Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Konseling Teknik Menyusui terhadap Kejadian Lecet Puting Susu pada Ibu Multipara Henniwati, Henniwati; Fazdria, Fazdria; Harahap, Meliani Sukmadewi; Nurdahliana, Nurdahliana; Alchalidi, Alchalidi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15504

Abstract

ABSTRACT A common problem in breastfeeding is nipple blisters/pain. Due to an error in the breastfeeding technique, the baby does not breastfeed until the areola is present. The impact that occurs if the breastfeeding technique is not correct is that it can cause breast swelling, mastitis/breast abscess, anatomical abnormalities in the nipples such as sinking nipples or flat nipples, nipple blisters and breast milk does not come out optimally. This study aimed to determine the effect of breastfeeding technique counseling on the incidence of nipple blisters. This type of research is quasi-experimental with a posttest control group design. The sample in this study was multiparous postpartum mothers totaling 36 people who were divided into two groups (control and treatment)—data analysis using the Mann-Whitney test. The study results obtained in the control group showed that the mean of 13.31 was lower than that of the treatment group, which was 23.69 and the Sig. 2-tailed obtained 0.001, it can be concluded that the provision of breastfeeding technique counseling affects the incidence of nipple blisters in postpartum women. The conclusion in this study is that providing counseling on breastfeeding techniques has an effect on the incidence of sore nipples in postpartum mothers. It is expected that health workers can always provide counseling on correct breastfeeding techniques to mothers. Keywords: Counseling, Breastfeeding Technique, Nipple Chafing  ABSTRAK Masalah yang sering terjadi dalam proses menyusui adalah puting susu lecet/nyeri. Hal ini disebabkan kesalahan dalam teknik menyusui yaitu bayi tidak menyusui sampai ke areola. Dampak yang terjadi jika teknik menyusui yang tidak benar yaitu dapat menyebabkan payudara bengkak, mastitis/abses payudara, kelainan anatomis pada puting susu seperti puting susu yang tenggelam atau puting susu yang datar, puting susu lecet dan ASI tidak keluar optimal. Tujuan penenlitian untuk mengetahui pengaruh konseling teknik menyusui terhadap kejadian putting lecet. Jenis penelitian ini quasi eksperimen dengan desain posttest control group desain. Sampel pada penelitian ini ibu nifas multipara yang berjumlah 36 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok (control dan perlakuan).Analisa data menggunakan uji mann-whitney test. Hasil penelitian didapat pada kelompok control rerata 13,31 lebih rendah dari pada rerata kelompok perlakuan yaitu 23,69 dan niali Sig. 2-tailed didapat 0,001, maka berate bahwa pemberian konseling tehnik menyusui berpengaruh terjadap kejadian putting lecet pada ibu nifas. Kesimpulan dalam penelitian ini pemberian konseling tehnik menyusui berpengaruh terjadap kejadian putting lecet pada ibu nifas. Diharapkan untuk tenaga kesehatan dapat selalu memberikan konseling tehnik menyusui yang benar kepada ibu.                     Kata Kunci: Konseling, Teknik Menyusui, Puting Lecet
Peningkatan Kapasitas Ibu Hamil dan Bidan Dalam Mengurangi Nyeri Persalinan dengan Terapi Komplementer di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Alchalidi, Alchalidi; Veri, Nora; Magfirah, Magfirah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15488

Abstract

ABSTRAK Terapi komplementer merupakan bidang ilmu kesehatan yang berperan dalam menangani berbagai penyakit dengan teknik tradisional, yang juga dikenal sebagai pengobatan alternatif. Terapi komplementer telah diakui dan dapat dipakai sebagai pendamping terapi konvensional medis. Pemanfaatan terapi komplementer dalam masa bersalin harus diawasi dan dipastikan aman bagi proses persalinan ibu sehingga tidak menimbulkan efek negatif baik pada ibu maupun bayi. Meningkatkan keterampilan ibu hamil yang akan bersalin tentang pemanfatan terapi komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan meliputi cara pengolahan bahan herbal sampai teknik-teknik message. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kualitas KIE bidan dalam memberikan informasi tentang pemanfatan terapi komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui pelatihan, Edukasi, pendampingan dan sosialisasi terapi komplementer untuk nyeri persalinan. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan yaitu 16 % sebelum penyuluhan dan 84% sesudah diberikan penyuluhan. Terjadi keterampilan yang signifikan setelah diberikan pelatihan pemanfaatan terapi komplementer (pemberian Darkchocolate, pemberian aroma terapi, birthball dan pemberian jus wortel. Suluruh peserta telah mengerti pemanfaatan terapi komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan dan peserta juga sudah terampil membuat Darkchocolate, pemberian aromaterapi, birthball dan pemberian jus wortel untuk mengurangi nyeri persalinan. Kata Kunci: Pengabmas, Nyeri Persalinan,Terapi Komplementer  ABSTRACT Complementary therapy is a field of health science that plays a role in treating various diseases using traditional techniques, which is also known as alternative medicine. Complementary therapy has been recognized and can be used as a companion to conventional medical therapy. The use of complementary therapies during the birthing period must be monitored and ensured that it is safe for the mother's birthing process so that it does not cause negative effects on either the mother or the baby. Improve the skills of pregnant women who are about to give birth regarding the use of complementary therapies to reduce labor pain, including processing herbal ingredients to message techniques. Increase the knowledge, skills and quality of midwives' KIE in providing information about the use of complementary therapies to reduce labor pain. The service method used in this activity is a community education program through training, education, mentoring and socialization of complementary therapies for labor pain. There was an increase in knowledge before and after being given counseling, namely 16% before counseling and 84% after being given counseling. Significant skills occurred after being given training in the use of complementary therapies (giving Darkchocolate, giving aromatherapy, birthball and giving carrot juice. All participants understood the use of complementary therapies to reduce labor pain and participants were also skilled at making Darkchocolate, providing aromatherapy, birth balls and administering carrot juice to reduce labor pain. Keywords: Community Service, Labor Pain, Complementary Therapy
Upaya Pencegahan Stunting Secara Dini pada Remaja Putri di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama Lina, Lina; Sukmadewi, Meliani; Kasad, Kasad; Alchalidi, Alchalidi; Helmi, Alfian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12507

