p-Index From 2021 - 2026
14.906
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Ketepatan Pengkodean Penyakit pada Rekam Medis Pasien Rawat Inap Peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 Simorangkir, Lasmaria; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2098

Abstract

ABSTRACTThe accuracy of disease coding is very important for hospitals because it facilitates the presentation of information data and as a determinant of treatment costs. Disease coding was performed by a coder with the ICD-10 and ICD-9-CM manuals. The purpose of this study was to determine the percentage accuracy of coding for inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. This study used a descriptive method with a quantitative analysis approach, with 90 samples taken using a simple random sampling technique. From the 90 samples, it was found that the accuracy of coding for the disease of inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 as many as 65 (72.2%) and 25 (27.8%) are incorrect. In identifying obstacles in the implementation of coding, the researchers used the 5M element. The inaccuracy of coding disease based on the Man element is due to the lack of officer resources and the coder officers who are less thorough. From the Material element, the doctor's writing was not legible and the medical record file was late in returning from the treatment room. And from the Method element because the SPO regarding the use of the 5th character does not yet exist and the coding officer tends to use rote.  Keyword                              : the accuracy of disease coding, BPJS, element 5MABSTRAKKetepatan pengkodean penyakit sangat penting bagi rumah sakit karena memudahkan dalam penyajian data informasi dan sebagai penentu biaya perawatan. Pengkodean penyakit dilakukan oleh koder dengan buku pedoman ICD-10 dan ICD-9-CM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisa kuantitatif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 90 sampel. Dari 90 sampel tersebut didapatkan hasil bahwa ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 sebanyak 65 (72,2%) dan 25 (27,8%) tidak tepat. Dalam mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan pengkodean, peneliti menggunakan unsur 5M. Ketidaktepatan pengkodean penyakit berdasarkan unsur Man karena kurangnya SDM PMIK dan petugas koder yang kurang teliti. Dari unsur Material karena tulisan dokter yang tidak terbaca dan terlambatnya pengembalian berkas rekam medis dari ruang perawatan. Dan dari unsur Method karena SPO tentang penggunaan karakter ke-5 belum ada dan petugas koding yang cenderung menggunakan hafalan.  Kata Kunci                         : Ketepatan pengkodean penyakit, BPJS, unsur 5M
ANALISIS KETEPATAN KODE CEDERA DAN KODE EXTERNAL CAUSE PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO TAHUN 2020 Manalu, Debbie Friscilla Carolina; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri; Indawati, Laela
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2113

Abstract

Rekam medis merupakan bagian penting dari seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, oleh sebab itu kualitas rekam medis harus baik dan bermutu. Mutu pelayanan rekam medis membutuhkan seorang perekam medis yang memenuhi standar kompetensi perekam medis, salah satu diantaranya adalah klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit. Pengodean diagnosis penyakit harus dilakukan secara tepat akurat dan lengkap. Kecelakaan lalu lintas merupakan kasus yang sering terjadi di Indonesia. Dalam pengodean kasus kecelakaan lalu lintas harus memuat kode cedera dan kode external cause cedera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketepatan kode pasien cedera dan kode external cause pasien kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan metodologi penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil analisis ketepatan kode cedera dan external cause dari 60 rekam medis didapatkan 66% persentase ketepatan kode cedera dan 13% persentase ketepatan kode external cause. Faktor-faktor yang menghambat ketepatan kode adalah dikarenakan beban kerja petugas koding yang tinggi, kurangnya petugas koding, ketidaktelitian petugas dalam pengodean, dokter tidak menuliskan secara lengkap informasi penyebab luar cedera, pengodean mengacu pada sistem BPJS yang tidak menggunakan digit ke-4 dan ke-5 dalam pengodean, ketidaklengkapan pengisian rekam medis, dan SPO yang digunakan masih SPO secara umum.
Gambaran Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Indonesia (Literature Review) Putri, Listania Aisyah; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2121

Abstract

Penyimpanan rekam medis merupakan tempat dimana terdapat berkas-berkas yang berisikan catatan yang didalamnya terdapat identitas pasien, pencatatan diagnosa, pengobatan pasien dan tindakan yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan yang bersifat rahasia. Agar formulir rekam medis tetap aman dan terhindar dari debu dan cairan, maka setiap lembar kertas harus dimasukkan ke dalam map atau folder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan rekam medis dan masalah pada sistem penyimpanan rekam medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan sumber jurnal Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan literature review terhadap 24 jurnal mengenai sistem penyimpanan rekam medis dapat disimpulkan bahwa terdapat Terdapat 10 jurnal menggunakan sistem sentralisasi, 13 jurnal menggunakan sistem desentralisasi dan 1 jurnal menggunakan wilayah. Terdapat 13 jurnal menggunakan sistem penjajaran Straight Numerical Filing, 9 jurnal menggunakan sistem penjajaran Terminal digit filing dan 1 jurnal Middle Digit Filing. Masalah dalam sistem penyimpanan yaitu petugas yang tidak memakai tracer saat pengambilan rekam medis, data rekam medis yang menjadi tidak berkesinambungan antara rekam medis rawat jalan dan rawat inap, filing yang dilakukan oleh semua petugas, penumpukkan rekam medis, tidak adanya alat pengangkut berkas (trolly), tangga dan tracer. Disarankan kepada kepala rekam medis untuk menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan di unit rekam medis.
REVIEW OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY (OHS) IMPLEMENTATION IN THE FILING ROOM OF BALARAJA REGIONAL HOSPITAL Junata, Ilfan; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela; Iqbal, Muhammad Fuad
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3083

