Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Kebutuhan Tenaga Bagian Penyimpanan Rekam Medis Berdasarkan Beban Kerja dengan Metode Full Time Equivalent di RS Bhakti Kartini Bekasi Ramadhan, Rizal; Siswati, Siswati; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela
Jurnal Rekam Medic Vol 5, No 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v5i1.5172

Abstract

Pendahuluan: Dengan bertambahnya jumlah pasien dari tahun ke tahun maka beban kerja disetiap kegiatan semakin meningkat. Sehingga perlu adanya penyesuaian anatara jumlah tenaga kerja dengan beban kerja khususnya di bagian penyimpanan rekam medis di RS Bhakti Kartini. Tujuan: untuk mengetahui prediksi beban kerja 5 tahun kedepan berdasarkan beban kerja di bagian penyimpanan RS Bhakti Kartini Tahun 2016-2020. Metode: Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara kepada Kepala RM dan petugas penyimpanan rekam medis. Hasil: penelitian RS Bhakti Kartini sudah mempunyai prosedur tetap tentang penyimpanan rekam medis. Berdasarkan hasil prediksi jumlah kunjungan pasien poli jantung tahun 2021 adalah  11.100 pasien. Berdasarkan perhitungan dengan metode FTE tahun 2021 di RS Bhakti Kartini membutuhkan 1,5 dibulatkan menjadi 2 petugas penyimpanan rekam medis. Sebaiknya perlu menambahkan petugas agar tidak terjadi penumpukan rekam medis dan pelayanan tidak terhambat. Kesimpulan: SPO Penyimpanan di RS Bhakti Kartini sudah ditetapkan dan petugas mengerjakan kegiatan penyimpanan sesuai dengan prosedur,  
Tinjauan Pelaksanaan Penyusutan Rekam Medis Inaktif di RSU Bhakti Asih Tangerang Rahmawati, Rena Maulina; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri
Jurnal Rekam Medic Vol 5, No 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v5i1.5159

Abstract

Pendahuluan: Rekam medis adalah berkas yang terdiri dari catatan dan dokumen yang berisi hasil pemeriksaan, identitas pasien, tindakan, pelayanan serta pengobatan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit kepada pasien. Rekam medis inaktif adalah rekam medis yang tidak digunakan selama 5 tahun terkahir. Pelaksanan penyusutan rekam medis inaktif mempunyai beberapa tahap, dimulai dari pemilahan, pemindahan, penilaian, dan pemusnahan. Tujuan: pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan penyusutan rekam medis inaktif di RSU Bhakti Asih Tangerang. Metode: penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif artinya peneliti melakukan observasi dan wawancara terkait pelaksanaan penyusutan rekam medis. Hasil: penelitian RSU Bhakti Asih Tangerang sudah memiliki SPO penyusutan rekam medis inaktif yang mencakup pelaksanaan pemilahan, pemindahan, penilaian, dan pemusnahan, serta adapula SPO pemusnahan. Dalam pelaksanaan penyusutan rekam medis inaktif di RSU Bhakti Asih Tangerang masih terdapat beberapa yang belum sesuai dengan SPO penyusutan dan kebijakan surat edaran dirjen yanmed tentang penyusutan rekam medis inaktif. Kendala dalam pelaksanaanya yaitu SDM, alat pengalihmediaan, sistem pada komputer, sarana dan prasarana, serta lokasi ruang penyimpanan rekam medis. Saran: untuk penyusutan rekam medis di RSU Bhakti Asih yaitu sebaiknya SPO penyusutan disesuaikan lagi dengan kebijakan surat edaran dirjen yanmed terkait penyusutan rekam medis inaktif sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik dan benar.
Tinjauan Duplikasi Penomoran Rekam Medis Pasien di RSU Bhakti Asih Tangerang Amnur, Alvina Salsabila; Dewi, Deasy Rosmal; Indawati, Laela; Widjaya, Lily
Jurnal Rekam Medic Vol 5, No 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v5i1.5162

