Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGGUNAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U KOTA SABANG Rosdiana, Rosdiana1; Devi, Larasm; Anwar, Chairanisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1583

Abstract

Abstrak Program Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diingikan, untuk mencapai hal tersebut dibuatlah beberapa cara untuk mencegah ataupun menunda kehamilan, walaupun dalam pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana yang bekualitas belum sepenuhnya menjangkau beberapa faktor yang mempengaruhui pasangan memilih alat kontrasepsi seperti pendidikan, sosial ekonomi budaya, agama, status wanita dan dukungan suami. Hal ini dikarenakan setiap metode atau alat kontrasepsi yang dipilih memiliki efektifitas yang berbeda beda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Penggunaan Program Keluarga Berencana Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Cot Ba’u  Kota Sabang. Metode penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Dilakukan pada Bulan 27 April 2021. Populasi adalah seluruh wanita usia subur (WUS) sebanyak  84 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan penggunaan program KB dianalisis dengan uji Wilcoxon dan cara pengumpulan data dengan membagikan kuesioner..Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata peningktan penggunaa program  KB sebelum diberi pendidikan kesehatan KB  sebesar 18,25 dan setelah diberi pendidikan kesehatan KB sebesar 39,26, hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan (p=0.000) antara  pengaruh pendidikan  kesehatan terhadap peningkatan penggunaan program KBKesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan penggunaan Program KB . Saran diharapkan sebagai bahan masukan pada pelayanan kesehatan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan program kelurga berencana. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Program KB 
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi pada Anak Anwar, Chairanisa; Salamah, Salamah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2484

Abstract

Salah satu pengendalian yang sudah dilakukan oleh Pemerintah adalah memulai vaksinasi anak berusia 6-11 tahun. Adapun reaksi simpang dari vaksin covid 19 yang dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau Adverse Events Following Immunization (AEFI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, toksisitas, reaksi sensitivitas, efek farmakologis, atau akibat kesalahan program, koinsidensi, reaksi suntikan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.  Pemerintah meminta para orangtua tidak panik ketika mendapati anaknya mengalami indikasi gejala kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) usai mendapat suntikan vaksin Covid-19. Beberapa indikasi gejala tersebut seperti nyeri pada lengan bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam yang ditandai suhu diatas 37,8 derajat celsius, maupun gejala mirip flu dan menggigil selama 1 – 2 hari. Langkah penanganan dini yang dimaksud ialah membuat anak cukup beristirahat dan minum obat penurun panas jika diperlukan. Serta upayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup. Lalu, jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak.  Setelah melakukan penanganan dini, orang tua agar segera melaporkan temuan KIPI yang dialami anak ke Puskesmas atau ke sentral vaksinasi. Hal ini akan menjadi input evaluasi pelaksanaan vaksinasi kedepannya serta penanganan lebih lanjut. Tujuan penelitian : untuk melakukan evaluasi monitoring kejadian ikutan pasca imunisasi Covid-19 pada anak. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tahapan penelitian ini dimulai dengan penentuan subjek penelitian yaitu anak Sekolah Dasar di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh 2.709 orang. Dikarenakan jumlah subjek penelitian yang berjumlah besar, maka ditentukan rumus jumlah sampel yaitu sebanyak 268 orang siswa SD di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, setelahnya peneliti melakukan wawancara terhadap responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengumpulan data diolah dan dianalisa secara univariate dan bivariate menggunakan uji chi-square untuk menunjukkan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi covid-19 pada anak.Kata kunci: kejadian ikutan pasca imunisasi, anakOne of the controls that has been carried out by the Government is to start vaccinating children aged 6-11 years. The adverse reactions from the COVID-19 vaccine, known as Adverse Events Following Immunization (AEFI) are medical events related to immunization, either in the form of vaccine effects or side effects, toxicity, sensitivity reactions, pharmacological effects, or other consequences. program error, coincidence, injection reaction, or undetermined causal relationship. The government asks parents not to panic when they find their children have symptoms of post-immunization follow-up (AEFI) after receiving the Covid-19 vaccine. Some of the indications for these symptoms include pain in the injection site, headache, muscle aches, joint pain, chills, nausea or vomiting, fatigue, fever marked by a temperature above 37.8 degrees Celsius, or flu-like symptoms and chills for 1-2 day. The early treatment step in question is to make the child get enough rest and take fever-reducing medication if needed. And try to get your child to drink enough water. Then, if there is pain at the injection site, try to keep moving and use the child's arm. After carrying out early treatment, parents should immediately report the findings of AEFI experienced by the child to the Puskesmas or to the vaccination center. This will be an input for evaluating the implementation of vaccination in the future as well as further handling. The purpose of the study: to evaluate the monitoring of co-occurrence after Covid-19 immunization in children. The design of this study used an analytical research design with a cross sectional approach. This research stage begins with determining the research subject, namely elementary school children in Syiah Kuala District, Banda Aceh 2,709 people. Due to the large number of research subjects, the formula for the number of samples was determined, namely as many as 268 elementary school students in Syiah Kuala District, Banda Aceh, after which the researchers conducted interviews with respondents using questionnaires. The results of data collection were processed and analyzed univariately and bivariately using the chi-square test to show the occurrence of post-covid-19 immunization in children.Keywords: post-immunization adverse events, children
Pengunaan KB Hormonal Beresiko Terhadap Kejadian Ca Mammae Studi Case Control di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Banda Aceh Rosdiana, Eva; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna; Thaharunnisa, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2571