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi isu besar bagi bangsa Indonesia dan merupakan program prioritas pemerintah yang harus segera ditanggulangi. Upaya pencegahan stunting secara dini pada remaja adalah sebuah trobosan peningkatan pengetahuan gizi sebelum memulai berkeluarga yang berkontribusi pada kesadaran akan kesehatan ibu dan anak dimasa penting dalam kehidupannya, termasuk memutus rantai persoalan stunting. Pengabdian masyarakat ini untuk mencegah terjadinya stunting secara dini pada remaja di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Pengabdian kepada masyarakat ini bersifat deskriptif dengan tahapan pelaksananaan yaitu persiapan, pemeriksaan tinggi badan (TB), berat badan (BB), haemoglobin (Hb), tekanan darah, pretest, edukasi (pencegahan stunting, gizi seimbang, anemia), demonstrasi perhitungan berat badan ideal dan posttest. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja Desa Seulalah Kecamatan Langsa lama Kota Langsa yang berjumlah 40 orang. Mayoritas berat badan remaja tidak ideal sebanyak 22 (55%),  mayoritas memiliki tekanan darah normal sebanyak 27 (65,7%), mayoritas memiliki Hb normal sebanyak 34 (85%), mayororitas pengetahuan remaja sebelum dilakukan penyuluhan memiliki pengetahuan kurang  sebanyak 27 ( 67,5%) serta mayoritas memiliki pengetahuan baik setelah penyuluhan sebanyak  33 (82,5%). Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pada remaja sebaiknya dilakukan secara dini dan rutin minimal 6 bulan sekali. Kata Kunci: Pencegahan Stunting, Remaja Putri, Anemia, Berat Badan Ideal  ABSTRACT Stunting is still a big issue for the Indonesian people and is a government priority program that must be addressed immediately. Efforts to prevent stunting early in adolescents are a breakthrough in increasing nutritional knowledge before starting a family which contributes to awareness of maternal and child health at an important time in their lives, including breaking the chain of stunting problems. This community service is to prevent premature stunting in teenagers in Seulalah Baru Village, Langsa Lama District, Langsa City. This community service is descriptive in nature with implementation stages, namely preparation, checking height (TB), weight (BB), hemoglobin (Hb), blood pressure, pretest, education (stunting prevention, balanced nutrition, anemia), demonstration of weight calculation ideal and posttest. The targets of this community service are teenagers from Seulalah Village, Langsa Lama District, Langsa City, totaling 40 people. The majority of teenagers' weight was not ideal as much as 22 (55%), the majority had normal blood pressure as much as 27 (65.7%), the majority had normal Hb as much as 34 (85%), the majority of teenagers' knowledge before counseling had insufficient knowledge as much as 27 ( 67.5%) and the majority had good knowledge after counseling as many as 33 (82.5%). Counseling and health checks for teenagers should be carried out early and routinely at least once every 6 months. Keywords: Prevention of Stunting, Adolescent Girls, Anemia, Ideal Body Weight
Pelatihan Penanggulangan Krisis Kesehatan bagi Petugas Kesehatan di Kota Langsa Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Oktabina, Rizky Wan; Helmi, Alfian; Zakirullah, Zakirullah; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16996