Abstract

Pendahuluan: Rumah Sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, dalam melayani pasien terdapat duplikasi penomoran rekam medis. Sistem penomoran merupakan hal utama dalam pengelolaan rekam medis. Berulang kali ditemukan duplikasi penomoran rekam medis pasien rawat jalan di RSU Bhakti Asih Tangerang, sehingga menyebabkan pelayanan menjadi terganggu, rak rekam medis menjadi terlalu penuh serta riwayat pasien yang tidak terkendali. Tujuan: Untuk mendapatkan output satu rekam medis untuk satu pasien, mengidentifikasi SPO Pemberian Penomoran Rekam Medis Rawat Jalan, mengidentifikasi kejadian duplikasi penomoran, dan faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya duplikasi penomoran rekam medis rawat jalan RSU Bhakti Asih Tangerang. Metode: Metode yang digunakan penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. 56 sampel pasien yang memiliki dua nomor rekam medis yang sama. Hasil: Faktor – faktor yang menyebabkan terjadi duplikasi penomoran rekam medis, yaitu latar belakang pendidikan petugas pendaftaran, pasien yang tidak membawa kartu identitas pribadi, petugas yang kurang teliti dalam melayani pasien. Kesimpulan: dari 7975 pasien baru rawat jalan RSU Bhakti Asih Tangerang terdapat 56 duplikasi penomoran rekam medis yang terjadi. Dengan persentase bulan April 5,5% dengan 218 pasien baru, Mei 9% dengan 107 pasien baru dan Juni 0,4% dengan 7650 pasien baru.  Saran petugas melakukan Cross Check data pasien pada master index pasien baik pada pasien baru maupun pasien lama, petugas pendaftaran perlu pelatihan dan seminar agar dapat meningkatkan wawasan tentang sistem penomoran rekam medis. 
Analisis Kebutuhan SDM Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi Menggunakan Metode ABK-Kes Fani Nur Azizah; Puteri Fannya; Laela Indawati; Bangga Agung Satrya
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6174

Abstract

Human resource planning is essential to ensure the availability of a workforce that meets current and future service needs. In the health sector, the health workload analysis method is used to objectively evaluate human resource needs. This study was conducted at Mekar Sari Bekasi Hospital to determine the ideal number of medical record and health information officers. Currently there are 9 medical record officers, consisting of 4 people with PMIK (Medical Recorder and Health Information) education backgrounds and 5 non-PMIK people. Conditions in the field show that officers often get additional workloads when colleagues are absent, and even have to work overtime to get the job done on time. This study uses descriptive quantitative methods through direct observation and interviews. The results show that the available work time (WKT) is 1201 hours or 72,000 minutes per year. With a Supporting Task Factor (FTP) of 8% and a Supporting Task Standard (STP) of 1.09, the ideal HR requirement is 10 people. This requires the addition of 1 officer with a PMIK background, who will be placed in the assembling section. Meanwhile, 1 officer each from the coding and filing sections will be transferred to the filing section.
Gambaran Kualitas Pelayanan Non Akademik pada Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan : Overview of Non-Academic Service Quality in Medical Records and Health Information Study Program Fitria, Annah; Nanda Aula Rumana; Noor Yulia; Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.704

Abstract

This research was conducted to evaluate non-academic services provided by the campus and which are not related to the curriculum in the form of supporting resources (responsiveness, neatness and politeness to officers), campus atmosphere, facilities on campus, and soft skills development. The aim of this research is to determine the characteristics and quality of non-academic services for RMIK Study Program students at Esa Unggul University, Jakarta using the servqual method introduced by Zeithaml, Parasuraman and Berry. The sample in this research was active students from the 2019-2023 class based on parallel and regular classes, totaling 74 students. The research method is quantitative with descriptive analysis using the normality test. The research results obtained from the description of characteristics based on gender are dominated by women, based on age dominated by an average age of 22 years, based on class year dominated by class of 2022 and based on class basis dominated by regular class base. Based on the description of the quality of non-academic services that have been carried out as a whole using the servqual method, students feel satisfied. Even though it was found that there were more Satisfied categories, there are several things that must be paid attention to, especially aspects that have low scores compared to others for the next Campus Image.
Tinjauan Lama Waktu Tunggu Penyediaan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Di RSAL dr. Mintohardjo Muttaqin, Azhar; Lily Widjaja, Lily; Indawati, Laela; Yulia, Noor
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2023): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v6i2.4497

Abstract

Penyediaan rekam medis rawat jalan yang tepat waktu menghasilkan pelayanan rekam medis yang berkualitas. Waktu penyediaan rekam rawat jalan sesuai standar pelayanan minimal adalah ? 10 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu tunggu rekam medis pasien rawat jalan di RSAL dr. Mintohardjo. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan besaran sampel berdasarkan estimasi proposi sebanyak 106 rekam medis. Hasil penelitian 14 rekam medis (13,2%) tepat waktu dan 92 rekam medis (86,8%) tidak tepat waktu, yang terbanyak tidak tepat waktu yaitu > 31-40 menit sebanyak 31 rekam medis (29,2%). Dalam mengidentifikasi penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan, peneliti menggunakan faktor 5M. Faktor Man terjadinya missfile, terdapat rekam medis belum kembali dari poliklinik maupun ruang rawat inap, kurangnya pengetahuan dan pendidikan. Faktor Money belum adanya anggaran dalam perbaikan Roll O Pack. Faktor Material cetak bon pinjam rekam medis tidak otomatis pada aplikasi SIMRS dan hanya tersedia 1 mesin printer dari 7 komputer, jadi perlu ditambah jumlah printer. Faktor Machine terjadi kerusakan Roll O Pack dan gangguan pada software berupa downtime (waktu ketika suatu sistem, aplikasi dan layanan tidak dapat diakses/tidak berfungsi) pada aplikasi SIMRS. Faktor Method belum adanya SPO penyediaan rekam medis rawat jalan.
Hubungan Kualitas Sistem, Informasi, Dan Layanan Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit Di RSUD Kembangan Jakarta Putri Rafikasani; Puteri Fannya; Muniroh Muniroh; Laela Indawati
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.123