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) plays a pivotal role in ensuring a safe, healthy, and productive workplace even in areas like hospital archives. The archives room at Balaraja Regional General Hospital stores vital medical records and is exposed to physical, chemical, biological, and ergonomic hazards. This study explores how OSH is implemented in this environment, focusing on five key indicators: hazard recognition and risk control, ergonomic practices, routine health checks, management of facilities and infrastructure, and emergency preparedness. Using a qualitative descriptive approach with a case study method, data were gathered through observations and interviews with the hospital’s OSH team leader and six archive officers. Findings show that many safety measures are well applied, including regular cleaning to control dust, OSH training sessions, use of personal protective equipment, and annual health checks in line with regulations. However, gaps remain, such as inadequate lighting, non-ergonomic chairs, and absence of a first aid kit. In conclusion, while OSH implementation meets several standards, improvements in hazard management, facilities, and ergonomics are necessary to create a safer, more comfortable workspace that supports archivists’ efficiency and well-being.
PENGUATAN KOMPETENSI TERMINOLOGI KLINIS MELALUI SNOMED-CT MASTERY BAGI MAHASISWA DAN TENAGA KESEHATAN: STRENGTHENING CLINICAL TERMINOLOGY COMPETENCY THROUGH SNOMED-CT MASTERY FOR STUDENTS AND HEALTH WORKERS Dewi, Deasy Rosmala; Rumana, Nanda Aula; Indawati, Laela; Putri, Nur Ratri Annisa; Wantika, Chinta Fourdy; Liani, Emilia Karin Dwi; Mariyam, Mutia; Nurkholifa, Eza; Anisa, Anisa
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2935

Abstract

Transformasi sistem kesehatan nasional menuntut tersedianya data klinis yang terstandar, akurat, dan dapat dipertukarkan antar fasilitas pelayanan kesehatan melalui rekam medis elektronik. Salah satu tantangan utama dalam proses ini adalah rendahnya kompetensi mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam penggunaan terminologi klinis standar, khususnya Systematized Nomenclature of Medicine Clinical Terms (SNOMED-CT), akibat keterbatasan pelatihan praktis dan media pembelajaran kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi terminologi klinis melalui pelaksanaan SNOMED-CT Mastery Program bagi mahasiswa Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan serta tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan terstruktur yang mengombinasikan sosialisasi, pembelajaran teori, praktik langsung pengodean dan pemetaan kasus klinis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi terhadap 101 peserta menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan setelah pelatihan, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman dan kesiapan peserta dalam menerapkan terminologi klinis standar pada sistem rekam medis elektronik. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus klinis riil efektif dalam menjembatani kesenjangan antara pemahaman teoritis dan kebutuhan implementasi di lapangan. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta dan berpotensi mendukung peningkatan kualitas serta interoperabilitas data kesehatan nasional melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Analisis Persepsi Penggunaan Aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Jatiwarna Dengan Pendekatan Teori Technology Acceptance Model (TAM) Ilma Aulia Rahma; Daniel Happy Putra; Bangga Agung Satrya; Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK) Vol. 9 No. 1 (2026): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v9i1.7631

Abstract

The Mobile JKN application is an innovation by BPJS Kesehatan to facilitate access to health services. This study aims to analyze perceptions of the use of the Mobile JKN application at the Jatiwarna Community Health Center using the Technology Acceptance Model (TAM) approach, which includes Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), and Behavioral Intention to Use (BIU). The research method used was quantitative descriptive with a survey technique, involving 96 respondents. The data collection instrument was a questionnaire with a Likert scale. The results showed that most respondents had good perceptions of the usefulness and ease of use of the Mobile JKN app. Spearman's correlation test indicated a significant positive relationship between PU and BIU, as well as between PEOU and BIU. In conclusion, the higher the perception of the app's usefulness and ease of use, the higher the behavioral intention to use it. These findings are important in supporting the digitalization of healthcare services and improving the effectiveness of the Mobile JKN implementation.
TINJAUAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PETUGAS PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAKTI KARTINI TAHUN 2021 Anisa Dyah Irawati; Puteri Fannya; Laela Indawati; Nanda Aula Rumana
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i1.163

