Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Literatur Review: Manajemen nyeri persalinan kala I dengan aromaterapi Alchalidi Alchalidi; Abdurrahman Abdurrahman; Dewita Dewita
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v2i2.267

Abstract

Latar Belakang: Ambang nyeri menyebabkan frekuensi nyeri yang dialami sangat beragam bagi setiap ibu bersalin. Intensitas nyeri selama persalinan akan meningkat jika ibu mengalami cemas dan takut secara berlebihan. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan adalah dengan aromaterapi. Tujuan: Literatur review ini disusun untuk mengetahui informasi tentang manajemen nyeri persalinan kala I dengan terapi aromaterapi. Metode: Metode review ini menggunakan metodologi berdasarkan sistematika dan pedoman review. Hasil Penelitian:. Terapi komplementer non-farmakologi guna meringankan intensitas nyeri persalinan bisa dilakukan dengan aromaterapi. Aromaterapi yang sering digunakan adalah lavender, mawar, bitter orange Kesimpulan: Pentingnya ibu hamil untuk mengetahui langkah-langkah dalam mengurangi nyeri persalinan guna menurunkan kecemasan dan ketakutan ibu akan nyeri persalinan.
Peningkatan Kapasitas Perawat dalam Perawatan Luka Modern Menggunakan Ekstrak Daun Binahong Anda Syahputra; Fitriani Agustina; Syahabuddin Syahabuddin; Alchalidi Alchalidi; Serlis Mawarni; Nora Veri; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12389

Abstract

ABSTRAK Terapi komplementer yang ada menjadi salah satu pilihan pengobatan masyarakat. Terapi komplementer diberikan untuk perawatan luka modern. Perawatan luka terkini adalah modern wound dressing. Modern wound dressing merupakan salah satu metode perawatan luka yang tertutup. Salah  satu  terapi  komplementer  untuk  mempercepat  penyembuhan luka adalah dengan memanfaatkan tanaman daun binahong yang memiliki fungi  sebagai  antibakteri, antiinflamasi, antifungi. Perawat luka merupakan tenaga kesehatan yang dipilih masyarakat dalam penangani perawatan luka, maka karena itu perlunya peningkatan pengetahuan, pemahan dan skill untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kota Lhokseumawe dengan jumlah sasaran sebanyak 40 orang dengan pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi berpengetahuan baik sebesar 95% dan keterampilan peserta tentang perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong setelah pelatihan sebahagian besar berketerampilan mahir. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Kata Kunci: Daun Binahong, Perawatan Luka Modren, Perawat  ABSTRACT Complementary therapies have become one of the community's treatment options. Complementary therapies are provided for modern wound care. The latest in wound care is modern wound dressing. Modern wound dressing is one of the closed wound care methods. One of the complementary therapies to accelerate wound healing is by utilizing binahong leaf plants that have fungi as antibacterial, anti-inflammatory, and antifungal. Wound nurses are the health workers chosen by the community in handling wound care, therefore it is necessary to increase knowledge, understanding and skills to be able to provide better services. The activity was carried out in the Lhokseumawe City Region with a total target of 40 people with modern wound care training using binahong leaf extract. Evaluation is expected to increase the knowledge and skills of participants. The results of the training were obtained that the participants' knowledge after being given training increased to good knowledge by 95% and the participants' skills regarding modern wound care using binahong leaf extract after training were mostly good skills. This activity can be concluded that the knowledge and skills of participants increased after training on modern wound care using binahong leaf extract.  Keywords: Binahong Leaf Extract, Modern Wound Care, Nursesn
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUISIONER PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Veri, Nora; ljuna, Lia; Alchalidi
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.6

