Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Uji Efektivitas Antifungi Formulasi Sabun Cair Pembersih Kewanitaan (Feminine Hygiene) Ekstrak Etanol Daun Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) terhadap Pertumbuhan Candida albicans Nanda Rezita; Yani Ambari; Iif Hanifa Nurrosyidah
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.13357

Abstract

Keputihan merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh wanita, dalam mengatasi hal ini maka perlu menggunakan sabun pembersih kewanitaan (feminine hygiene). Candida albicans dapat dikatakan sebagai agen utama penyebab keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sabun cair pembersih kewanitaan (feminine hygiene) ekstrak etanol daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) terbaik, ditinjau dari segi kestabilan, kenyamanan, dan efektivitas antifungi terhadap Candida albicans, dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) sebesar 42,8%, 50% dan 57,1%. Pada penelitian ini serbuk daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diperoleh ekstrak kental sebesar 86,2 gram. Ekstrak etanol daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) mempunyai aktivitas antifungi diduga dari senyawa metabolit sekunder yaitu golongan senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Sabun cair pembersih kewanitaan (feminine hygiene) ekstrak etanol daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) di uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test, hasil yang didapatkan secara organoleptis tidak stabil karena adanya perubahan bentuk dan bau pada siklus-1 sampai siklus-6, lalu uji pH, homogenitas, tinggi busa, iritasi, viskositas, dan kadar air sesuai dengan literatur, adapun beberapa yang tidak sesuai literatur yaitu uji  tinggi busa F1 siklus-1, F2 siklus-0, F3 siklus-2, siklus-4, dan siklus-5, serta uji viskositas F1 siklus-6, dan F2 siklus-6. Uji efektivitas terhadap fungi Candida albicans menggunakan metode difusi sumuran, hasil yang didapatkan yaitu F1 sebesar 5,24 mm, F2 sebesar  9,18 mm, dan  F3 sebesar 9,24 mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa F1, F2, dan F3 kurang efektif dalam menghambat Candida albicans. Kata kunci : Keputihan, Candida albicans, feminine hygiene, ekstrak etanol daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels)
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Manfaat Tabir Surya Dan Workshop Pembuatan Bedak Dingin Dan Sabun Padat di Desa Sidorejo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Iif Hanifa Nurrosyidah; Milu Asri Riya
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v8i2.1689

Abstract

Desa Sidorejo berada di daerah yang dekat dengan industri dan dekat dengan jalan raya Propinsi sehingga memiliki udara yang panas dan terik.Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat penggunaan tabir surya dan bahaya radiasi sinar matahari langsung terhadap kulit serta memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mampu membuat sediaan bedak dingin dan sabun padat dari bahan-bahan di sekitar rumah. Metode yang digunakan adalah pelatihan. Pengabdian masyarakat diawali dengan pembuatan kuisoner sebelum penyuluhan dilakukan seputar tabir surya dan manfaatnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat akan kosmetik tabir surya. Setelah penyuluhan dan workshop dibagikan kuisoner untuk mengetahui pemahaman terkait materi penyuluhan terkait manfaat tabir surya yang sudah dipaparkan.  Hasil luaran utama  yang dicapai dalam kegiatan ini adalah masyarakat mampu membuat sendiri sediaan bedak dingin dan sabun padat dari bahan-bahan di sekitar rumah. Hasil lain dari kegiatan ini adalah menambah wawasan masyarakat Desa Sidorejo tentang manfaat tabir surya bagi kesehatan.
Antioxidant activity ethanol extract of gotu kola (Centella asiatica (L.) Urban) with DPPH method (2,2-Diphenyl-1-Pikrilhidrazil) Muhammad Ainul Yahya; Iif Hanifa Nurrosyidah
Journal of halal product and research (JPHR) Vol. 3 No. 2 (2020): Journal of Halal Product and Research (JHPR)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhpr.vol.3-issue.2.106-112

Abstract

Unhealthy lifestyles and air pollution cause the number of free radicals in the body to increase. To protect the body from free radicals, there are antioxidant compounds as an antidote and stabilize free radicals. One of the Indonesian plants that can be used as antioxidants is gotu kola (Centella asiatica (L.) Urban. Objective: This study aims to determine the antioxidant activity of the ethanol extract of gotu kola herb using the DPPH (2,2-Diphenyl-1-pikrilhidrazil) method. with IC50 value. Method: Gotu kola (Centella asiatica (L.) Urban) was extracted by the soxhletation method using 96% ethanol solvent. The testing of antioxidant activity was carried out using the DPPH (2.2 Diphenyl-1-Pikrihydrazil) method. Result: Test results of antioxidant activity The ethanol extract of gotu kola herb showed an IC50 value of 78.20 ppm. Conclusion: This indicated that the ethanol extract of gotu kola herb was included in the criteria for strong antioxidants. 
Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Terhadap Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) Iif Hanifa Nurrosyidah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.9356

