Claim Missing Document
Check
Articles

DAGING SINTESIS DALAM AL-QU’RAN : STUDI TEMATIK AYAT-AYAT TENTANG MAKANAN HALAL Rahman , Khoiruddin Ali; Mahmud, Hamidullah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4262

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kehalalan daging sintesis dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan studi tematik (maudhu‘i) terhadap ayat-ayat makanan halal. Kajian ini berfokus pada relevansi ayat seperti QS. Al-Baqarah:168, QS. Al-Mā’idah:3, dan QS. Al-Mu’minūn:51 dalam menilai bahan awal, proses kultur sel, media pertumbuhan, dan potensi istihālah dalam produksi daging sintesis. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif berbasis kepustakaan dengan menelaah tafsir klasik–kontemporer, jurnal bioteknologi pangan, dan dokumen fatwa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sintesis berpotensi dinyatakan halal apabila bahan awal berasal dari hewan halal yang diambil secara etis, media kultur tidak mengandung unsur haram seperti darah (FBS), serta proses pembuatannya higienis dan memenuhi prinsip halalan ṭayyiban. Selain itu, konsep istihālah dapat menjadi dasar perubahan hukum apabila terjadi transformasi zat secara sempurna. Kajian ini menegaskan bahwa daging sintesis dapat diterima secara syariat jika memenuhi persyaratan bahan, proses, dan kemaslahatan sesuai maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ an-nafs dan ḥifẓ al-bi’ah.
Meritokrasi Dalam Konsep Wewenang dan Pendelegasian: Respon al-Qur’an Terhadap Isu Nepotisme dan Kesenjangan Sosial di Indonesia Yuzril Mahendra; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2794

Abstract

Isu nepotisme yang mengakar dalam praktik pendelegasian wewenang di Indonesia menunjukkan lemahnya penerapan sistem meritokrasi yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep meritokrasi, wewenang, dan pendelegasian dalam perspektif al-Qur’an serta relevansinya sebagai solusi normatif terhadap praktik nepotisme dan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui metode tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis isi terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang relevan, didukung oleh hadis, kitab tafsir, literatur manajemen modern, dan artikel jurnal akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa meritokrasi dalam perspektif al-Qur’an tidak hanya bertumpu pada kompetensi intelektual, tetapi juga menekankan nilai-nilai moral seperti amanah, keadilan, integritas, profesionalisme, dan kerja keras sebagai satu kesatuan dalam pendelegasian wewenang. Al-Qur’an secara normatif menolak favoritisme dan diskriminasi, serta menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan amanah yang harus diberikan kepada pihak yang berhak dan mampu. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penerapan meritokrasi berbasis nilai-nilai Qur’ani berpotensi memperkuat tata kelola organisasi dan pemerintahan yang adil, mengurangi praktik nepotisme, serta mendorong terciptanya mobilitas sosial dan efisiensi pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Perencanaan Strategis Dakwah Dalam Perspektif Al-Qur’an : (Telaah Atas Konsep Tadbir Dan Hikmah) Nurul Alvi Chindi Fadhilah; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2818

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai konseptual al-Qur’an tentang tadbīr dan ḥikmah sebagai dasar perencanaan strategis dakwah. Menggunakan pendekatan konseptual Qur’ani, kajian ini berfokus pada Qur’an surah As-Sajdah ayat 5 dan Qur’an surah An-Naḥl ayat 125 yang merepresentasikan keterpaduan antara rasionalitas dan kebijaksanaan dalam pengelolaan dakwah. Analisis dilakukan melalui studi pustaka terhadap tafsir klasik dan modern, serta literatur manajemen dakwah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tadbīr mencerminkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan dakwah yang sistematis, sedangkan ḥikmah menekankan etika, kepekaan sosial, dan kebijaksanaan komunikasi. Integrasi keduanya melahirkan model dakwah Qur’ani yang strategis, humanistik, dan relevan dengan konteks modern. Dengan demikian, perencanaan strategis dakwah dalam perspektif al-Qur’an merefleksikan nilai ketuhanan yang menyatukan rasionalitas, kebijaksanaan, dan orientasi spiritual.
Actuating Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Implementasinya Pada Manajemen Ibadah Haji Dan Umrah Sa’idahtul Akmala Yusuf; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2989

