Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FORMULASI SPRAY GEL BERBASIS MINYAK ATSIRI Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm. TERHADAP Aedes aegypti Samaniyah, Siti; Anwar, Chairanisa; Asyura, Finaul; Maulidar, Maulidar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4766

Abstract

Produk pengusir nyamuk di pasaran umumnya berupa aerosol, lotion, atau obat nyamuk bakar, dengan bahan aktif seperti DEET (diethyl- meta-toluamide). Namun, pada konsentrasi tinggi, DEET (diethyl- meta-toluamide) dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi, hipersensitivitas, dan gatal-gatal. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko ini, diperlukan pengembangan pestisida alami dari tumbuhan yang lebih aman, mengingat pestisida sintetik memiliki potensi bahaya bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui apakah minyak atsiri bunga Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm. dapat dibuat dalam formulasi sediaan spray gel dan efektif sebagai anti nyamuk. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium. Spray gel diformulasikan dengan F0 tidak ada penambahan zat aktif minyak atsiri, sedangkan pada F1 (4%), F2 (8%), F3 (16%) ada penambahan minyak atsiri bunga kecombrang, kemudian tahap evaluasi formulasi sediaan spray gel dan data uji efektivitas formulasi spray gel antinyamuk dianalisis menggunakan metode statistik berupa uji One Way Anova.Hasil penelitain hasil uji organoleptik, pH, daya sebar, viskositas, dapat digunakan sebagai formula repelan alami dan tidak terjadi iritasi. Formulasi sediaan spray gel dari minyak atsiri bunga kecombrang dengan konsentrasi 4%, 8%, dan 16% menghasilkan masing-masing daya tolak 48,45%, 54,63%, dan 79,12%.
Determinan Kejadian Hipertensi Pada Anggota Polisi di Polres Aceh Utara Anwar, Chairanisa; Iqbal, Chairul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2301

Abstract

Laporan Riskesdas 2018, pengukuran tekanan darah usia 18 tahun keatas menyatakan bahwa prevalensi penderita hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Aceh menempati urutan ke 13 prevalensi hipertensi tertinggi yaitu sebesar 9,7% (Riskesdas, 2013). Sedangkan jumlah penderita hipertensi di Aceh pada tahun 2019 sebanyak 283.910 orang atau 25%. Pekerjaan yang turut mempengaruhi risiko seseorang terkena hipertensi adalah polisi. Polisi mengalami stres, pola makan yang salah, gaya hidup yang tidak sehat yang dapat menyebabkan polisi memiliki faktor risiko terhadap penyakit hipertensi yang saat ini merupakan penyakit yang bukan hanya menurunkan produktifitas dan aktifitas tetapi juga menimbulkan kesakitan. Tujuan Penelitian: Mengetahui determinan kejadian hipertensi pada anggota Polisi di Polres Aceh Utara tahun 2022. Metode Penelitian: Analitik dengan desain cross sectional, total sampel 65 orang anggota Polisi yang berdinas di Polres Aceh Utara, dimulai tanggal 17 – 24 Mei 2022. Menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu uji chi-square dan dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : ada hubungan P value 0,016 konsumsi kopi, ada hubungan P value 0,007 kebiasaan merokok, dan tidak ada hubungan P value 1,000 obesitas dengan kejadian hipertensi pada anggota Polisi di Polres Aceh Utara tahun 2022. Kesimpulan: Ada hubungan konsumsi kopi dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada anggota Polisi di Polres Aceh Utara tahun 2022. Saran: Menjalankan pola hidup sehat dengan mengatur asupan harian, tidak terlalu sering konsumsi kopi dan menghindari merokok agar terhindar dari hipertensi.Kata Kunci    : hipertensi, konsumsi kopi, merokok dan obesitas The 2018 Riskesdas report, measuring blood pressure aged 18 years and over, states that the prevalence of hypertension sufferers in Indonesia is 34.1%. Aceh ranks 13th with the highest prevalence of hypertension at 9.7% (Riskesdas, 2013). Meanwhile, the number of people with hypertension in Aceh in 2019 was 283,910 people or 25%. The occupation that also affects a person's risk of developing hypertension is the police. Police experience stress, wrong diet, unhealthy lifestyle which can cause police to have risk factors for hypertension which is currently a disease that not only reduces productivity and activity but also causes pain. Research Objectives: To determine the determinants of the incidence of hypertension in members of the Police at the North Aceh Police in 2022. Research Methods: Analytical cross-sectional design, a total sample of 65 police officers serving in the North Aceh Police, starting from 17 to 24 May 2022. Using non-parametric statistical tests, namely the chi-square test and analyzed univariately and bivariately. Research results: there is a relationship P value 0.016 coffee consumption, there is a relationship P value 0.007 smoking habits, and there is no relationship P value 1,000 obesity with the incidence of hypertension in members of the Police in North Aceh Police in 2022. Conclusion: There is a relationship between coffee consumption and smoking habits with the incidence of hypertension in members of the Police at the North Aceh Police in 2022. Suggestion: Running a healthy lifestyle by regulating daily intake, not consuming coffee too often and avoiding smoking to avoid hypertension.Keywords: hypertension, coffee consumption, smoking and obesity
Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh ZA, Raudhatun Nuzul; Anwar, Chairanisa; Husna, Asmaul; Maisurah, Maisurah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2351

