Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Tablet Tambah Darah pada Remaja Puteri di Desa Mompang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu: Remaja Aswan, Yulinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1230

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan masalah kesehatan utama di masyarakat dan sering terjadi di seluruh dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Gangguan ini merupakan penyebab kecacatan kronis dan mempunyai dampak signifikan terhadap situasi kesehatan, ekonomi, dan sosial. Sekitar 30% atau 2,2 miliar orang di seluruh dunia menderita anemia, yang sebagian besar tinggal di daerah tropis. Prevalensi global anemia adalah sekitar 51%. Angka kejadian anemia di Propinsi Sumatera Utara menurut data Dinas Kesehatan provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015 mencapai 57,1%, tahun 2016 sebanyak 54,5%, dan tahun 2017 meningkat menjadi 58,2%. Anemia pada remaja putri di Kota Medan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 25%. Meskipun telah banyak remaja puteri yang mengetahui tentang anemia tetapi mereka tidak mengetahui bahwa anemi dapat dicegah dengan mengkonsumdi tablet tambah darah sesuai anjuran yang benar. Sehingga diperlukan pemberian informasi terkait tablet tambah darah pada remaja puteri Di Desa Mompang. Target luaran yang diharapkan peningkatan pengetahuan antara sebelum dan setelah dilaksanakannya penyuluhan, serta kesadaran remaja puteri untuk mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Hasil pengabdian terdapat peningkatan pengetahuan remaja puteri tentang tablet tambah darah pada remaja puteri. Kata Kunci: penyuluhan; tablet tambah darah; remaja puteri ABSTRACT Anemia is a major health problem in society and often occurs throughout the world, especially in developing countries like Indonesia. This disorder is a cause of chronic disability and has a significant impact on health, economic and social situations. About 30% or 2.2 billion people worldwide suffer from anemia, most of whom live in tropical areas. The global prevalence of anemia is approximately 51%. The incidence of anemia in North Sumatra Province according to data from the North Sumatra Provincial Health Service in 2015 reached 57.1%, in 2016 it was 54.5%, and in 2017 it increased to 58.2%. Anemia in adolescent in Medan City is still a public health problem because its prevalence is more than 25%. Even though many adolescent know about anemia, they do not know that anemia can be prevented by consuming blood supplement tablets according to the correct recommendations. So it is necessary to provide information regarding blood supplement tablets to adolescent in Mompang Village. The expected output target is increased knowledge between before and after the counseling is implemented, as well as awareness among adolescent to consume blood supplement tablets as recommended. The method used is counseling. The results of the service showed an increase in adolescent knowledge about blood supplement tablets in adolescent. Keywords: counseling; blood supplement tablets; adolescent
The Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol dan Etil Asetat pada Benalu Kakao (Dendrophthoe Pentandra (L.) Miq) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli Diningsih, Ayus; Aswan, Yulinda
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 4 No 2 (2019): Vol.4 No.2 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the test of the antibacterial activity of methanol and ethyl acetate extracts on cocoa parasites (dendrophthoe pentandra (l.) Miq.) on staphylococcus aureus and escherichia coli bacteria was carried out. The purpose of this research was to determine the antibacterial activity of cacao parasite (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) Leaves against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This research is a laboratory by testing the anti-bacterial activity of cocoa parasite samples (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq). The results of the study stated that the antibacterial of methanol and ethyl acetate extract of cocoa parasite leaves was able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria around disc paper after being diluted in DMSO with variations in the concentration of methanol extract and ethyl acetate of cocoa parasite leaves, namely methanol extract of cocoa parasite leaves on gram bacteria, after being diluted in DMSO with variations in the concentration of methanol and ethyl acetate extracts of cocoa positive Staphylococcus aureus with a concentration of 500 mg / ml showed activity with inhibition zones 13.9 mm (weak / resistant), in gram negative bacteria Escherichia coli with a concentration of 500 mg / ml showed activity with inhibition zones of 13.8 mm each (weak) / resistant). Ethyl acetate extract of cocoa parasite leaves in gram-positive bacteria Staphylococcus aureus with a concentration of 500 mg / ml showed activity with inhibition zones 16.2 mm (moderate / intermediate) and in gram-negative bacteria Escherichia coli with concentrations of 500 mg / ml showed activity with inhibition zones 15.1 mm (moderate / intermediate).
Hubungan Indeks Masa Tubuh dengan Gangguan Menstruasi pada Wanita Usia Subur di Desa Labuhan Rasoki. Aswan, Yulinda; Ramadhini, Delfi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 5 No 1 (2020): Vol. 5 No. 1 Juni 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v5i1.231

