Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penanganan dan Nilai Nutrisi Ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger brachysoma) di Atas Kapal Menggunakan Fermentasi Air Kelapa Angreni, Husni; Hasnawati; Saokani Sofyan, Jawiana; Karim, Mutemainna
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman fermentasi air kelapa dan kandungan nutrisi pada ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma) di atas kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020 di TPI Sumpang Binangae, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan yaitu ikan kembung perempuan dengan menggunakan perlakuan es tanpa perendaman, perendaman air kelapa segar dan air kelapa fermentasi 50%, masing-masing perlakuan diuji sebanyak 3 kali pengulangan. Lama perendaman 8 jam dan analisis data menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein kembung perempuan tertinggi pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% sebanyak 19.51 % sedangkan kadar terendah yaitu 18.49 % pada perlakuan tanpa perendaman. Kadar lemak tertinggi sebanyak 1.36 % perlakuan tanpa perendaman dan terendah pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% sebanyak 0.92 %. Nilai rata-rata ALT tertinggi pada perlakuan tanpa perendaman yakni yaitu 3.0 (3.0×104). Nilai rata-rata organoleptik tertinggi pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% mata 7,16, insang 6,84, daging 7,2, bau 7,32 dan tekstur 7,44 sedangkan rata-rata organoleptik lendir tertinggi perlakuan tanpa perendaman 7,2. Kesimpulan penelitian ini bahwa berdasarkan lama perendaman, kadar protein dan lemak serta nilai organoleptik air kelapa fermentasi efektif digunakan untuk mengawetkan ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma).
Pengaruh perendaman daun mangrove (Rhizophora mucronata) sebagai daya hambat mikroba terhadap nilai angka lempeng total ikan nila (Oreochromis niloticus) Nurhaliza, Siti; Angreni, Husni; Alifia, Frida; Nursyahran, Nursyahran
Agrokompleks Vol 24 No 2 (2024): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i2.743

Abstract

Kesegaran ikan merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan kualitas serta daya awet ikan sebelum diolah menjadi suatu produk. Salah satu cara untuk menghambat kerusakan ikan setelah ditangkap yaitu dengan cara pengawetan alami menggunakan daun mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman daun mangrove sebagai daya hambat mikroba pada ikan nila terhadap nilai Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei sampai bulan Juni 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 konsentrasi (0%, 25% dan 50%) selama penyimpanan 12 jam. Data dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsetrasi yang terbaik untuk menghambat pertumbuhan mikroba pada ikan nila yaitu pada konsentrasi 50% dengan nilai ALT sebesar 17.000 koloni/g.
Peningkatan Keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Takalar Melalui  Pelatihan Pengolahan Bandeng Tanpa Duri Harianti Harianti; Husni Angreni; Zul Khairiyah; Jawiana Saokani Sofyan; Mutemainna Karim; Mesalina Tri Hidayani
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 1, Nomor 1, April 2024
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/kv18n445

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan dan pengemasan pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Takalar dalam pengolahan Bandeng Tanpa Duri (BATARI), (2) meningkatkan nilai konsumsi ikan bandeng karena produk ini dibuat khusus untuk menghilangkan duri yang banyak terdapat pada daging ikan bandeng, (3) menciptakan peluang bisnis dan pendapatan baru bagi WBP Lapas Takalar  melalui keterampilan yang didapat dalam pelatihan tersebut. Pencapaian tujuan pelatihan tersebut dilakukan melalui pelatihan dengan metode ceramah, demontrasi, tanya jawab dan evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan pelatihan dilaksanakan monitoring atau evaluasi oleh tim PKM untuk melihat dan menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan pengolahan Bandeng Tanpa Duri. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pelatihan pada program Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut berjalan lancar dan sukses. Program pelatihan ini mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat produk Bandeng Tanpa Duri dan dapat memberikan peluang bisnis dan pendapatan baru bagi WBP lapas Takalar. Adapun saran yang dapat diajukan dari hasil program Pengabdian Kepada Masyarakat, bagi mitra Lapas Takalar untuk melanjutkan kegiatan ini yakni pengolahan berbagai produk olahan lainnya berbahan baku Bandeng Tanpa Duri.  
PENGARUH SUHU DAN ARUS TERHADAP POLA KEDATANGAN IKAN DI SEKITAR DRIFT GILL NET MENGGUNAKAN TEKNOLOGI HIDROAKUSTIK DI PERAIRAN GALESONG UTARA Angreni, Husni; Rapi, Nuraeni L.; Kantun, Wayan; Firman, Firman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.2.2025.%p

