Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis pada Kasus Neoplasma di RSIJ Cempaka Putih Kamalia, Farhah; Indawati, Laela
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11083581

Abstract

Keakuratan kode diagnosis secara signifikan mempengaruhi informasi yang diperoleh dari laporan morbiditas dan mortalitas, tagihan biaya layanan, dan kualitas rumah sakit secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keakuratan kode diagnosis kasus neoplasma pada pasien rawat inap di RSIJ Cempaka Putih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Besar sampel terdiri dari 96 rekam medis yang dipilih dari populasi sebanyak 703 rekam medis, dengan menggunakan rumus Slovin dan metode simple random sampling. Hasil penelitian: SPO untuk pengkodean diagnosis secara umum telah berjalan, namun belum ada SPO khusus mengenai pemberian kode diagnosis pada kasus neoplasma. Hasil keakuratan kode diagnosis diperoleh kode topografi 54 rekam medis (56,52%) akurat dan 42 rekam medis (43,75%) tidak akurat. Rumah sakit belum menerapkan kode morfologi neoplasma. Ketidaktepatan kode diagnosis neoplasma disebabkan oleh ketidakakuratan pengkode, kurangnya informasi terkait diagnosis, dan belum adanya SPO khusus yang mengatur tata cara pengkodean diagnosis neoplasma. Untuk meningkatkan keakuratan kode yang dihasilkan, perlu dilakukan evaluasi terhadap prosedur pengkodean diagnosis neoplasma. Dengan demikian, kualitas data dan keandalan laporan morbiditas dan mortalitas rumah sakit, penagihan layanan, dan penilaian kualitas dapat ditingkatkan.
Overview of the Accuracy of Fracture Main Diagnostic Codes in Inpatients at Gatot Soebroto Army Hospital Carono; Siswati; Deasy Rosmala Dewi; Laela Indawati
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 2 No. 3 (2022): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v2i3.194

Abstract

Coding activities include the coding of diagnosis and the coding of medical treatment. The important thing that must be considered by medical recorders is the accuracy in giving the diagnosis code. This study aims to determine the accuracy of the main diagnostic code for fractures in inpatients at Gatot Soebroto Army Hospital using ICD-10. This research is an observational study with a descriptive method. The study was conducted at the medical record unit of the Gatot Soebroto Army Central Hospital from October to December 2020. Sampling in this study was carried out using a systematic random sampling technique. The sample in this study was the medical record of patients with a fracture diagnosis at Gatot Soebroto Army Hospital. This study found that standard operating procedures (SOPs) for giving diagnosis codes in general according to ICD-10 at Gatot Soebroto Army Hospital already exist. However, the SOP code for fracture diagnosis is not yet available. Most of the documents (72.88%) had a diagnosis code that did not match the ICD-10. In conclusion, Gatot Soebroto Army Hospital does not yet have a special SOP regarding the diagnosis code for fracture cases. Most fracture diagnosis codes in medical record documents are incorrect. This is probably due to the lack of accuracy of the coder in coding the diagnosis, the absence of an evaluation or audit of the diagnosis coding for fracture cases, and the writing of the diagnosis by doctors being unclear and illegible.
Ketepatan Pengodean Diagnosis dan Tindakan Medis 10 Penyakit Terbanyak Putri, Sisilia; Yulia, Noor; Indawati, Laela; Dewi, Deasy Rosmala
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.1017