Abstract

Patient satisfaction is the same as the results of the assessment in the form of emotional responses ranging from feelings of pleasure or satisfaction obtained by patients because of the fulfillment of expectations or desires in using or receiving services. The impact of low patient satisfaction on services at outpatient registration is that it can cause a decrease in the quality of hospital services and result in a decrease in patient visits at the hospital. The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with the services of outpatient registration officers at Bhakti Kartini Hospital. The method used is descriptive quantitative by distributing questionnaires to 106 respondents measured on 5 dimensions of service quality. From these studies it is known that the percentage of satisfaction to the dimensions of reliability 81.1%, responsiveness 84.9%, assurance 84%, empathy 79.2%, and the physical tangibles 82.1%. Thus, it is known that the level of patient satisfaction with the services of outpatient registration officers at Bhakti Kartini Hospital is 83% and those who are dissatisfied are 17%. Based on the results, the level of satisfaction obtained has not yet reached the minimum hospital service standard that has been set by Kepmenkes 129 in 2008 which is at least 90%.
Tinjauan Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Pelayanan Petugas Pendaftaran Rawat Jalan Di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 mawaddah, Nur; Fannya, Puteri; Indawati, Laela; Rumana, Nanda
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i3.623

Abstract

kepuasan pasien adalah suatu fase perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang didapat setelah pasien membandingkan dengan apa yang dirasakan. Pasien akan merasa puas jika kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama atau melebihi harapan. Dampak dari kepuasan pasien yang rendah terhadap pelayanan di pendaftaran rawat jalan yaitu dapat menyebabkan pasien tidak akan kembali berobat ke puskesmas dan menyebabkan pengunjung puskesmas berkurang. Peneliti akan melakukan penelitian dengan pasien dibagian pendaftaran rawat jalan di puskesmas kecamatan kepulauan seribu utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan petugas pendaftaran rawat jalan di puskesmas kecamatan kepulauan seribu utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model pengambilan sampel accidental sampling, dengan cara menyebarkan angket kepada 97 responden yang diukur pada 5 dimensi mutu pelayanan yaitu bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), asuransi (assurance), dan empati (empathy). Dari penelitian tersebut diketahui bahwa persentase kepuasan untuk dimensi bukti fisik (tangibles) 84,5%, kehandalan (reliability) 85,6%, ketanggapan (responsiveness) 78,4%, asuransi (assurance) 74,2%, dan empati (empathy) 80,4%. Dengan demikian diketahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan petugas pendaftaran rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara sebesar 86,6% dan yang menyatakan tidak puas sebesar 13,4%. Berdasarkan dari hasil tingkat kepuasan yang diperoleh belum mencapai standar pelayanan minimal puskesmas yang telah dititipkan oleh menteri kesehatan yaitu ≥90%. Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya di tempat pendaftaran pasien rawat jalan.
Paradoks Efisiensi: Persepsi Pengguna dan Hambatan Sistemik dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik Naurah Zharifah; Daniel Happy Putra; Laela Indawati; Bangga Agung Satrya
Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 12 No 1 (2026): JuTISI
Publisher : Maranatha University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jutisi.v12i1.12917

Abstract

This study aims to analyze the implementation of electronic medical record systems in improving the efficiency of health services. The approach used is a qualitative method with data collection techniques through in-depth interviews and observations of several health service units. The results of the study indicate that this system has a positive impact on accelerating the process of recording and accessing patient medical data, as well as reducing the use of physical documents. However, several challenges were also identified, such as limited technical training for healthcare staff and unstable internet connectivity. The conclusion of this study is that the electronic medical record system has the potential to improve the efficiency of healthcare services, but it requires support from comprehensive training and adequate technological infrastructure.
Tinjauan Lama Waktu Penyediaan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Klinik Kandungan di RSUD Tebet Annida Ariyani; Laela Indawati; Puteri Fannya; Nanda Aula Rumana
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i1.36