Abstract

One of the regional hospitals in Kembangan type D, West Jakarta, is District General Hospital Kembangan. The information management hospital (HMIS) is now used by the District General Hospital Kembangan to provide services.A number of issues exist, such as the fact that the Simrs server is still frequently prone to errors and slow service processes and reporting; data loss occurs when user data is transferred to another unit; insufficient computer resources; and a shortage of human resources to utilize the HMIS's features due to the hospital's lack of knowledge about how to run an effective HMIS. Analyzing system quality, information quality, and service quality in relation to customer happiness is the goal of this study.There are three independent variables and one dependent variable in this categorical study design.According to the findings, there is a correlation between user happiness and the quality system of (p = 0.031).Quality information and user happiness are related, as indicated by the statistic (p = 0,240).User happiness and quality of service are related, as indicated by the statistic (p = 0,021).The study's findings indicate that there is a correlation between customer satisfaction surveys and the quality of the system, information, and services.
Tinjauan Ketepatan Penjajaran Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Kembangan Fauziah Irfany; Lily Widjaja; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.188

Abstract

Alignment is the process of aligning medical records in the storage room according to the system used. The medical record storage system at Kembangan Hospital uses centralization, the medical record numbering system uses the Unit Numbering System (UNS) and the alignment system uses Terminal Digit Filing (TDF). The aim of this research is to determine the accuracy of medical record alignment. This research used a descriptive method with a quantitative approach, the population was 293 medical records using a saturated sample. From the results of research on the primary digit 07 storage shelf, it was found that there were inaccuracies in the alignment of 162 medical records (55%). This alignment inaccuracy was divided into three digits, namely 34 medical records (21%) had the 1st digit incorrect, 85 medical records (52%) had the 2nd digit incorrect and 43 medical records (27%) had the 3rd digit incorrect. . It was found that the cause of the alignment error was due to human error, the unavailability of a tracer and the map not using color coding. Medical records that cannot be found can be traced by looking at the patient's history of treatment at Simrs Khanza, then looking for the first digit number that is being searched for. When a medical record is not found, a search for the accuracy of the alignment of the medical record is carried out using the medical record tracking method. If a medical record cannot be found, a new medical record will be used temporarily.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dengan Metode HOT-Fit di Puskesmas Kecamatan Cakung Rokim, Abdul; Putra, Daniel Happy; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i1.495

Abstract

Penyelenggaran Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) yang diatur dalam Peraturan Menteri  Kesehatan Republik Indonesia No. 31 Tahun 2019 bahwa setiap puskesmas wajib menyelenggarakan Sistem Informasi Puskesmas (SIP). Puskesmas Kecamatan Cakung sudah mengimplementasikan epuskesmas pada tahun 2016 namun masih banyak kendala yang dihadapi ketersedian Standar Operasional Prosedure (SOP) tentang tata cara penggunaan SIMPUS yang tidak merata, ketersediaan SDM yang kurang, program pelatihan SIMPUS berkala yang tidak dijalankan, sering terjadi error pada aplikasi epuskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel metode HOT-Fit yaitu hubungan antara human-technology, human-organization, organization-technology. Analisis penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson, dan uji korelasi rank-spearman dengan jumlah responden 25 petugas yang menggunakan sistem epuskesmas. Hasil identifikasi hubungan antara manusia (human) dengan teknologi (technology) memiliki hubungan yang signifikan, tingkat hubungan variabel kuat, dan memiliki arah hubungan yang searah (p-value : 0,002, r/rho : 0,593). Identifikasi hubungan antara organisasi (organization) dengan teknologi (technology) memiliki hubungan yang signifikan, tingkat hubungan kuat dan memiliki arah hubungan yang searah (Sig. : 0,000, CC : 0,700). Identifikasi hubungan antara manusia (human) dengan organisasi (organization) memiliki hubungan yang tidak signifikan, tingkat hubungan cukup kuat dan arah hubungan searah (p-value : 0,083, r/rho : 0,354).
Motivasi Belajar Mahasiswa Rekam Medis pada Pembelajaran Online di Masa Pandemi Luthfiah Aulia Rachman; Rumana, Nanda Aula; Fannya, Puteri; Indawati, Laela
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 03 (2021): Artikel Riset Edisi Desember 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i3.1129

