Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Emping Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Terhadap Penyakit Asam Urat Pada Masyarakat Desa Sibreh Keumudee Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar Wahab, Irwana; Darmawati; Rahmayanti; Siti Hadijah
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.004 KB) | DOI: 10.30867/jeumpa.v1i2.122

Abstract

ABSTRAK  Berdasarkan kebiasaan pola makan masyarakat Desa Sibreh Keumudee yang sering menyertakan emping melinjo, maka sangat perlu adanya kegiatan edukasi tentang pengaruh konsumsi emping melinjo (Gnetum gnemon L.) pada penyakit asam urat. Emping melinjo mengandung basa purin yang relatif tinggi. Kandungan purin yang tinggi pada bahan pangan dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah. Mengacu pada Tridarma Perguruan Tinggi, dosen pada  Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Aceh memiliki kewajiban untuk melaksanakan Pengabdian Masyarakat. Demi mendukung program tersebut, perlu dilakukan peningkatan pengetahuan tentang pengaruh konsumsi emping melinjo (Gnetum gnemon L.) pada penyakit asam urat. Kegitan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan (metode ceramah) kepada 60 orang peserta pada tanggal 28 Juni 2022, 30 Juni 2022 dan 2 Juli 2022 di Mushola Gampong Sibreh Keumudee Kecamatan Sukamakmur. Setelah diberikan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan meningkatnya rata-rata nilai post test dibandingkan rata-rata nilai pre test.  Kata Kunci : emping melinjo, asam urat
Membangun Citra Petani Desa Jerowaru : Pemberdayaan Petani Semangka Pelambik melalui Vidio Branding Kreatif: Penelitian Baiq Yuliana Rizkiwati; Ahmad Hasbirrosyid; Dina Pebriana; Isti Fitrah Ilmi; Moh. Wanda Aji; M.Sastra Budiawan; Rindu Sefira; Riza Zuliana; Rosmiati Yuliana; Siti Hadijah; Siti Kurniyah; Titin Agustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1283

Abstract

Petani semangka di Dusun Pelambik, Desa Jerowaru, Lombok Timur merupakan salah satu komoditas unggulan dan memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namun dari hasil survei menunjukkan para petani masih menghadapi kendala dalam promosi dan pemasaran hasil panen. Ketergantungan pada tengkulak atau pengepul menyebabkan petani tidak memiliki kendali terhadap harga jual, dan pemahaman mereka terkait strategi branding serta pemasaran digital masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan petani melalui sosialisasi dan edukasi marketing serta branding digital guna membentuk petani semangka yang cerdas dan mandiri. Pendekatan dari kegiatan ini bersifat partisipatif, dengan tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan para petani semangka, pembuatan konten visual, serta pelaksanaan sosialisasi dan edukasi strategi pemasaran dan branding digital. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan keterlibatan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas petani dalam memahami pentingnya citra produk,marketing dan promosi digital. 1 (satu) video berhasil diproduksi, menampilkan proses budidaya, keunggulan lokal, serta nilai-nilai kearifan petani setempat. Penerapan media digital terbukti efektif dalam memperkuat citra, meningkatkan daya saing produk, serta membangun kepercayaan diri dan kemandirian petani. Kegiatan ini dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan kreatif di bidang sektor pertanian lainnya
RELATIONSHIP OF ANTENATAL CARE VISIT, EMESIS GRAVIDARUM, AND DIETARY HABIT AGAINST ANEMIA IN PREGNANCY Tuty Yanuarti; Linda Luciana Anggraeni; Sapera Damayanti; Millah Syafithrie; Hesti Yanti; Nina Ayu Larasati; Ika Putri Astuti; Siti Hadijah; Novita
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 20 No. 2 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v20i2.2025.366-378

Abstract

Introduction: Anemia is one of the clinical conditions that can be found in many countries, particularly developing countries. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia is 37.1% with the highest in rural areas, namely 37.8%, and the lowest in urban areas, 36.4%.  Multifactors can influence anemia in pregnancy. Aims: This study aimed to determine the relationship between ANC visits, emesis gravidarum, and diet on anemia in pregnant women patients. Methods: This study is a cross-sectional study. The research was conducted at the Independent Practice Place of Midwife Rabiah, AM.Keb, Sentosa Village, The District of Seberang Ulu II, Palembang City, South Sumatra Province. The independent variables in this study were ANC visits, emesis gravidarum, and diet, while the dependent variable was anemia in pregnant women. Our study used the SPSS ver.25 program. This study conducted univariate and bivariate analysis. The bivariate used chi-square test. Results: Based on the chi-square test with CI = 95% obtained p-value <0.001 (P<0.05), a significant association between dietary patterns and anemia in expectant mothers at TPMB Rabiah, Am.Keb, Sentosa Village, Sebrang Ulu District, Palembang City, South Sumatra Province, 2023. Conclusion: This study showed a significant association between Antenatal Care visits, Emesis Gravidarum, and Diet against anemia in expectant mothers, which can be used as a source of information for expectant mothers.
Pelatihan Pembuatan Kompos Organik dengan Metode Takakura dan Cara Aplikasinya di Desa Punggur Kecil Vivi, Dwi Zulfita; Surachman; Setia Budi; Agus Hariyanti; Rahmidiyani; Siti Hadijah
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.4659