Abstract

Penelitian ini membahas konsep actuating (penggerakan) dalam pandangan Al-Qur’an serta pelaksanaannya pada manajemen ibadah haji dan umrah. Actuating dipahami sebagai fungsi manajemen yang menggerakkan, mengarahkan, dan memotivasi manusia supaya bekerja dengan efektif agar mencapai tujuan dari organisasi. Dalam Islam, proses penggerakan tersebut diperkaya dengan dimensi spiritual seperti tauhid, amanah, ihsan, syura, tasamuh, dan tartib. Nilai-nilai Qur’ani tersebut tidak hanya mengatur etika pemimpin, tetapi juga memberikan landasan moral bagi setiap individu untuk bekerja dengan kesadaran ibadah. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi actuating Qur’ani dalam manajemen haji dan umrah tercermin melalui pembinaan spiritual petugas, profesionalisme kerja, koordinasi lintas lembaga, pelayanan humanis, serta pengaturan sistem operasional yang rapi dan tertib. Integrasi antara prinsip manajemen modern dan nilai-nilai Qur’ani menghasilkan pelayanan yang lebih efektif, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah.
Pengawasan dalam Dakwah: Memahami Konsep ‘Amr Ma'ruf Nahi Munkar’ dalam Alquran Syf Miftahul Rahmah; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3191

Abstract

Konsep ‘Amr Ma’ruf Nahi Munkar merupakan salah satu pilar utama dalam ajaran Islam yang bertujuan menjaga moral dan etika masyarakat dengan cara memerintahkan kebaikan dan mencegah keburukan. Konsep ini memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Ali-Imran ayat 104, serta hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan tanggung jawab sosial setiap individu dalam mengawal perilaku umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk karya tafsir, hadis, penelitian ilmiah, dan data sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ‘Amr Ma’ruf Nahi Munkar berfungsi sebagai mekanisme pengawasan sosial yang efektif dalam membentuk perilaku positif apabila dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana dan persuasif. Implementasinya dalam masyarakat modern terlihat melalui pendidikan agama, kegiatan dakwah, dan program sosial seperti gerakan anti narkoba, yang terbukti mampu menurunkan angka penyimpangan sosial hingga 30%. Namun demikian, pelaksanaannya menghadapi tantangan seperti resistensi individu, perbedaan interpretasi tentang batasan kebaikan dan keburukan, serta pengaruh nilai-nilai sekuler. Penelitian juga menegaskan pentingnya penggunaan media digital sebagai sarana penyebaran pesan dakwah secara efektif. Dengan pendekatan yang inklusif, dialogis, dan penuh kasih sayang, ‘Amr Ma’ruf Nahi Munkar dapat menjadi strategi dakwah yang relevan dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang berakhlak, harmonis, serta responsif terhadap tantangan sosial kontemporer.  
Kewirausahaan dalam Perspektif Al-Qur’an Muhammad Rezky Pratama Marsudi; Hamidullah Mahmud
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13923