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Dengan adanya pandemi ini segala kegiatan seperti pekerjaan, pendidikan dilakukan dirumah dengan cara online dan beribadah pun dilakukan dari rumah. Sehingga pembelajaran dilakukan secara online melalui zoom meeting,google meet, classroom, dan website. Dengan menggunakan media cetak (modul) dan non cetak (audio/video) serta menggunakan komputer dan internet. Tujuan: Mengetahui motivasi belajar mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul pada pembelajaran online di masa pandemi covid 19 melalui lima indikator motivasi belajar yaitu ketekunan menyelesaikan tugas, kegigihan menghadapi kesulitan, ketajaman perhatian serta minat belajar, memiliki prestasi belajar, dan kemandirian pada belajar. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 203 mahasiswa dari tiga angkatan berbeda yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian: Hasil penelitian dari 5 indikator yaitu Ketekunan Menyelesaikan Tugas 58% kurang baik, Kegigihan Menghadapi Kesulitan 59% kurang baik, Ketajaman Perhatian Serta Minat Belajar 60% kurang baik, Memiliki Prestasi Belajar 73% kurang baik, dan Kemandirian pada Belajar 59% kurang baik. Kesimpulan: Motivasi belajar mahasiswa rekam medis pada pembelajaran online di masa pandemi 47% motivasi tinggi dan 53% motivasi rendah.
Co-Authors Abdul Rokim Adelia Anggraini Adi Widodo Adijaya, Nuryansyah Ahmad Ripki Alex Sander Alfi Shiddiq Syafrian Almahshunatul Hanifah Amirah Syafiqah Zahra Amnur, Alvina Salsabila Aneu Rosliana Anggi Alpiyani Anggraini, Adelia Anisa Aprilia Anisa Dewi Wahyuni Anisa Dyah Irawati Annida Ariyani Annisa Nur Salsabila Aqshal Hidayatullah Arip Budiana Athirah Iwani Rahman Athiyyah, Hanifatul Ayu Hardianti Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Bagas Saputra Bahlani Bangga Agung Satrya Bayu Fajar Ilhami Carono Daniel Happy Putra Debbie Friscilla Carolina Manalu Della Rati Saputri della Dessy Safutri Deta Nurfena Nurfena Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewi, Deasy Rosmal Dewi, Deasy Rosmala Diah putri Ayu Islammia Dian Nur Muslimah Dina Sonia Dinda Melani Safitri Diva Sabina Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwijayanti, Risma Mei Elina Intan Apzari Elvira Xandra Ximenes Harum Endika Rachmad Erviana, Erviana Fani Nur Azizah Fannya, Puteri Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Fiqih Nurhidayah Fitria, Annah Gilang Dasa Dwi Mahendra Hanif Andini Hanum Milla Kurnia Harahap, Maulidiah Rizki Ilhami, Bayu Fajar Intan Rusdiana Dewi Iqbal, Muhammad Fuad Jeillia Jihan Swaradwibhagia Junata, Ilfan Kamalia, Farhah Karim, Hidayat Ramadhani Nuzulul Kevin Handynata Kurnia, Hanum Milla Kusumapradja, Rokiah Laras Sitoayu Lasmaria Simorangkir Listania Aisyah Putri Luthfiah Aulia Rachman Luviany Gouw Manalu, Debbie Friscilla Carolina Maria Ferawaty Parera Maulidiah Rizki Harahap Mei Nur Khasanah Muammar Dzachwani Muhamad Endra Suriatno Muhamad Fazriyansah Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nadia Sintia Nanda Aula Romana Nanda Aula Rumana Nur Mawaddah, Nur Nurasiyah Nurfena, Deta Nurfena Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Nusamina Pulungan Octa Rina Sari Putri Rafikasani Putri, Alifatul Aulia Sagita Putri, Listania Aisyah Putri, Sisilia Rahayu, Ririn Rahmawati, Rena Maulina Regina Yulianti T. S Rezal, Muhammad Rianta Sari Gultom Rifda Ulfa Andini Rifqi Fauzan Ririn Rahayu Risma Ayu Fitriyani Rizal Ramadhan Rizky Alfiansyah ROKIM, ABDUL Rumana, Nanda Saarah Salsabila Putri Yadita Sabina, Diva Sadono Hadi Saputro Safitri, Dinda Melani Salsabila Putri Cahyani Salsabila, Annisa Nur Salsabillah, Shania Sansy Dua Lestari Shania Salsabillah Shania Salsabillah Silfa Haniasti Simorangkir, Lasmaria Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siva Maulia Fauziah Sonaria Tambunan Tia Ivany Uli Shalatiya uli Viatiningsih, Wiwik Widjaja, Lily Widjaya, Lily Yulia, Noor Zalipa Wittri