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab kematian terbesar didunia. Menurut World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat sekitar tujuh belas juta orang meninggal dunia akibat penyakit degeneratif . Hasil Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat penyakit degenerative di Indonesia mencapai 65.7%. Provinsi Aceh menduduki peringkat tertinggi untuk prevalensi penyakit degeneratif dengan persentase 43%. Ingin mengetahui Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup SEhat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien yang berkunjung di poliklinik rumah sakit bhayangkara. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan pengambilan sampel memakai tekhnik probability sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Ada hubungan pengetahuan pasien penyakit degenerative dengan penerapan program gerakan hidup masyarakat sehat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh dengan hasil p- value = 0,072. Bagi masyarakat atau pasien yang memiliki Riwayat penyakit degenerative maupun tidak agar dapat menjaga Kesehatan dan menerapkan program GERMAS dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh Kesehatan yang baik sehinggga terhindar dari penyakit. Dan juga bagi masyarakat harus mengetahui dan meningkatkan kesadaran terhadap program GERMAS yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat.Kata Kunci : Penerapan GERMAS, PengetahuanThe Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a systematic and planned action carried out jointly by all components of the nation with awareness, willingness, and ability to behave healthily to improve the quality of life. Degenerative diseases are one of the biggest causes of death in the world. According to the World Health Organization (WHO), every year around seventeen million people die from degenerative diseases. The results of the 2018 Riskesdas data show that the rate of degenerative diseases in Indonesia reaches 65.7%. The province of Aceh was ranked the highest for the prevalence of degenerative diseases with a percentage of 43%. Want to know the relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the implementation of the Healthy Living Community Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital, Banda Aceh City. This type of research is an analytical survey research with a cross-sectional approach. The population is patients who visit the polyclinic of Bhayangkara Hospital. The number of samples was as many as 90 respondents with sampling using a probability sampling technique. Data analysis using Chi-square test. Shows that there is a relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the application of the Healthy Community Life Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital Banda Aceh City with a p-value = 0.072. For the community or patients who have a history of degenerative diseases or not to maintain health and implement the GERMAS program in daily life to obtain good health to avoid disease. And also for the community to know and increase awareness of the GERMAS program provided by the government for the community..Keywords : GERMAS Application, Knowledge 
Analisis Dampak Infertil Terhadap Kesehatan Jiwa Pada Wanita Yang Sudah Menikah Di Kabupaten Pidie Tahun 2023 Asyura, Finaul; Anwar, Chairanisa; Rosdiana, Eva; Fitriliana, Fitriliana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3974

