Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian Tafsir Isyari, Ayat Nafs Dalam Tafsir Al-Tustari (Al-Fajr/89:27, Al-Qiyamah/75:2, Dan Yusuf/12:53) Iman, Khoirul; Basori
Syams Vol 6 No 2 (2025): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/dvprag56

Abstract

Al-Tustari interprets the concept of soul (nafs) in the Islamic tradition with an esoteric approach, referring to three main categories namely, an-Nafs al-Mutmainnah (calm soul), an-Nafs al-Lawwamah (regretful soul), and an-Nafs al-Ammarah (soul that drives to evil). This approach combines the literal (zahir) and inner meanings in interpreting and understanding the Qur`anic verses. This provides a deep spiritual insight into the dynamics of the human soul in its relationship with God and the world. The focus of this study lies on the importance of purifying the soul (tazkiyah an-Nafs) through controlling the passions and increasing spiritual awareness as the core teachings of the Qur`an. This isyari interpretation not only reveals the textual meaning, but also the inner dimensions of the verses that correspond to the practitioners of tasawus. This study emphasizes the relevance of the Sufi approach (isyari) in the development of tafsir studies as well as a guide to increase human spiritual closeness to God.
Kajian Kitab Tafsir `Ali Ash-Shobuni Row Zaini, M.; Basori
Syams Vol 6 No 2 (2025): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/qnqahs04

Abstract

The Rowâi`u Al-Bayân Tafsîr Âyât Al-Ahkâm Min Al-Qurân by Sheikh `Ali Ash-Shobuni is a monumental contribution to the study of Quranic exegesis, particularly in interpreting legal verses. Combining traditional and modern approaches, this work provides an in-depth analysis encompassing linguistic, historical, and contextual aspects. Its systematic methodology harmonizes classical and contemporary interpretations, making the text highly relevant to addressing modern challenges. This tafsir not only enriches Islamic literature but also serves as a vital guide for scholars and the broader Muslim community.
Kajian Tafsir Isyari, Ayat Nafs Dalam Tafsir Al-Tustari(Al-Fajr/89:27, Al-Qiyamah/75:2, Dan Yusuf/12:53) Iman, Khoirul; Basori
Syams Vol 5 No 2 (2024): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/nm8e0356

Abstract

Al-Tustari menafsirkan konsep jiwa (nafs) dalam tradisi Islam dengan pendekatan esoterik, mengacu pada tiga kategori utama yaitu, an-Nafs al-Mutmainnah (jiwa yang tenang), an-Nafs al-Lawwamah (jiwa yang menyesali), dan an-Nafs al-Ammarah (jiwa yang mendorong pada keburukan). Pendekatan ini menggabungkan makna literal (zahir) dan batin dalam pemaknaan dan memahami ayat-ayat al-Qur`an. Hal ini, memberikan wawasan spiritual mendalam tentang dinamika jiwa manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan dunia. Fokus kajian ini terletak pada pentingnya penyucian jiwa (tazkiyah an-Nafs) melalui pengendalian nafsu dan peningkatan kesadaran spiritual sebagai inti ajaran al-Qur`an. Penafsiran isyari ini tidak hanya mengungkap makna tekstual, tetapi juga dimensi batin ayat-ayat yang bersesuaian dengan para pengamal tasawus. Kajian ini menegaskan relevansi pendekatan sufi (isyari) dalam pengembangan studi tafsir sekaligus sebagai panduan untuk meningkatkan kedekatan spiritual manusia dengan Tuhannya.
Pengaruh Quenching Baja St 60 dengan Media Hot Oil Terhadap Nilai Kekerasan Basori; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta Sindy
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.99

Abstract

Baja ST 60 tergolong baja karbon sedang, yang mempunyai kandungan karbon 0,564%. Pada baja ST 60 ini terkandung mangan 0,697% , baja ST 60 merupakan baja dengan kekuatan tarik hingga 60 kg/mm². Efek dari pemakaian, mengakibatkan struktur logam terengaruh gaya luar berupa tegangan-tegangan gesek yang mengakibatkan deformasi atau perubahan bentuk. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana menjaga agar logam dapat leih tahan terhadap gesekan atau tekanan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh heat treatment dengan suhu 750 0C dan quenching dengan media hot oil suhu ±85 0C terhadap nilai kekerasan baja. Proses treatment baja dibutuhkan untuk meningkatkan nilai kekerasan baja. Oleh karena itu proses treatment sangat dibutuhkan dalam industri logam. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental (Experimental Research) dengan variabel bebasnya adalah quenching menggunakan media hot oil dengan suhu ±850C. Metode ini dilaksanakan dengan pengujian untuk mengetahui treatment ini dalam meningkatkan nilai kekerasan pada baja ST 60. Hasil penelitian menunjukan pengaruh heat treatment dan quenching dapat meningkatkan nilai kekerasan yang signifikan terhadap nilai kekerasan baja ST 60 dari sebelum di treatment memiliki rata – rata nilai kekerasan 36.3625 HRC setelah ditreatment meningkat menjadi 65.9825 HRC.