Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada An. T Dengan Morbili Melalui Penerapan Tepid Sponge Therapy Dalam Mengatasi Hipertermia Di Ruang Gardenia Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Batam Tahun 2026 Agustini Effendy; Ratna Dewi Silalahi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2297

Abstract

Morbili merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Measles dan masih menjadi masalah kesehatan pada anak karena dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya hipertermia. Hipertermia yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan metabolisme, hingga kejang demam. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu menurunkan suhu tubuh adalah Tepid Sponge Therapy. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk memaparkan hasil pengkajian, analisa data dan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, evaluasi, serta hasil penerapan Tepid Sponge Therapy dalam mengatasi hipertermia pada An. T dengan diagnosis medis morbili. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari di Ruang Gardenia Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Batam pada tanggal 13–15 Januari 2026. Hasil pengkajian menunjukkan An. T mengalami hipertermia dengan suhu tubuh 39°C disertai batuk berdahak, ruam makulopapular, muntah, dan penurunan nafsu makan. Diagnosis prioritas yang ditegakkan adalah hipertermia berhubungan dengan proses penyakit. Setelah dilakukan implementasi keperawatan dan penerapan Tepid Sponge Therapy, suhu tubuh pasien menurun secara bertahap dari 39°C menjadi 38°C pada hari kedua dan 37,5°C pada hari ketiga. Kondisi umum pasien juga menunjukkan perbaikan ditandai dengan anak tampak lebih aktif, nafsu makan meningkat, dan keluhan demam berkurang. Disimpulkan bahwa penerapan Tepid Sponge Therapy sebagai intervensi nonfarmakologis efektif membantu menurunkan hipertermia pada pasien anak dengan morbili. Disarankan agar pasien dan keluarga menerapkan penanganan hipertermia sesuai anjuran tenaga kesehatan, termasuk Tepid Sponge Therapy sebagai terapi nonfarmakologis pendamping, serta bagi perawat dapat mempertimbangkan tindakan ini sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis evidence-based practice.
FAMILY-BASED NURSING EDUCATION TO IMPROVE FAMILY HEALTH LITERACY AND MANAGEMENT FOR STUNTING PREVENTION : A QUASY EXPERIMENTAL STUDY Nasution, Nurhafizah; Silalahi, Ratna Dewi
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1638

Abstract

Child stunting remains one of the most serious public health challenges worldwide, including in Indonesia. This study evaluated the effectiveness of a Family-Based Nursing (FBN)-based educational programme in improving family health literacy and family management for childhood stunting prevention. A quasi-experimental pre-test–post-test control group study was conducted among 80 families with children aged 0–24 months recruited from two Primary Healthcare Centers in Batam City, Indonesia. The intervention group received a four-week FBN-based educational programme, while the control group received routine health education. The FBN program is more effective at improving health literacy than conventional education, particularly in terms of families’ ability to apply health information to support nutrition, growth monitoring, and stunting prevention, and effective at strengthening families’ ability to manage, coordinate, and implement child health practices related to stunting prevention.The FBN-based educational programme effectively strengthened family stunting prevention behaviours and enhanced families' capacity to support optimal child growth.