Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Tes Golongan Darah dan Buta Warna Bagi Siswa SDN Mattoangin I Kota Makassar Sitti Hajar Aswad; Rego Devilla; Andi Bida Purnamasari; Eka Adnan Agung; Harti Oktarina
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8127268

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di SDN Mattoangin I yang terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Permasalahan mitra yaitu siswa SDN Mattoangin I belum mengetahui dan memahami tentang uji gologan darah dan buta warna serta siswa juga tidak mengetahui jenis golongan darah dan uji buta warna yang mereka miliki. Alternatif solusi masalah yaitu memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya mengetahui golongan darah dan buta warna, Adapun target luaran yang ingin dicapai yaitu meningkatnya pengetahuan siswa dan guru SDN Mattoangin I. Metode yang akan dilakukan yaitu presentasi tentang uji golongan darah dan uji buta warna dengan menggunakan zat anti A dan zat anti B serta zat anti AB sedangkan uji buta warna menmggunakan buku Ishihara. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil semua siswa SDN Mattoangin I yang telah melakukan uji golongan darah dan buta warna sudah memahami tentang pentingnya uji tersebut serta 100% siswa telah mengetahui golongan darah dan Kesehatan mata mereka.
Pelatihan Pembuatan Tempe Dari Beberapa Jenis Bahan Baku Kacang-Kacangan Kepada Mahasiswa Universitas Patompo Untuk Pengembangan Wirausaha H, Herlina; Purnamasari, Andi Bida; Agung, Eka Adnan; Nur, Sri Mukminati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 5 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13307900

Abstract

Tempe adalah salah satu makanan khas tradisional Indonesia dan diproduksi secara turun temurun. Sampai saat ini, produksi tempe sudah menyebar ke seluruh dunia karena kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pembuatan tempe bukan hanya dari bahan baku kedelai saja akan tetapi bahan baku kacang-kacangan lain yang kaya nutrisi dan dapat menjadi sumber alternatif pengganti kedelai untuk pengembangan wirausaha mereka kedepannya. Metode pelatihan pembuatan tempe ini dilakukan dengan praktik. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, pembimbing praktik dan pelatihan serta kepanitiaan. Pelatihan pembuatan tempe dari bahan baku kacang-kacangan ini sebagai alternatif pengganti bahan baku kedelai, adapun bahan baku kacang-kacangan yang digunakan yakni kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan kacang merah yang dibungkus dengan menggunakan plastik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kapang sangat baik hal ini terlihat dari penampakan warna dari kacang-kacangan tersebut yakni putih kapas, memadat dan menghasilkan aroma khas seperti kacang. Adapun luaran yang diharapkan dapat dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam membuat tempe dari berbagai bahan kacang-kacangan serta publikasi artikel ilmiah pengabdian di jurnal nasional tidak terakreditasi.
Relationship Between Socia-Economic Status and Parental Education Towards Students Entrepreneurial Interests Oktarina, Harti; Agung, Eka Adnan
Pinisi Business Administration Review Volume 6 Nomor 2 September, 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pbar.v5i2.52322

Abstract

The purpose of this study was to determine (1) how the perception of parental employment status, parental education level, and students' entrepreneurial interest at SMK Jaya Negara Makassar, and (2) whether there is a relationship between parental employment status and parental education level with students' entrepreneurial interest. This study investigated the relationship between descriptive methods and other methods. Questionnaires and instructions were the data collection methods. The research tool was tested on 27 respondents. The analysis prerequisite test consisted of normality and linearity tests, reliability tests using Cronbach alpha, and instrument validity tests using the product moment formula. Hypothesis testing used correlation tests. The results of the study show several things. First, there is a positive and significant correlation between the employment status of students of SMK Jaya Negara Makassar and their desire to become entrepreneurs. Based on the analysis, the correlation coefficient rxy is 0.585 (rxy of 0.585 is greater than rtable 0.367). Second, there is a positive and significant correlation between the level of education of students' parents and their desire to become entrepreneurs. The correlation coefficient rxy is 0.669 (rxy of 0.669> rtable 0.367).
Pelatihan Pembuatan Tempe Dari Beberapa Jenis Bahan Baku Kacang-Kacangan Kepada Mahasiswa Universitas Patompo Untuk Pengembangan Wirausaha H, Herlina; Purnamasari, Andi Bida; Agung, Eka Adnan; Nur, Sri Mukminati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 5 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13307900