Abstract

Waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rekam medis. Semakin cepat penyediaan dokumen rekam medis sampai ke klinik maka semakin cepat pula pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui waktu penyediaan rekam medis rawat jalan klinik kandungan di RSUD Tebet. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan mendapatkan informasi penelitian berdasarkan wawancara dan hasil observasi. Sampel penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan klinik kandungan berjumlah 105 rekam medis, menggunakan teknik pengambilan sampel (Incidental/Convenience Sampling). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui 48 rekam medis (45,71%) telah sesuai dengan Standar Prosedur Operasional ≤15 menit, sedangkan 57 rekam medis (54,28%) belum sesuai Standar Prosedur Operasional >15 menit dengan rata-rata waktu penyediaan rekam medis 15,67 menit. Waktu tercepat adalah 10 menit dan waktu terlama adalah 25 menit. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah petugas rekam medis bagian pelayanan berkas di RSUD Tebet belum sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang ada. Faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis kapasitas rak penyimpanan sudah penuh, sering ditemukan rekam medis menempel dengan rekam medis lain, letak ruang penyimpanan yang terpisah menjadi 2, belum dikembalikannya rekam medis rawat inap ke ruang penyimpanan. Sebaiknya petugas rekam medis bagian pelayanan berkas untuk menyediakan rekam medis dengan tepat waktu sesuai Standar Prosedur Operasional yang telah di tetapkan dan perlu mensosialisasikan kembali kepada perawat ruangan rawat inap tentang ketepatan pengembalian rekam medis dalam waktu 1x24 jam sesuai dengan Standar Prosedur Operasional.
Co-Authors Abdul Rokim Adelia Anggraini Adi Widodo Adijaya, Nuryansyah Ahmad Ripki Alex Sander Alfi Shiddiq Syafrian Almahshunatul Hanifah Amirah Syafiqah Zahra Amnur, Alvina Salsabila Aneu Rosliana Anggi Alpiyani Anggraini, Adelia Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Aprilia Anisa Dewi Wahyuni Anisa Dyah Irawati Annida Ariyani Annisa Nur Salsabila Aqshal Hidayatullah Arip Budiana Athirah Iwani Rahman Athiyyah, Hanifatul Ayu Hardianti Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Bagas Saputra Bahlani Bangga Agung Satrya Bayu Fajar Ilhami Carono Chinta Fourdy Wantika Daniel Happy Putra Daniel Happy Putra Debbie Friscilla Carolina Manalu Della Rati Saputri della Dessy Safutri Deta Nurfena Nurfena Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewi, Deasy Rosmal Dewi, Deasy Rosmala Diah putri Ayu Islammia Dian Nur Muslimah Dina Sonia Dinda Melani Safitri Diva Sabina Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwijayanti, Risma Mei Elina Intan Apzari Elvira Xandra Ximenes Harum Emilia Karin Dwi Liani Endika Rachmad Erviana, Erviana Eza Nurkholifa Fani Nur Azizah Fannya, Puteri Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Fiqih Nurhidayah Fitria, Annah Gilang Dasa Dwi Mahendra Hanif Andini Hanum Milla Kurnia Harahap, Maulidiah Rizki Ilhami, Bayu Fajar Ilma Aulia Rahma Intan Rusdiana Dewi Iqbal, Muhammad Fuad Ira Rizka Safia Jeillia Jihan Swaradwibhagia Junata, Ilfan Kamalia, Farhah Karim, Hidayat Ramadhani Nuzulul Kevin Handynata Kurnia, Hanum Milla Kusumapradja, Rokiah Laras Sitoayu Lasmaria Simorangkir Liani, Emilia Karin Dwi Listania Aisyah Putri Luthfiah Aulia Rachman Luviany Gouw Manalu, Debbie Friscilla Carolina Maria Ferawaty Parera Mariyam, Mutia Maulidiah Rizki Harahap Mei Nur Khasanah Muammar Dzachwani Muhamad Endra Suriatno Muhamad Fazriyansah Muhammad Rezal Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Mutia Mariyam Nadia Sintia Nanda Aula Romana Nanda Aula Rumana Naurah Zharifah Nur Mawaddah, Nur Nur Ratri Annisa Putri Nurasiyah Nurfena, Deta Nurfena Nurkholifa, Eza Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Nusamina Pulungan Octa Rina Sari Putri Rafikasani Putri, Alifatul Aulia Sagita Putri, Listania Aisyah Putri, Nur Ratri Annisa Putri, Sisilia Rahayu, Ririn Rahmawati, Rena Maulina Regina Yulianti T. S Rezal, Muhammad Rianta Sari Gultom Rifda Ulfa Andini Rifqi Fauzan Ririn Rahayu Risma Ayu Fitriyani Rizal Ramadhan Rizky Alfiansyah ROKIM, ABDUL Rumana, Nanda Saarah Salsabila Putri Yadita Sabina, Diva Sadono Hadi Saputro Safitri, Dinda Melani Salsabila Putri Cahyani Salsabila, Annisa Nur Salsabillah, Shania Sansy Dua Lestari Selvi Dwi Lestari Shania Salsabillah Shania Salsabillah Silfa Haniasti Simorangkir, Lasmaria Siswati Siswati Siswati Siswati Siva Maulia Fauziah Sonaria Tambunan Sonia, Dina Sonia Tia Ivany Uli Shalatiya uli Viatiningsih, Wiwik Wantika, Chinta Fourdy Widjaja, Lily Widjaya, Lily Yulia, Noor Zalipa Wittri