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan suatu gejala fisik atau emosional yang terjadi sebelum dan selama masa menstruasi yang begitu sangat mengganggu, yang termasuk didalamnya adalah gangguan perdarahan, banyaknya darah, dan lamanya haid, dimana gangguan ini sangat mengganggu kehidupan wanita sehari-hari. Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya gangguan haid salah satunya adalah Indeks masa tubuh. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh dengan gangguan menstruasi pada wanita usia subur di Desa Labuhan Rasoki Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Tahun 2019. Penelitian merupakan penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur (17-45 tahun) berjumlah 108 dilakukan dengan menggunakan Kuesioner dan Wawancara. Analisis menggunakan uji Chi Square untuk analisa bivariat. Hasil uji chi-square pada variable diperoleh IMT kurang nilai p=0,682 dan IMT lebih nilai p=0,174, hal inii menunjukkan tidak ada hubungan IMT dengan hipermenorea. Tidak ada hubungan antara IMT dengan oligimenorhea dengan nilai IMT kurang p=1,000 dan IMT lebih p=0,315. Tidak ada hubungan antara IMT dengan dismenorhea dengan nilai p value IMT kurang p=0,758 dan IMT lebih p=0,183. Tidak ada hubungan antara IMT dengan PMS, dengan p value IMT kurang p=0,217 dan IMT lebih p=0,514. Sehingga dapat disimulkan tidak dapat dibuktikan ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan gangguan menstruasi pada wanita usia subur.
The Effect of Health Education by Using Leaflet Media to Increase the Knowledge of Hypertension Patients in Outpatients At South Tapanuli District Hospital: The Effect of Health Education by Using Leaflet Media to Increase the Knowledge of Hypertension Patients in Outpatients At South Tapanuli District Hospital Ramadhini, Delfi; Ritonga, Nefonavratilova; Siregar, Yenni Farida; Aswan, Yulinda
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 Juni 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i1.417

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a chronic condition characterized by increased pressure on the walls of arteries. The results of the Basic Health Research (Riskesdas) 2018 showed that the prevalence of hypertension increased compared to Riskesdas 2013, which rose from 25.8% to 34.1%. The purpose of this study was to determine the effect of health education by using leaflet media to increase the knowledge of hypertension patients in outpatients at South Tapanuli District Hospital. The research method used was Quasy Experiment with One group pre-post test design in one group design. The sample in this study amounted to 31 people. The data obtained were processed using the Wilcoxon Sign Rank Test. The results showed that there was an influence of health education on increasing knowledge of patients with hypertension in outpatients in South Tapanuli District Hospital,where before being given health education, respondents had 7 knowledge worth 9 people(29,0%), and after being given health education respondents had 10 knowledge totaling 10 people (32,3%). Based on the Wilcoxon statistical test results obtained p-value = 0,000 <0.005. Suggestions of this research can be used as a new source in increasing the knowledge of hypertension sufferers, and further researchers can use the slide show method or lecture method.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI TERANUS TOXOID DI DESA BATANG BARUHAR JAE KECAMATAN PADANG BOLAK KABUPATEN PADANGLAWAS UTARA TAHUN 2020: Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) Aswan, Yulinda
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.507