Abstract

Islam adalah agama yang tidak hanya memberikan pedoman dalam hal spiritual, tetapi juga hal duniawi, termasuk menjalankan bisnis. Kontribusi utama penelitian ini adalah menjelaskan peran agama dalam mengelola perusahaan dibandingkan dengan karakteristik seorang wirausahawan dan pemimpin yang mengamalkan ajaran Islam dalam menjalankan bisnis. Prinsip-prinsip ini ditujukan bagi para pemimpin dan wirausahawan yang ingin menerapkan kepemimpinan dan kewirausahaan sesuai dengan tuntunan Islam. Karakteristik muslimpreneur mengarahkan pelaku usaha muslim untuk menjalankan kegiatan usahanya berlandaskan al-Quran dan al-Hadits. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review yakni ikhtisar komprehensif tentang penelitian yang sudah dilakukan mengenai topik yang spesifik untuk menunjukkan kepada pembaca apa yang sudah diketahui tentang topik tersebut dan apa yang belum diketahui, untuk mencari rasional dari penelitian yang sudah dilakukan atau untuk ide penelitian. Studi ini memiliki tujuan untuk mengkaji pandangan Islam mengenai dunia usaha dan bagaimana prinsip-prinsip yang ada dapat membantu pengusaha menjadi penggerak perubahan ekonomi yang berkelanjutan.
KONSEP PERENCANAAN PERSPEKTIF AL-QURAN DALAM TAFSIR AL- AZHAR DARI BUYA HAMKA Siti Trizuwani; Hamidullah Mahmud
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 3 No. 3 (2024): MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The importance of planning is the existence of planning / planning possibilities that will occur for an activity and work in the future The relevance of the concept of planning in the modern era faces various significant challenges and opportunities. This research is included in the type of qualitative research, more precisely descriptive qualitative with library research data sources or literature, whose findings are not achieved by statistical procedures. The purpose of this research is to explore and analyse the concept of planning from the perspective of the Quran contained in Tafsir Al-Azhar. The results of this study indicate that some of the challenges are: rapid technological transformation; global uncertainty; stakeholder participation; limited resources. While the opportunities are: innovation in the planning process; sustainable approach; community involvement; flexibility and resilience. It can be concluded by the researcher that although there are various challenges in maintaining the relevance of planning concepts in modern times, there are also many opportunities for innovation and development. The key to success lies in adaptability and the adoption of more inclusive and sustainable approaches
KORELASI ANTARA TAFSIR DAN TA’WIL : STUDI KOMPREHENSIFTENTANG METODOLOGI PENAFSIRAN AL-QUR’AN Yoga Agus Yulianto; Hamidullah Mahmud
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 4 No. 3 (2025): MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The correlation between tafsir and ta’wil in the methodology of Qur'anic interpretation aims to understand how these two approaches complement each other in the process of interpreting the verses of the Qur'an. Tafsir generally focuses on the literal and contextual explanation of Qur'anic verses, while ta’wil delves into deeper, esoteric meanings, particularly in ambiguous (mutashabihat) verses. Using a qualitative approach and literature review, this research analyzes classical and contemporary exegesis to identify how scholars across different eras combine these approaches. The findings reveal that the correlation between tafsir and ta’wil enriches the overall understanding of the Qur'an. Classical scholars tend to separate tafsir and ta’wil methodologically, whereas contemporary scholars often integrate both approaches to address modern challenges, such as social change and interpretative pluralism. This study emphasizes the importance of synergy between tafsir and ta’wil in developing a more comprehensive and relevant method of Qur'anic interpretation in the contemporary era.
Social Responsibility from the Qur’anic Perspective: Its Relevance to the Management of Islamic Public Institutions Arvan Sandika; Hamidullah Mahmud
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1289

Abstract

This study aims to examine the concept of social responsibility from the perspective of the Qur’an and its relevance to the governance of Islamic public institutions. The background of this study is grounded in the importance of the principle of mas’uliyyah (responsibility) as a moral and social foundation for human interactions with God, fellow human beings, the environment, and the self. The research employs a qualitative literature review approach, involving descriptive and comparative analyses of Qur’anic verses and interpretations by classical and contemporary Islamic scholars. The findings indicate that social responsibility in Islam encompasses both individual and communal obligations based on the values of amanah (trustworthiness), justice, ihsan (excellence), and socio-spiritual balance. The application of these values in the management of Islamic public institutions can enhance accountability, social justice, and organizational performance through ethical leadership and a strong commitment to community welfare. This study emphasizes that the integration of Qur’anic principles into public governance constitutes an essential foundation for character development and sustainable governance in Islamic institutions.
Kewirausahaan dalam Perspektif Al-Qur’an Muhammad Rezky Pratama Marsudi; Hamidullah Mahmud
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13923

Abstract

Islam adalah agama yang tidak hanya memberikan pedoman dalam hal spiritual, tetapi juga hal duniawi, termasuk menjalankan bisnis. Kontribusi utama penelitian ini adalah menjelaskan peran agama dalam mengelola perusahaan dibandingkan dengan karakteristik seorang wirausahawan dan pemimpin yang mengamalkan ajaran Islam dalam menjalankan bisnis. Prinsip-prinsip ini ditujukan bagi para pemimpin dan wirausahawan yang ingin menerapkan kepemimpinan dan kewirausahaan sesuai dengan tuntunan Islam. Karakteristik muslimpreneur mengarahkan pelaku usaha muslim untuk menjalankan kegiatan usahanya berlandaskan al-Quran dan al-Hadits. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review yakni ikhtisar komprehensif tentang penelitian yang sudah dilakukan mengenai topik yang spesifik untuk menunjukkan kepada pembaca apa yang sudah diketahui tentang topik tersebut dan apa yang belum diketahui, untuk mencari rasional dari penelitian yang sudah dilakukan atau untuk ide penelitian. Studi ini memiliki tujuan untuk mengkaji pandangan Islam mengenai dunia usaha dan bagaimana prinsip-prinsip yang ada dapat membantu pengusaha menjadi penggerak perubahan ekonomi yang berkelanjutan.