Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA BANJIR BERBASIS GENDER DI KELURAHAN TANJUNG KECAMATAN RASANAE BARAT KOTA BIMA: READINESS TO FACING GENDER-BASED FLOOD DISASTERS IN TANJUNG VILLAGE, RASANAE BARAT DISTRICT, BIMA CITY Ardian Adhiwijaya; Andi Adriana Amal
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v6i1.79

Abstract

Readiness to face flood disasters remains a problem that needs to be addressed. This research aims to determine flood disaster preparedness based on gender. The study employs a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The research sample consists of 60 heads of households selected through simple random sampling techniques. Data collection utilizes a disaster preparedness instrument, followed by statistical analysis using the Mann-Whitney test. The results of this research indicate no statistical difference in preparedness between men and women in facing floods. However, item analysis reveals that men tend to take the initiative to act, while women are more dominant in planning for flood preparedness. Considering gender perspectives is essential in facing floods to empower individuals according to their potential.
Upaya Peningkatan Pelayanan Orientasi Pasien Baru di Rumah Sakit Melalui Pengembangan Media Edukasi Berbasis Video QR Code Rauf, Syamsiah; Patima; Amal, Andi Adriana; Abidin, Andi Mustika; Prasetya, Khoirunnisa Qurratul Aini
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v3i1.169

Abstract

Proses orientasi pasien yang masih manual dan tidak konsisten menjadi hambatan dalam pelayanan rumah sakit. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan video orientasi pasien berbasis QR code sebagai sarana informasi mandiri bagi pasien dan keluarga yang dapat diakses kapan saja, guna mengatasi keterbatasan komunikasi petugas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media orientasi pasien baru berbasis video QR code dengan metode edukasi yang dievaluasi melalui observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner pre-test dan post-test pada 12 orang pasien baru yang dirawat di ruang perawatan Pusat Jantung Terpadu Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi berupa video orientasi pasien baru terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien, dibuktikan oleh peningkatan signifikan skor dari pretest ke posttest. Berdasarkan hasil evaluasi kasus, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media video berbasis QR code terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien baru terkait orientasi penerimaan di rumah sakit. Disarankan agar rumah sakit mengimplementasikan secara berkelanjutan video orientasi pasien berbasis QR code sebagai bagian dari standar pelayanan, serta mengoptimalkan pemanfaatannya melalui pengembangan konten dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan.
NURSES’ PERCEPTIONS OF SPIRITUAL CARE Amal, A.Adriana; Risnah, Risnah; Hidayah, Nur; rifky, muh; yusuf, saldi; Sumarmi, Sumarmi; Mbukwane, Gcinile
NurseLine Journal Vol. 11 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v11i1.60002

Abstract

Background: Holistic nursing care includes spiritual dimensions that are essential to patient well-being. However, spiritual nursing care is still not optimally implemented in daily clinical practice. Many nurses experience challenges in providing spiritual care, such as lack of training, psychological barriers, and minimal institutional support. Objectives: This study aimed to examine nurses' perceptions of spiritual nursing care in inpatient wards at a hospital. Method: This study used a quantitative descriptive design and was conducted at Haji Hospital Makassar. A total of 81 inpatient ward nurses were selected using stratified random sampling. The instrument used was the Indonesian version of the Spiritual Care-Giving Scale (SCGS), which has been validated for validity (CVI > 0.8) and reliability (Cronbach’s Alpha = 0.97). Data analysis was conducted descriptively across five domains of perception: attributes, perspectives, definitions, attitudes, and values in spiritual care. Results: Overall, nurses had a positive perception of spiritual nursing care, with an average total SCGS score of 5.51. The domain with the highest score was “defining spiritual care” (mean = 5.56), reflecting nurses' understanding that spiritual care is an empathetic, culturally sensitive, and patient-centered process. The lowest score was found in the domain of “spiritual service values” (mean = 5.48), indicating that the internalization of broader spiritual values beyond religious practices remains limited. Psychological barriers and conceptual confusion between spirituality and religiosity were also identified. Conclusion: Although nurses recognize the importance of spiritual care, there remains a gap in the internalization of its values and their implementation in clinical practice. Structured training, cultural competency enhancement, and institutional support are needed to improve nurses' readiness and competence in providing meaningful spiritual nursing care. Keywords: spiritual care, nurses’ perceptions, spirituality, professional competence
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN DEPRESI PADA LANSIA DI DESA CARIGADING KECAMATAN AWANGPONE KABUPATEN BONE Amal, Andi Adriana
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 1 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.721 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i1.4967

Abstract

Menua adalah proses alami yang disertai penurunan fungsi organ tubuh, perubahan emosi secara psikologi dan kemunduran kognitif sehingga untuk menjalankan aktivitas lansia sering mengalami hambatan. Keluarga yang mempunyai lansia, perlu meningkatkan kepedulian dan perannya dalam melayani agar mereka agar lansia bisa nyaman dan bahagia dalam hidupnya sehingga terhindar dari depresi. Peranan keluarga dalam pembinaan lansia berupa memenuhi kebutuahan ekonomi, psikososial dan kesehatan fisik, nutrisi, serta berupaya untuk mendorong lansia agar tetap berperilaku hidup sehat sehingga tercapai kualitas hidup sehat baik fisik maupun mental.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan depresi pada lansia di desa Carigading Kecamatam Awangpone, Kabupaten Bone. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang dan teknik sampling purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner.Desain penelitian yang digunakan cross sectional dilakukan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan depresi pada lansia. Setelah dianalisis dengan uji Chi square, hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan bermakna antara peran keluarga dalam pemeliharaan kesehatan dan peran keluarga dalam mencegah menarik diri dengan nilai p masing-masing 0,02 dan 0,000. Sedangkan peran keluarga dalam pemenuhan kebutuhan perawatan diri, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pencegahan potensi kecelakaan tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan depresi.Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran keluarga dalam pemeliharaan kesehatan dan pencegahan menarik diri dengan depresi pada lansia. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar ruang lingkup penelitiannya lebih mendalam lagi untuk hasil yang lebih akurat dimana dalam penelitian ini hanya mengukur peran keluarga menurut keluarga sendiri dan tidak melibatkan lansia.