Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Real Coster

Kerukunan Bersama Pemerintah Desa Sri Tanjung, FKUB, Dan Tokoh Masyarakat Kerukuna Ronald Sianipar; Mangiring Tua Togatorop; Erwin B. Joya; Adis Klara Yunita; Messy Causa Primay; Fredy Simanjuntak; Alfons R. Tampenawas
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2: September 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.725 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v3i2.127

Abstract

This study aims to find out how the Religious Harmony Forum, the Sri Tanjung Village Head and community leaders in the Anambas Islands Regency carry out their roles as stipulated in the Joint Regulation of the Minister of Home Affairs and the Minister of Religion No. 9 and No. 8 of 2006. Research This is a qualitative research using descriptive analysis. The success of harmony and tolerance is largely determined by the role of the Government, Religious Harmony Forum (FKUB) administrators and community leaders as a management team that transmits policy information after it has been formulated at the Central level to the District. This structured accountability is based on the level of bureaucratic compliance with the bureaucracy above it or the level of the bureaucracy as formulated, the existence of a smooth routine and the absence of problems; and implementation and desired impact (benefits) of all existing and targeted programs. So that the policy implementation process as an effort to provide information or messages from higher institutions to lower institutions is measured for its performance success. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Forum Kerukunan Umat Beragama, Kepala Desa sri tanjung dan tokoh masyarakat di Kabuapaten Kepulauan Anambas dalam melaksanakan perannya sebagaimana dengan fungsinya yang ditetapkan dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No.9 dan No.8 Tahun 2006. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan analisis deskriftif. keberhasilan sebuah kerukunan dan tolerasnsi sangat ditentukan oleh peran Pemerintah, pengurus FKUB dan Tokoh Masyarakat sebagai tim manajemen yang meneruskan informasi-informasi kebijakan setelah dirumuskan ditingkat Pusat sampai ke Kabupaten. Pertanggungjawaban terstruktur ini didasarkan pada tingkat kepatuhan birokrasi terhadap birokrasi di atasnya atau tingkatan birokrasi sebagaimana telah dirumuskan, adanya kelancaran rutinitas dan tidak adanya masalah; serta pelaksanaan dan dampak (manfaat) dikehendaki dari semua program yang ada dan terarah. Sehingga proses implementasi kebijakan sebagai upaya pemberian informasi atau pesan dari institusi yang lebih tinggi ke institusi yang lebih rendah diukur keberhasilan kinerjanya.
Pelatihan Pembinaan Pengerajin Batik Di STT Real Batam Clarins Claristha H.D. Simatupang1; Fredy Simanjuntak; Ardianto Lahagu; Adenia Hotmayesi Sinaga; Foera-era ndruru; Ester Erlita Silaban; Yoeli Zai; Rame Ima Irda
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.558 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.108

Abstract

This study aims to determine the extent to which students view batik craftsmen at STT Real Batam. This research also provides an insight into the important role of students in preserving the cultural heritage of the Indonesian nation which must be preserved and preserved. By using the qualitative analysis method and collecting data based on literature review and questionnaires, data will be formulated regarding the views of STT Real Batam students about written batik. Based on these results, it can be concluded that the students' view of batik craftsmen is that making batik takes a lot of time, can be done part-time, requires a large amount of capital, requires an artistic spirit, is more suitable for women and requires perseverance. With research, strategies can be formulated and things that must be improved for the development of extracurricular batik at STT Real Batam. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana pandangan para mahasiswa terhadap pengerajin batik di STT Real Batam. Penelitian ini juga memberikan pandangan akan peran penting mahasiswa dalam melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga. Dengan mengunakan metode analisis kulitatif dan mengumpulkan data berdasarkan kajian pustaka dan kuisioner akan dirumuskan data data mengenai pandangan mahasiswa STT Real Batam tentang batik tulis. Berdasarkan hasil itu, dapat di simpulkan pandangan mahasiswa terhadap pengerajin batik bahwa membatik menghabiskan banyak waktu, dapat dilakukan sebagai sambilan, memerlukan modal yang besar, memerlukan jiwa seni, lebih cocok dilakukan oleh perempuan dan memerlukan ketekunan. Dengan penelitian dapat dirumuskan strategi dan hal-hal yang harus ditingkatkan untuk pengembangan ekstrakulikuler batik yang ada di STT Real Batam.
Co-Authors Adenia Hotmayesi Sinaga Adis Klara Yunita Agustinus Sihombing Alfons R. Tampenawas Alfredo Manurung Aprianus Simanungkalit Baito, Linus Benteng M. M. Purba Boiliu, Noh Ibrahim Budin Nurung Ceria Ceria Ceria Ceria Christina M. Samosir Clarins Claristha H.D. Simatupang1 David Martinus Gulo David Martinus Gulo Debora Agustina Ratu Delfi Delfi Dewi Lidya S Dian Kristina Sijabat Ditakristi, Agiana Her Visnhu Eko Prasetyo Elda Br. Situmorang Eliyscha Janetta Lumbansiantar Erwin B. Joya Ester Debora Br Siburian Ester Erlita Silaban Ester Novia Padidi Evimalinda, Rita Fereddy Siagian Ferry, Yusak Hentrias Foera-era ndruru Francois P Tomasoa George Samaran Gultom, Joni Manumpak Parulian Harefa, Desetina Harefa, Otieli Herman Herman Herman Hutagalung, Sabar Manahan Jabes Pasaribu Johannes Tarigan Josanti Josanti Juan Ananta Tan Lahagu, Ardianto Lidya Dewi S Marisi, Candra Gunawan Messy Causa Primay Noyita, Efvi Oferianus Bulolo Papay, Alexander Djuang Purba, Benteng Martua Mahuraja Rame Ima Irda Rini Sumanti Sapalakkai Rita Evimalinda Roy Martin Simanjuntak Sanjaya, Yudhy Saragi, Lydia Caesera Selvi Agustina Sianipar, Ronald Sihombing, Aeron Frior Silaen, Upa Simanjuntak, Irfan Feriando Situmorang, Ester Lina Sophia, Selvyen Soraya Sara Kawai Stefanus Meo Nekin Susanto, Susilo Tafonao, Talizaro Takaliuang, Jammes Juneidy Tamaulina Br Sembiring Togatorop, T. Mangiring Tua Waruwu, Septerianus Widjaja, Fransiskus Irwan Ya aman Gulo Ya aman Gulo2 Yefta Arisma Yoeli Zai Yosepin Koreanti Hutabarat Yusak Hentrias Ferry Zakaria Lumban Gaol