Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH BABY SPA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI PMB FAUZIAH RITA TELUK MENGKUDU KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Simanjuntak, Eva Hotmaria; Etty, Christina Roos; Siregar, Ronni Naudur
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i1.3001

Abstract

Almost 5-10% of preschool-aged children experience minor brain dysfunction, including impaired fine motor development. This study uses an experimental research design with descriptive. The design of this study used a one-group pre-test and post-test design without a control group. The population in this study were all infants aged 3-6 months living in the Fauziah Rita PMB service area Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai Regency. The sample of this study was 25 people, using purposive sampling technique. The instruments in this study were a check list sheet and a KPSP sheet. Hypothesis testing using a statistical test t-dependent test. The results showed that there was an effect of baby spa on motor development at the age of 3-6 months at the midwife's clinic, Fauziah Rita, Teluk Mengkudu sub-district, Serdang Bedagai district, with a p value of 0.000 0.05. Suggestions for babies and toddlers to get baby spa services to help maintain and improve growth and development, especially at the motor development stage.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BADUTA (6-24 BULAN) DI PUSKESMAS BUHIT SAMOSIR Purba, Agnes; Siregar, Ronni Naudur
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi akan muncul ketika asupan zat gizi dan kebutuhannya tidak sesuai. Kekurangan nutrisi yang terjadi pada bayi dapat menimbulkan berbagai permasalahan gizi yang dapat dinilai dari status gizi. Permasalahan gizi yang mayoritas terjadi di Indonesia yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Paling banyak kasus gizi dan saat ini sedang banyak dilakukan intervensi untuk perbaikannya adalah kurang gizi kronis dengan bentuk anak pendek (stunting) dan anak kurus (wasting). Data di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir jumlah balita bulan Februari tahun 2023 sebanyak 2.455 orang dan yang mengalami stunting sebanyak 98 orang (4%). Data bulan Agustus tahun 2023 jumlah balita 2.404 orang dan yang mengalami stunting 129 orang (5.4%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi baduta (6-24 bulan) desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penlitian ini adalah ibu yang memiliki baduta usia 6-24 bulan di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir. Data diambil melalui wawancara menggunakan kuisioner terhadap 45 orang ibu baduta dan juga melalui pengukuran langsung berat badan dan panjang badan baduta. Kemudian data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi baduta dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi (BB/PB). Oleh sebab itu penting untuk peningkatan konseling tentang pemenuhan gizi seimbang pada ibu baduta dan tentang ASI eksklusif yang dilakukan pada saat pelaksanaan posyandu, saat melakukan ANC dan saat ibu menyusui dan suami/keluarga.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KUALITAS PELAYANAN KB DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI KLINIK KESUMA BANGSA KECAMATAN PERBAUNGAN TAHUN 2020 Veronika Sinaga, Lia Rosa; Widati, Sri; Siregar, Ronni Naudur
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan sangat kurang. Kurangnyapemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan terkait dengan pengetahuan dan kualitas pelayanan KB.Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis hubungan pengetahuan dan kualitas pelayanan KB dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor yang menggunakan KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan pada bulan Januari s/d Desember 2019 berjumlah 132 orang dan sampel sebanyak 57 orang. Pengumpulan data dengan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistikChi Squaredengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000) dan kualitas pelayanan KB (ketersediaan alat kontrasepsi (p=0,000) dan ketersediaan tenaga terlatih (p=0,000) berhubungan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan. Disarankan bagi akseptor KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan perlu meningkatkan pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan dan mencari informasi tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), bagi tenaga yang bertugas melayani akseptor KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan perlu meningkatkan pemahaman akseptor KB tentang kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan bagi Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan agarlebihmeningkatkan ketersediaan alat kontrasepsi dan ketersediaan tenaga terlatih khususnya bidan sebagai tenagayang bertugas untuk melayani akseptor KB.
PENGARUH EDUKASI MEDIA AUDIO VISUAL AIDS (AVA) TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING PADA BALITA DI PMB RONNI SIREGAR Siregar, Ronni Naudur; Barus, Ernawati; Siahaan, Tantri Sufina
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6704

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang masih banyak dialami oleh balita di seluruh dunia akibat kekurangan gizi, terutama pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan. Upaya pencegahan stunting sangat dipengaruhi oleh keberhasilan edukasi gizi. Keberhasilan edukasi tersebut sangat bergantung pada media yang digunakan. Pendidikan kesehatan tidak cukup hanya melalui informasi tertulis atau ceramah, tetapi memerlukan metode dan media yang tepat agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat secara optimal. Tujuan: menganalisis efektifitas edukasi stunting menggunakan audia visual aids terhadap pengetahuan ibu tentang stunting di PMB Ronni Siregar. Metode: penelitian kuantitatif dalam desain Quasi Experiment. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita 0-59 bulan tidak stunting di PMB Ronni Siregar sebanyak 56 ibu yang tidak memiliki balita stunting sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan uji Mc. Nemar. Hasil: menunjukkan p-value 0,00 terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi stunting menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan ibu tentang stunting. Kesimpulan: Di harapkan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di PMB Ronni Siregar memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna pelayanan kebidanan khususnya dalam memberikan promosi kesehatan/ informasi yang berhubungan stunting dengan media yang menarik yang meliputi pencegahan, deteksi dini hingga pada penanganan kasus stunting sehingga kasus stunting dapat dicegah dan ditangani.
Efektifitas Aplikasi Midwiferesq dalam Mempercepat Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Sharfina Haslin; Ade Maulana; Ronni Naudur Siregar; Juneris Aritonang
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i1.6773

