Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN KEBERADAAN Escherichia coli PADA PRODUK OLAHAN DAGING BAKSO YANG DIJUAL DI KECAMATAN ILIR BARAT I KOTA PALEMBANG TAHUN 2018 Agustin, Inna; Refai, Refai; Hermansyah, Herry; Karneli, Karneli
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 1 No 2 (2021): JMLS : Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v1i2.1097

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Bakso adalah produk olahan daging berbentuk bulatan atau lain yang dibuat dari campuran daging dan pati. Bakso merupakan produk yang sangat digemari masyarakat selain karena rasanya yang lezat bakso juga merupakan jajanan yang sangat mudah ditemui di mana-mana. Lingkungan, penyimpanan bahan makanan dan kebersihan diri yang kurang higienis dapat menyebabkan bakso tercemar bakteri Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keberadaan Escherichia coli pada produk olahan daging bakso yang dijual di Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang Tahun 2018. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive dengan sampel bakso yang diambil dari masing-masing 10 pedagang bakso di Kecamatan Ilir Barat I dan tiap sampel diambil sebanyak 250-300gram. Metode pemeriksaan yaitu isolasi dan identifikasi. Hasil : Dari hasil 10 sampel bakso, didapatkan 1 sampel (10%) ditemukan positif Escherichia coli. Berdasarkan lingkungan tempat berjualan yang kurang baik didapatkan hasil dari 2 sampel, 1 sampel (50%) ditemukan positif Escherichia coli. Berdasarkan penyimpanan bahan makanan yang terbuka didapatkan hasil dari 7 sampel, 1 sampel (14,3%) ditemukan positif Escherichia coli. Berdasarkan kebersihan diri yang kurang baik didapatkan hasil dari 4 sampel, 1 sampel (25%) ditemukan positif Escherichia coli. Kesimpulan : Produk olahan daging bakso yang dijual terdapat adanya Escherichia coli. Disarankan para penjual untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri serta menyimpan bahan makanan secara tertutup. Bagi konsumen sebaiknya memperhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi. Kata Kunci: Bakso, Escherichia coli, Produk olahan daging ABSTRACT Background : Meatballs are processed meat products in the form of circles or other made from a mixture of meat and starch. Meatballs are a product that is very popular with the public, apart from the delicious taste, meatballs are also snacks that are very easy to find everywhere. The environment, food storage and unhygienic personal hygiene can cause meatballs to be contaminated with Escherichia coli bacteria. The purpose of this study was to describe the presence of Escherichia coli in processed meatball products sold in Ilir Barat I District, Palembang City in 2018. Methods: This study is descriptive. The sampling technique used was purposive with samples of meatballs taken from each of 10 meatball traders in Ilir Barat I District and each sample was taken as much as 250-300 grams. The inspection method is isolation and identification. Results: From the results of 10 samples of meatballs, 1 sample (10%) was found to be positive for Escherichia coli. Based on the unfavorable selling environment, the results obtained from 2 samples, 1 sample (50%) was found to be positive for Escherichia coli. Based on the open storage of food ingredients, 7 samples were found, 1 sample (14.3%) was found to be positive for Escherichia coli. Based on poor personal hygiene, 4 samples were found, 1 sample (25%) was found to be positive for Escherichia coli. Conclusion: Processed meatball products sold contain Escherichia coli. Sellers are advised to keep the environment clean and personal hygiene and keep food ingredients closed. Consumers should pay attention to the cleanliness of the food to be consumed. Keywords: Meatballs, Escherichia coli, Processed meat products
KUALITAS SPUTUM DALAM PEMERIKSAAN BTA METODE ZIEHL NELSSEN DAN TEST CEPAT MOLEKULER Hermansyah, Herry; Karneli, Karneli; Refai, Refai; Handayani, Handayani; Fandianta, Fandianta
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 1 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i1.1216

Abstract

Diagnostik tuberculosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan mikroskopis Bakteri Tahan Asam metode Zihel Nelseen (ZN) pada sputum penderita. Selain itu ada juga pemeriksaan Metode Test Cepat Molekuler (TCM) tetapi karena metode tersebut memerlukan peralatan yang sangat mahal sehingga sulit untuk dapat dilaksanakan di sarana kesehatan dengan fasilitas sederhana. Pada penelitian Eka Kurniwan, dkk (2016) dari hasil pemeriksaan 40 sampel dengan metode RT-TCM GeneXpert, didapatkan positif 40%. Tujuan penelitian ini diketahui Mycobacterium tuberculosis melalui pemeriksaan sputum melalui Pengecatan Bakteri Tahan Asam metode Zihel Nelseen (ZN) dan Test Cepat Molekuler (TCM) berdasarkan Volume, Bau, Warna dan Konsistensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah uji diagnostik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dan sampel sebanyak 42 pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan metode total sampling. Sumber Data diambil secara langsung (primer) dan tidak langsung (data skunder). Hasil penelitian volume <5 ml dengan metode ZN hasil positif 38%, P-value 0,637 > 0,05 metode TCM hasil positif 38,5%, P-value 0,859 > 0,05 disimpulkan tidak ada pengaruh. Berdasarkan Bau dengan ZN positif 41,2%, P-value 0,026 < 0,05 TCM positif 41,2% P-value 0,000<0,05 disimpulkan ada pengaruh. Warna Kuning Kehijauan dengan ZN hasil positif 68,8%, P-value 0,000<0,05 TCM Rifamfisin positif 68,8%, P-value 0,000 <0,05 disimpulkan ada pengaruh. Konsistensi Mucopurulen dengan ZN hasil positif 73,7% P-value 0,000 <0,05 TCM positif 73,7% P-value 0,000<0,05 disimpulkan ada pengaruh. Kesimpulan tidak ada pengaruh berdasarkan volume, ada pengaruh berdasarkan bau, warna dan konsistensi sputum. Terdapat perbedaan hasil Mycobacterium tuberculosis melalui pemeriksaan sputum melalui metode ZN dan metode TCM. Sarannya bagi pasien untuk memeriksakan sputum harus memenuhi apa yang diminta oleh petugas laboratorium dan bagi petugas laboratorium agar melakukan konfirmasi hasil pemeriksaan ke method TCM.
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA SERUM DARI DARAH YANG LANGSUNG DISENTRIFUGE DAN DITUNGGU BEKU SEBELUM DISENTRIFUGE METODE GOD-PAP TAHUN 2021 Ed, Erwin; Halius, Nadiya Lutfiah; Mutholib, Abdul; Asrori, Asrori; Hermansyah, Herry; Handayani, Handayani; Dani, Hamril; Afriayani, Iis; Febriyani, Erisa
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 2 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i2.1385

