Claim Missing Document
Check
Articles

The Concept of Leadership from The Perspective of the Qur'an: A Thematic Study of Leadership Verses Syahputra, Hari Risky; Mahmud, Hamidullah
Economic Reviews Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v4i4.978

Abstract

This research aims to examine and explain in depth the concept of leadership from the perspective of the Qur'an through a descriptive qualitative approach with a thematic interpretation method (tafsir maudhui). The focus of the study is directed to verses that contain leadership values and principles, such as the caliphate, imamah, wali and ulil al-amr, which are the basis for the formation of the character and responsibilities of a leader in the Islamic view. The main data are obtained from the verses of the Qur'an and classical and contemporary tafsir such as Tafsir al-Ṭabari, Tafsir al-Qurṭubi, and Tafsir al-Mishbah. Through thematic analysis, this study found that the concept of leadership in the Qur'an is rooted in spiritual and moral values A leader in the view of the Qur'an is not only a holder of power, but also a servant of the ummah who is obliged to uphold justice, maintain trust, and direct society towards the common good. These values show that leadership in Islam has a strong ethical and social dimension, not just administrative or political. This research is expected to make a theoretical contribution to the development of the concept of Islamic leadership derived from the Qur'an and provide practical guidance for modern leaders in applying Qur'anic values in social and institutional contexts. The results of this study confirm that the Qur'anic leadership model is relevant to build a leadership system that is just, trustworthy, and oriented towards the benefit of the ummah.
Strategi Perencanaan Dakwah Di Era Digital Menurut Al-Qur’an: Telaah Atas Praktik Influencer Muslim Di Media Sosial Fitrah Amaliah Hasibuan; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2637

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam metode dakwah, khususnya dalam menjangkau generasi muda yang akrab dengan media sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan dakwah di era digital menurut perspektif Al-Qur’an serta menelaah praktik dakwah influencer Muslim di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur, jurnal, serta ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah merupakan fondasi penting dalam mencapai efektivitas penyampaian pesan Islam, yang sejalan dengan prinsip-prinsip Qur’ani tentang persiapan, hikmah, dan strategi komunikasi. Influencer Muslim memanfaatkan platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya untuk menyampaikan pesan Islam dengan pendekatan yang personal, kreatif, serta relevan bagi kebutuhan spiritual generasi Z. Dakwah digital yang efektif ditandai dengan perencanaan konten, pemahaman karakter audiens, dan penggunaan media yang tepat, sehingga dapat menghadirkan dakwah yang inklusif, moderat, dan berdampak luas. Studi ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Qur’ani dengan teknologi digital menjadi kunci keberhasilan dakwah di era modern.
Nilai-Nilai Anti Kekerasan dalam Al-Qur'an: Kajian Tafsir Tematik tentang Manajemen Konflik Ummi Sa'adah; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2697

Abstract

Konflik adalah salah satu bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial, apabila tidak dikelola secara tepat maka dapat berkembang menjadi kekerasan dan perpecahan. Dalam Islam, Al-Qur’an memberikan pedoman yang komprehensif untuk mengelola konflik secara damai, adil dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai anti kekerasan dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (maudhui) dengan menitikberatkan pada penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam manajemen konflik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain pendekatan studi literature (library research). Data dikumpulkan dari buku-buku akademik, artikel jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema anti kekerasan dan manajemen konflik dalam Islam. Artikel ini menemukan bahwa Al-Qur’an menolak segala bentuk kekerasan karena sangat bertentangan dengan prinsip rahmatan lil’alamin. Temuan nilai-nilai anti kekerasan dalam artikel ini meliputi negosiasi, tabayyun, musyawarah, tahkim dan islah. Kelima nilai ini berfungsi sebagai instrument manajemen konflik Islami yang berorientasi pada keadilan, perdamaian dan kemaslahatan sosial. Implementasi nilai-nilai tersebut membentuk paradigm manajemen Qur’ani yang menolak dengan tegas pendekatan represif serta menumbuhkan budaya damai yang konstruktif, dialogis dan solutif ditengah masyarakat multicultural.
INTEGRASI PRINSIP ETIKA QUR’ANI DALAM TEETIKA QUR’ANI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI DAKWAH MODERNORI ORGANISASI MODERN Novandika, Dida; Mahmud, Hamidullah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i2.3912