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) masih tinggi, terutama di layanan primer, salah satunya disebabkan oleh keterlambatan penanganan kegawatdaruratan obstetri. Pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi MidwifeResQ dengan fitur Emergency Button, berpotensi mempercepat respons tenaga kesehatan dan meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan:Untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi MidwifeResQ dalam mempercepat penanganan kegawatdaruratan obstetri dan meningkatkan kepuasan pasien di Klinik Pratama Tanjung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan satu kelompok (one-group pretest-posttest). Sampel terdiri dari 22 ibu hamil berisiko tinggi. Kepuasan pasien diukur menggunakan Patient Satisfaction Questionnaire Form (PSQ-18), sedangkan kondisi klinis pasien dievaluasi menggunakan Maternal Early Warning Criteria (MEWC). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk membandingkan skor pre- dan post-intervensi. Hasil: Setelah intervensi dengan aplikasi MidwifeResQ, terdapat peningkatan signifikan skor PSQ-18, dengan mayoritas pasien beralih dari kategori ‘cukup puas’ menjadi ‘puas’ atau ‘sangat puas’. Skor MEWC menunjukkan perbaikan kondisi klinis, di mana sebagai responden berpindah dari kategori ‘perubahan signifikan’ ke ‘normal’ atau ‘perubahan ringan’ (Asymp. Sig. 0,05). Kesimpulan: Aplikasi MidwifeResQ efektif dalam mempercepat respons tenaga kesehatan terhadap kegawatdaruratan obstetri dan meningkatkan kepuasan pasien. Temuan ini mendukung pengembangan strategi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan obstetri di layanan primer.
PENGARUH EDUKASI MEDIA AUDIO VISUAL AIDS (AVA) TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING PADA BALITA DI PMB RONNI SIREGAR Ronni Naudur Siregar; Ernawati Barus; Tantri Sufina Siahaan
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang masih banyak dialami oleh balita di seluruh dunia akibat kekurangan gizi, terutama pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan. Upaya pencegahan stunting sangat dipengaruhi oleh keberhasilan edukasi gizi. Keberhasilan edukasi tersebut sangat bergantung pada media yang digunakan. Pendidikan kesehatan tidak cukup hanya melalui informasi tertulis atau ceramah, tetapi memerlukan metode dan media yang tepat agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat secara optimal. Tujuan: menganalisis efektifitas edukasi stunting menggunakan audia visual aids terhadap pengetahuan ibu tentang stunting di PMB Ronni Siregar. Metode: penelitian kuantitatif dalam desain Quasi Experiment. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita 0-59 bulan tidak stunting di PMB Ronni Siregar sebanyak 56 ibu yang tidak memiliki balita stunting sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan uji Mc. Nemar. Hasil: menunjukkan p-value 0,00 terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi stunting menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan ibu tentang stunting. Kesimpulan: Di harapkan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di PMB Ronni Siregar memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna pelayanan kebidanan khususnya dalam memberikan promosi kesehatan/ informasi yang berhubungan stunting dengan media yang menarik yang meliputi pencegahan, deteksi dini hingga pada penanganan kasus stunting sehingga kasus stunting dapat dicegah dan ditangani
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SENSORY PLAY MAT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 6–12 BULAN DI PMB RONNI SIREGAR Ronni Naudur Siregar; Elisa Silvia Aritonang; Lampita Sitorus; Enni Halawa
Jurnal Reproductive Health Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v11i1.6510

Abstract

Latar belakang: Masa bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis perkembangan karena terjadi percepatan pematangan sistem saraf dan otot yang menjadi dasar perkembangan motorik kasar dan halus. Pada periode ini, tingginya neuroplastisitas menjadikan stimulasi sensorik dan motorik berulang sangat penting dalam pembentukan koneksi saraf, sedangkan keterlambatan perkembangan dapat berdampak pada aspek kognitif, sosial-emosional, dan meningkatkan risiko gangguan neurologis di kemudian hari. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sensory play mat terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Metode: menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi-experimental (eksperimen semu). Desain yang digunakan adalah one group pretest–posttest design, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengukur perkembangan motorik bayi sebelum diberikan intervensi (pretest), kemudian memberikan perlakuan berupa penggunaan Sensory play mat , dan selanjutnya melakukan pengukuran kembali setelah intervensi (posttest). Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara perkembangan motorik bayi sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai signifikansi p = 0,002. Dengan demikian, penggunaan sensory play mat efektif terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar. Kesimpulan: Karakteristik responden dalam penelitian ini terdiri dari 17 bayi usia 6–12 bulan, dengan distribusi usia terbanyak pada kelompok 6–8 bulan dan 9–11 bulan, masing-masing 7 bayi (41,2%), serta didominasi oleh bayi laki-laki sebanyak 9 bayi (52,9%). Sebelum diberikan intervensi sensory play mat, perkembangan motorik menunjukkan 7 bayi (41,2%) berada pada kategori sesuai, 7 bayi (41,2%) kategori meragukan, dan 3 bayi (17,6%) kategori penyimpangan. Setelah intervensi, terjadi peningkatan perkembangan motorik, dengan 15 bayi (88,2%) berada pada kategori sesuai, 2 bayi (11,8%) kategori meragukan, dan tidak ada lagi bayi yang berada pada kategori penyimpangan.