Abstract

Latar Belakang: Infertilitas adalah ketidak mampuan untuk hamil, ketidak mampuan mempertahankan kehamilan, ketidak mampuan untuk membawa kehamilan kepada kelahiran hidup. Infertilitas dapat bersifat primer dimana pasangan yang gagal untuk mendapatkan kehamilan sekurang- kurangnya dalam satu tahun berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi dengan angka kejadian sebanyak 62,0% dan infertilitas sekunder yaitu ketidakmampuan seseorang memiliki anak atau mempertahankan kehamilannya dengan angka kejadian sebanyak 38,0%. Tujuan penelitian: untuk mengetahui menganalisis dampak infertil terhadap kesehatan jiwa pada wanita di Kabupaten Pidie. Metode penelitian: kualitatif dengan pendekatan ferminologi yang dimaksudkan untuk mengeksplorasi fenomena dampak infertil terhadap kesehatan jiwa pada wanita yang telah menikah. Dimana informan penelitian ini sebanyak delapan orang informan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, in-depth interview, dan dokumentasi selama proses penelitian dan analisis data yaitu menggunakan analisis komponensial (content). Hasil penelitian: dapat menjadi motivasi Wanita infertil dalam upaya mencari dan mendengarkan informasi serta penyuluhan yang jelas terhadap upaya pengobatan infertil.Kata Kunci: Infertil, Kesehatan Jiwa, Stress, Copping Mechanism, Upaya Pengobatan Background: Infertility is the inability to get pregnant, the inability to maintain a pregnancy, the inability to bring a pregnancy to a live birth. Infertility can be primary where couples who fail to conceive for at least one year have regular sexual intercourse without contraception with an incidence rate of 62.0% and secondary infertility, namely the inability of a person to have children or maintain a pregnancy with an incidence rate of 38.0%. Research objective: to analyze the impact of infertility on mental health in women in Pidie Regency. Research method: qualitative with a ferminological approach intended to explore the phenomenon of the impact of infertility on mental health in married women. Where the informants for this research were eight informants. Data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation during the research and data analysis process are using componential (content) analysis. Research results: can be a motivation for infertile women to seek and listen to clear information and counseling regarding infertile treatment efforts.Keywords: Infertility, Mental Health, Stress, Coping Mechanism, Treatment Efforts
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Gizi Pada Anak Usia 1-5 Tahun di Desa Blang Panyang Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Rosdiana, Eva; Anwar, Chairanisa; Safitri, Faradilla; Mimosa, Rizka
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1991

Abstract

Latar Belakang Masalah: Gizi sangat berperan dalam tumbuh kembang anak. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah mencapai tumbuh kembang anak yang lebih baik. Namun masih adanya ibu yang tidak memberikan gizi yang baik kepadanya anaknya. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi pada anak. Pengetahuan akan berpengaruh terhadap sikap ibu dalam memberikan asupan gizi kepada anak. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu adalah memberikan pemahaman terkait gizi melalui pendidikan kesehatan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi pada anak usia 1-5 tahun di Desa Blang Panyang Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu experimental design dengan pendekatan one group posttest design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6 - 20 Oktober tahun 2021 di Desa Blang Panyang Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun sebanyak 34 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Kemudian pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik paired sample t test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang gizi pada anak usia 1-5 tahun dengan hasil nilai p-value 0,000. Kemudian ada pengaruh sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang gizi pada anak usia 1-5 tahun dengan hasil p value yaitu 0,000. Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi pada anak usia 1-5 tahun di Desa Blang Panyang Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Oleh karena itu, diharapkan kepada ibu agar lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang gizi pada anak sehingga akan memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan Ibu, Sikap IbuBackground: Nutrition play an important role in children are sprouting. The purpose of the provision of good nutrition is reached sprouting up children who are better. But fact that there are still mother who do not give nutrition him an excellent his son. It is due to lack of knowledge mom about nutritiarians on child. Knowledge will have an influence to the mother in providing nutritional intake to children. One effort to increase knowledge and attitude mother is give the understanding of related nutrition through education health. Research Purposes: To know the influence of health education to knowledge and attitude mommy about of nutrition in children aged 1-5 years in the Village Blang Panyang sub District in Seunagan Timur District Nagan Raya. Methodolog: The kind of research is experimental design by approach one group posttest design. The study is done at dated 6 - 20 October year 2021 in the Village Blang Panyang sub District in Seunagan Timur District Nagan Raya. Sample the population and in this research was children for the 5-1 years 34 people. An instrument used the questionnaire sheets. Then data processing was conducted using statistical tests paired sample t test. The Research Results: The research results show that any impact the knowledge before and after about nutrition given education health for children age 1-5 years the p-value 0,000. Then there was the influence of the mother before and after given about nutrition education health in children aged 1-5 years in the p-value 0,000. Conclusion and Recommendations: Based on the result of this research can be concluded that there is the influence of health education to knowledge and attitude mommy about of nutrition in children aged 1-5 years in the Village Blang Panyang sub District in Seunagan Timur District Nagan Raya. Hence, expected to mothers so that increase knowledge and attitudes about nutrition for children so as to give good impact growth and child development.Keywords: Education Health, Knowledge Mother, Attitude Mother
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pemenuhan Imunisasi Campak Lanjutan di Masa Pandemi Covid-19 Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang Safitri, Faradilla; Rahmi, Nuzulul; Anwar, Chairanisa; Andika, Fauziah; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1590

