategi komunikasi. Influencer Muslim memanfaatkan platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya untuk menyampaikan pesan Islam dengan pendekatan yang personal, kreatif, serta relevan bagi kebutuhan spiritual generasi Z. Dakwah digital yang efektif ditandai dengan perencanaan konten, pemahaman karakter audiens, dan penggunaan media yang tepat, sehingga dapat menghadirkan dakwah yang inklusif, moderat, dan berdampak luas. Studi ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Qur’ani dengan teknologi digital menjadi kunci keberhasilan dakwah di era modern.
Nilai-Nilai Anti Kekerasan dalam Al-Qur'an: Kajian Tafsir Tematik tentang Manajemen Konflik Ummi Sa'adah; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2697

Abstract

Konflik adalah salah satu bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial, apabila tidak dikelola secara tepat maka dapat berkembang menjadi kekerasan dan perpecahan. Dalam Islam, Al-Qur’an memberikan pedoman yang komprehensif untuk mengelola konflik secara damai, adil dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai anti kekerasan dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (maudhui) dengan menitikberatkan pada penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam manajemen konflik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain pendekatan studi literature (library research). Data dikumpulkan dari buku-buku akademik, artikel jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema anti kekerasan dan manajemen konflik dalam Islam. Artikel ini menemukan bahwa Al-Qur’an menolak segala bentuk kekerasan karena sangat bertentangan dengan prinsip rahmatan lil’alamin. Temuan nilai-nilai anti kekerasan dalam artikel ini meliputi negosiasi, tabayyun, musyawarah, tahkim dan islah. Kelima nilai ini berfungsi sebagai instrument manajemen konflik Islami yang berorientasi pada keadilan, perdamaian dan kemaslahatan sosial. Implementasi nilai-nilai tersebut membentuk paradigm manajemen Qur’ani yang menolak dengan tegas pendekatan represif serta menumbuhkan budaya damai yang konstruktif, dialogis dan solutif ditengah masyarakat multicultural.
INTEGRASI PRINSIP ETIKA QUR’ANI DALAM TEETIKA QUR’ANI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI DAKWAH MODERNORI ORGANISASI MODERN Novandika, Dida; Mahmud, Hamidullah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i2.3912

Abstract

Globalization and digital transformation have significantly reshaped the governance of Islamic da’wah institutions, creating an urgent need to reinforce ethical and spiritual accountability in organizational management. This study aims to examine the integration of Qur’anic ethical values amanah (trust), musyawarah (deliberative participation), ‘adl (justice), and muhasabah (self-evaluation) into the management of modern da’wah organizations. Employing a qualitative approach through library research, this study applies thematic analysis to scholarly works published over the past five years that address Islamic ethics and da’wah management. The findings reveal that amanah establishes the moral foundation for accountability and transparency; musyawarah strengthens participatory decision-making and institutional legitimacy; ‘adl ensures distributive and procedural justice in serving the ummah; and muhasabah functions as a reflective mechanism for sincerity and performance improvement in da’wah activities. The integration of these four principles forms an ethical management paradigm that harmonizes the spiritual, social, and professional dimensions of da’wah organizations. The study concludes that the application of Qur’anic ethics not only reinforces moral legitimacy but also enhances public trust and organizational sustainability. This conceptual review provides a theoretical foundation for developing a Qur’anic value-based da’wah governance model grounded in maqāṣid al-sharī‘ah and social responsibility.Keywords: Qur’anic Ethics; Da’wah Management; Accountability; Organizational Justice.[Fenomena globalisasi dan transformasi digital telah mendorong perubahan mendasar dalam tata kelola lembaga dakwah, sehingga menuntut penguatan prinsip etika dan akuntabilitas spiritual dalam pengelolaan organisasi. Dalam konteks ini, kajian ini bertujuan untuk menelaah integrasi nilai-nilai etika Qur’ani amanah (kepercayaan), musyawarah (partisipasi deliberatif), ‘adl (keadilan), dan muhasabah (evaluasi diri) dalam manajemen organisasi dakwah modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis tematik terhadap literatur ilmiah lima tahun terakhir yang berkaitan dengan etika Islam dan manajemen dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa amanah membentuk dasar akuntabilitas moral dan transparansi lembaga dakwah; musyawarah memperkuat partisipasi dan legitimasi pengambilan keputusan; ‘adl memastikan keadilan distributif dalam pelayanan umat; sementara muhasabah menjadi mekanisme reflektif untuk menjaga keikhlasan dan kualitas kinerja dakwah. Integrasi keempat prinsip ini melahirkan paradigma manajemen dakwah etis yang menyeimbangkan orientasi spiritual, sosial, dan profesional lembaga. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika Qur’ani dalam organisasi dakwah bukan hanya memperkuat legitimasi moral, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik dan keberlanjutan lembaga. Penelitian ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan model tata kelola dakwah berbasis nilai Qur’ani yang berorientasi pada maqāṣid al-syarī‘ah dan tanggung jawab sosial umat].Kata Kunci: Etika Qur’ani; Manajemen Dakwah; Akuntabilitas; Keadilan Organisasi.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN PROFETIK DALAM MANAJEMEN DAKWAH (Studi Atas Fungsi Perencanaan Dalam Al-Qur’an) Nufus, Siti hayati; Mahmud, Hamidullah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i2.3945