Abstract

Latar Belakang: Keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis sangat penting bagi rumah sakit untuk memudahkan penyajian informasi data dan sebagai penentu pembiayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis 10 penyakit terbanyak pada bulan Februari 2023 di RSUD Kembangan.   Metode : Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. sampel dengan jumlah 55 rekam medis yang diambil dengan teknik simple random sampling.   Hasil : Rumah sakit belum memiliki SPO khusus untuk pengodean dan prosedur medis, dari 55 sampel didapatkan hasil yang akurat untuk pengodean diagnosa 10 penyakit pada bulan Februari 2023, sebanyak 28 sampel tepat (51%) dan 25 sampel tidak tepat (49%), atau memiliki pengodean prosedur medis sebesar (66%) dan tidak tepat sebesar (34%).   Kesimpulan : Masih banyak terjadi ketidaktepatan pengkodean diagnosis dan prosedur medis di RSUD Kembangan yang mengakibatkan ketepatan diagnosis dan tindakan medis tidak mencapai 100%. Hal ini kemungkinan disebabkan karena belum adanya SPO khusus untuk diagnosis dan tindakan medis serta belum adanya petugas koding yang ahli dalam bidang koding.   Kata Kunci : Akurasi Koding; 10 Penyakit Terbanyak
Pengaruh Aktivitas Organisasi, Prestasi Belajar, Jiwa Kewirausahaan, dan Jenis Kelamin Terhadap Kesiapan Kerja Alumni Karim, Hidayat Ramadhani Nuzulul; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela; Satrya, Bangga Agung
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7147

Abstract

Kesiapan kerja merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas organisasi, prestasi belajar, dan jiwa kewirausahaan terhadap kesiapan kerja pada alumni Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul. Penelitian dilakukan pada alumni Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul yang telah dinyatakan lulus ujian kompetensi tahun 2024 dengan populasi sebanyak 65 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 51 orang melalui penyebaran kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis inferensial dan pengujian hipotesis menggunakan uji chi-square. Variabel yang diteliti meliputi aktivitas organisasi, prestasi belajar, jiwa kewirausahaan, dan kesiapan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh aktivitas organisasi terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,468 >0,05. Tidak terdapat pengaruh prestasi belajar terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,547 >0,05. Terdapat pengaruh jiwa kewirausahaan terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,004 <0,05. Tidak terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap kesiapan kerja dengan hasil p-value 0,447 >0,05.
Tinjauan Ketepatan Pengkodean Penyakit pada Rekam Medis Pasien Rawat Inap Peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 Simorangkir, Lasmaria; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2098

Abstract

ABSTRACTThe accuracy of disease coding is very important for hospitals because it facilitates the presentation of information data and as a determinant of treatment costs. Disease coding was performed by a coder with the ICD-10 and ICD-9-CM manuals. The purpose of this study was to determine the percentage accuracy of coding for inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. This study used a descriptive method with a quantitative analysis approach, with 90 samples taken using a simple random sampling technique. From the 90 samples, it was found that the accuracy of coding for the disease of inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 as many as 65 (72.2%) and 25 (27.8%) are incorrect. In identifying obstacles in the implementation of coding, the researchers used the 5M element. The inaccuracy of coding disease based on the Man element is due to the lack of officer resources and the coder officers who are less thorough. From the Material element, the doctor's writing was not legible and the medical record file was late in returning from the treatment room. And from the Method element because the SPO regarding the use of the 5th character does not yet exist and the coding officer tends to use rote.  Keyword                              : the accuracy of disease coding, BPJS, element 5MABSTRAKKetepatan pengkodean penyakit sangat penting bagi rumah sakit karena memudahkan dalam penyajian data informasi dan sebagai penentu biaya perawatan. Pengkodean penyakit dilakukan oleh koder dengan buku pedoman ICD-10 dan ICD-9-CM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisa kuantitatif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 90 sampel. Dari 90 sampel tersebut didapatkan hasil bahwa ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 sebanyak 65 (72,2%) dan 25 (27,8%) tidak tepat. Dalam mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan pengkodean, peneliti menggunakan unsur 5M. Ketidaktepatan pengkodean penyakit berdasarkan unsur Man karena kurangnya SDM PMIK dan petugas koder yang kurang teliti. Dari unsur Material karena tulisan dokter yang tidak terbaca dan terlambatnya pengembalian berkas rekam medis dari ruang perawatan. Dan dari unsur Method karena SPO tentang penggunaan karakter ke-5 belum ada dan petugas koding yang cenderung menggunakan hafalan.  Kata Kunci                         : Ketepatan pengkodean penyakit, BPJS, unsur 5M
ANALISIS KETEPATAN KODE CEDERA DAN KODE EXTERNAL CAUSE PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO TAHUN 2020 Manalu, Debbie Friscilla Carolina; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri; Indawati, Laela
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2113

