Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sikap K3 Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Di PT. Pelindo Petikemas Nur Susanty; Sumiaty; Septiyanti
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 6 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i6.1424

Abstract

Kecelakaan adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Tidak terduga, oleh karena dibelakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, apalagi dalam bentuk perencanaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan sikap k3 terhadap kejadian kecelakaan kerja di PT. Pelindo Petikemas New makassar Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah seluruh petugas divisi Health, safety Security, and Environment (HSSE) dan sampel sebanyak 60 orang. Dengan teknik pengambilan sampel total sampling menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap k3 memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja dengan p value yang di dapatkan 0.002 yang di dapat berdasarkan hasil uji chi-square. Saran yang bisa diberikan adalah agar pihak perusahaan dan pekerja bisa mempertahankan sikap yang dimiliki pekerja karena sudah dalam kategori yang baik.
Hubungan Organization Influence Kejadian Kecelakaan Kerja Di Pt. Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Nur Fauzyah Jufri; Sumiaty; Septiyanti
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i3.1425

Abstract

Kecelakaan akibat kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga, dikehendaki dan dapat menyebabkan kerugian baik jiwa maupun harta benda. Salah satu penyebab kerugian baik jiwa maupun harta benda. Salah satubya penyebab terjadinya kecelakaan kerja yaitu tindakan tidak aman unsafe action ataupun kondisi tidak aman unsafe condition adalah tindakan yang dapat membahayakan pekerja itu sendiri maupun orang lain yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan Organization Influence terhadap kejadian kecelakaan kerja di PT. Pelindo Petikemas Newmakassar Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh petugas divisi Health, safety Security, and Environment (HSSE) dan sampel 60 orang. Dengan teknik pengambilan sampel total sampling menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Organization Influence memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja dengan p value yang di dapatkan 0.006 yang di dapat berdasarkan hasil uji chi-square. Saran yang bisa diberikan peneliti untuk hasil penelitian ini adalah perusahaan bisa mengurangi terjadinya kecelakaan kerja dengan Organization influence bisa lebih ditingkatkan dengan melakukan program/prosedur K3 di lingkungan kerja.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Kandungan Besi Dan Mangan Pada Air Sumur Bor Di Desa Polewali Nur Susi Susanti B; Abd. Gafur; Sumiaty
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fdzdbm55

Abstract

Groundwater is the primary source widely used by people in Indonesia, as it is relatively easy to access and considered cleaner. The purpose of this study is to determine the environmental health risks associated with the Fe and Mn content in the drilled well water consumed by the community in Polewali Village, South Baebunta District, North Luwu Regency. This study employs a descriptive observational design with an Environmental Health Risk Analysis (EHR) approach. The results show that of the 30 communities exposed to Fe, three communities have RQ > 1 and 27 communities have RQ ≤ 1, while all 30 communities exposed to Mn have RQ values ≤ 1. Based on these data, it is known that three people exposed to Fe have a risk level that exceeds the safe limit, while 30 communities exposed to Mn are still below the risk level or are not at risk at this time, pending the next few years. Recommendations based on the results of this study suggest that remediation and treatment of drilled well water should be carried out.