Abstract

Tempe adalah salah satu makanan khas tradisional Indonesia dan diproduksi secara turun temurun. Sampai saat ini, produksi tempe sudah menyebar ke seluruh dunia karena kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pembuatan tempe bukan hanya dari bahan baku kedelai saja akan tetapi bahan baku kacang-kacangan lain yang kaya nutrisi dan dapat menjadi sumber alternatif pengganti kedelai untuk pengembangan wirausaha mereka kedepannya. Metode pelatihan pembuatan tempe ini dilakukan dengan praktik. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, pembimbing praktik dan pelatihan serta kepanitiaan. Pelatihan pembuatan tempe dari bahan baku kacang-kacangan ini sebagai alternatif pengganti bahan baku kedelai, adapun bahan baku kacang-kacangan yang digunakan yakni kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan kacang merah yang dibungkus dengan menggunakan plastik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kapang sangat baik hal ini terlihat dari penampakan warna dari kacang-kacangan tersebut yakni putih kapas, memadat dan menghasilkan aroma khas seperti kacang. Adapun luaran yang diharapkan dapat dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam membuat tempe dari berbagai bahan kacang-kacangan serta publikasi artikel ilmiah pengabdian di jurnal nasional tidak terakreditasi.
Penggunaan Puzzle Games untuk Mengembangkan Kemampuan Numerasi pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Andika isma; Nuril Huda; Eka Adnan Agung
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue No. 2: January 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v2i2.20254

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan aspek krusial dalam pendidikan yang mendukung keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), pengembangan kemampuan numerasi sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan pendidikan lebih lanjut. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dan kurang tertarik pada pelajaran matematika akibat metode pengajaran yang monoton. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih menarik untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman mereka terhadap materi matematika. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan puzzle games sebagai media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan permainan teka-teki dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa di SMP Wahyu Makassar, sebuah sekolah dengan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui teknologi. Melalui pembelajaran berbasis puzzle games, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah serta berpikir kreatif dalam suasana belajar yang menyenangkan. Evaluasi dilakukan secara sistematis melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas metode ini. Diharapkan hasil dari penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi pada peningkatan kemampuan numerasi di SMP Wahyu Makassar tetapi juga menjadi referensi bagi institusi lain dalam menerapkan teknologi dan permainan edukatif guna meningkatkan kualitas pendidikan matematika secara keseluruhan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI APLIKASI QUIZIZZ DAN CANVA DI SDS SEMEN TONASA II KABUPATEN PANGKEP Hamran, Hamran; Devila, Rego; Akib, Israwati; Agung, Eka Adnan; Hamriani, Hamriani
INCIDENTAL : Journal Of Community Service and Empowerment Vol 2 No 01 (2023): INCIDENTAL : Journal Of Community Service and Empowerment
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/incidental.v2i01.738

Abstract

This service was carried out at SDS Semen Tonasa II Pangkep which is located in Pangkep Regency, South Sulawesi. The problem with partners is that teachers do not know and understand about the development of learning media based on the Quizizz and Canva applications. An alternative solution to the problem is providing training to teachers on developing learning media through the Quizizz and Canva applications at SDS Semen Tonasa II, Pangkep Regency. The output target to be achieved is that all SDS Semen Tonasa II Pangkep teachers know about the process of developing Quizizz and Canva learning media through material presentations. The method that will be carried out is the presentation of material about the importance of teachers having competence in developing learning media through the Quizizz and Canva application media as well as trials using learning media through the Quizizz and Canva applications at SDS Semen Tonasa II, Pangkep Regency. From the results of the activities that have been carried out, the results show that all teachers have carried out trials and already understand the development of learning media through the Quizizz and Canva applications.
Pelatihan Strategi Membangun Personal Branding Bagi Siswa SMA Khaydarsyah S.; Hamran Hamran; Nina Wahyuni Amaliah; Ryan Humardani Syam Pratomo S.; Eka Adnan Agung
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.878

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada siswa SMA Negeri 10 Gowa tentang pentingnya memahami dan membangun personal branding. Permasalahan mitra yang disampaikan oleh pihak sekolah bahwa siswa yang ada di SMA Negeri 10 Gowa memiliki potensi/kompetensi untuk membangun usaha namun, mereka tidak mampu mengekspresikan potensi/kompetensi tersebut. Mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah Siswa SMA Negeri 10 Gowa yang berada di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di jalan dekat komplek BTN. Saumata Indah, Jalan Mustafa Dg. Bunga, Kelurahan Romangpolong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Adapun metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan yaitu terdiri dari tiga tahapan: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap Monitoring dan Evaluasi. Hasil dari pelatihan ini mendapat respon yang sangat baik dari seluruh peserta. Strategi untuk membangun personal branding bagi siswa dapat dilakukan dengan mengarahkan mereka untuk memahami minat dan bakat mereka sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan diminati. Dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat berikutnya, dapat diadakan pendampingan atau pembentukan kelompok belajar yang bertujuan merancang personal branding siswa, dimulai dari hobi hingga keterampilan yang telah dikuasai dengan memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Setiap kelompok akan berdiskusi mengenai keterampilan tertentu (hard skill) yang sesuai dengan minat mereka, serta keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis (soft skill) yang dibutuhkan. Dari diskusi tersebut, setiap siswa akan menyusun target yang harus dicapai untuk mengoptimalkan pengembangan soft skill dan hard skill yang berguna di masa depan.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VIII Malan, Agustina; Agung, Eka Adnan; Musdalifah, Musdalifah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i2.6864