Abstract

Latar belakang : Secara global, American Cancer Society mencatat jumlah penderita kanker, berdasarkan data insiden, prevalensi, dan mortalitas kanker, mencapai setidaknya 18 juta penderita pada 2018. Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker.  Akibatnya sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh penggunaan KB Hormonal terhadap kejadian Ca mammae di RSIA Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control dengan jumlah kasus  23 dan control 23, sehingga secara keseluruhan jumlah sampel sebesar 46 orang. Penelitian di Poliklinik Bedah Umum RSIA Banda Aceh pada tanggal 28 Juli sampai dengan 07 Agustus 2020. Dengan hasil ibu yang menggunakan KB hormonal berisiko 5 kali menderita ca mammae. Kesimpulan dan Saran : Ada hubungan penggunaan KB hormonal dengan kejadian Ca mammae  pada ibu di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan dan menggiatkan kegiatan konseling dan kepada keluarga untuk bersikap proaktif dalam mengingatkan dan memperhatikan serta mendukung wanita untuk memeriksakan payudara sendiri dari usia 20 tahun, Mammografi yang dilakukan mulai usia 40-49 tahun secara berkala.Kata Kunci   : KB hormonal, Ca MammaeBackground: Globally, the American Cancer Society recorded that the number of cancer sufferers, based on data on incidence, prevalence, and mortality of cancer, reached at least 18 million sufferers in 2018. The main problem in cancer prevention is the lack of public knowledge about cancer and public awareness of life behaviors. healthy to reduce the risk of cancer and early detection of cancer. As a result, most of the cancers are found at an advanced stage and are difficult to treat, thus placing a big burden on cancer patients and their families Research objective: To determine the effect of using hormonal family planning on the incidence of ca mammae at RSIA Banda Aceh. This type of research is descriptive-analytic with a case-control approach with 23 cases and 23 control so that the overall sample size is 46 people. Research at the General Surgery Polyclinic of RSIA Banda Aceh from July 28 to August 7, 2020. With the results, mothers who use hormonal birth control have five times the risk of suffering from breast cancer. Conclusions and Suggestions: There is a relationship between the use of hormonal birth control and the incidence of Ca mammae in mothers at the Maternal and Child Hospital Banda Aceh. It is hoped that health workers provide health education and encourage counseling activities and for families to be proactive in reminding and paying attention to and supporting women to have their breasts checked from the age of 20 years. Mammography is carried out from the age of 40-49 years regularly.Keyword: Hormonal Contraceptives, Ca Mammae    
Determinan Kejadian Preeklampsia di RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan Anwar, Chairanisa; Rosdiana, Eva; Ismail, Ismail; Wahyuni, Lestari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3812

