Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Pedidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil di Puskesmas Ulim Kabupaten Pidie Jaya Rosdiana, Eva; Mastura, Yuyun; Husna, Asmaul; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3326

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Prevalensi ibu-ibu  hamil di seluruh dunia yang  mengalami anemia sebesar 41, 8%. Angka anemia di Indonesia selama lima tahun terkahir mengalami peningkatan sebanyak 11.8% dan pada tahun 2022 mencapai 48.9%. Peningkatan anemia ini terjadi  karena kurangnya Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe selama masa kehamilannya.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest dan posttest. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 87 responden. Penelitian ini di laksanakan di Puskemas Ulim Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 24 Juli s/d 07 Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon karena dari hasil uji normalitas data diperoleh hasil bahwa data tidak berdistribusi secara normal. Hasil Penelitian : Terdapat peningkatan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 14 responden. Nilai P= 0.000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Saran : Petugas kesehatan perlu meningkatkan intensitas promosi dan pendidikan kesehatan khususnya tentang dampak anemia selama kehamilan serta pentingnya mengkonsumsi tabel Fe pada ibu hamilKata Kunci    : Pendidikan Kesehatan, Kepatuhan Konsumsi Tablet FEBackground: Anemia is a medical condition where the number of red blood cells or hemoglobin is less than normal. The prevalence of pregnant women worldwide who experience anemia is 41.8%. The anemia rate in Indonesia over the last five years has increased by 11.8% and in 2022 will reach 48.9%. This increase in anemia occurs due to the lack of compliance of pregnant women in consuming Fe tablets during their pregnancy. Research Objective: To determine the effect of health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Research Methodology: The research design used in this research is quasi-experimental with a one group pretest and posttest design. The number of samples taken using the Slovin formula was 87 respondents. This research was carried out at the Ulim Community Health Center, Pidie Jaya Regency from July 24 to August 7 2023. Data analysis used the Wilcoxon test because the results of the data normality test showed that the data was not normally distributed. Research Results: There was an increase in the compliance of pregnant women in consuming Fe tablets by 14 respondents. P value = 0.000. Conclusion: There is an influence between health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Suggestion: Health workers need to increase the intensity of health promotion and education, especially about the impact of anemia during pregnancy and the importance of consuming Fe table for pregnant women.Keywords: Health Education, Compliance with FE Tablet Consumption 
Kepatuhan Masyarakat terhadap Pelaksanaan Social Distancing di Puskesmas Mutiara Pidie Anwar, Chairanisa; Farany, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1584

Abstract

AbstrakPeningkatan jumlah kasus covid-19 berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.84.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Indonesia melaporkan kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus meningkat dan menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Indonesia. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020 Kementerian Kesehatan melaporkan 70.736 kasus konfirmasi COVID-19 dengan 3.417 kasus meninggal (CFR 4,8%). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020) dalam situs resmi gugus tugas covid-19 mengungkapkan hingga 24 Juli 2020 puku 19.32 wib secara global didunia prevalensi penderita yang terkonfirmasi positif sebanyak 15.12.731 penderita, dengan kematian mencapai 619.150 (4,1%). Di regional Asia Tenggara prevalensi penderita mencapai 1.571.317 penderita dengan angka kematian mencapai 37.203 (2,4%) dimana 46,3% berjenis kelamin perempuan dan 50,6% berjenis kelamin laki- laki. Indonesia sendiri telah dilakukan pemeriksaan terhadap 777.100 spesimen, diketahui bahwa kasus terkonfirmasi positif mencapai 95.418 penderita dengan angka kematian mencapai 4.665 (4,9%) dimana sebanyak 470 Kabupaten/ Kota terdampak dengan 189 transmisi lokal.Tujuan penelitian ini adalah untuk analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan social distancing di Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie tahun 2021. Jenis penelitian bersifat analitik. Sampel dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang datang berkunjung ke Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie yang mencakup 19 buah desa dengan jumlah kunjungan ke Puskesmas pada periode Januari-Juni 2021 sebanyak 5216 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate. Memperolah hasil nilai P = 0.027 (P<0.05), artinya hipotesa alternatif peneliti diterima yaitu ada hubungan yang bermakna pengetahuan dengan pelaksanaan social distancing pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie, dan nilai P = 0.011 (P<0.05), artinya hipotesa alternatif peneliti diterima yaitu ada hubungan sikap dengan pelaksanaan social distancing pada masyarakat dan  nilai P = 0.110 (P<0.05), artinya hipotesa alternatif peneliti ditolak yaitu tidak ada hubungan pendidikan dengan pelaksanaan social distancing pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, pendidikan dan kepatuhan masyarakat 
Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Tindakan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Anwar, Chairanisa; Safitri, Faradilla; Aisyah, Aisyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2018

