Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peremajaan Leher Non-Invasif lubis, sri nauli dewi; Jusuf, Nelva Karmila
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 52 No 4 (2025): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v52i4.452

Abstract

Leher merupakan area yang rentan menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti kekenduran kulit, kerutan, akumulasi lemak submental, dan banding otot platysma, yang secara keseluruhan menurunkan estetika wajah bagian bawah. Klasifikasi Dedo merupakan sistem yang paling umum digunakan untuk menilai perubahan anatomi akibat penuaan pada leher. Seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap prosedur estetika yang lebih aman, efektif, dan minim waktu pemulihan, berbagai pendekatan non-invasif dan minimal invasif untuk peremajaan leher telah berkembang pesat. Modalitas non-invasif seperti radiofrekuensi, laser non-ablatif, Intense Pulsed Light, dan focused ultrasound, telah terbukti mampu meningkatkan kekencangan dan kualitas kulit dengan efek samping minimal. Di sisi lain, pendekatan minimal invasif seperti injeksi toksin botulinum dan asam hialuronat juga memberikan perbaikan signifikan terhadap kontur leher, hidrasi kulit, dan garis-garis horizontal di leher.
ACNE TRUNCAL AKNE TRUNKAL: AKNE TRUNKAL Jusuf, Nelva Karmila; Simanjuntak, Desy Sahara Putri
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 52 No 4 (2025): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v52i4.552

Abstract

Akne vulgaris merupakan salah satu gangguan inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang sering dijumpai. Cutibacterium acnes (C. acnes) merupakan bakteri utama yang berkontribusi dalam proses patogenesis penyakit ini. Lesi akne seperti komedo, papula, pustula, hingga nodul yang dapat muncul di berbagai area tubuh, termasuk wajah, leher, serta batang tubuh yang dikenal sebagai akne trunkal. Sebanyak 61% pasien akne vulgaris juga mengalami keterlibatan area trunkal. Walaupun patogenesis akne wajah dan akne trunkal secara umum serupa, adanya perbedaan karakteristik anatomi dan fisiologis kulit trunkal diyakini dapat memengaruhi respons terhadap terapi. Secara teoritis, akne trunkal dapat ditangani dengan pendekatan terapeutik yang serupa dengan akne vulgaris pada wajah Namun, kepatuhan pasien terhadap terapi topikal sering menjadi kendala, terutama karena luasnya area lesi dan kesulitan dalam aplikasi obat. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai tata laksana akne trunkal sangat penting, mengingat terapi sistemik seperti antibiotik oral sering digunakan sebagai alternatif, meskipun penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati karena risiko peningkatan resistensi antibiotik. 
DNA Salmon sebagai Agen Biostimulator dalam Peremajaan Kulit Finarsih ES, Ella; Jusuf, Nelva Karmila
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.614

Abstract

   Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan perubahan struktural dan fungsional pada tingkat seluler dan molekuler. Faktor intrinsik yaitu genetik dan metabolisme serta faktor ekstrinsik misalnya paparan sinar ultraviolet berperan dalam percepatan degradasi matriks ekstraseluler melalui peningkatan stres oksidatif dan aktivasi metaloproteinase. Perkembangan dermatologi estetika modern menunjukkan wpergeseran pendekatan terapi dari sekadar koreksi volumetrik menuju stimulasi regenerasi jaringan secara fisiologis. Salah satu agen biostimulator yang menjanjikan adalah polydeoxyribonucleotide (PDRN) yang berasal dari deoxyribonucleic acid (DNA) ikan salmon. Tinjauan pustaka ini bertujuan membahas mekanisme kerja, indikasi klinis, cara aplikasi, keamanan, serta bukti ilmiah terkini penggunaan DNA salmon untuk peremajaan kulit. Literatur menunjukkan bahwa PDRN bekerja terutama melalui aktivasi reseptor adenosin A2A yang memicu peningkatan sintesis kolagen, angiogenesis, efek antiinflamasi, serta modulasi stres oksidatif. Berbagai studi eksperimental dan klinis mendukung peran PDRN sebagai agen regeneratif dengan profil keamanan yang baik. DNA salmon berpotensi menjadi pilihan terapi yang efektif dan aman dalam peremajaan kulit berbasis biostimulasi. 
Laser and light-based therapy for hair growth and hair removal Wiryadana, Michelle; Jusuf, Nelva Karmila
Journal of General - Procedural Dermatology and Venereology Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Recent advances in laser and light-based technologies have introduced new options for both the stimulation of hair growth for alopecia and the reduction of unwanted hair growth. However, the clinical evidence remains varied, and treatment outcomes are influenced by factors such as device type, wavelength, and individual response. Ongoing evaluation of safety, efficacy, and standardization of treatment parameters is therefore essential. Discussion: This review provides an in-depth discussion of the principles, mechanisms, safety, and efficacy of lasers in promoting hair growth, as well as on lasers and light-based therapies used for hair removal. The mechanisms of laser-induced hair growth stimulation include the acceleration of vellus hair transformation into terminal hair. In contrast, lasers and light-based devices utilize melanin as a target chromophore for hair removal. Conclusion: Appropriate devices and techniques of lasers and light-based devices, whether used alone or in combination with other therapies, are beneficial for both hair growth and hair removal.