Abstract

Rekam medis merupakan bagian penting dari seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, oleh sebab itu kualitas rekam medis harus baik dan bermutu. Mutu pelayanan rekam medis membutuhkan seorang perekam medis yang memenuhi standar kompetensi perekam medis, salah satu diantaranya adalah klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit. Pengodean diagnosis penyakit harus dilakukan secara tepat akurat dan lengkap. Kecelakaan lalu lintas merupakan kasus yang sering terjadi di Indonesia. Dalam pengodean kasus kecelakaan lalu lintas harus memuat kode cedera dan kode external cause cedera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketepatan kode pasien cedera dan kode external cause pasien kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan metodologi penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil analisis ketepatan kode cedera dan external cause dari 60 rekam medis didapatkan 66% persentase ketepatan kode cedera dan 13% persentase ketepatan kode external cause. Faktor-faktor yang menghambat ketepatan kode adalah dikarenakan beban kerja petugas koding yang tinggi, kurangnya petugas koding, ketidaktelitian petugas dalam pengodean, dokter tidak menuliskan secara lengkap informasi penyebab luar cedera, pengodean mengacu pada sistem BPJS yang tidak menggunakan digit ke-4 dan ke-5 dalam pengodean, ketidaklengkapan pengisian rekam medis, dan SPO yang digunakan masih SPO secara umum.
Gambaran Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Indonesia (Literature Review) Putri, Listania Aisyah; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2121

Abstract

Penyimpanan rekam medis merupakan tempat dimana terdapat berkas-berkas yang berisikan catatan yang didalamnya terdapat identitas pasien, pencatatan diagnosa, pengobatan pasien dan tindakan yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan yang bersifat rahasia. Agar formulir rekam medis tetap aman dan terhindar dari debu dan cairan, maka setiap lembar kertas harus dimasukkan ke dalam map atau folder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan rekam medis dan masalah pada sistem penyimpanan rekam medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan sumber jurnal Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan literature review terhadap 24 jurnal mengenai sistem penyimpanan rekam medis dapat disimpulkan bahwa terdapat Terdapat 10 jurnal menggunakan sistem sentralisasi, 13 jurnal menggunakan sistem desentralisasi dan 1 jurnal menggunakan wilayah. Terdapat 13 jurnal menggunakan sistem penjajaran Straight Numerical Filing, 9 jurnal menggunakan sistem penjajaran Terminal digit filing dan 1 jurnal Middle Digit Filing. Masalah dalam sistem penyimpanan yaitu petugas yang tidak memakai tracer saat pengambilan rekam medis, data rekam medis yang menjadi tidak berkesinambungan antara rekam medis rawat jalan dan rawat inap, filing yang dilakukan oleh semua petugas, penumpukkan rekam medis, tidak adanya alat pengangkut berkas (trolly), tangga dan tracer. Disarankan kepada kepala rekam medis untuk menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan di unit rekam medis.
REVIEW OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY (OHS) IMPLEMENTATION IN THE FILING ROOM OF BALARAJA REGIONAL HOSPITAL Junata, Ilfan; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela; Iqbal, Muhammad Fuad
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3083