Abstract

Cakupan kontrasepsi saat ini masih rendah. Faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan metode kontrasepsi adalah sikap, pengetahuan, ketersediaan layanan kontrasepsi dan faktor lainnya. Pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang dapat diukur melalui kuesioner. Sebelum digunakan dalam suatu penelitian maka kuesioner harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian bertujuan mendapatkan kuisioner yang baku dan valid untuk digunakan dalam penelitian terkait pengetahuan, sikap dan perilaku Wanita Usia Subur (WUS) tentang kontrasepsi jamgka panjang dengan model edukasi peer group dengan media medical eligibility for contraceptive use for Android. Penelitian uji coba kuisioner merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel 31 orang yang diberikan kuesioner dan diisi melalui Google form. Pengujian validitas kuesioner dilakukan dengan menggunakan teknik Scale Corrected Item-Total Correlation sedangkan uji reliabilitas dengan teknik Alpha Chronbach. Tes validasi kuesioner menunjukkan pada 40 item didapatkan sebanyak 30 item yang dikategorikan memenuhi syarat validitas memiliki nilai korelasi >0,367. Tes reliabilitas item pengetahuan, sikap, dan perilaku didapatkan nilai Alpha Chronbach > 0,367, maka kuesioner yang dites dapat dianggap konsisten. Hasil tes validitas dan reliabilitas kuesioner menunjukkan bahwa kuesioner tersebut memenuhi syarat dan dapat digunakan dalam penelitian di masyarakat.
Ekstrak Binahong Mempercepat Periode Penyembuhan Luka Perineum Masa Postpartum Alchalidi Alchalidi; Nora Veri; Magfirah Magfirah
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/2077r348

Abstract

Pendahuluan : Kematian ibu akibat infeksi pada masa nifas sangat tinggi dibandingkan pada masa kehamilan dan persalinan. Perawatan luka jalan lahir setelah melahirkan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi perineum. Perawatan luka dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan juga tanaman herbal salah satu daun binahong yang berfungsi sebagai antibakteri, antimikroba, antiseptik, analgesik, antioksidan. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas topikal ekstrak daun Binahong dalam mempercepat penyembuhan luka perineum. Metode : Penelitian ini bersifat quasy experiment dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan total sampel sebanyak 32 orang. Ekstrak daun binahong dibuat di Laboratorium Farmakologi FKH USK. Topikal ekstrak daun binahong 400 mg/hari diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan cara dioleskan di luka perineum. Pengamatan luka perineum dilakukan sebanyak 1 kali pada hari ke 5 dengan instrumen skala REEDA (Redness, Oedema, Ecchymosis, Discharge dan Approximation). Hasil Penelitian : pengamatan menyatakan terdapat perbedaan rerata lama penyembuhan luka perineum antara kelompok intervensi dan perlakuan. Topikal ekstrak daun binahong dapat mempercepat penyatuan luka perineum ibu nifas. Kesimpulan : Penggunaan ekstrak daun Binahong secara topikal dapat dijadikan terapi komplementer dalam mempercepat penyembuhan luka perineum
Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa Dewita Dewita; Alchalidi Alchalidi; Elizar Elizar; Heniwati Heniwati
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/ggy8vk06

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dapat berdampak buruk untuk kehamilan dan janin. Dampak dari kecemasan dalam kehamilan yaitu perdarahan, partus lama, syok, premature dan BBLR. Virus COVID-19 adalah salah satu faktor ibu mengalami cemas, karena ibu hamil beresiko tinggi tertular COVID-19. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab kecemasan pandemi COVID-19 pada ibu hamil primigravida. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cros sectional. Sampel penelitian yaitu ibu hamil primigravida di wilayah kerja Puskesmas Langsa Barat yang berjumlah 32 sampel dan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dan HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebahagian besar ibu yang mengalami kecemasan ringan yaitu 68,8%. Hasil statistik didapatkan ada hubungan kecemasan dengan pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan nilai p < 0,05 (0,320; 0,37; 0,24; 0,001 dan 0,024) dan hanya faktor usia ibu yang tidak ada hubungan dengan kecemasan dengan nilai p= 0,94. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan kecemasan pandemi COVID-19.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN UNTUK PENGELOLAAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 MELALUI E-MODUL LATIHAN SYUKUR Fazdria; Setio Budi Raharjo; Muhammad Husaini; Alchalidi; T. Iskandar Faisal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i2.1813