Abstract

Komplikasi masa kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah kesehatan yang penting, jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan kematian ibu yang tinggi. Tragedi yang mencemaskan dalam proses reproduksi salah satunya kematian yang terjadi pada ibu. Keberadaan seorang ibu adalah tonggak untuk keluarga sejahtera. Sectio caesarea adalah pengeluaran janin melalui insisi abdomen. Persalinan ini digunakan jika kondisi ibu menimbulkan distress pada janin atau jika telah terjadi distress janin. Berdasarkan survey WHO tahun 2008 di tiga benua, yakni Amerika Latin, Afrika dan Asia dilaporkan bahwa angka Persalinan sectio caesarea mencapai 25,7%, angka terendah di Angola 2,3% sampai angka tertinggi 46,2% di Cina. Angka persalinan section caesarea tanpa indikasi medis di 23 negara dalam tiga benua tersebut adalah 0,01 - 2,10%. Rata-rata persalinan section caersarea di Amerika mencapai 32%.  Sedangkan di Indonesia sendiri tahun 2003 mencapai 4,1% dan meningkat pada tahun 2007 mencapai 18%. Menurut WHO kematian ibu adalah kematian seorang perempuan dalam masa hamil atau dalam 42 hari setelah kehamilan berakhir dengan sebab apapun, tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan. Pada tahun 2013 AKI didunia sebesar 210 kematian per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di negara berkembang 14 kali lebih tinggi bila dibandingkan negara maju, yaitu 230 per 100.000 kelahiran. Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Banda menunjukkan kasus persalinan seksio sesarea pada tahun 2020 sebesar 62% dari 110 persalinan yaitu sebanyak 68 persalinan seksio sesarea. Kemudian pada tahun 2021 jumlah persalinan seksio sesarea meningkat menjadi 69 % dari 112 persalinan yaitu sebanyak 77 persalinan seksio sesarea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan tindakan sectio caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang sudah bersalin di Rumah Sakit Bhayangkara periode Januari-Desember 2021 sebanyak 235 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin sejumlah 71 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariate.Kata Kunci: usia, paritas, sectio caesarea Complications during pregnancy, childbirth and the puerperium are important health problems, if not addressed can cause high maternal mortality. One of the worrying tragedies in the reproductive process is the death that occurs in the mother. The existence of a mother is a milestone for a prosperous family. Sectio caesarea is the expulsion of the fetus through an abdominal incision. This delivery is used if the mother's condition causes fetal distress or if fetal distress has occurred. Based on a 2008 WHO survey on three continents, namely Latin America, Africa and Asia, it was reported that the delivery rate for sectio caesarea reached 25.7%, the lowest rate in Angola was 2.3% and the highest rate was 46.2% in China. The rate of caesarean section deliveries without medical indications in 23 countries on the three continents is 0.01 - 2.10%. The average caesarean section delivery in America reaches 32%. While in Indonesia alone in 2003 it reached 4.1% and increased in 2007 to reach 18%. According to WHO, maternal death is the death of a woman during pregnancy or within 42 days of termination of pregnancy from any cause, by any action taken to terminate the pregnancy. In 2013 the MMR in the world was 210 deaths per 100,000 live births, while in developing countries it was 14 times higher than in developed countries, which was 230 per 100,000 live births. Data obtained from Bhayangkara Banda Hospital showed cases of cesarean section delivery in 2020 amounted to 62% of 110 deliveries, namely 68 cesarean deliveries. Then in 2021 the number of deliveries by cesarean section increased to 69% from 112 deliveries, namely 77 deliveries by cesarean section. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity with sectio caesarea at Bhayangkara Hospital Banda Aceh. The population in this study were all pregnant women who had given birth at Bhayangkara Hospital for the period January-December 2021 as many as 235 people. The sample of this study was taken using the Slovin formula of 71 people. The analysis used is bivariate analysis.Keywords: age, parity, sectio caesarea
PEMBUATAN SNACK SEHAT BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL Nisa, Rouzatun; Anwar, Chairanisa; Irhamna, Irhamna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBUATAN SNACK SEHAT BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL