Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pencegahan Seks Bebas dan Pernikahan Dini Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi Pamukhti, Bagas Biyanzah Drajad
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1004

Abstract

Fenomena seks bebas dan pernikahan dini pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kurangnya komunikasi antara remaja dengan orang tua maupun keluarga tentang sistem reproduksi. Maraknya seks bebas di kecamatan Selo menyebabkan banyaknya remaja menikah lebih cepat, kehamilan yang tidak diinginkan menjadi salah satu alasan seringnya terjadi pernikahan dini dimana remaja belum siap baik secara fisik, mental maupun ekonomi. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk memberikan edukasi dalam manajemen pencegahan seks bebas dan pernikahan dini. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan model pelaksanaan penyuluhan sekaligus skrining tingkat pengetahuan siswa terkait kesehatan reproduksi remaja. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi remaja mengalami peningkatan setelah diberikan penyuluhan. Pengabdian ini menunjukkan pentignya program penyuluhan rutin untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang kesehatan reproduksi remaja untuk mengurangi kejadian seks bebas dan pernikahan dini di masyarakat. Pengabdian Kepada Masyarakat ini berkontribusi pada peningkatan pengetahuan siswa-siswi tentang Manajemen Pencegahan Seks Bebas dan Pernikahan Dini di SMP Negeri 1 Selo, Kabupaten Boyolali. The phenomenon of premarital sex and early-age marriage in adolescents can be caused by several factors such as lack of communication between adolescents and parents or families about the reproductive system. The rampant free sex in the Selo sub-district has caused many adolescents to marry early, unwanted pregnancies are one of the reasons for the frequent occurrence of early-age marriages where adolescents are not ready either physically, mentally, or economically. The purpose of this Community Service is to provide education in the management of preventing premarital sex and early-age marriage. This activity was carried out using a counseling implementation model and screening the level of student knowledge related to adolescent reproductive health. The results of the community service showed that the level of student knowledge about adolescent reproductive health increased after being given counseling. This community service shows the importance of routine counseling programs to improve student's knowledge about adolescent reproductive health to reduce the incidence of premarital sex and early-age marriage in the community. This Community Service increased students' knowledge about the Management of Preventing premarital sex and Early-age Marriage at SMP Negeri 1 Selo, Boyolali Regency.
Gambaran Faktor Penyebab Stunting Pada Balitas di Desa Mranggen Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Aditiya, Siska; Drajad Pamukhti, Bagas Biyanzah
Jurnal Pakar Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): December
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jpk.v1i2.1131

Abstract

Stunting is one of the major nutritional problems that has become a global concern. In 2024, there were 4,113 cases of stunting among toddlers in Sukoharjo, accounting for 9.42%. The highest number of stunting cases among toddlers was recorded at the Polokarto Public Health Center, with 640 cases, where Mranggen Village contributed 80 cases in 2025. Objective: To determine the description of factors causing stunting among toddlers in Mranggen Village, Polokarto Subdistrict, Sukoharjo Regency. Method: This study used a descriptive quantitative design with a total sampling technique involving 80 mothers of stunted toddlers as respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed through frequency distribution. Results: The results show that the majority of respondents were aged 20–35 years, totaling 59 respondents (73.8%). Most of the mothers were housewives, amounting to 58 respondents (72.5%). The majority of infants had a birth weight  ≥ 2500 grams, with 70 respondents (87.5%). Respondents with an income below the regional minimum wage (Rp. 2,359,488.00) totaled 59 respondents (73.8%). Mothers who provided exclusive breastfeeding for six full months were 52 respondents (65.0%). In terms of education, most mothers had completed senior high school, totaling 50 respondents (62.5%). Meanwhile, the level of knowledge was categorized as good in 26 respondents (32.5%), moderate in 38 respondents (47.5%), and poor in 16 respondents (20.0%). Conclusion: The factors influencing stunting among toddlers in Mranggen Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency include maternal age, occupation, birth weight (BBL), income, exclusive breastfeeding, education, and maternal knowledge. Nutritional education and economic support need to be strengthened to reduce the prevalence of stunting.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pencegahan Komplikasi Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Gambirsari Vindi Roma Wardhani; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.201