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is one of the chronic diseases whose prevalence is increasing in Gampong Miruek Lam Reudeup. Empowering health cadres through e-module gratitude training is an innovative approach that is expected to improve knowledge and skills in managing T2DM. This community service program aims to improve the understanding and skills of health cadres in managing T2DM through e-module-based gratitude training. The program method involves a series of training and mentoring for health cadres in implementing e-module-based gratitude training. Training materials include T2DM management, gratitude training, and simple blood sugar checks. The results achieved were an increase in percentage of 58.5% between pretest and posttest scores, indicating the success of the training in improving health cadres' knowledge, practical ability to successfully apply gratitude training techniques in daily practice and integrate them into patient care, increasing family support and understanding of T2DM management, T2DM patients experienced improved quality of life and satisfaction due to better management of blood sugar levels; and there was efficiency in handling T2DM cases with patients who were more active in caring for themselves. The program successfully achieved all of its stated targets, including increasing health cadres' knowledge, practical skills in gratitude practice, scientific publications and gratitude practice e-modules. The health cadre empowerment program through e-module-based gratitude training has had a positive impact on the management of DMT-2 in Gampong Miruek Lam Reudeup. This indicates that the participatory approach and the ability of gratitude training skills are very effective in improving the quality of life of DMT-2 families, especially DMT-2 patients.
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Corona Virus Diseases-19 (Covid-19) Di Kota Langsa, Aceh Alchalidi; Veri, Nora; AS, Emilda; Dewita; Ramadhani, Nila Suci
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 3 (2022): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.356 KB) | DOI: 10.20527/jdk.v10i3.19

Abstract

Strategi pemerintah untuk mengurangi penularan COVID-19 adalah dengan vaksinasi yang menimbulkan Kejadian Pasca Ikutan Imunisasi (KIPI). Jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat dikarenakan penularan yang cepat dan menginfeksi banyak orang. Banyak masyarakat yang tidak mau divaksinasi karena takut akan dampak yang timbul setelah vaksinasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui KIPI yang dialami masyarakat yang sudah melakukan divaksinasi COVID-19. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan cross-sectional. Subjek 110 orang yang telah divaksin COVID-19. Penelitian melalui dengan menggunakan instrumen penelitian yang diedarkan melalui google-form. Pengumpulan data dilakukan di Kota Langsa, Aceh dari 2 Juni s/d 10 Juni 2022 dengan teknik purposive sampling.  Data dianalisis secara deskriptif. Jenis KIPI yang alami oleh responden setelah vaksinasi tahap I dari 203 responden mayoritas responden tidak mengalami demam 116 orang (57,14%), tidak mengalami kelelahan 168 orang (82,76%), tidak sakit kepala 162 orang (79,80%), tidak mengalami mual 182 orang (89,66%), mayoritas mengalami nyeri otot sebanyak 108 orang (53,20%), mayoritas mengalami mengantuk 110 orang (54,19%) dan tidak mengalami sakit lengan sebanyak 125 orang (61,58%). Dari total responden 203 orang yang telah vaksin tahap II mayoritas juga tidak mengalami demam sebanyak 181 orang (89,16%), tidak mengalami kelelahan sebanyak 185 orang (91,13%), tidak mengalami mual sebanyak 187 orang (92,12%), tidak nyeri otot sebanyak 138 orang (67,98%). Untuk parameter mengantuk, mayoritas responden mengatakan mengalami mengantuk sebanyak 129 orang (63,55%) dan untuk sakit lengan sebanyak 147 orang (72,41%).
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Menghadapi Wabah COVID-19 (Corona Virus Disease-19) di Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Dewita, Dewita; AS, Emilda; Alchalidi, Alchalidi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.302