Abstract

Perkembangan teknologi perikanan tangkap merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas tangkapan yang diharapkan ramah lingkungan dalam pemanfaatan sumberdaya perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kedatangan dan jenis tangkapan ikan pada alat tangkap drift gill net, dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan September 2019 diperairan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dan dilakukan dengan mengambil data hasil tangkapan menggunakan Fihsfinder pada Drift gill net. Pengambilan data dengan mengikuti operasi penangkapan selama 30 Trip. Hasil penelitian menunjukan bawa pola kedatangan ikan pada kedalaman 0-30 Meter dengan Frekuensi 50 KHz kisaran suhu 27-29°C serta kecepatan arus di kisaran 8,24 m/s. Pengamatan Fishfinder ikan Schooling secara horizontal dan vertikal mengikuti arah gerak arus dari arah Selatan bibir pantai. Pola kedatangan ikan dikarenakan terdapat banyak sumber makanan terbawa arus. komposisi jenis hasil tangkapan ikan paling banyak tertangkap pada Drift gill net seperti ikan Tembang (Sardinella gibbosa) sebanyak 80% atau 2.495 ekor (kisaran Panjang 10.5-12.5 cm), ikan peperek (Leiognathus equulus) sebanyak 109 ekor, ikan layang (Detapterus pusailus) sebanyak 3 ekor, ikan layur (Trichiurus savala) sebanyak 2 ekor, ikan kembung (Alepes djedeba) sebanyak 2 ekor. Kesimpulan penelitian bahwa operasi penangkapan Drift gill net menggunakan alat bantu Fishfinder memiliki hasil tangkapan lebih banyak, pola kedatangan ikan mengikuti arah arus menuju ke arah utara baik secara bergerombol maupun individu.
The Effect of Boiled Water of Kemis Mas Ngur (Atactodea striata) on The Nutrition and Organoleptics of Noodle Sauce Jumrawati, Jumrawati; Angreni, Husni; Syahrin, Muh Alfi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.8035

Abstract

Mas Ngur clams are usually processed by boiling and the boiled water is simply thrown away. The people of Kei, Southeast Maluku, have long used this clam as a traditional medicine for jaundice by eating the meat and drinking the boiled water. This research aims to determine the nutritional content and organoleptic value of boiled water from mas ngur clams (Atactodea striata) which will be used as soup for noodles. This research was carried out from August to September 2019. Samples of mas ngur clams (Atactodea striata) were taken from Kapoposang Island, Pangkep Regency, South Sulawesi. Sampling was carried out using the Completely Randomized Design (CRD) method with a simple random sampling technique. Data analysis using ANOVA. The results of the research showed that the highest average protein value was sample (C) 10.73% with a treatment concentration of 300g and the highest average fat content was sample (C) 0.13% with a treatment concentration of 300g. Meanwhile, the highest organoleptic taste averages were in sample (C) with a concentration of 300g, namely 7.20 and 7.00. Average organoleptic color of the sample (C) with a treatment concentration of 300g. The highest average texture organoleptic value in sample (C) with a 300g concentration treatment was 7.00 and the highest aroma organoleptic value in sample (A) with a 200g concentration treatment was 7.73. The conclusion of the analysis of variance results showed that the boiled water of mas ngur clams (Atactodea striata) had a significant effect on protein content (p>0.05) and had no significant effect on fat content values (p<0.05) and had no significant effect on organoleptic values (p<0.05).
RESTORASI EKOSISTEM PADANG LAMUN MELALUI TEKNOLOGI BIO-FADs TREE DENGAN BAHAN DASAR RUMPUT LAUT PADA PERIKANAN DEMERSAL Kantun, Wayan; Wulandari, Sri; Angreni, Husni; Susaniati, Warda; Kabangnga, Arnold; Hasbi, Ibnu Malkan; Idrus, Muhammad Ikhsan
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2057