Abstract

Abstrak Campak adalah penyakit yang sering menyebabkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Imunisasi campak diberikan pada bayi usia 9 bulan dan imunisasi campak lanjutan diberikan pada balita dalam rentang usia 18-24 bulan. Cakupan balita yang mendapatkan imunisasi lanjutan  (DPT-HB-Hib dan campak) pada tahun 2019 adalah 75,95%. Angka ini telah memenuhi target Renstra tahun 2019 yaitu 70%, Aceh menjadi salah satu provinsi yang tidak mencapai target cakupan imunisasi ini (26,91%). Data dari Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang cakupan imunisasi campak masih sangat rentan mencapai 46%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemenuhan imunisasi campak lanjutan pada balita dimasa pandemi covid-19. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crossectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memilki balita usia 3-5 tahun sebanyak 93 orang, dan pengambilan sampel secara total populasi. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner yang telah dilaksanakan tanggal 15-23 April di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil analisa bivariat diperoleh pada variabel pengetahuan  (p value = 0.035, OR = 8.000) dan sikap (p value = 0.0001, OR = 18.417). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemenuhan imunisasi campak lanjutan pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u Kota Sabang. Kata Kunci   : Imunisasi campak lanjutan, pengetahuan, sikap, pandemi covid-19 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGGUNAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U KOTA SABANG Rosdiana, Rosdiana1; Devi, Larasm; Anwar, Chairanisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1583

Abstract

Abstrak Program Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diingikan, untuk mencapai hal tersebut dibuatlah beberapa cara untuk mencegah ataupun menunda kehamilan, walaupun dalam pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana yang bekualitas belum sepenuhnya menjangkau beberapa faktor yang mempengaruhui pasangan memilih alat kontrasepsi seperti pendidikan, sosial ekonomi budaya, agama, status wanita dan dukungan suami. Hal ini dikarenakan setiap metode atau alat kontrasepsi yang dipilih memiliki efektifitas yang berbeda beda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Penggunaan Program Keluarga Berencana Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u  Kota Sabang. Metode penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Dilakukan pada Bulan 27 April 2021. Populasi adalah seluruh wanita usia subur (WUS) sebanyak  84 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan penggunaan program KB dianalisis dengan uji Wilcoxon dan cara pengumpulan data dengan membagikan kuesioner..Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata peningktan penggunaa program  KB sebelum diberi pendidikan kesehatan KB  sebesar 18,25 dan setelah diberi pendidikan kesehatan KB sebesar 39,26, hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan (p=0.000) antara  pengaruh pendidikan  kesehatan terhadap peningkatan penggunaan program KBKesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan penggunaan Program KB . Saran diharapkan sebagai bahan masukan pada pelayanan kesehatan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan program kelurga berencana. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Program KB 
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi pada Anak Anwar, Chairanisa; Salamah, Salamah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2484