Abstract

Globalization and digital transformation have significantly reshaped the governance of Islamic da’wah institutions, creating an urgent need to reinforce ethical and spiritual accountability in organizational management. This study aims to examine the integration of Qur’anic ethical values amanah (trust), musyawarah (deliberative participation), ‘adl (justice), and muhasabah (self-evaluation) into the management of modern da’wah organizations. Employing a qualitative approach through library research, this study applies thematic analysis to scholarly works published over the past five years that address Islamic ethics and da’wah management. The findings reveal that amanah establishes the moral foundation for accountability and transparency; musyawarah strengthens participatory decision-making and institutional legitimacy; ‘adl ensures distributive and procedural justice in serving the ummah; and muhasabah functions as a reflective mechanism for sincerity and performance improvement in da’wah activities. The integration of these four principles forms an ethical management paradigm that harmonizes the spiritual, social, and professional dimensions of da’wah organizations. The study concludes that the application of Qur’anic ethics not only reinforces moral legitimacy but also enhances public trust and organizational sustainability. This conceptual review provides a theoretical foundation for developing a Qur’anic value-based da’wah governance model grounded in maqāṣid al-sharī‘ah and social responsibility.Keywords: Qur’anic Ethics; Da’wah Management; Accountability; Organizational Justice.[Fenomena globalisasi dan transformasi digital telah mendorong perubahan mendasar dalam tata kelola lembaga dakwah, sehingga menuntut penguatan prinsip etika dan akuntabilitas spiritual dalam pengelolaan organisasi. Dalam konteks ini, kajian ini bertujuan untuk menelaah integrasi nilai-nilai etika Qur’ani amanah (kepercayaan), musyawarah (partisipasi deliberatif), ‘adl (keadilan), dan muhasabah (evaluasi diri) dalam manajemen organisasi dakwah modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis tematik terhadap literatur ilmiah lima tahun terakhir yang berkaitan dengan etika Islam dan manajemen dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa amanah membentuk dasar akuntabilitas moral dan transparansi lembaga dakwah; musyawarah memperkuat partisipasi dan legitimasi pengambilan keputusan; ‘adl memastikan keadilan distributif dalam pelayanan umat; sementara muhasabah menjadi mekanisme reflektif untuk menjaga keikhlasan dan kualitas kinerja dakwah. Integrasi keempat prinsip ini melahirkan paradigma manajemen dakwah etis yang menyeimbangkan orientasi spiritual, sosial, dan profesional lembaga. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika Qur’ani dalam organisasi dakwah bukan hanya memperkuat legitimasi moral, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik dan keberlanjutan lembaga. Penelitian ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan model tata kelola dakwah berbasis nilai Qur’ani yang berorientasi pada maqāṣid al-syarī‘ah dan tanggung jawab sosial umat].Kata Kunci: Etika Qur’ani; Manajemen Dakwah; Akuntabilitas; Keadilan Organisasi.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN PROFETIK DALAM MANAJEMEN DAKWAH (Studi Atas Fungsi Perencanaan Dalam Al-Qur’an) Nufus, Siti hayati; Mahmud, Hamidullah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i2.3945