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok khusus yang rentan terkena virus Covid-19. Selama hamil terjadi penurunan kekebalan parsial, sehingga mengakibatkan ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus. Dengan status immune compromised dan perubahan adaptif fisiologis selama kehamilan, wanita hamil bisa lebih rentan terhadap infeksi COVID-19 daripada populasi umum. Hal ini dikarena COVID-19 menyebar dengan cepat, penatalaksanaan ibu dan keselamatan janin menjadi perhatian utama, tetapi informasi penilaian dan penatalaksanaan wanita hamil yang terinfeksi COVID-19 masih langka, dan potensi risiko penularan vertikal tidak jelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam menghadapi wabah Covid-19 di Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Jumlah sampel penelitian 34 orang ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrument penelitian yang digunakan kuesioner, dimana ibu hamil sebelum dilakukan penyuluhan dilakukan pre test dan posttes untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan penularan Covid-19. Analisa data yaitu univariate. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan 34 responden ibu yang pengetahuan baik terhadap covid-19 sebanyak 12 orang (35,3%), ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 13 orang (38,2%) dan ibu dengan pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (26,5%). Sedangkan sikap pencegahan penularan Covid-19 adalah dari 34 responden sikap positif ibu terhadap covid-19 sebanyak 17 orang (50,0%) dan sikap negatif sebanyak 17 orang (50,0%). Hal ini sesuai dengan penelitian Luo & Yin, menyebutkan dalam pelaksanaan manejemen kesehatan terutama pencegahan COVID-19 pada ibu hamil, hampir keseluruhan responden telah melaksanakan manajemen kesehatan dengan baik. Setelah dilakukan penelitian terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap pada ibul hamil dalam menghadapi Covid-19 di Desa Karang Anyer Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa.
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Dalam Menghadapi Wabah Covid-19 (Corona Virus Disease-19) Di Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Dewita, Dewita; As, Emilda; Alchalidi, Alchalidi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 2 (2023): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i2.428

Abstract

Selama hamil terjadi penurunan kekebalan parsial, sehingga mengakibatkan ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus. Dengan status immune compromised dan perubahan adaptif fisiologis selama kehamilan, wanita hamil bisa lebih rentan terhadap infeksi COVID-19 daripada populasi umum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam menghadapi wabah Covid-19 di Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Jumlah sampel penelitian 34 orang ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrument penelitian yang digunakan kuesioner, dimana ibu hamil sebelum dilakukan penyuluhan dilakukan pre test dan posttes untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan penularan Covid-19. Analisa data yaitu univariate. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan 34 responden ibu yang pengetahuan baik terhadap covid-19 sebanyak 12 orang (35,3%), ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 13 orang (38,2%) dan ibu dengan pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (26,5%). Sedangkan sikap pencegahan penularan Covid-19 adalah dari 34 responden sikap positif ibu terhadap covid-19 sebanyak 17 orang (50,0%) dan sikap negatif sebanyak 17 orang (50,0%). Hal ini sesuai dengan penelitian Luo & Yin, menyebutkan dalam pelaksanaan manejemen kesehatan terutama pencegahan COVID-19 pada ibu hamil, hampir keseluruhan responden telah melaksanakan manajemen kesehatan dengan baik. Setelah dilakukan penelitian terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap pada ibul hamil dalam menghadapi Covid-19 di Desa Karang Anyer Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa.
Program Pendidikan Kesehatan tentang Pencegahan dan Mitigasi Penyakit Menular pada Masyarakat Veri, Nora; Mutiah, Cut; Helmi, Alfian; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22437

Abstract

ABSTRAK Penyakit menular masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro mengenai pencegahan dan mitigasi penyakit menular. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari ibu rumah tanggayang memiliki bayi/balita. Kegiatan dilakukan pada 31 Agustus 2025 dan tanggal 2 September 2025 di Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis penyakit menular, cara penularan, upaya pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan imunisasi, serta langkah mitigasi dini yang dapat dilakukan di tingkat keluarga maupun komunitas. Program pendidikan kesehatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular.  Kata Kunci: Program Kesehatan, Penyakit Menular, Imunisasi, Campak, TB Paru. ABSTRACT Infectious diseases continue to pose significant public health challege, particullary in rural areas where access to health information and services is limited. To enhace the comunity’s knowledge and skills Lengkong Village, Langsa Baro District, for preventing and reducing infectious diseases. The methods used included counseling, training, and mentoring with 25 participants consisting of housewives with babies or toddlers. The activity was onduted on August 31, 2025, and September 2, 2025, in Lengkong Village, Langsa Baro District, Langsa City. Activity’s outcames demostrated an increase in community knowledge and understanding of infectious diseases, including theirtransmission, prevention efforts through such as the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and immunization, as well as early mitigation measures that can be carried out at the family and community levels. This health education program has proven effective in increasing community understanding and awareness of the importance of preventing infectious diseases. Keywords:   Medical Education, Infectious Disease, Immunization, Rubeola, Pulmonary Tuberculosis.