Abstract

The data and results of field observations show that Punggur Kecil Village is identical to the economically weak community and depends on agriculture for its livelihood which is to cultivate plants using inorganic fertilizers. Inorganic fertilizers are widely used by farmers, this is because they are more efficient and effective than organic fertilizers. Whereas the continuous use of chemical fertilizers causes the land to be damaged and cannot provide the carrying capacity for human life. This happens because the community does not have the knowledge and skills in processing household waste into organic fertilizer which is more environmentally friendly. Therefore, the abundance of natural resources in Bilayuk Village from the agricultural aspect cannot be utilized optimally due to limited human resources. The results showed that the material for processing household waste into organic compost using the Takakura method could be understood by 68% of the target audience, overall the participants liked the use of Takakura compost in the cultivation of vegetable crops produced by the distribution of 14% of participants who preferred inorganic fertilizers, 27 % prefer Takakura’s organic compost, and 59% like both. ==== Data dan hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Punggur Kecil identik dengan masyarakat ekonomi lemah dan menggantungkan hidupnya dari pertanian apa adanya, yang dalam melakukan budi daya tanamannya menggunakan pupuk anorganik. Pupuk anorganik banyak digunakan oleh petani karena lebih efektif dan efisien daripada pupuk organik. Padahal, penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus dapat menyebabkan lahan menjadi rusak dan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Hal tersebut terjadi karena masyarakat tidak mempunyai pengetahuai dan keterampilan dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. Oleh sebab itu, melimpahnya sumber daya alam di Desa Bilayuk dari aspek pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan sumber daya manusia. Hasil menunjukkan bahwa materi pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos organik dengan metode Takakura dapat dipahami oleh 68% dari khalayak sasaran. Secara keseluruhan peserta menyukai penggunaan kompos Takakura dalam budi daya tanaman sayur-sayuran yang dihasilkan dengan pembagian 14% peserta yang lebih menyukai pupuk anorganik, 27% lebih menyukai kompos organik Takakura, dan 59% menyukai keduanya.
Fenomena Campur Kode pada Media Sosial Instagram Noor Alimah; Siti Hadijah; Citra Nofia Lestari; Jamani, Norhidayah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.232

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena campur kode yang terjadi pada mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam penggunaan media sosial Instagram. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi multibahasa Indonesia, khususnya mahasiswa yang menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu, serta Bahasa Inggris dalam interaksi digital. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk alih kode dan campur kode yang muncul serta faktor sosiolinguistik yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa postingan akun @curhatanulm pada periode Oktober hingga November. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 8 (delapan) fenomena campur kode dari 29 data postingan, dengan bentuk penyisipan kata atau frasa bahasa Inggris maupun bahasa Banjar ke dalam bahasa Indonesia. Campur kode digunakan untuk menciptakan kesan santai, gaul, menekankan emosi, serta menandai identitas kelompok. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian kebahasaan, khususnya dinamika penggunaan bahasa di ruang digital, serta menjadi upaya pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi.
Nilai Kepemimpinan dalam Cerita Rakyat Panglima Wangkang di Marabahan sebagai Cerminan Kearifan Lokal Masyarakat Banjar Siti Hadijah; Rizkina Zahra; Zahra Anisa; Dwi Wahyu Candra Dewi
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v4i2.3095

Abstract

This study discusses the leadership values reflected in the folklore of Panglima Wangkang in Marabahan as a representation of the local wisdom of the Banjar-Bakumpai community. Panglima Wangkang is recognized as a prominent figure who played a significant role in resisting Dutch colonialism in the Barito region. This research aims to examine Panglima Wangkang not only as a war hero but also as a symbol of cultural unity, religious values, and traditional leadership that still lives in the collective memory of society today. The study employs a qualitative historical method with a postcolonial approach. The data were collected through library research involving historical archives, scientific journals, books, and documented folklore. The research stages included heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings reveal that Panglima Wangkang’s leadership reflects the values of courage, strategic intelligence, loyalty, religiosity, and social concern. His well-known military strategy, referred to as the “Trojan Horse” technique, demonstrates his tactical ability in confronting colonial forces. In addition, religious values are reflected in his message to always maintain ablution and in the belief regarding martyrdom. The story of the golden bullet also symbolizes the community’s respect for the struggle and honor of local heroes. Panglima Wangkang’s cross-ethnic identity as both Banjar and Bakumpai further strengthened community unity in facing colonialism. This study shows that folklore functions not only as a cultural heritage but also as a medium for transmitting leadership values and local identity that remain relevant in the social life of the Marabahan community today.