Abstract

This study analyzes the implementation of prophetic leadership in da’wah management, focusing on the planning function based on Qur’anic values. In the context of globalization and rapid social change, da’wah organizations require a leadership model that is not only managerially effective but also rooted in spirituality and prophetic ethics. This approach emphasizes four core prophetic values ṣidq (truthfulness), amanah (trustworthiness), fathonah (wisdom), and tablīgh (conveyance) as fundamental principles in decision-making and strategic planning. Through theoretical review and empirical insight, the study demonstrates that prophetic leadership enhances the quality of da’wah planning by strengthening spiritual vision, transparency, member participation, and the social relevance of programs. The proposed implementation model involves stages of vision formulation, strategic planning, value-based execution, and continuous moral evaluation. The findings affirm that prophetic values not only shape the leader’s integrity but also internalize an ethical and spiritually driven organizational culture. This study contributes to the advancement of Islamic management theory by integrating revelation, prophetic morality, and organizational strategy into a cohesive framework that reinforces the effectiveness and sustainability of contemporary da’wah initiatives.Keywords: Prophetic Leadership, Da’wah Management, Strategic Planning, Qur’anic Values[Penelitian ini menganalisis implementasi kepemimpinan profetik dalam manajemen dakwah dengan fokus pada fungsi perencanaan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Dalam konteks tantangan globalisasi dan perubahan sosial, organisasi dakwah membutuhkan model kepemimpinan yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga berlandaskan spiritualitas dan etika profetik. Pendekatan ini menekankan empat nilai utama Nabi Muhammad SAW yakni ṣidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), fathonah (kebijaksanaan), dan tablīgh (penyampaian), sebagai prinsip dasar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan strategis. Melalui kajian teoritis dan temuan empiris, penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik mampu meningkatkan kualitas perencanaan dakwah melalui penguatan visi spiritual, transparansi, partisipasi anggota, dan relevansi sosial program. Model implementasi yang ditawarkan meliputi tahapan perumusan visi, perencanaan strategis, pelaksanaan berbasis nilai, serta evaluasi moral yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan nilai profetik bukan hanya membentuk integritas pribadi pemimpin, tetapi juga menginternalisasi budaya organisasi yang beretika dan berorientasi spiritual. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori manajemen Islam dengan mengintegrasikan wahyu, moralitas profetik, dan strategi organisasi sebagai satu kesatuan yang harmonis dalam memperkuat efektivitas dakwah kontemporer].Kata Kunci: Kepemimpinan Profetik, Manajemen Dakwah, Perencanaan Strategis, Nilai Al-Qur’an