Abstract

tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit tidak akan sakit atau sakit ringan . Imunisasi yang diberikan kepada wanita usia subur dan ibu hamil adalah imunisasi TT yang berguna untuk mencegah terjadinya tetanus. Kasus tetanus banyak dijumpai di sejumlah negara tropis dan negara yang masih memiliki kondisi kesehatan rendah. Pada tahun 2018 WHO memperkirakan 59.000 kematian bayi karena tetanus, angka tersebut sudah menurun sebesar 90% jika dibandingkan dengan tahun 2019 dimana terjadi 787.000 kematian karena Tetanus Metode penelitian adalah deskriptif kerelational dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional, Sampel diambil dengan menggunakanTotal Sampel. Jumlah sampel sebanyak 43 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan 0,002 (0,002 < 0,05) dan sikap 0,000 (0,000 < 0,05). Kesimpulan penelitian adanya Hubungan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur terhadap pemberian imunisasi Tetanus Toxoid Di Desa Batang Baruhar Jae Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2020. Disarankan Wus yang bertempat tinggal di desa Batang Baruhar pemahaman tentang manfaat Imunisasi dan mau melakukannya. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Tetanus Toxoid ABSTRACT Immunization gave the body immunity against a disease by inserting something into the body so that the body is resistant to diseases that are endemic or dangerous for someone. Immunization against a disease would only provide immunity or resistance to disease, so that you will not get sick or get mild illness. The immunization given to women of childbearing age and pregnant women was TT immunization which was useful for preventing tetanus. Tetanus cases were often found in a number of tropical countries and 2018 WHO estimates 59,000 infant deaths due to tetanus, this figure has decreased by 90% when compared to 2019 where there were 787,000 had due to Tetanus. The research method is descriptive relational using the Cross Sectional approach, the sample was taken using a total sample. The number of samples is 43 people. Data analysis using Chi Square test. The results showed knowledge was 0.002 (0.002 <0.05) and 0.000 attitude (0.002 <0.05). The conclusion of this research was that there was a relationship between the knowledge and attitudes of women of fertile age towards giving Tetanus Toxoid immunization in Batang Baruhar Jae Village, Padang Bolak District, North Padang Lawas Regency in 2020. It is recommended that Wus who lives in Batang Baruhar village understand the benefits of immunization and wanted to do it. Keywords: Knowledge, Attitude, Tetanus Toxoid Immunization
HUBUNGAN PERILAKU SUAMI TERHADAP DUKUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG PANE II wahyuni, iin; Aswan, Yulinda; Pohan, Sakinah Yusro
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.530

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi anak dalam 1000 Hari Pertama Kelahiran. Bayi yang diberikan ASI ekslusif dapat mencapai pertumbuhan perkembangan dan kesehatan optimal. Pemberian ASI Eksusif sangat dipengaruhi perilaku kesehatan berupa, pengetahuan, tidakan, sikap, mencakup dukungan suami. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku suami terhadap dukungan pemberian ASI ekslusif pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Paluta Tahun 2020. Jenis penelitian penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi berusia ≤6 bulan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Paluta yang sebanyak 90 orang. Sampel yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi berusia ≤6 bulan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Paluta sebanyak 90 orang dengan menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku suami (p= 0,001), pengetahuan suami (p= 0,000), sikap suami (p= 0,003), tindakan suami (p= 0,001) berhubungan dengan dukungan pemberian ASI ekslusif. Kesimpulan diperoleh bahwa perilaku suami berhubungan dengan dukungan pemberian ASI ekslusif. Saran bagi suami agar memberikan perhatian lebih terhadap dukungan pemberian ASI ekslusif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TERHADAP MINAT MELAKUKAN IVA TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEK I KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2020 Sari, Helmy; Aswan, Yulinda; Pohan, Sakinah Yusro
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.532

Abstract

Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia disebabkan karena 95% wanita usia subur (WUS) tidak menjalani pemeriksaan secara dini sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dari kanker serviks dan menurunkan harapan hidup wanita. Tingginya kasus kanker serviks disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan juga kesadaran untuk melakukan deteksi dini seperti pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sehingga kanker serviks baru ditemukan pada stadium lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap minat melakukan IVA test di Puskesmas Wek I Kota Padangsidimpuan Tahun 2020. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur (30 – 50) tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Wek I yaitu sebanyak 4146 WUS. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 97 WUS di wilayah kerja Puskesmas Wek I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 64 responden (95,5%) dengan pengetahuan kurang dan tidak melakukan IVA test (p value = 0,000), serta 62 responden (93,9%) dengan sikap negatif dan tidak melakukan IVA test, p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap wanita usia subur terhadap minat melakukan IVA test. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan minat melakukan IVA pada WUS yang sebelumnya rendah menjadi tinggi, misalnya dengan memberikan sosialisasi tentang pentingnya pemeriksaan IVA.
Hubungan Sosial Budaya Ibu Menyusui Yang Tidak Bekerja Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Pebrianthy, Lola; Aswan, Yulinda
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.891

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian hanya ASI saja tanpa makanan dan minuman lain. ASI merupakan makanan terbaik bagi kelangsungan hidup bayi di usia 0-6 bulan. ASI memiliki zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, mengandung zat protektif yang membuat bayi jarang sakit, meningkatkan kecerdasan bayi dan meningkatkan hubungan psikologis ibu dan bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sosial budaya ibu menyusui yang tidak bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang tidak bekerja yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua sebanyak 362 ibu. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan criteria tertentu sebanyak 78 ibu. Analisis data yang digunakan adalah uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan sosial budaya ibu menyusui yang tidak bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua tahun 2022 (p=0.000<α=0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sosial budaya erat hubungannya dengan pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ibu menyusui tentang pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua.
PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEK I KOTA PADANGSIDIMPUAN Aswan, Yulinda; Siregar, Nurelilasari; Aliyah Rangkuti, Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1217-1222