Abstract

This study analyzes the implementation of prophetic leadership in da’wah management, focusing on the planning function based on Qur’anic values. In the context of globalization and rapid social change, da’wah organizations require a leadership model that is not only managerially effective but also rooted in spirituality and prophetic ethics. This approach emphasizes four core prophetic values ṣidq (truthfulness), amanah (trustworthiness), fathonah (wisdom), and tablīgh (conveyance) as fundamental principles in decision-making and strategic planning. Through theoretical review and empirical insight, the study demonstrates that prophetic leadership enhances the quality of da’wah planning by strengthening spiritual vision, transparency, member participation, and the social relevance of programs. The proposed implementation model involves stages of vision formulation, strategic planning, value-based execution, and continuous moral evaluation. The findings affirm that prophetic values not only shape the leader’s integrity but also internalize an ethical and spiritually driven organizational culture. This study contributes to the advancement of Islamic management theory by integrating revelation, prophetic morality, and organizational strategy into a cohesive framework that reinforces the effectiveness and sustainability of contemporary da’wah initiatives.Keywords: Prophetic Leadership, Da’wah Management, Strategic Planning, Qur’anic Values[Penelitian ini menganalisis implementasi kepemimpinan profetik dalam manajemen dakwah dengan fokus pada fungsi perencanaan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Dalam konteks tantangan globalisasi dan perubahan sosial, organisasi dakwah membutuhkan model kepemimpinan yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga berlandaskan spiritualitas dan etika profetik. Pendekatan ini menekankan empat nilai utama Nabi Muhammad SAW yakni ṣidq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), fathonah (kebijaksanaan), dan tablīgh (penyampaian), sebagai prinsip dasar dalam pengambilan keputusan dan perencanaan strategis. Melalui kajian teoritis dan temuan empiris, penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik mampu meningkatkan kualitas perencanaan dakwah melalui penguatan visi spiritual, transparansi, partisipasi anggota, dan relevansi sosial program. Model implementasi yang ditawarkan meliputi tahapan perumusan visi, perencanaan strategis, pelaksanaan berbasis nilai, serta evaluasi moral yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan nilai profetik bukan hanya membentuk integritas pribadi pemimpin, tetapi juga menginternalisasi budaya organisasi yang beretika dan berorientasi spiritual. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori manajemen Islam dengan mengintegrasikan wahyu, moralitas profetik, dan strategi organisasi sebagai satu kesatuan yang harmonis dalam memperkuat efektivitas dakwah kontemporer].Kata Kunci: Kepemimpinan Profetik, Manajemen Dakwah, Perencanaan Strategis, Nilai Al-Qur’an
Interpretation of the Qur'anic Managerial Commentary on Caliphate, ‘Ibad, and Amanah in the Context of Human Responsibility Mujadid, Shofam Amim; Mahmud, Hamidullah
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Jawa Timur: Prodi. Ilmu Al Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAI Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqan.v8i2.4281

Abstract

The ongoing leadership crisis, low integrity, and weak organizational governance highlight the need for a managerial paradigm grounded not only in technical competence but also in moral and spiritual values. This article aims to reconstruct the Qur’anic concept of human responsibility by integrating three key notions—khalifah (leadership mandate), ‘ibad (servanthood and value orientation), and amanah (trust and accountability)—into the framework of Qur’anic Managerial Responsibility (QMR). The study employs a qualitative approach using thematic (maudhu‘i) interpretation and hermeneutical analysis, examined through the lens of contemporary Islamic management theory. Data are derived from Qur’anic verses, classical and modern tafsir literature, and scholarly works on Islamic leadership and management. The findings demonstrate that khalifah represents a strategic leadership mandate and sustainable stewardship, ‘ibad constitutes the spiritual–ethical foundation guiding leadership behavior, and amanah functions as a structure of moral and institutional accountability. The integration of these three pillars forms a holistic Qur’anic leadership model conceptualized as Leader–Servant–Trustee. Furthermore, the study shows that QMR is not merely theoretical but can be operationalized in Islamic finance, education, and business sectors through ethical governance and accountability practices. Theoretically, this research bridges the epistemological gap between Qur’anic exegesis and Islamic management studies, offering a value-based leadership framework relevant to contemporary organizational contexts.
Reconceptualizing Dakwah Organizational Governance: A Transformative Review of Qur’anic Leadership and Delegation Fahmy Bin Rapaee, mohammad; Mahmud, Hamidullah
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 6 No. 2 (2025): JMD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary dakwah organizations face increasing managerial challenges due to social complexity, organizational expansion, and the pressures of modernization. Many institutions struggle to translate Qur’anic values into professional, adaptive, and accountable governance systems, particularly in the areas of delegation, leadership, and organizational structure. This study aims to systematically examine how Qur’anic verses related to delegation, leadership, and organizational structure can be conceptually integrated to address contemporary managerial challenges in dakwah organizations. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA protocol. A total of 42 peer-reviewed articles indexed in Scopus and Web of Science were identified, screened, and analyzed. The data were synthesized using a thematic analysis approach to identify dominant conceptual patterns and theoretical linkages. The findings reveal three interrelated themes. First, Qur’anic delegation embodies strong ethical and structural dimensions that provide a normative foundation for accountable distribution of responsibilities. Second, Qur’anic leadership functions as both a moral compass and a strategic framework for building visionary, trustworthy, and participatory organizations. Third, effective dakwah organizational structures require the integration of Qur’anic values with contemporary management principles to ensure adaptability, sustainability, and institutional resilience. This study offers practical implications for dakwah institutions by providing a conceptual framework that supports professional governance, leadership regeneration, and structural clarity. The findings also inform policymakers and Islamic organizations in designing leadership development programs and organizational reforms grounded in Qur’anic principles. Unlike prior studies that focus primarily on normative or theoretical discussions, this research advances the literature by systematically integrating thematic Qur’anic analysis with modern organizational and leadership theories through an SLR approach, resulting in a transformative and applicable conceptual model for contemporary dakwah organizations.
DAGING SINTESIS DALAM AL-QU’RAN : STUDI TEMATIK AYAT-AYAT TENTANG MAKANAN HALAL Rahman , Khoiruddin Ali; Mahmud, Hamidullah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4262