Abstract

Coastal water ecosystems in general have experienced damage as a result of fishing that is not environmentally friendly. This unfriendly fishing causes the fish's feeding grounds to be damaged so that fishing activities in coastal areas need to involve fishing aids to collect fish. The fishing aids implemented are in accordance with the fishing objectives to be achieved. The implementation of fishing aids aims to attract attention and bring fish to the area where the attractor is installed, making it easier to catch. One of the fishing aids used is Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs Tree) or live FADs equipped with Kappaphycus alvarezii seaweed which acts as an attractor to attract fish so they can be easily caught. This service is carried out in Mamuju waters for the purpose of catching demersal fish. The service is carried out using trap fishing equipment. The results of the service showed that the catches obtained were Pink ear emperor (Lethrinus lentjan), Redbelly yellowtail fusilier (Caesio cuning), Streaked spinefoot (Siganus javus), batik Vermiculated spinefoot (Siganus vermiculatus) and Orange-spotted spinefoot (Siganus gutattus), White-spotted spinefoot (Siganus canaliculatus), and Surf parrotfish (Scarus rivulatus). All of the catches are fish of important economic value
POLA KEDATANGAN IKAN PADA AREA PENANGKAPAN BAGAN TANCAP SEKITAR MANGROVE DENGAN TEKNOLOGI HIDROAKUSTIK Angreni, Husni; Sudirman, Sudirman; Kurnia, Muhammad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3146

Abstract

Alat bantu penangkapan ikan dengan metode teknologi hidroakustik bidang penangkapan ikan pada umumnya digunakan untuk mempelajari tingkah laku ikan dan secara khusus mampu mendeteksi keberadaan ikan pada suatu alat tangkap di area penangkapan tertentu. Kajian pola kedatangan dengan metode akustik ini dilakukan untuk mengetahui arah kedatangan ikan di area bagan, berdasarkan kedalaman dan waktu pengamatan. Studi dilakukan dengan metode experimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada satu unit bagan tancap di Perairan Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan pada November 2015 sampai April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan mendatangi sumber cahaya dan alat bantu aktraktor dengan pola gerombolan kecil dan individu (Ikan domersal). Kedatangan ikan mengalami peningkatan jumlah selama penelitian rata-rata pada pukul 20:00-22:00 Wita dan pukul 03:00-04.30 Wita. Kawanan ikan mendatangi sumber cahaya pada kedalaman 2-5 meter dengan pola kedatangan kawanan ikan dari arah kanan (sebelah Barat) berfokus pada pencahayaan dan kiri bagan (sebelah Timur) pada aktraktor. Hal ini dapat dijadikan acuan waktu Hauling yang tepat untuk penarikan jaring lebih efektif.
Nutrional analysis of male mackerel gyoza (Rastrelliger kanaguarta) fortififed with Kappaphycus alvarezii Seaweed Muskirah, Muskirah; Harianti, Harianti; Salam, Ayusal; Angreni, Husni; Khairiyah, Zul
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.9.2.127-130

Abstract

Food is very important as a source of nutrient for the body every day. Currently, the trend of fast food is increasingly attracting people’s interest without considering the nutrional content in it. Gyoza is a fast food similar to dimsum that has a savory and taste in the from of jiozia. Modification of gyoza filling using male mackerel (Rastrelliger kanaguarta) and Kappaphycus alvrezii seaweed is made as an alternative to healthy fast food. This study aims to determine the characteristic of the chemical and sensory quality of male mackerel gyoza (Rastrelliger kanaguarta) fortifed with Kappaphycus alvarezii seaweed. This research method was carried out in March-June 2025 using the experimental laboratory method with three treatments and repetitions for chemical test. The addition of Kappaphycus alvarezii seaweed to the nutrition of male mackerel gyoza had a significant effect (p<0.005) based on the ANOVA test, highest protein content in sample A without seaweed 19.97%, the highest iodine content in sample C fortified with 20 grams of seaweed 20.06 µg/g, the highest fiber content sample C fortified with 20 grams of seaweed with a result of 9.55%.
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Dalam Peningkatan Ekonomi Melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan di RT 004 Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Sofyan, ⁠Jawiana Saokani; Khairiyah, ⁠Zul; Alifia, Frida; Karim, Mutemainna; Harianti, Harianti; Angreni, Husni; Awaluddin, Awaluddin
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 1, Issue 2, 2025
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v1i2.80