Abstract

ABSTRAK Indonesia sering mengalami bencana alam dan non alam (wabah) yang menimbulkan krisis kesehatan, seperti korban mati, korban luka, sakit, pengungsi, lumpuhnya pelayanan kesehatan, penyakit menular, sanitasi lingkungan, gangguan jiwa dan masalah kesehatan lainnya. Kegiatan Penanggulangan Krisis Kesehatan dilaksanakan mulai pra-krisis kesehatan, tanggap darurat, dan pasca krisis kesehatan dengan menitikberatkan pada Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan. Salah satu permasalahan di Kota Langsa adalah banjir yang membuat rumah dan fasilitas publik termasuk Puskesmas terendam air sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak maksimal serta berpotensi menimbulkan krisis kesehatan serta terbentuknya Emergency Medical Team (EMT) yang mencakup lintas profesi kesehatan Kota Langsa untuk menghadapi ancaman bencana. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang penanggulangan krisis kesehatan serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pembentukan tim tenaga kesehatan tanggap bencana dan selanjutnya pelatihan mencakup simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan. Peserta belum mendapatkan pelatihan tentang latihan Table Top dengan jumlah 27 orang (90%) peserta, terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Dengan hasil kategori berpengetahuan baik sebelum edukasi yaitu 12 peserta (40%) menjadi 18 orang (60%) serta peserta mampu melakukan pelatihan penanggulangan bencana di mulai dari pencegan mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan pada fase pra bencana, kegiatan tanggap darurat pada saat bencana dan fase pemulihan pasca bencana. Peserta telah memahami tentang penanggulangan krisis kesehatan dan telah terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Kata Kunci: Pelatihan, Penanggulangan Krisis Kesehatan, Rawan Bencana  ABSTRACT Indonesia often experiences natural and non-natural disasters (outbreaks) which cause health crises, such as deaths, injuries, illnesses, refugees, paralyzed health services, infectious diseases, environmental sanitation, mental disorders and other health problems. Health Crisis Management activities are carried out starting from pre-health crisis, emergency response, and post-health crisis with an emphasis on Reducing the Risk of Health Crisis. One of the problems in Langsa City is flooding which causes houses and public facilities including the Community Health Center to be submerged in water so that health services to the community are not optimal and have the potential to cause a health crisis and the formation of an Emergency Medical Team (EMT) which includes a cross-section of health professions in Langsa City to face the threat of disaster. Increase health workers' understanding of how to deal with health crises and increase the capacity and skills of health workers in providing health services in emergency conditions and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. The method or form of activity used in this community service begins with the formation of a team of disaster response health workers and then training includes a Health Crisis Management simulation. Participants had not received training on table top exercises with a total of 27 people (90%) participants, there was an increase in knowledge before and after education. With the results of the good knowledge category before education, namely 12 participants (40%) to 18 people (60%) and participants were able to carry out disaster management training starting from prevention, mitigation and preparedness carried out in the pre-disaster phase, emergency response activities during the disaster and the post-disaster recovery. Conclusion: Participants understand how to deal with health crises and are skilled in providing health services in emergency situations and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. Keywords: Training, Health Crisis Management, Disaster Prone
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMANFAATAN BIT MERAH (Beta vulgaris L) DAPAT MENURUNKAN HIPERTENSI DAN SKRINING RESIKO PENYAKIT PADA IBU PREMENOPAUSE Dewita, Dewita; Aulianshah, Vonna; Henniwati, Henniwati; Alchalidi, Alchalidi; Jasmiati, Jasmiati; Faisal, T Iskandar; Kartika Sari Hrp, Lili
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.3035-3040

Abstract

Hipertensi disebabkan oleh faktor genetik, pola makan yang kurang asupan serat, kurangnya aktivitas fisik, berat badan melebih dari normal, stres. Bit merupakan salah satu jenis sayuran yang berserat tinggi dan nitrat yang berfungsi dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan Bit Merah (Beta vulgaris L) berfungsi menurunkan hipertensi dan melakukan deteksi dini resiko penyakit dengan pemeriksaan laboratorium sederhana pada ibu premenopause di wilayah Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan, dilakukan pretest dan posttest, pengukuran tekanan darah, deteksi dini dengan pemeriksaan laboratorium kadar kolesterol, glukosa darah. Kegiatan dilaksankan di wilayah Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa pada tanggal 27 juli sampai dengan 6 Agustus 2022.Jumlah peserta 90 orang ibu premenopause, kader dan kelompok PKK Hasil kegiatan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan sebesar 100 %, yang mengalami hipertensi sebesar 58,89 %, yang mengalami koleterol tinggi sebesar 48 %  glukosa darah tinggi sebesar 29 %. Seluruh peserta diberikan Bit merah untuk menurukan hipertensi. Kesimpulan: adanya peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan Bit Merah (Beta vulgaris L) untuk menurunkan hipertensi dan telah dilakukan deteksi dini resiko penyakit dengan pemeriksaan kadar kolesterol, glukosa darah pada ibu premenopause
The effect of topical aloe vera and breast milk on the recovery of cracked nipples Fazdria, Fazdria; Alchalidi, Alchalidi; Kasad, Kasad; Faisal, T. Iskandar
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2173

Abstract

One of the common discomforts during the postpartum period is cracked nipples. If not properly managed, this condition may lead to mastitis. This study aimed to analyze the effect of topical application of aloe vera and breast milk on the healing of cracked nipples. This research employed a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 34 postpartum mothers with cracked nipples at Birem Bayeun Community Health Center. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant effect of aloe vera and breast milk application on the healing of cracked nipples (p = 0.000). It can be concluded that the topical application of aloe vera and breast milk has a significant effect on the recovery of cracked nipples among postpartum mothers.