Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA ROTAR GEBER UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN BENTUK, WARNA, DAN TEKSTUR ANAK USIA DINI Lasmi Lasmi; Nufitriani Kartika Dewi; Syifa Fauzia; Nur Intan Rochmawati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9749

Abstract

Young children’s ability to recognize shapes, colors, and textures is an important part of cognitive and sensory development that needs to be stimulated through concrete learning experiences. Based on teaching practice at Pos PAUD Cempaka Pemalang, some children still experienced difficulties distinguishing geometric shapes, recognizing colors, and understanding texture differences because learning activities were still conventional and lacked concrete media. This study aimed to develop a learning medium called ROTAR GEBER (Colorful and Textured Geometry Spinning Wheel) and examine its implementation in improving children’s knowledge of shapes, colors, and textures. The method used was a practice-based media development approach involving planning, media creation, implementation, and evaluation stages. The media was made from recycled cardboard modified with colorful geometric shapes and various textures such as flannel fabric and sponge. The results showed that children became more enthusiastic, active, and capable of recognizing shapes, differentiating colors, and understanding textures through play activities using the media. ROTAR GEBER provides concrete, visual, and multisensory learning experiences suitable for early childhood characteristics. Therefore, this media can be an effective alternative innovation for improving young children’s cognitive abilities. ABSTRAK Kemampuan anak usia dini dalam mengenali bentuk, warna, dan tekstur merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif dan sensorik yang perlu distimulasi melalui pengalaman belajar yang konkret. Berdasarkan pengalaman praktik pembelajaran di Pos PAUD Cempaka Pemalang, masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk geometri, mengenali warna, serta memahami perbedaan tekstur karena pembelajaran masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan media konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran ROTAR GEBER (Roda Putar Geometri Berwarna dan Bertekstur) serta mengetahui penerapannya dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang bentuk, warna, dan tekstur. Metode yang digunakan adalah pengembangan media berbasis praktik pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pembuatan media, penerapan, dan evaluasi. Media dibuat dari bahan sederhana berupa kardus bekas yang dimodifikasi dengan bentuk geometri berwarna dan berbagai tekstur seperti kain flanel dan spons. Hasil penerapan menunjukkan bahwa anak lebih antusias, aktif, dan mampu mengenali bentuk, membedakan warna, serta memahami tekstur melalui kegiatan bermain menggunakan media. Media ROTAR GEBER memberikan pengalaman belajar konkret, visual, dan multisensorik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini.
LEADING DEEP LEARNING IN PRIMARY EDUCATION: HOW SCHOOL PRINCIPALS LEVERAGE TEACHER LEARNING COMMUNITIES TO ENHANCE EDUCATIONAL QUALITY Beti Nurasih; Nur Intan Rochmawati
El Midad Vol. 18 No. 1 (2026): El-Midad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v18i1.14724

Abstract

This study explores how school principals lead the implementation of deep learning in primary education by leveraging teacher learning communities to enhance educational quality. Responding to increasing demands for meaningful, higher-order learning in the twenty-first century, the study adopts a qualitative case study design to examine leadership practices in a primary education context. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis involving school principals, teacher learning community coordinators, and primary school teachers. The findings reveal that leadership in deep learning is enacted through a coherent, integrated set of strategies. These include articulating and institutionalizing a shared pedagogical vision, positioning teacher learning communities as core mechanisms for collaborative professional learning, reorienting instructional supervision toward reflective dialogue, and managing structural and cultural conditions that sustain instructional change. Teacher learning communities function as mediating structures that translate leadership vision into classroom-level deep learning practices. When supported by reflective supervision and aligned organizational conditions, these communities foster teachers’ pedagogical innovation and collective responsibility for student learning. The study contributes to the literature on instructional leadership and professional learning communities by conceptualizing leadership for deep learning as a systemic and relational process. In practice, the findings offer insights for school leaders and policymakers seeking to embed deep learning into everyday professional routines in primary education
ADAPTIVE INSTRUCTIONAL LEADERSHIP IN RESOURCE-CONSTRAINED KINDERGARTENS: A QUALITATIVE STUDY OF PRINCIPALS’ STRATEGIES Puji Darwanti; Nur Intan Rochmawati
El Midad Vol. 18 No. 1 (2026): El-Midad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v18i1.14725

