Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kebersihan Rongga Mulut Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima Tahun 2024 Rosdalena, Elly; Hasanah, Uswatun; Hayati, Zahratul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.24

Abstract

Prevalensi karies gigi (gigi berlubang) pada penduduk Indonesia adalah 88,8%. Ini berarti hampir 9 dari 10 orang di Indonesia memiliki masalah karies gigi. Hanya 10,2% dari penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut yang mendapatkan perawatan medis. Pengetahuan yang baik tentang cara menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mendorong individu untuk mengadopsi kebiasaan kebersihan mulut yang baik, seperti menyikat gigi dengan benar dan rutin, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur yang sesuai. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan metode cross sectional untuk melihat hubungan antar dua variabel. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jati Baru Kec. Asakota Kota Bima NTB pada tanggal 3 Juni s.d. 3 Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan di Posyandu Wilayah kerja Puskesmas Jatibaru dengan melibatkan sebanyak 50 responden dengan teknik non-Probability Sampling. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima berdasarkan nilai korelasi Spearman (r=0,654) menunjukkan kekuatan korelasinya adalah kuat serta informasi yang diperoleh ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima masih belum memadai
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kolostrum Di Lingkungan Kodo Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Nur Fajariati; Hayati, Zahratul; Faturahmah, Erni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.27

Abstract

Latar belakang : Colostrum merupakan bagian dari ASI yang penting untuk diberikan pada kehidupan pertama bayi, karena colostrum mengandung Zat kekebalan tubuh terutama immunoglobulin (IgA) untuk melindungi bayi dari berbagai zat infeksi dan zat ini tidak akan ditemukan dalam ASI selanjutnya atau dalam susu formula. Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu dan terbagi tiga yaitu Colostrum, ASI Masa Transisi dan ASI Matur. Berdasarkan data tentang IMD di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima tahun 2020, jumlah bayi baru lahir sebanyak 376 bayi dan sedangkan jumlah bayi yang mendapatkan IMD sebanyak 313 bayi, dan jumlah bayi yang tidak mendapatkan IMD sebanyak 63 bayi. Dari hasil data tersebut ternyata masih ada beberapa bayi yang belum mendapatkan IMD yaitu sebanyak 63 bayi, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kolostrum di Lingkungan Kodo Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima Tahun 2024”. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu Hamil sejumlah 49 responden. Sampel sebanyak 49 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil penelitian : berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 49 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 22 orang (45%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (30%) dan pengetahuan kurang adalah 12 orang (25%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu Hamil tentang Kolostrum di Lingkungan Kodo wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 responden (45%). Saran: diharapkan Ibu Hamil di Lingkungan Kodo wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang Kolostrum
Kebersihan Perorangan dan Kecacingan pada Siswa SDN 128 Pekanbaru Sari, Nila Puspita; Hayati, Zahratul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.99

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Infeksi cacing kerap menjadi permasalah bagi anak sekolah. Aktivitas bermain pada anak yang tidak memperdulikan kondisi higiene perorangan dan lingkungan sekitarnya. Cacingan berakibat buruk pada kemampuan anak dalam menerima dan mengikuti pelajaran di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dengan kejadian kecacingan pada siswa sekolah dasar Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa SDN 128 Pekanbaru kelas 2,3 dan 4, dengan sampel sebanyak 47 orang (purposive sampling). Dilakukan analisis data dengan uji chi-square dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur, pemeriksaan laboratorium, serta pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cuci tangan pakai sabun, pengunaan alas kaki, kebersihan jari kuku, jajan sembarangan, dan bermain tanah (P value= 0,001;0,002; 0,001; 0,003; 0,001) memiliki hubungan dengan kecacingan pada siswa sekolah dasar di SDN 128 Kota Pekanbaru. Kesimpulan: Dinas Kesehatan diharapkan adanya kerjasama dengan Puskesmas dan Pihak Sekolah untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, dan pemberian obat cacing berkala pada siswa sekolah dasar agar terhindar dari risiko penyakit cacingan. Personal Hygiene and Helminthiasis of Primary School Students 128 in Pekanbaru Abstract Background: An elementary school student is very vulnerable to helminthiasis infections, this is caused by their habit of playing and they usually do not pay attention to their hygiene and environment. These can cause affect the children able to receive and attend the school lessons. This study aimed to determine the relationship between personal hygiene and helminthiasis at elementary students. Methods: This research used a quantitative method with a cross-sectional design, with respondents SDN 128 Pekanbaru. Populations were students of SDN 128 Pekanbaru at 2nd, 3rd, and 4th grade and samples are 47 people (purposive sampling). Data analysis used chi-square test, questionnaire, laboratory test, and processing data using computerization. Result: This research showed that there as a correlation between washing hand with soap, using footwear, nails hygiene, eating ransom snack, and playing on the ground (P value= 0,001; 0,002; 0,001; 0,003; 0,001) with the incidence of helminthiasis. Conclusion: Suggested to the nearest institution which is the health service, hoped to assume the operation with the health center and the school to provide counseling and giving o worm medicines regularly to elementary students to prevent the incidence of helminthiasis.
Pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada korban bencana kebakaran di Desa Naru Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB Hayati, Zahratul; Nurul Qamarya; Susanti; Neti Sulami
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v1i2.121