Abstract

This research was conducted to examine the differences in students’ learning achievements when applying two cooperative learning models, namely Make a Match and Card Sort. The study employed an experimental design with a quantitative approach and was carried out at SMP Negeri 1 Simbuang during the 2023/2024 academic year. The participants consisted of 23 students, randomly assigned into two groups using a simple lottery technique. The first group was taught through the Make a Match strategy, while the second group received instruction with the Card Sort strategy. Data were gathered using observation, documentation, and achievement tests, and further analyzed with the assistance of SPSS. The findings revealed that students taught through the Make a Match model obtained an average score of 71.27, whereas those taught using the Card Sort model achieved a higher mean score of 86.25. Results of the independent sample t-test indicated a significance value of 0.001, which is lower than 0.005, confirming a statistically significant difference between the two models. Consequently, it can be inferred that the Card Sort model demonstrates greater effectiveness in enhancing the learning performance of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Simbuang compared to the Make a Match model. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan dua model pembelajaran kooperatif, yaitu Make a Match dan Card Sort. Jenis penelitian yang dipakai adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, bertempat di SMP Negeri 1 Simbuang pada Tahun Ajaran 2023/2024. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa yang ditentukan melalui teknik undian sederhana, sehingga terbentuk dua kelompok eksperimen. Kelompok pertama diberi perlakuan dengan model Make a Match, sedangkan kelompok kedua menggunakan model Card Sort. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan model Make a Match sebesar 71,27, sedangkan siswa yang belajar dengan model Card Sort memperoleh rata-rata 86,25. Uji beda menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,005, menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua model. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Card Sort lebih efektif dibandingkan Make a Match dalam meningkatkan capaian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Simbuang.
Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII di SMK Muhammadiyah Marioriwawo Kabupaten Soppeng Musfadli, A.; Agung, Eka Adnan; Rahim, Sumarni Abdul; Hamran, Hamran
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13542

Abstract

Jenis penelitian ini adalah expost-facto yang bertujuan mengetahui pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII di SMK Muhammadiyah Marioriwawo. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Marioriwawo, sedangkan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh.dengan jumlah siswa sebanyak 50 siswa yang terdiri dari 33 siswa laki-laki dan 17 perempuan. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa, variabel praktik kerja industri (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (Y) siswa kelas XII di SMK Muhammadiyah Marioriwawo. Berdasarkan hasil uji t yang diolah menggunakan SPSS versi 22 menunjukkan bahwa variabel praktik kerja industri memiliki nilai thitung sebesar (4,441) lebih besar (>) dari t tabel (1,675) dan nilai signifikansi lebih kecil (
PELATIHAN PEMANFAATAN BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU DI KABUPATEN MAROS Fatmayanti, Andi; Amaliah, Rezeki; Agung, Eka Adnan; Khaerati, Khaerati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32144

Abstract

Blog saat ini bukanlah sesuatu yang baru namun pemanfaatannya sebagai media dalam pembelajaran belum familiar di kalangan guru, ini ditandai dengan tidak adanya peserta pelatihan yang memiliki blog. Di sisi lain terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa blog berada dalam ketegori baik dan efektif sebagai media pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh peserta sebanyak 13 orang yang berasal dari beberapa sekolah di Kabupaten Maros baik di Tingkat SD maupun SMP. Pendekatan yang dipakai untuk mencapai tujuan pelatihan meliputi beberapa jenis kegiatan yaitu presentasi, demonstrasi, dan evaluasi melalui instrument goggle form. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa WhatsApp, Google Classroom, dan Zoom adalah aplikasi yang digunakan guru di kabupaten Maros sebagai media dalam pembelajaran dengan presentase15,38% guru menggunakan aplikasi zoom, 53, 85% menggunakan aplikasi Google Classroom, 23,08% guru menerapkan dua aplikasi belajar yaitu Google Classroom dan zoom, sementara 7,69% guru hanya menggunakan aplikasi WhatsApp dalam menggunakan pembelajaran daring. Adapun respon peserta pelatihan menunjukkan apresiasi positif oleh peserta, dan menjadi salah satu media baru yang dapat digunakan oleh guru di Kabupaten Maros dalam pembelajaran.