Abstract

Instructional leadership plays a critical role in improving learning quality in early childhood education; however, its enactment in resource-constrained kindergarten settings remains underexplored. This study examines how kindergarten principals implement adaptive instructional leadership in contexts characterized by limited resources, heavy reliance on honorary teachers, and demanding curricular demands. Employing a qualitative descriptive–interpretive design, data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis involving kindergarten principals, teachers, and early childhood education supervisors in resource-constrained kindergartens. Data were analyzed using an interactive thematic analysis approach guided by the Adaptive Instructional Leadership framework. The findings reveal five interrelated leadership strategies: (1) pragmatically framing instructional vision under resource constraints, (2) enacting context-responsive academic supervision, (3) facilitating school-based professional learning as a substitute for formal development, (4) mediating curriculum implementation through contextual adaptation, and (5) sustaining instructional quality through relational and collaborative leadership practices. These strategies demonstrate that instructional leadership in kindergartens operates as a dynamic and adaptive process rather than a standardized set of practices. This study contributes to instructional leadership theory by foregrounding adaptation and contextual responsiveness as central mechanisms of leadership in early childhood education. The findings offer theoretical insights and practical implications for leadership development and policy initiatives to strengthen instructional leadership capacity in resource-constrained kindergarten settings
Penguatan Kapasitas Guru melalui Pendampingan Strategi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Pedagogy) Berbasis Kompetensi di SMKN Jateng Lisa Virdinarti Putra; Nur Intan Rochmawati; Wiwik Pudjaningsih
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 05 (2026): ISSUE JUNI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63401/berbakti.v2i05.1278

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam berbasis kompetensi di SMKN Jateng Semarang. Program ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan guru dalam menyusun perangkat ajar, menerapkan pembelajaran reflektif, mengembangkan asesmen autentik, serta menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, workshop penguatan kapasitas, pendampingan penyusunan perangkat ajar, dan evaluasi melalui observasi, wawancara, telaah dokumen, serta angket. Sasaran kegiatan adalah guru produktif dan guru mata pelajaran pendukung di SMKN Jateng Semarang. Hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan bahwa aspek yang paling membutuhkan penguatan adalah penyusunan perangkat ajar (78%), strategi mengajar (72%), asesmen kompetensi (65%), refleksi pembelajaran (60%), dan integrasi pembelajaran dengan dunia industri (55%). Setelah mengikuti workshop dan pendampingan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai pembelajaran mendalam berbasis kompetensi, sedangkan 76% guru mampu menyusun perangkat ajar dan instrumen asesmen yang lebih sesuai dengan capaian kompetensi dan kebutuhan industri. Selain itu, guru menunjukkan peningkatan kesiapan dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktik dan asesmen formatif di kelas.
Pengaruh Diversifikasi Sumber Dana Dan Efisiensi Pengelolaan Anggaran Terhadap Mutu Pendidikan Di PAUD Swasta Fitri Wulandari; Nur Intan Rochmawati
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v5i1.2644