Abstract

Angka kejadian preeklampsia di Indonesia pada tahun 2018 sekitar 3,3%. Secara umum preeklamsia masih menjadi masalah utama meningkatkan kesakitan dan kematian ibu serta bayi di dunia. Preeklampsia berkaitan dengan komplikasi yang terjadi baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu dampak dari ibu dengan preeklamsia dimana risikonya meningkat pada preeklamsia berat dibandingkan preeklamsia ringan. Preeklampsia dapat menyebabkan darah tidak cukup menuju plasenta sehingga asupan nutrisi dan oksigen ke janin berkurang dan akan mempengaruhi berat badan janin. Dampak yang timbulkan dalam jangka panjang yaitu bayi mengalami BBLR. Penelitian ini cross sectional yang dilakukan tanggal 17-28 Juli 2023 dengan responden berjumlah 52 ibu hamil periode Juni 2023. Alat pengumpulan data yang digunakan checklist. Hasil penelitian tidak ada hubungan paritas ibu (P=1,000), tidak ada hubungan usia ibu (P=0,114) dan ada hubungan BBLR (P=0,030) dengan kejadian preeklampsia di ruang rawat inap RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan tahun 2023.Kata Kunci: Paritas, umur, BBLR, preeklampsia.The incidence of preeclampsia in Indonesia in 2018 was around 3.3%. In general, preeclampsia is still a major problem increasing maternal and infant morbidity and mortality in the world. Preeclampsia is related to complications that occur in both the mother and the baby being born. Low birth weight (LBW) babies are one of the impacts of mothers with preeclampsia where the risk increases for severe preeclampsia compared to mild preeclampsia. Preeclampsia can cause not enough blood to go to the placenta so that the intake of nutrients and oxygen to the fetus is reduced and will affect the fetus's weight. The long-term impact is that the baby experiences LBW. This research was cross sectional which was conducted on 17-28 July 2023 with 52 pregnant women as respondents for the period June 2023. The data collection tool used was a checklist. There was no relationship between maternal parity (P=1.000), no relationship between maternal age (P=0.114) and there was a relationship between LBW (P=0.030) with the incidence of preeclampsia in the inpatient ward of Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan in 2023.Keywords: Parity, age, LBW, preeclampsia  
Pengaruh Pedidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil di Puskesmas Ulim Kabupaten Pidie Jaya Rosdiana, Eva; Mastura, Yuyun; Husna, Asmaul; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3326

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Prevalensi ibu-ibu  hamil di seluruh dunia yang  mengalami anemia sebesar 41, 8%. Angka anemia di Indonesia selama lima tahun terkahir mengalami peningkatan sebanyak 11.8% dan pada tahun 2022 mencapai 48.9%. Peningkatan anemia ini terjadi  karena kurangnya Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe selama masa kehamilannya.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest dan posttest. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 87 responden. Penelitian ini di laksanakan di Puskemas Ulim Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 24 Juli s/d 07 Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon karena dari hasil uji normalitas data diperoleh hasil bahwa data tidak berdistribusi secara normal. Hasil Penelitian : Terdapat peningkatan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 14 responden. Nilai P= 0.000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Saran : Petugas kesehatan perlu meningkatkan intensitas promosi dan pendidikan kesehatan khususnya tentang dampak anemia selama kehamilan serta pentingnya mengkonsumsi tabel Fe pada ibu hamilKata Kunci    : Pendidikan Kesehatan, Kepatuhan Konsumsi Tablet FEBackground: Anemia is a medical condition where the number of red blood cells or hemoglobin is less than normal. The prevalence of pregnant women worldwide who experience anemia is 41.8%. The anemia rate in Indonesia over the last five years has increased by 11.8% and in 2022 will reach 48.9%. This increase in anemia occurs due to the lack of compliance of pregnant women in consuming Fe tablets during their pregnancy. Research Objective: To determine the effect of health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Research Methodology: The research design used in this research is quasi-experimental with a one group pretest and posttest design. The number of samples taken using the Slovin formula was 87 respondents. This research was carried out at the Ulim Community Health Center, Pidie Jaya Regency from July 24 to August 7 2023. Data analysis used the Wilcoxon test because the results of the data normality test showed that the data was not normally distributed. Research Results: There was an increase in the compliance of pregnant women in consuming Fe tablets by 14 respondents. P value = 0.000. Conclusion: There is an influence between health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Suggestion: Health workers need to increase the intensity of health promotion and education, especially about the impact of anemia during pregnancy and the importance of consuming Fe table for pregnant women.Keywords: Health Education, Compliance with FE Tablet Consumption 
Kepatuhan Masyarakat terhadap Pelaksanaan Social Distancing di Puskesmas Mutiara Pidie Anwar, Chairanisa; Farany, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1584