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di negara tropis seperti Indonesia. Penggunaan antibiotic yang tidak rasional dapat menimbulkan resistensi bakteri. Bakteri resisten yang paling sering dijumpai adalah Escherichia coli Extended Spectrum Beta Lactamase (E.coli ESBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aktivitas antibakteri dan pengaruh perbedaan konsentrasi pada ekstrak daun cincau terhadap E. coli ESBL. Penelitian ini menggunakan simplisia daun cincau yang di ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol yang diperoleh ekstrak pekat kemudian diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan yang berpotensi sebagai zat antibakteri. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi kertas cakram dengan varian konsentrasi 50%, 75% dan 100%. Berdasarkan hasil yang diperoleh ekstrak daun cincau memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata 11 mm pada konsentrasi 50%, 16 mm pada konsentrasi 75% dan 21 mm pada konsentrasi 100%. Serta memiliki pengaruh dengan nilai koefesien determinasi R Square sebesar 0,999 atau 99,9%.
WORKSHOP PENGOLAHAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH MENJADI SABUN CUCI PIRING RAMAH LINGKUNGAN DI DESA PEJANGKUNGAN KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN SIDAORJO, JAWA TIMUR Iif Hanifa Nurrosyidah; Danang Afi Kurniawan; Dedi Murdiyanto
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 3 No 1 (2023): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jbn.v3i1.1350

Abstract

Onion skin waste is one of the problems in Pejangkungan Village, Prambon District, Sidoarjo Regency. Therefore, we carry out community service activities with the aim of providing education and skills to the Pejangkungan Village Community, especially the PKK women's group, to process onion skin waste into environmentally friendly dish soap. The method implemented in this activity is through an outreach program about the benefits of shallot skins and workshops for the Pejangkungan Village PKK group regarding the processing of shallot skin waste into environmentally friendly dish soap. The conclusion of this activity is being able to provide information to the public regarding the processing of shallot skin waste into environmentally friendly dish soap from ingredients that are easily available and can be used immediately.
Growth Inhibitory Effects of Red and Yellow Passion Fruits against MRSA and ESBL-producing Bacteria Aprelita Nurelli Dwiana; Achmad Toto Poernomo; Iif Hanifa Nurrosyidah; Isnaeni; Dian Rahmawaty; Idha Kusumawati
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v10i12023.86-91

Abstract

Background: Red passion fruit (Passiflora edulis Sims) and yellow passion fruit (Passiflora edulis f. flavicarpa) are native Indonesian fruits with numerous health benefits. This study used de Man, Rogosa, and Sharpe (MRS) medium for fermentation. Probiotics are beneficial microorganisms obtained from fermented food or drink (Hamid et al., 2020). Probiotics and lactic acid bacteria, which are known to have various benefits, particularly as antibacterial, are among the active components identified in passion fruit pulp. Objective: This study examinedthe antibacterial activity of red and yellow passion fruits. Methods: Freshly collected passion fruit pulps were fermented in MRS medium in a shaker incubator for 48 hours at 24°C. The filtrates from the fermented broth were tested against clinical isolates of methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and extended-spectrum beta-lactamase (ESBL)-producing bacteria. The analyses applied the streak plate method and the total plate count method. Results: The Minimum Inhibitory Concentrations (MICs) of red passion fruit ferment filtrate against MRSA 10 and MRSA 11 were 50% and 60%, respectively, and of yellow passion fruit ferment filtrate against MRSA 10 and MRSA 11 were both 30%. Meanwhile, the MICs of red passion fruit ferment filtrates were 35% against ESBL 41 and ESBL 43 and 25% against ESBL 45 and ESBL 47, whereas the MICs of yellow passion fruit (Passiflora edulis f. favicarpa) ferment filtrates were 25% against ESBL 41 and ESBL 43, and 12.5% against ESBL 45 and ESBL 47. Red passion fruit (Passiflora edulis Sims) and yellow passion fruit (Passiflora edulis f. flavicarpa) ferment filtrates became growth inhibitors against the clinical isolates of MRSA and ESBL-producing bacteria with an optimal fermentation time of 24 hours and an optimal concentration of 75%. Conclusion: The results of this study found that the fermented filtrates of red and yellow passion fruits in MRS media could be developed as an antibacterial against MRSA and ESBL-producing bacteria.
Formulasi Deterjen Eco-Friendly Ekstrak Etanol Biji Buah Lerak (Sapindus rarak DC) Kombinasi Surfaktan Decyl Glucoside dan Lauryl Glucoside Nurrosyidah, Iif Hanifa; Putri, Erica Novia; Klau, Ivan Charles Seran; Wulandari, Ina; Ramadhan, Arif
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 1 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i1.17955