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan kematian apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu upaya penting dalam pencegahan komplikasi hipertensi adalah peningkatan pengetahuan lansia mengenai pengendalian dan pencegahan komplikasi hipertensi. Tingkat pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong lansia untuk menerapkan perilaku hidup sehat serta patuh terhadap pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia di Puskesmas Gambirsari.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 95 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pencegahan komplikasi hipertensi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan pencegahan komplikasi hipertensi dalam kategori baik, yaitu sebanyak 86 responden (90,5%), kategori cukup sebanyak 7 responden (7,4%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar lansia di Puskesmas Gambirsari memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pencegahan komplikasi hipertensi.
Penerapan Mobilisasi Progresif terhadap Kejadian Dekubitus pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran di HCU Anggrek 2 Rumah Sakit Dr. Moewardi Lailatul Salsabela; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti; Isti Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i3.9021

Abstract

Pressure ulcers are a common complication in patients with impaired consciousness due to prolonged immobilization. This condition can increase morbidity and prolong the length of stay, thus requiring effective preventive interventions such as progressive mobilization. To determine the outcomes of implementing progressive mobilization on the incidence of pressure ulcers in patients with impaired consciousness at the Anggrek 2 High Care Unit (HCU) of Dr. Moewardi General Hospital. This study employed a case study design involving two participants with impaired consciousness. The intervention, consisting of progressive mobilization, was conducted over 3 days with monitoring of skin condition and pressure ulcer risk. Findings: Following the implementation of progressive mobilization, both participants showed improvement in skin condition and a reduction in the risk of pressure ulcers, as evidenced by the absence of progression to more severe wounds and an increase in skin integrity. The application of progressive mobilization is effective in preventing and reducing the risk of pressure ulcers in patients with impaired consciousness. This intervention can serve as a safe and planned nursing intervention in the intensive care unit.
Penerapan Terapi Dzikir Asmaul Husna Terapi Parameter Hemodinamik Non Invasif Pasien Kritis di Ruang HCU Anggrek 2 RSUD Dr Moewardi Nur Rohmanni Yuliana; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti; Isti Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i3.9022

Abstract

Critically ill patients are individuals with unstable health conditions who require close monitoring of hemodynamic parameters. The high mortality rate among critically ill patients treated in intensive care units reaches 36.5% of 33,148 patients. Hemodynamic instability in critically ill patients can be influenced by underlying diseases, medical interventions, as well as physical and psychological stress responses during treatment. Therefore, in addition to pharmacological therapy, non-pharmacological interventions such as Asmaul Husna dhikr therapy are needed, as they can provide a relaxation effect and help stabilize hemodynamic parameters in critically ill patients. To determine the outcomes of the implementation of Asmaul Husna dhikr therapy. This study used a descriptive case study method involving two critically ill patients with unstable non-invasive hemodynamic parameters. Changes in non-invasive hemodynamic parameters were observed in both respondents after the implementation of Asmaul Husna dhikr therapy. In respondent 1, the hemodynamic status was initially categorized as increased and became stable after the intervention. Similarly, in respondent 2, the hemodynamic status changed from increased before the intervention to stable after the intervention. The implementation of Asmaul Husna dhikr therapy can be used as a complementary therapy to help stabilize hemodynamic parameters in critically ill patients.
Application of Five Finger Hypnosis and Mozart Music Therapy Towards Reducing Pain Scale in Post-Surgery Ca-Mammae Patients Adinda Bella Maharani; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti; Isti Wulandari
Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Vol. 5 No. 1: February 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkmi.v5i1.542

Abstract

Background: Breast cancer is a malignant tumor in the breast that invades the area around the breast and spreads throughout the body. Breast cancer is the second largest cause of death worldwide, with 2.3 million deaths in 2022. Pain is one of the many impacts experienced after breast cancer surgery. One way to reduce this pain is by non-pharmacological means. Therefore, it is necessary to apply the non-pharmacological technique of 5-finger hypnosis and Mozart music therapy. Purpose: To determine the results of the application of 5-finger hypnosis and Mozart music therapy on reducing the pain scale in post-operative breast cancer patients in the Flamboyan of Dr. Moewardi Surakarta Hospital. Method: This research method is a descriptive case study to address problems in patient nursing care. The number of respondents was 2. Results: The study found that pain levels increased from before to after the application. The development was measured using the NRS score. Conclusion: Pain levels decreased in patients in the Flamboyan 5 before and after 5-finger hypnosis with Mozart music.
Penerapan Buerger Allen Exercise Terhadap Peningkatan Ankle Brachial Index pada Pasien Diabetes Melitus di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Rinda Dyah Maulina; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti; Yani Indrastuti
Public Health and Safety International Journal Vol. 6 No. 01 (2026): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v6i01.1334

Abstract

Latar belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan gangguan perfusi perifer pada ekstremitas bawah. Salah satu cara menilai sirkulasi perifer adalah dengan pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI). Intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi darah adalah Buerger Allen Exercise. Tujuan : Mengetahui hasil penerapan Buerger Allen Exercise terhadap peningkatan nilai ABI pada pasien diabetes melitus di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode : Jenis studi kasus dengan rancagan metode deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ABI responden pertama meningkat dari 0,86 menjadi 0,99, sedangkan responden kedua meningkat dari 0,78 menjadi 0,87. Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa Buerger Allen Exercise dapat meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien diabetes melitus sehingga dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah perifer.
Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Pola Napas Penderita PPOK Di RSUD Kartini Karanganyar Putri Intan Permatasari; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti; Sugito
Public Health and Safety International Journal Vol. 6 No. 01 (2026): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v6i01.1336

Abstract

Latar belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan gangguan paru yang ditandai dengan penyempitan saluran napas dan penumpukan lendir, menyebabkan sesak napas dan penurunan kualitas hidup pasien. Penanganan nonfarmakologis seperti latihan pursed lips breathing (PLB) diyakini mampu memperbaiki pola napas dan meningkatkan oksigenasi. Tujuan : mengetahui pengaruh latihan PLB terhadap pola napas pasien PPOK di RSUD Kartini Karanganyar. Metode : penerapan yang digunakan adalah studi kasus dengan pengukuran kondisi pre dan post intervensi pada 2 pasien memenuhi kriteria tertentu. Hasil : Sebelum intervensi, frekuensi napas pada pasien berkisar antara 25-30 kali per menit, dengan saturasi oksigen (SpO2) sekitar 96-97%. Setelah dilakukan latihan selama 20 menit 2x selama 1 hari, terjadi penurunan frekuensi napas menjadi sekitar 20-26 kali per menit dan peningkatan SpO2 menjadi 98-99%. Pola napas menjadi lebih stabil dan teratur, serta nadi dalam batas normal. Hasil ini menunjukkan bahwa pursed lip breathing efektif dalam memperbaiki pola napas, menurunkan frekuensi napas, dan meningkatkan saturasi oksigen pasien PPOK. Kesimpulan : dengan penerapan teknik Pursed Lips Breathing pada pasien PPOK di RSUD Kartini Karanganyar cenderung mengalami perbaikan pada pola napas pasien
Penerapan Terapi Kompres Hangat Rebusan Air Serai Pada Sendi Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis Amelia Dwiarianti; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i8.2337

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat akibat hiperurisemia yang ditandai nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan keterbatasan gerak. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah kompres hangat rebusan air serai. Tujuan : Mendeskripsikan hasil penerapan terapi kompres hangat rebusan air serai terhadap penurunan skala nyeri pada pasien gout arthritis. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden gout arthritis di dusun ngrukun wilayah kerja puskesmas kalijambe, kabupaten sragen. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Terapi diberikan tiga kali selama 1 minggu dengan durasi 20 menit pada sore hari. Hasil : Sebelum dilakukan terapi, Ny. S memiliki skala nyeri 5 dan untuk Ny. G memiliki skala nyeri 6 yang termasuk kategori nyeri sedang. Setelah dilakukan terapi kompres hangat rebusan air serai sebanyak 3 kali dalam 1 minggu, skala nyeri Ny. S menurun menjadi 2 dan Ny. G menurun menjadi skala nyeri 3 termasuk kategori nyeri ringan. Kesimpulan : Penerapan terapi kompres hangat rebusan air serai membantu menurunkan skala nyeri pada pasien gout arthritis sehingga dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri.
Penerapan Senam Kaki Diabetik Menggunakan Koran Dalam Meningkatkan Sensitivitas Kaki Pasien DM Tipe 2 Di Pukesmas Gambirsari Verdina Putri Ardi Wijianti; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2380

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi DM adalah neuropati perifer yang dapat menyebabkan penurunan sensitivitas kaki. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Gambirsari, sebagian besar penderita DM Tipe 2 mengeluhkan kebas dan kesemutan pada kaki.Tujuan: Mendeskripsikan hasil implementasi sebelum dan sesudah penerapan senam kaki menggunakan koran terhadap sensitivitas kaki pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada 2 responden. Intervensi senam kaki menggunakan koran dilakukan selama 2 minggu sebanyak 6 kali pertemuan dengan durasi 15 menit setiap pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, alat tes monofilament 10 gram, dan koran. Hasil: Terdapat peningkatan sensitivitas kaki pada kedua responden setelah dilakukan senam kaki menggunakan koran selama 2 minggu sebanyak 6 kali pertemuan. Kesimpulan: Penerapan senam kaki menggunakan koran bermanfaat dalam meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2.