Abstract

This study investigates the influence of funding diversification and budget management efficiency on the quality of early childhood education in private PAUD institutions in Pangkalan Banteng District, Kotawaringin Barat Regency, Central Kalimantan. The background of this research lies in the financial challenges faced by private PAUD institutions, which often rely heavily on tuition fees as their primary source of funding, making them vulnerable to fluctuations in student enrollment and parents’ ability to pay. The objectives of this study are to analyze the effect of funding diversification, budget efficiency, and their simultaneous impact on educational quality. This research employs a quantitative approach with regression analysis, involving 60 respondents consisting of principals and treasurers from 30 private PAUD institutions. Data were collected through questionnaires and documentation during the 2025/2026 academic year. The findings indicate that funding diversification has a significant positive effect on educational quality, while budget efficiency also contributes substantially to improving institutional performance. Furthermore, the simultaneous influence of both variables demonstrates that sustainable financial management is crucial to enhancing the quality of early childhood education services.
Peran Sektor Csr Perusahaan Sawit Terhadap Pembiayaan Pendidikan Dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Akses Dan Kualitas Pendidikan Dwi Wahyu Rahmawati; Ita Desi Saputri; Wahyu Nur Aini; Nur Intan Rochmawati; Sisca Septiani
Jurnal Sultra Elementary School Vol 7 No 3 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jses.v7i3.924

Abstract

This study aims to analyze the role of Corporate Social Responsibility (CSR) implemented by oil palm plantation companies in supporting education financing, access, and service quality in Sukamara Regency, Central Kalimantan. This study employed a descriptive qualitative approach using data obtained through observations, interviews, documentation, literature review, and regional education data. Data were analyzed through data condensation, data presentation, content analysis, comparative analysis, and conclusion drawing. The findings indicate that CSR contributes to education through the provision of nine free student shuttle buses, scholarships, educational facilities, support for partner schools, and teacher competency development programs involving 202 teachers at kindergarten, elementary, and junior secondary levels. Educational data indicate that Sukamara Regency has 47 public elementary schools with 602 teachers and 6,054 students, as well as two private/partner elementary schools with 38 teachers and 610 students. The findings further demonstrate that CSR helps reduce geographical and economic barriers while strengthening educational service capacity. However, the distribution of CSR benefits remains concentrated primarily in areas surrounding company operations. Therefore, stronger collaboration between local governments and companies is needed to improve the equity, targeting, sustainability, and effectiveness of CSR programs in supporting educational development in Sukamara Regency.
PENDIDIKAN BAGI ANAK USIA DINI ANAK IMIGRAN KORBAN PERANG DALAM MASA NEW NORMAL Nur Intan Rochmawati; Adhi Budi Susilo
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.83

Abstract

Pendidikan menjadi topik pembicaraan dan perdebatan ditengah adaptasi baru atau biasa disebut era new normal. Mengingat Indonesia masih dilanda situasi pandemi Covid-19. Dimana, dunia pendidikan terpaksa di liburkan dan mengganti dengan sistem pembelajaran daring atau pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemenuhan pendidikan anak usia dini pada masa new normal di Rumah penampungan sementara bagi pengungsi di Provinsi Jawa Tengah yang ditempatkan Wisma Husada yang beralamat di Jl. Abdulrahman Saleh No.89 A, dimana terdapat 17 anak usia dini korban perang dari 55 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pengungsi di biayai oleh IOM termasuk kebutuhan pendidikannya IOM merupakan NGO dan kepanjangan tangan UNHCR. IOM bekerja dengan sekolah swasta yang mau memberikan bantuan untuk anak-anak imigran. Temuan penelitian menunjukkan (1) Pemenuhan pendidikan telah diarahkan ke lembaga swasta,” Bina Putra” bersedia menerima anak imigran. Jumlah anak di wisma Pra Sekolah 4 anak, TK 1 anak, SD terdapat 10 anak sedangkan usia sekolah jenjang SMP 4 anak dan SMA 2 anak belum mendapatkan lembaga sekolah formal. (2). Faktor pendukung adanya pendampingan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Orang tua sebatas mengingatkan saja. faktor penghambat traumatik kemampuan literasi,atittute masa new normal bangun siang, pembelajaran on-Line yang susah di pahami, dan takut sakit karena adanya wabah corona. Rekomendasi akan di sediakan arena bermain di wisma untuk layanan anak usia pra sekolah, layanan pendidikan informal sesuai kecerdasan yang dimiliki anak.