Abstract

AbstrakPeningkatan jumlah kasus covid-19 berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.84.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Indonesia melaporkan kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus meningkat dan menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Indonesia. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020 Kementerian Kesehatan melaporkan 70.736 kasus konfirmasi COVID-19 dengan 3.417 kasus meninggal (CFR 4,8%). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020) dalam situs resmi gugus tugas covid-19 mengungkapkan hingga 24 Juli 2020 puku 19.32 wib secara global didunia prevalensi penderita yang terkonfirmasi positif sebanyak 15.12.731 penderita, dengan kematian mencapai 619.150 (4,1%). Di regional Asia Tenggara prevalensi penderita mencapai 1.571.317 penderita dengan angka kematian mencapai 37.203 (2,4%) dimana 46,3% berjenis kelamin perempuan dan 50,6% berjenis kelamin laki- laki. Indonesia sendiri telah dilakukan pemeriksaan terhadap 777.100 spesimen, diketahui bahwa kasus terkonfirmasi positif mencapai 95.418 penderita dengan angka kematian mencapai 4.665 (4,9%) dimana sebanyak 470 Kabupaten/ Kota terdampak dengan 189 transmisi lokal.Tujuan penelitian ini adalah untuk analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan social distancing di Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie tahun 2021. Jenis penelitian bersifat analitik. Sampel dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang datang berkunjung ke Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie yang mencakup 19 buah desa dengan jumlah kunjungan ke Puskesmas pada periode Januari-Juni 2021 sebanyak 5216 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate. Memperolah hasil nilai P = 0.027 (P<0.05), artinya hipotesa alternatif peneliti diterima yaitu ada hubungan yang bermakna pengetahuan dengan pelaksanaan social distancing pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie, dan nilai P = 0.011 (P<0.05), artinya hipotesa alternatif peneliti diterima yaitu ada hubungan sikap dengan pelaksanaan social distancing pada masyarakat dan  nilai P = 0.110 (P<0.05), artinya hipotesa alternatif peneliti ditolak yaitu tidak ada hubungan pendidikan dengan pelaksanaan social distancing pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, pendidikan dan kepatuhan masyarakat 
Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Tindakan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Anwar, Chairanisa; Safitri, Faradilla; Aisyah, Aisyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2018