Abstract

Pendahuluan: Deterjen merupakan limbah rumah tangga yang paling banyak mencemari lingkungan karena kandungan surfaktan turunan sulfonate yang tidak bisa dibiodegradasi. Sehingga diperlukan inovasi detergen ramah lingkungan. Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengembangkan   formula   deterjen   ramah lingkungan yang mengandung ekstrak etanol biji buah lerak (Sapindus rarak DC) kombinasi surfaktan decyl glucoside dan lauryl glucoside. Metode: penelitian meliputi pembuatan deterjen cair menggunakan tiga formula  yaitu FI, FII, dan FIII dengan variasi konsentrasi ektrak etanol biji buah lerak yang digunakan. Hasil: pH detergen adalah 9,92 (F1), 8,9 (F2) dan 7,85 (F3); viskositas sebesar 16,33 mPas (F1), 8,33 mPas (F2) dan 15 mPas (F3); stabilitas busa yaitu diperoleh kisaran 84,09 % - 89,99 %; bobot jenis sebesar 1,027 g/ml (F1),1,025 (F2) dan 1,032 g/ml (F3). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula detergen cair ekstrak biji buah lerak  memenuhi mutu fisik sesuai syarat SNI 06-4075-1996.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI WEBINAR TENTANG “PERANAN PROBIOTIK SEBAGAI SUPLEMEN KESEHATAN TERHADAP CORONA VIRUS DESEASE-19 (COVID-19) Iif Hanifa Nurrosyidah; Puspita Raras Anindita
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi corona virus desease-19 (COVID-19) menyerang hampir  seluruh warga  negara di dunia. Tingkat keganasan virus ini sangat dipengaruhi oleh kekuatan system imun host yaitu manusia. Selama ini probiotik sudah sering digunakan sebagai suplemen Kesehatan dan berdasarkan banyak penelitian telah dilakukan bahwa probiotik mampu meningkatkan system imun pada manusia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait probiotik yang meliputi definisi, manfaat, macam-macam probiotik, takaran penggunaan probiotik dan bagaimana cara membuat minuman probiotik.  Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan secara webinar, dan diskusi tanya-jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat terlihat dari antusias peserta pengabdian untuk bertanya tentang probiotik. Banyak produk probiotik di sekitar masyarakat yang hampir dikonsumsi setiap hari seperti tempe, dan olahan fermentasi lainnya yang belum diketahui sebelumnya bahwa makanan tersebut adalah probiotik. Sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dilakukan. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah penyuluhan lebih spesifik tentang bermacam-macam manfaat probiotik bagi Kesehatan lainnya seperti bagiaman probiotik dapat mencegah obesitas dan diabetes melitus serta menghambat pertumbuhan bakteri pathogen
Challenges and prospects for implementing halal principles in the jamu industry in Indonesia Nurrosyidah, Iif Hanifa; Syakur, Abd
Journal of Halal Product and Research (JHPR) Vol. 7 No. 1 (2024): Driving Global Halal Value Chain, What Should We Do?
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhpr.vol.7-issue.1.104-112

Abstract

The traditional herbal medicine (jamu) industry in Indonesia faces challenges in applying halal principles due to the common use of non-halal ingredients in jamu production. Jamu is in high demand in Indonesia, a largely Muslim country with a thriving halal economy. This article reviews the challenges and prospects of implementing halal principles in Indonesia's jamu industry. The research methods employed include literature review and analysis of relevant regulations and industry practices in jamu production. The research findings indicate that the presence of non-halal ingredients in some jamu products poses obstacles to meeting halal requirements. The discussion proposes strategies and potential avenues to enhance the implementation of halal principles in the jamu industry, such as developing alternative raw materials and obtaining halal certification. The conclusion drawn from this article is that implementing halal principles in the jamu industry holds promising prospects but requires close collaboration between the government, producers, and other stakeholders.
THE POTENTIAL OF BLACK CUMIN SEED OIL (Nigella sativa L.) AS A HALAL ANTIBACTERIAL AGENT AGAINST EXTENDED SPECTRUM ?-LACTAMASE (ESBL)-PRODUCING ESCHERICHIA COLI Tomi; Nurrosyidah, Iif Hanifa; Muzzayinah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1706

Abstract

Infectious diseases remain a major issue in tropical countries such as Indonesia. Infectious diseases can be caused by pathogenic microorganisms such as bacteria, viruses, parasites, or fungi. Development of antibacterial agents from natural sources is essential to combat the growing issue of antibiotic resistance. One potential plant is black cumin seed (Nigella sativa L.) contains thymoquinone, a compound known for its antibacterial properties. In addition to thymoquinone, the essential oil of black cumin contains thymol, carvacrol, and p-cymene, along with metabolites such as alkaloids, saponins, and tannins. This study aimed to investigate the antibacterial activity of black cumin seed oil (Nigella sativa L.) against Extended Spectrum ?-lactamase-producing Escherichia coli (E. coli ESBL). The antibacterial test in this study used the disc diffusion method at various concentrations, including 100%, 75%, 50%, and 25%. The extract was obtained by distillation, using pure water as the solvent. The test groups included a negative control, positive control using chloramphenicol, and negative control using pure water. The results of the antibacterial activity test showed that the positive control produced an average inhibition zone of 25 mm, classified as susceptible, whereas the negative control showed no inhibition zone (0 mm). At 100% concentration, the inhibition zone averaged 18,67 mm, at 75% it averaged 16 mm, at 50% it averaged 11,67 mm, and at 25%, the inhibition zone averaged 6,67 mm. The three lower concentrations were categorized as resistant.