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kondisi kelompok Dasawisma RT 004 RW 005 Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar yang sebagian besar anggotanya adalah ibu rumah tangga dengan potensi besar namun belum optimal dalam memanfaatkan peluang ekonomi di lingkungannya. Melalui kegiatan ini, tujuan yang hendak dicapai adalah meningkatkan pengetahuan, minat, dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah ikan lele menjadi produk diversifikasi bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan melalui ceramah, diskusi, dan penyuluhan, serta praktek penerapan teknologi pengolahan ikan lele menjadi nugget dan abon. Kegiatan pendampingan dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan keberlanjutan hasil. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa para peserta sangat antusias dan aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka mampu memahami materi, mempraktekkan teknik pengolahan dengan baik, serta menunjukkan minat untuk mengembangkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha kecil maupun untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memberdayakan kelompok Dasawisma dalam meningkatkan keterampilan sekaligus mendukung upaya peningkatan ekonomi keluarga melalui diversifikasi olahan ikan lele.
NISBAH KELAMIN DAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD KEPITING BAKAU, Scylla serrata (Forskal, 1775) DI PERAIRAN SUNGAI SANRANGANG KABUPATEN TAKALAR Kantun, I Wayan; Wulandari, Sri Wulandari; Angreni, Husni Angreni
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 2 (2022): (Agustus) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.2.2022.57-67

Abstract

Aktifitas pemanfaatan kepiting bakau di perairan sungai Sanrangang Kabupaten Takalar telah dilakukan secara intensif sehingga dikhawatirkan sudah terjadi penangkapan berlebih dan penurunan ukuran secara reproduksi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan ukuran pertama kali matang gonad kepiting bakau (Scylla serata). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus tahun 2020 di Sungai Sanrangang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing untuk membandingkan efisiensi dan efektivitas tiga jenis bubu yakni bubu lipat, rakkang dan bubu velg, dengan menggunakan umpan ikan mujair. Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah dengan uji non parametrik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah hasil tangkapan kepiting bakau untuk bubu lipat, rakkang dan bubu velg secara berturut-turut adalah 120; 107; dan 110 ekor. Nisbah kelamin kepiting bakau jantan dan betina untuk bubu lipat, rakkang dan velg masing-masing sebesar 1,67:1,00; 1,81:1,00 dan 1,50:1,00. Tingkat kematangan gonad yang ditemukan mulai tingkat I hinggaV yang didominasi fase matang gonad untuk bubu lipat sebesar 47,50%, rakkang 68,22% dan bubu velg 51,82%). Ukuran kali pertama matang gonad kepiting bakau jantan untuk bubu lipat, rakang dan velg masing-masing pada lebar karapas sebesar 80,13 mm, 77,15 mm dan 77,52 mm sedangkan untuk betina berturut-turut pada lebar karapas 82,54 mm, 76,10 mm dan 85,16 mm. Nisbah kelamin dalam keadaan seimbang dengan kondisi kepiting bakau jantan lebih awal mengalami matang gonad. Ukuran lebar karapaks kepiting bakau yang diperoleh pada penelitian ini di bawah 12 cm dan tidak memenuhi syarat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16/PERMEN-KP/2022.Mud crab utilization activities in the Sanrangang river waters, Takalar Regency have been carried out intensively so that it  tends that overfishing has occurred and  decrease in reproductive size. This study aimed to  analyse sex ratio, gonads maturity  stage ( GMS) and the width of first maturity of mud crab (Scylla Serata). This research was conducted from June to August 2020 in the Sanrangang River, Takalar Regency, South Sulawesi Province,  used an experimental fishing method to compare the efficiency and effectiveness of three types of traps, namely folding, rakkangs and velg, using mozambique tilapia  as bait. The data obtained were processed by Chi Square non-parametric test. The results indicated that the number of mud crabs for folding trap, rakkangs and velg trapwere 120; 107; and 110 individuals, respectively. The sex ratio of male and female for folding trap, rakkangs and velg trap were 1.67:1’00; 1.81:1.00 and 1.50:1.00. The gonad maturity stage showed that was starting from stage  I-V which dominated by the mature stages for folding trap 47.50%, rakkang 68,22% and velg trap 51.82%. The width at first maturity of male for folding trap, rakkangs and velg trap respectively for carapace width were 80.13 mm, 77.15 mm and 77.52 mm, while for females were 82.54 mm, 76.10 mm and 85.16 mm. The sex ratio was in balance with the condition of the male mud crabs earlier matured.  The width of the mud crab shell obtained in this study was below 12 cm or 120 mm that  did not meet the requirements of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Regulation Number 16/PERMEN-KP/2022.