Abstract

Komplikasi masa kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah kesehatan yang penting, jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan kematian ibu yang tinggi. Tragedi yang mencemaskan dalam proses reproduksi salah satunya kematian yang terjadi pada ibu. Keberadaan seorang ibu adalah tonggak untuk keluarga sejahtera. Sectio caesarea adalah pengeluaran janin melalui insisi abdomen. Persalinan ini digunakan jika kondisi ibu menimbulkan distress pada janin atau jika telah terjadi distress janin. Berdasarkan survey WHO tahun 2008 di tiga benua, yakni Amerika Latin, Afrika dan Asia dilaporkan bahwa angka Persalinan sectio caesarea mencapai 25,7%, angka terendah di Angola 2,3% sampai angka tertinggi 46,2% di Cina. Angka persalinan section caesarea tanpa indikasi medis di 23 negara dalam tiga benua tersebut adalah 0,01 - 2,10%. Rata-rata persalinan section caersarea di Amerika mencapai 32%.  Sedangkan di Indonesia sendiri tahun 2003 mencapai 4,1% dan meningkat pada tahun 2007 mencapai 18%. Menurut WHO kematian ibu adalah kematian seorang perempuan dalam masa hamil atau dalam 42 hari setelah kehamilan berakhir dengan sebab apapun, tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan. Pada tahun 2013 AKI didunia sebesar 210 kematian per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di negara berkembang 14 kali lebih tinggi bila dibandingkan negara maju, yaitu 230 per 100.000 kelahiran. Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Banda menunjukkan kasus persalinan seksio sesarea pada tahun 2020 sebesar 62% dari 110 persalinan yaitu sebanyak 68 persalinan seksio sesarea. Kemudian pada tahun 2021 jumlah persalinan seksio sesarea meningkat menjadi 69 % dari 112 persalinan yaitu sebanyak 77 persalinan seksio sesarea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan tindakan sectio caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang sudah bersalin di Rumah Sakit Bhayangkara periode Januari-Desember 2021 sebanyak 235 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin sejumlah 71 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate.Kata Kunci: usia, paritas, sectio caesarea Complications during pregnancy, childbirth and the puerperium are important health problems, if not addressed can cause high maternal mortality. One of the worrying tragedies in the reproductive process is the death that occurs in the mother. The existence of a mother is a milestone for a prosperous family. Sectio caesarea is the expulsion of the fetus through an abdominal incision. This delivery is used if the mother's condition causes fetal distress or if fetal distress has occurred. Based on a 2008 WHO survey on three continents, namely Latin America, Africa and Asia, it was reported that the delivery rate for sectio caesarea reached 25.7%, the lowest rate in Angola was 2.3% and the highest rate was 46.2% in China. The rate of caesarean section deliveries without medical indications in 23 countries on the three continents is 0.01 - 2.10%. The average caesarean section delivery in America reaches 32%. While in Indonesia alone in 2003 it reached 4.1% and increased in 2007 to reach 18%. According to WHO, maternal death is the death of a woman during pregnancy or within 42 days of termination of pregnancy from any cause, by any action taken to terminate the pregnancy. In 2013 the MMR in the world was 210 deaths per 100,000 live births, while in developing countries it was 14 times higher than in developed countries, which was 230 per 100,000 live births. Data obtained from Bhayangkara Banda Hospital showed cases of cesarean section delivery in 2020 amounted to 62% of 110 deliveries, namely 68 cesarean deliveries. Then in 2021 the number of deliveries by cesarean section increased to 69% from 112 deliveries, namely 77 deliveries by cesarean section. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity with sectio caesarea at Bhayangkara Hospital Banda Aceh. The population in this study were all pregnant women who had given birth at Bhayangkara Hospital for the period January-December 2021 as many as 235 people. The sample of this study was taken using the Slovin formula of 71 people. The analysis used is bivariate analysis.Keywords: age, parity, sectio caesarea
Associations between knowledge, attitudes, junk food consumption, and obesity risk among productive age adults in Aceh, Indonesia Marniati, Marniati; Anwar, Chairanisa; Mauliza, Putri
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2998

Abstract

Obesity has become a global public health problem with increasing prevalence. In Indonesia, Aceh ranks 10th out of 38 provinces, with an obesity prevalence of 24.4%. The number of obesity cases in Aceh Besar Regency among individuals of productive age has increased, despite an overall decline in patient visits between 2022 and 2024. This study aimed to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and consumption habits of junk food and the risk of obesity in individuals of productive age. This observational analytical study with a case-control design was conducted in Aceh Besar between May and June 2025. The sample consisted of 120 productive-age adults (15–64 years) selected through proportional sampling methods. Knowledge, attitudes, and junk food consumption were measured using a structured questionnaire that had been tested for validity, and data analysis was performed using the chi-square test. The results showed a significant relationship between knowledge (p=0.017; OR=0.375) and junk food consumption habits (p=0.001; OR=0.269) and the incidence of obesity. Conversely, attitudes did not show a statistically significant relationship with the risk of obesity (p=0.083; OR=0.509). In conclusion, nutritional knowledge and junk food consumption habits are important factors in the risk of obesity in individuals of productive ages. Strengthening nutrition education and reducing fast-food consumption are recommended community-based obesity prevention measures.