Abstract

On October 10, 2021, a catastrophic fire hit Naru Village, Sape District, Bima Regency, West Nusa Tenggara. Hundreds of people had to be evacuated because their houses were razed to the ground. The fire devoured 63 houses consisting of 71 families (241 people lost their homes), the survivorswere still forced to live in refugee camps built by the army. This disaster occurred in the midst of the Covid-19 pandemic which has had a negative impact on economic conditions and public health. In order to ease the burden on the victims, the Surya Mandiri Midwifery Academy Bima initiated a community service program consisting of a fundraising campaign, raising funds from the community and collaborating with the Surya Mandiri Bima Midwifery Academy of Research and Community Service. This program is expected to raise awareness about the importance of providing assistance to disaster victims.
Pemberdayaan kelompok ibu Toloweri Kelurahan Nungga dalam pembinaan terpadu penyakit tidak menular Hayati, Zahratul
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v1i2.122

Abstract

This Community Service (PKM) activity is carried out in an effort to provide additional knowledge and understanding about the development of PTM Posbindu which is an integrated part of the health service system based on PTM problems that exist in the community which includes promotive and preventive efforts as well as referral patterns. Posbindu PTM is community participation in carrying out early detection and monitoring of PTM risk factors that are carried out in an integrated, routine, and periodic manner for the elderly in the Toloweri community, Nungga Village, East Rasanae District, Bima City, West Nusa Tenggara. Activities are carried out using the lecture method, and answer questions, and direct practice. At the end of the activity, a final evaluation is held. This evaluation is measured based on the activities of the participants during the activity. The results of this PKM activity make mothers know and understand the health service system based on PTM problems that exist in the community which include promotive and preventive efforts as well as referral patterns. Posbindu PTM is the participation of the community in carrying out early detection and monitoring of PTM risk factors that are carried out in an integrated, routine, and periodic manner. In general, this service activity is said to be successful if at least 80% of the service participants are present and fully participate in the activity. In addition, PKM implementers collaborate with PKL Students at the Midwifery Academy, Surya Mandiri Bima, as a form of concern for the prevention of non-communicable diseases.
SCREENING STATUS NUTRISI DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN KUMBE KEC. RASANAE TIMUR KOTA BIMA NUSA TENGGARA BARAT Hayati, Zahratul; Aliyati, Nini Niatullah; Susanti, Susanti; Julianti, Ratu; Wahyuningsih, Putri; Muliati, Sri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40308

Abstract

Status gizi anak  sangat berkaitan erat dengan masalah kesehatan anak. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta pengukuran proses tubuh. Perilaku pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah dasar. Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami gizi kurang. Permasalahan gizi pada anak merupakan salah satu dampak dari ketidakseimbangan status gizi kesehatan di beberapa negara berkembang di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui studi literatur review menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab gizi buruk pada anak yaitu status ekonomi, status pendidikan dan pola asuh. Anak sekolah dengan pola makan seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Status gizi merupakan faktor penting dalam menjamin perkembangan dan pertumbuhan seorang anak yang optimal. Penilaian status gizi berkala merupakan upaya dalam deteksi dini malnutrisi sehingga dapat dilakukan tindakan yang semestinya. Upaya deteksi dini status gizi anak sekolah melalui tim dosen pengabdian kepada masyarakat prodi DIII Kebidanan Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima melakukan screening status gizi pada anak sekolah sekolah dasar di SD Negeri 48 Kota Bima. Adapun kegiatan screening dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan, di dapatkan dari 40 orang anak yang hadir pada saat pengukuran kemudian hasil pengukuran dihitung berdasarkan IMT dalam umur. Kegiatan ini sangat penting untuk mendeteksi secara dini tenang stautus gizi pada anak usia sekolah..
Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak Chiani, Saraswati Haylian; Irawan, Bambang; Mayasari, Windatania; Prawita Sari, Bening; Hayati, Zahratul; Hakim, Furqanul
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3089