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) plays a pivotal role in ensuring a safe, healthy, and productive workplace even in areas like hospital archives. The archives room at Balaraja Regional General Hospital stores vital medical records and is exposed to physical, chemical, biological, and ergonomic hazards. This study explores how OSH is implemented in this environment, focusing on five key indicators: hazard recognition and risk control, ergonomic practices, routine health checks, management of facilities and infrastructure, and emergency preparedness. Using a qualitative descriptive approach with a case study method, data were gathered through observations and interviews with the hospital’s OSH team leader and six archive officers. Findings show that many safety measures are well applied, including regular cleaning to control dust, OSH training sessions, use of personal protective equipment, and annual health checks in line with regulations. However, gaps remain, such as inadequate lighting, non-ergonomic chairs, and absence of a first aid kit. In conclusion, while OSH implementation meets several standards, improvements in hazard management, facilities, and ergonomics are necessary to create a safer, more comfortable workspace that supports archivists’ efficiency and well-being.
Co-Authors Abdul Rokim Adelia Anggraini Adi Widodo Adijaya, Nuryansyah Ahmad Ripki Alex Sander Alfi Shiddiq Syafrian Almahshunatul Hanifah Amirah Syafiqah Zahra Amnur, Alvina Salsabila Aneu Rosliana Anggi Alpiyani Anggraini, Adelia Anisa Aprilia Anisa Dewi Wahyuni Anisa Dyah Irawati Annida Ariyani Annisa Nur Salsabila Aqshal Hidayatullah Arip Budiana Athirah Iwani Rahman Athiyyah, Hanifatul Ayu Hardianti Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Bagas Saputra Bahlani Bangga Agung Satrya Bayu Fajar Ilhami Carono Daniel Happy Putra Debbie Friscilla Carolina Manalu Della Rati Saputri della Dessy Safutri Deta Nurfena Nurfena Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewi, Deasy Rosmal Dewi, Deasy Rosmala Diah putri Ayu Islammia Dian Nur Muslimah Dina Sonia Dinda Melani Safitri Diva Sabina Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwijayanti, Risma Mei Elina Intan Apzari Elvira Xandra Ximenes Harum Endika Rachmad Erviana, Erviana Fani Nur Azizah Fannya, Puteri Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Fiqih Nurhidayah Fitria, Annah Gilang Dasa Dwi Mahendra Hanif Andini Hanum Milla Kurnia Harahap, Maulidiah Rizki Ilhami, Bayu Fajar Intan Rusdiana Dewi Iqbal, Muhammad Fuad Jeillia Jihan Swaradwibhagia Junata, Ilfan Kamalia, Farhah Karim, Hidayat Ramadhani Nuzulul Kevin Handynata Kurnia, Hanum Milla Kusumapradja, Rokiah Laras Sitoayu Lasmaria Simorangkir Listania Aisyah Putri Luthfiah Aulia Rachman Luviany Gouw Manalu, Debbie Friscilla Carolina Maria Ferawaty Parera Maulidiah Rizki Harahap Mei Nur Khasanah Muammar Dzachwani Muhamad Endra Suriatno Muhamad Fazriyansah Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nadia Sintia Nanda Aula Romana Nanda Aula Rumana Nur Mawaddah, Nur Nurasiyah Nurfena, Deta Nurfena Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Nusamina Pulungan Octa Rina Sari Putri Rafikasani Putri, Alifatul Aulia Sagita Putri, Listania Aisyah Putri, Sisilia Rahayu, Ririn Rahmawati, Rena Maulina Regina Yulianti T. S Rezal, Muhammad Rianta Sari Gultom Rifda Ulfa Andini Rifqi Fauzan Ririn Rahayu Risma Ayu Fitriyani Rizal Ramadhan Rizky Alfiansyah ROKIM, ABDUL Rumana, Nanda Saarah Salsabila Putri Yadita Sabina, Diva Sadono Hadi Saputro Safitri, Dinda Melani Salsabila Putri Cahyani Salsabila, Annisa Nur Salsabillah, Shania Sansy Dua Lestari Shania Salsabillah Shania Salsabillah Silfa Haniasti Simorangkir, Lasmaria Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siva Maulia Fauziah Sonaria Tambunan Tia Ivany Uli Shalatiya uli Viatiningsih, Wiwik Widjaja, Lily Widjaya, Lily Yulia, Noor Zalipa Wittri