Abstract

Salah satu pengendalian yang sudah dilakukan oleh Pemerintah adalah memulai vaksinasi anak berusia 6-11 tahun. Adapun reaksi simpang dari vaksin covid 19 yang dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau Adverse Events Following Immunization (AEFI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, toksisitas, reaksi sensitivitas, efek farmakologis, atau akibat kesalahan program, koinsidensi, reaksi suntikan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.  Pemerintah meminta para orangtua tidak panik ketika mendapati anaknya mengalami indikasi gejala kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) usai mendapat suntikan vaksin Covid-19. Beberapa indikasi gejala tersebut seperti nyeri pada lengan bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam yang ditandai suhu diatas 37,8 derajat celsius, maupun gejala mirip flu dan menggigil selama 1 – 2 hari. Langkah penanganan dini yang dimaksud ialah membuat anak cukup beristirahat dan minum obat penurun panas jika diperlukan. Serta upayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup. Lalu, jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak.  Setelah melakukan penanganan dini, orang tua agar segera melaporkan temuan KIPI yang dialami anak ke Puskesmas atau ke sentral vaksinasi. Hal ini akan menjadi input evaluasi pelaksanaan vaksinasi kedepannya serta penanganan lebih lanjut. Tujuan penelitian : untuk melakukan evaluasi monitoring kejadian ikutan pasca imunisasi Covid-19 pada anak. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tahapan penelitian ini dimulai dengan penentuan subjek penelitian yaitu anak Sekolah Dasar di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh 2.709 orang. Dikarenakan jumlah subjek penelitian yang berjumlah besar, maka ditentukan rumus jumlah sampel yaitu sebanyak 268 orang siswa SD di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, setelahnya peneliti melakukan wawancara terhadap responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengumpulan data diolah dan dianalisa secara univariate dan bivariate menggunakan uji chi-square untuk menunjukkan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi covid-19 pada anak.Kata kunci: kejadian ikutan pasca imunisasi, anakOne of the controls that has been carried out by the Government is to start vaccinating children aged 6-11 years. The adverse reactions from the COVID-19 vaccine, known as Adverse Events Following Immunization (AEFI) are medical events related to immunization, either in the form of vaccine effects or side effects, toxicity, sensitivity reactions, pharmacological effects, or other consequences. program error, coincidence, injection reaction, or undetermined causal relationship. The government asks parents not to panic when they find their children have symptoms of post-immunization follow-up (AEFI) after receiving the Covid-19 vaccine. Some of the indications for these symptoms include pain in the injection site, headache, muscle aches, joint pain, chills, nausea or vomiting, fatigue, fever marked by a temperature above 37.8 degrees Celsius, or flu-like symptoms and chills for 1-2 day. The early treatment step in question is to make the child get enough rest and take fever-reducing medication if needed. And try to get your child to drink enough water. Then, if there is pain at the injection site, try to keep moving and use the child's arm. After carrying out early treatment, parents should immediately report the findings of AEFI experienced by the child to the Puskesmas or to the vaccination center. This will be an input for evaluating the implementation of vaccination in the future as well as further handling. The purpose of the study: to evaluate the monitoring of co-occurrence after Covid-19 immunization in children. The design of this study used an analytical research design with a cross sectional approach. This research stage begins with determining the research subject, namely elementary school children in Syiah Kuala District, Banda Aceh 2,709 people. Due to the large number of research subjects, the formula for the number of samples was determined, namely as many as 268 elementary school students in Syiah Kuala District, Banda Aceh, after which the researchers conducted interviews with respondents using questionnaires. The results of data collection were processed and analyzed univariately and bivariately using the chi-square test to show the occurrence of post-covid-19 immunization in children.Keywords: post-immunization adverse events, children
Pengunaan KB Hormonal Beresiko Terhadap Kejadian Ca Mammae Studi Case Control di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Banda Aceh Rosdiana, Eva; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna; Thaharunnisa, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2571