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kehalalan daging sintesis dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan studi tematik (maudhu‘i) terhadap ayat-ayat makanan halal. Kajian ini berfokus pada relevansi ayat seperti QS. Al-Baqarah:168, QS. Al-Mā’idah:3, dan QS. Al-Mu’minūn:51 dalam menilai bahan awal, proses kultur sel, media pertumbuhan, dan potensi istihālah dalam produksi daging sintesis. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif berbasis kepustakaan dengan menelaah tafsir klasik–kontemporer, jurnal bioteknologi pangan, dan dokumen fatwa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sintesis berpotensi dinyatakan halal apabila bahan awal berasal dari hewan halal yang diambil secara etis, media kultur tidak mengandung unsur haram seperti darah (FBS), serta proses pembuatannya higienis dan memenuhi prinsip halalan ṭayyiban. Selain itu, konsep istihālah dapat menjadi dasar perubahan hukum apabila terjadi transformasi zat secara sempurna. Kajian ini menegaskan bahwa daging sintesis dapat diterima secara syariat jika memenuhi persyaratan bahan, proses, dan kemaslahatan sesuai maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ an-nafs dan ḥifẓ al-bi’ah.
Meritokrasi Dalam Konsep Wewenang dan Pendelegasian: Respon al-Qur’an Terhadap Isu Nepotisme dan Kesenjangan Sosial di Indonesia Yuzril Mahendra; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2794

Abstract

Isu nepotisme yang mengakar dalam praktik pendelegasian wewenang di Indonesia menunjukkan lemahnya penerapan sistem meritokrasi yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep meritokrasi, wewenang, dan pendelegasian dalam perspektif al-Qur’an serta relevansinya sebagai solusi normatif terhadap praktik nepotisme dan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui metode tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis isi terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang relevan, didukung oleh hadis, kitab tafsir, literatur manajemen modern, dan artikel jurnal akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa meritokrasi dalam perspektif al-Qur’an tidak hanya bertumpu pada kompetensi intelektual, tetapi juga menekankan nilai-nilai moral seperti amanah, keadilan, integritas, profesionalisme, dan kerja keras sebagai satu kesatuan dalam pendelegasian wewenang. Al-Qur’an secara normatif menolak favoritisme dan diskriminasi, serta menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan amanah yang harus diberikan kepada pihak yang berhak dan mampu. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penerapan meritokrasi berbasis nilai-nilai Qur’ani berpotensi memperkuat tata kelola organisasi dan pemerintahan yang adil, mengurangi praktik nepotisme, serta mendorong terciptanya mobilitas sosial dan efisiensi pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Perencanaan Strategis Dakwah Dalam Perspektif Al-Qur’an : (Telaah Atas Konsep Tadbir Dan Hikmah) Nurul Alvi Chindi Fadhilah; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2818

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai konseptual al-Qur’an tentang tadbīr dan ḥikmah sebagai dasar perencanaan strategis dakwah. Menggunakan pendekatan konseptual Qur’ani, kajian ini berfokus pada Qur’an surah As-Sajdah ayat 5 dan Qur’an surah An-Naḥl ayat 125 yang merepresentasikan keterpaduan antara rasionalitas dan kebijaksanaan dalam pengelolaan dakwah. Analisis dilakukan melalui studi pustaka terhadap tafsir klasik dan modern, serta literatur manajemen dakwah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tadbīr mencerminkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan dakwah yang sistematis, sedangkan ḥikmah menekankan etika, kepekaan sosial, dan kebijaksanaan komunikasi. Integrasi keduanya melahirkan model dakwah Qur’ani yang strategis, humanistik, dan relevan dengan konteks modern. Dengan demikian, perencanaan strategis dakwah dalam perspektif al-Qur’an merefleksikan nilai ketuhanan yang menyatukan rasionalitas, kebijaksanaan, dan orientasi spiritual.