Abstract

Background : Glucose examination, can use whole blood, serum, and urine samples. Serum was obtained from blood which was awaited to freezing first and then centrifuged at 3000 rpm for 15 minutes. However, the reality in the employment to shorten the time, blood is often centrifuged immediatelly without waiting for the blood to freezing. Purpose : To determine whether there is differences in serum glucose levels from the blood that is immediately centrifuged and waited for freezing before centrifuge. Methods :This research is an analytical research using cross sectional approach. The research sample was taken from 30 students of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Palembang. Result :The data obtained were analyzed statistically by using the test t dependet we got the average serum glucose level from blood that is immediately centrifuge was 83,80 mg/dL. The average serum glucose from blood waited for freezing before centrifuge was 76,50 mg/dL. Obtained result P value = 0,000012 means p<0,05. Conclusion : There is statistically meaningful differences beetwen serum glucose levels from the blood that is immediately centrifuge and waited for freezing before centrifuge. Suggestion :it is recommended for laboratory technology should be examined against blood that has waited for freezing before centrifuge, because blood that is immediately centrifuge can increase glucose levels so that the result examination increase falsely.
PENGARUH EKSTRAK KEMANGI (Ocimum sanctum Linn) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans Hermansyah, Herry; Siregar, Sri Sulpha; Basa, Itail Husna; Tarmizi, Muhammad Ihsan; Syailendra, Anton
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 1 (2023): Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i1.1602

Abstract

Latar Belakang : Kemangi (Ocimum sanctum Linn) dapat dijadikan sebagai obat tradisional penyakit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penggunaanya dapat dilakukan dengan memakan langsung kemangi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun dan batang kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode : Jenis penelitian Eksperimen. Sampel yang digunakan sebanyak 500 gram. Metode pemeriksaan yang digunakan yaitu metode Kirby Bauer. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,000 sehingga Ha diterima yang berarti ada pengaruh ekstrak daun dan batang kemangi terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Dengan kekuatan efektifitas ekstrak daun dan batang kemangi terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans sangat baik (R=0,951). Distribusi statistik rata-rata konsentrasi ekstrak daun dan batang kemangi yaitu 37,50% dengan median 37,50% serta standar deviasi 15,13%. Untuk konsentrasi minimumnya 15% dan konsentrasi maksimumnya 60%. Dengan estimasi interval 95% diyakini rata-rata konsentrasi ekstrak daun dan batang kemangi adalah 26,67% sampai dengan 48,32%. Distribusi statistik rata-rata diameter zona hambat yaitu sebesar 7,6 mm dengan median 7,5 mm serta standar deviasi 1,42 mm. Untuk diameter zona hambat minimumnya 6 mm dan maksimumnya 10 mm. Dengan estimasi interval 95% diyakini rata-rata diameter zona hambat adalah 6,57 mm sampai 8,6 mm. Kesimpulan : Ada pengaruh ekstrak daun dan batang kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, maka kemangi dapat dijadikan sebagai obat tradisional penyakit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kata Kunci: kemangi, Candida albicans, zona hambat
GAMBARAN KEPADATAN LARVA Aedes aegypti DI KELURAHAN DUA ILIR KOTA PALEMBANG Septiawati, Agnes; Fandianta, Fandianta; Hermansyah, Herry; Asrori, Asrori; Dani, Hamril
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2231

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti, yang berkembangbiak pada tempat penampungan air bersih atau air hujan misalnya bak mandi, ember, ban bekas dan lainnya. Tingginya kasus DBD di wilayah Kelurahan Dua Ilir menjadi salah satu faktor pentingnya mengetahui kepadatan larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian: mengetahui gambaran kepadatan larva Aedes aegypti di Kelurahan Dua Ilir Kota Palembang Tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh rumah yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) di Kelurahan Dua Ilir. Sampel yang digunakan adalah larva Aedes aegypti di penampungan air warga Kelurahan Dua Ilir sebanyak 180 KK. Metode yang dilakukan yaitu observasional larva secara visual dan teknik sampling yang digunakan adalah multistage random sampling. Hasil penelitian: Diketahui tingkat kepadatan larva Aedes aegypti berdasarkan nilai HI 41,11%, CI 39,1%, BI 51,67%, ABJ 58,89% sehingga diperoleh nilai DF 6,7 yang berkategori kepadatan tinggi. Kesimpulan: Tingkat kepadatan larva Aedes aegypti di Kelurahan Dua Ilir berada pada kategori kepadatan tinggi yang berarti memiliki resiko tinggi terhadap penularan penyakit DBD. Saran peneliti kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus dan G1R1J.