Abstract

Latar belakang : Secara global, American Cancer Society mencatat jumlah penderita kanker, berdasarkan data insiden, prevalensi, dan mortalitas kanker, mencapai setidaknya 18 juta penderita pada 2018. Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker.  Akibatnya sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh penggunaan KB Hormonal terhadap kejadian Ca mammae di RSIA Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control dengan jumlah kasus  23 dan control 23, sehingga secara keseluruhan jumlah sampel sebesar 46 orang. Penelitian di Poliklinik Bedah Umum RSIA Banda Aceh pada tanggal 28 Juli sampai dengan 07 Agustus 2020. Dengan hasil ibu yang menggunakan KB hormonal berisiko 5 kali menderita ca mammae. Kesimpulan dan Saran : Ada hubungan penggunaan KB hormonal dengan kejadian Ca mammae  pada ibu di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan dan menggiatkan kegiatan konseling dan kepada keluarga untuk bersikap proaktif dalam mengingatkan dan memperhatikan serta mendukung wanita untuk memeriksakan payudara sendiri dari usia 20 tahun, Mammografi yang dilakukan mulai usia 40-49 tahun secara berkala.Kata Kunci   : KB hormonal, Ca MammaeBackground: Globally, the American Cancer Society recorded that the number of cancer sufferers, based on data on incidence, prevalence, and mortality of cancer, reached at least 18 million sufferers in 2018. The main problem in cancer prevention is the lack of public knowledge about cancer and public awareness of life behaviors. healthy to reduce the risk of cancer and early detection of cancer. As a result, most of the cancers are found at an advanced stage and are difficult to treat, thus placing a big burden on cancer patients and their families Research objective: To determine the effect of using hormonal family planning on the incidence of ca mammae at RSIA Banda Aceh. This type of research is descriptive-analytic with a case-control approach with 23 cases and 23 control so that the overall sample size is 46 people. Research at the General Surgery Polyclinic of RSIA Banda Aceh from July 28 to August 7, 2020. With the results, mothers who use hormonal birth control have five times the risk of suffering from breast cancer. Conclusions and Suggestions: There is a relationship between the use of hormonal birth control and the incidence of Ca mammae in mothers at the Maternal and Child Hospital Banda Aceh. It is hoped that health workers provide health education and encourage counseling activities and for families to be proactive in reminding and paying attention to and supporting women to have their breasts checked from the age of 20 years. Mammography is carried out from the age of 40-49 years regularly.Keyword: Hormonal Contraceptives, Ca Mammae    
Determinan Kejadian Preeklampsia di RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan Anwar, Chairanisa; Rosdiana, Eva; Ismail, Ismail; Wahyuni, Lestari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3812

Abstract

Angka kejadian preeklampsia di Indonesia pada tahun 2018 sekitar 3,3%. Secara umum preeklamsia masih menjadi masalah utama meningkatkan kesakitan dan kematian ibu serta bayi di dunia. Preeklampsia berkaitan dengan komplikasi yang terjadi baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu dampak dari ibu dengan preeklamsia dimana risikonya meningkat pada preeklamsia berat dibandingkan preeklamsia ringan. Preeklampsia dapat menyebabkan darah tidak cukup menuju plasenta sehingga asupan nutrisi dan oksigen ke janin berkurang dan akan mempengaruhi berat badan janin. Dampak yang timbulkan dalam jangka panjang yaitu bayi mengalami BBLR. Penelitian ini cross sectional yang dilakukan tanggal 17-28 Juli 2023 dengan responden berjumlah 52 ibu hamil periode Juni 2023. Alat pengumpulan data yang digunakan checklist. Hasil penelitian tidak ada hubungan paritas ibu (P=1,000), tidak ada hubungan usia ibu (P=0,114) dan ada hubungan BBLR (P=0,030) dengan kejadian preeklampsia di ruang rawat inap RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan tahun 2023.Kata Kunci: Paritas, umur, BBLR, preeklampsia.The incidence of preeclampsia in Indonesia in 2018 was around 3.3%. In general, preeclampsia is still a major problem increasing maternal and infant morbidity and mortality in the world. Preeclampsia is related to complications that occur in both the mother and the baby being born. Low birth weight (LBW) babies are one of the impacts of mothers with preeclampsia where the risk increases for severe preeclampsia compared to mild preeclampsia. Preeclampsia can cause not enough blood to go to the placenta so that the intake of nutrients and oxygen to the fetus is reduced and will affect the fetus's weight. The long-term impact is that the baby experiences LBW. This research was cross sectional which was conducted on 17-28 July 2023 with 52 pregnant women as respondents for the period June 2023. The data collection tool used was a checklist. There was no relationship between maternal parity (P=1.000), no relationship between maternal age (P=0.114) and there was a relationship between LBW (P=0.030) with the incidence of preeclampsia in the inpatient ward of Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan in 2023.Keywords: Parity, age, LBW, preeclampsia Â