Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF INKUIRI TERBIMBING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL KOGNITIF PESERTA DIDIK Rahmi, Ayu; Fitriani, Henni; Mellyzar, Mellyzar; Mauliani, Cut Nurisna
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v6i1.5496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan model inkuiri terbimbing dengan model discovery learning terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada materi ikatan kimia di kelas X SMK Negeri 1 Gandapura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu postest-only design. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas X TKR 1 dan X TKR 2. Teknik pengumpulan data menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja peserta didik, angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengujian hipotesis pada setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung ttabel, yaitu 6,6731,701 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (Ha) diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan antara model inkuiri terbimbing dan discovery learning terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada materi ikatan kimia di Kelas X SMK Negeri 1 Gandapura. Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Discovery Learning, Ikatan Kimia
PIECES (PERFORMANCE, INFORMATION, ECONOMIC, CONTROL, EFFICIENCY, SERVICE) DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) Rahmi, Ayu; Lastri, Surna; Hasnur, Hanifah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i2.23969

Abstract

Pelayanan di puskesmas memerlukan efisiensi yang tinggi untuk menghindari waktu yang terbuang. Penggunaan aplikasi berbasis web, seperti e-puskesmas, menjadi solusi yang baik. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service dengan pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Eficiensy, Service) dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi 44 karyawan dari 11 Puskesmas Kota Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner pada bulan Juli 2023. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen puskesmas di Kota Banda Aceh secara umum mendukung operasional puskesmas dengan baik, karena hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara information, economic, control, dan service dengan pemanfaatan SIMPUS. Kesimpulan penelitian bahwa SIMPUS di Kota Banda Aceh terbukti mendukung operasional puskesmas, seperti informasi, ekonomi, kontrol, dan layanan mempengaruhi pemanfaatan SIMPUS secara positif, namun tidak ada hubungan yang bermakna antara performa dengan pemanfaatan SIMPUS.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CULTURALLY RESPONSIVE TRANSFORMATIVE TEACHING (CRTT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL KOGNITIF DAN MINAT BELAJAR SISWA Khairani, Daratul; Rahmi, Ayu; Muliaman, Agus
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i1.6533

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil kognitif dan minat belajar siswa. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group desain. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 3 Lhokseumawe tahun ajaran 2023/2024 dan sampel yang digunakan yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan pretest, posttest dan angket. Analisis data instrumen untuk mengukur kemampuan hasil belajar kognitif menggunakan soal pretest dan posttest yang sudah melalui uji prasyarat dengan nilai korelasi 0,80 – 1,00 (layak digunakan), dan analisis data instrumen dalam mengukur tingkat minat belajar siswa menggunakan angket minat yang sudah diuji validasi para ahli. Hasil pengujian hasil belajar kognitif kelas eksperimen dan kontrol menggunakan independent sample t test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000<0,05, dan pengujian angket minat belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol dari hasil uji t diketahui bahwa nilai Sig (2-tailed) terhadap minat belajar siswa 0,001<0,05. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Culturally Responsive Transformative Teaching (CRTT) mampu meningkatkan hasil kognitif dan minat belajar siswa.
Pelatihan Intensif untuk Mengembangkan Keterampilan Dasar Laboratorium pada Mahasiswa Pendidikan Kimia Rahmi, Ayu; Muliaman, Agus
INKAMKU : Journal of Community Service Vol 4 No 2 (2025): INKAMKU : Journal of Community Service
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/inkamku.v4i2.4279

Abstract

Basic laboratory skills are essential skills that Chemistry Education students must possess as future science educators. Accuracy in observation and precision in measurement are essential foundations for understanding chemical concepts through experimental activities. However, initial assessment results indicated that these skills were not yet optimally developed, especially among beginning students. Based on this condition, this community service activity was structured as intensive training focused on improving observation and measurement skills through workshops, demonstrations of laboratory equipment use, hands-on practice, and mentoring sessions. The program was attended by 26 students and lasted for three days. The evaluation of the activity showed improvements in the participants' procedural knowledge, technical skills, and scientific attitudes. This training proved effective in improving laboratory literacy and is recommended for ongoing implementation to strengthen students' competencies as future chemistry teachers.