Abstract

Puskesmas Wek I  merupakan salah satu Puskesmas yang ada di bagian Utara Kota Padangsidimpuan tepatnya di Kelurahan Timbangan. Wilayah kerja Puskesmas Wek I  terdiri dari 8 Kelurahan dengan 15 posyandu yang masing-masing posyandu memiliki 5 orang kader dengan total jumlah seluruh kader adalah sebanyak 75 orang. Puskesmas Wek I berjarak lebih 6 km 2 dari Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan dan terletak di wilayah kerja Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan. Berdasarkan Profil Puskesmas Wek I Tahun 2020, jumlah balita yang tercatat di Puskesmas Wek I sebanyak 546 orang, dengan ketercapaian program posyandu terkait pertumbuhan dan perkembangan hanya 72% dari target 97% berdasarkan data dari pihak puskesmas. Metode Ceramah Tanya Jawab (CTJ), Diskusi, dan Demonstrasi, sedangkan media yang digunakan LCD, dan Instrumen KPSP lengkap dengan Pedoman Kegiatan, dilaksanakan selama bulan Desember 2021. Sebagian besar ibu-ibu kader posyandu berpengalaman menjadi kader 11-20 tahun sebanyak 11 orang (35.5%), 20 orang berpengalaman 1-10 tahun (64.5%). Sebelum dilakukan intervensi, kelompok kader posyandu lebih dari setengah kader kesehatan memiliki tingkat pengetahuan pada kategori kurang 29 orang (93.6%) katagori cukup 2 orang (6,4%). Setelah dilakukan intervensi lebih dari setengah kader mengalami peningkatan pengetahuan yaitu 27 orang memiliki tingkat pengetahuan Baik (87.1%) 4 orang memiliki pengetahuan Cukup (12,9%). Nilai rata-rata kenaikan pengetahuan seluruh kader melalui kuesioner pre-test dan post test adalah 72,42%, yang diperoleh menggunakan Uji Normalized Gaid Score (N-Gaid). Diharapkan kegiatan Pelatihan bagi kader posyandu dalam Deteksi dini tumbuh kembang pada anak balita sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait, dapat terbentuknya Kader Posyandu. 
The Relationship Between Complementary Food Provision and Nutritional Status of Children (6-24 Months) in Sinunukan 1 Village, Sinunukan District, Mandailing Natal Regency in 2024 Arniati123; Aswan, Yulinda; Yusro Pohan, Sakinah
Journal of Nutrition and Public Health Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Nutrition and Public Health
Publisher : CV. Dyoqu Publishing Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/jnph.v2i1.205

Abstract

Background: Undernutrition is a nutritional problem caused by an imbalance between food intake and energy and nutrient needs, particularly protein. Globally, 148.1 million children under 5 years of age suffer from malnutrition, with 45.6 million of them experiencing wasting. In Indonesia, children's health is a primary concern because their health status reflects the future of the nation's development. One of the determinants of optimal nutritional status in children aged 6-24 months is the appropriate provision of complementary foods (MPASI). Aims: This study aims to determine the relationship between the provision of complementary foods with breast milk and the nutritional status of children aged 6-24 months in Sinunukan 1 Village, Sinunukan District, Mandailing Natal Regency in 2024. Methods:This research is quantitative with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The population and sample size included 40 mothers with children aged 6-24 months in Sinunukan 1 Village, selected using a total sampling technique. The instruments used included questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis was performed using the chi-square statistical test. Result: The results showed that the majority of respondents (62.5%) provided appropriate complementary foods, with 47.5% of them having children with normal nutritional status. Conversely, in the inappropriate complementary food category (37.5%), 27.5% of children had abnormal nutritional status. The chi-square test obtained a p-value of 0.002 (p < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between the provision of complementary foods with the nutritional status of children aged 6-24 months in Sinunukan 1 Village, Sinunukan District, Mandailing Natal Regency in 2024. Mothers are expected to pay more attention to the appropriateness of providing complementary foods so that children avoid problems with abnormal nutritional status.