Abstract

AbstrakAngka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini masih tercatat sebesar 33,5%. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun angka tersebut masih diatas angka Nasional sebesar 29,6%. Salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi NTB yaitu Kabupaten Dompu mencatat angka kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan per puskesmas pada tahun 2019 yaitu sebesar 2.464 (29.19%), tahun 2020 sebesar 3.011 (18.72%) dan pada tahun 2021 sebesar 3.120 (14.30%). Angka ini tergolong tinggi untuk wilayah kabupaten yang ada di Provinsi NTB. Kejadian stunting pada anak disebabkan oleh banyak faktor antara lain faktor makanan, kesehatan, perawatan, sosial, ekonomi dan politik. Berdasarkan data dan hasil penelitian sebelumnya maka perlu adanya dilakukan penelitian tentang Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak.  Adapun determinan yang akan diteliti pada penelitian ini adalah pendidikan ibu, pendapatan orangtua dan pemberian MP ASI. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak yang memiliki usia 6-23 bulan yang tinggal di 3 wilayah puskesmas sasaran yaitu Wilayah Kerja Puskesmas Soriutu, Dompu Barat dan Dompu Timur sebanyak 1.837 anak. Sementara untuk sampel penelitian ini adalah sebanyak 200 responden dengan menggunakan teknik sampling yaitu Acidental Sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan adalah ada pengaruh secara langsung dan tidak langsung antara pendidikan ibu (OR= 0.06; CI 95%= 0.03 hingga 0.15; p= <0.001), pendapatan orangtua (OR= 0.02; CI 95%= 0.00 hingga 0.08; p= <0.001) dan pemberian MP-ASI (OR= 0.07; CI 95%= 0.03 hingga 0.16; p= <0.001) terhadap kejadian stunting pada anak sehingga perlu adanya kerjasama dan dukungan baik dari orangtua, keluarga, pemerintah dan atenaga kesehatan untuk dapat segera mengatasi permasalahan stunting yang ada di Kabupaten Dompu khususnya dan Indonesia pada umumnya.Kata Kunci: Determinan, Stunting, Anak AbstractThe prevalence of stunting in West Nusa Tenggara Province is currently still recorded at 33.5%. This figure shows a decrease when compared to previous years. However, this figure is still above the national figure of 29.6%. One of the regencies in NTB Province, namely Dompu Regency, recorded the incidence of stunting in children aged 0-59 months for  each Public Health Centre  in 2019 which was 2,464 (29.19%), in 2020 it was 3,011 (18.72%) and in 2021 it was 3,120 ( 14.30%). This figure is relatively high for the district in the province of NTB. The incidence of stunting in children is caused by many factors including food, health, care, social, economic and political factors. Based on the data and results of previous studies, it is necessary to conduct research on the Determinants of Child Stunting Incidence. The determinants that will be examined in this study are maternal education, parental income and the provision of complementary feeding. The research method used is quantitative research using an observational analytical research design. The population in this study were all children aged 6-23 months who lived in 3 target health centres, namely the Soriutu, West Dompu and East Dompu Community Health Centre Work Areas as many as 1,837 children. Meanwhile, the sample for this study was 200 respondents using a sampling technique, namely Accidental Sampling. The results of the research that have been carried out are that there is a direct and indirect effect between mother's education (OR= 0.06; 95% CI= 0.03 to 0.15; p= <0.001), parental income (OR= 0.02; 95% CI= 0.00 to 0.08 ; p= <0.001) and complementary feeding (OR= 0.07; 95% CI= 0.03 to 0.16; p= <0.001) on the incidence of stunting in children so there needs to be cooperation and support from parents, families, government and health workers to be able to immediately overcome the stunting problem in Dompu Regency in particular and Indonesia in general.Keywords: Determinant, Stunting, Child