Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN ALJABAR BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN Putu Reynaldy Artha Nugraha; Kadek Rahayu Puspadewi; Kadek Adi Wibawa
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v12i2.4804

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan serta penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal cerita matematika. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes esai dan lembar wawancara. Sebanyak 30 orang siswa kelas VII H SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar menjadi subjek penelitian ini. Metode purposive sampling digunakan untuk selanjutnya memilih 6 subjek untuk diwawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dialami oleh kelompok tinggi terbanyak terjadi pada tahap penulisan jawaban akhir, kelompok sedang terbanyak pada tahap transformasi dan keterampilan proses, sedangkan kelompok rendah pada tahap transformasi. Penyebab kesalahan yang terjadi adalah (1) kurang memahami soal dengan baik, (2) kurang hati-hati dalam membaca soal (3) kurang teliti dalam menghitung, (4) terburu-buru dalam mengerjakan soal, dan (5) kurang bisa mengelola waktu dengan baik saat mengerjakan soal.
Defragmenting structures of students’ translational thinking in solving mathematical modeling problems based on CRA framework Kadek Adi Wibawa; I Putu Ade Andre Payadnya; I Made Dharma Atmaja; Marius Derick Simons
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 13 No. 2 (2020): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v13i2.327

Abstract

[English]: The fragmentation of thinking structure is a failed construction existing in students’ memory due to disconnections on what they have learned. It makes students undergo difficulties and errors in solving mathematical modeling problems. There is a need to prevent permanent fragmentations. The problem-solving involving modeling problems requires translational thinking, changing from source representations to targeted representations. This research aimed to formulate undergraduate students’ effort in restructuring their fragmented translational thinking (defragmentation of translational thinking structure). The defragmentation was mapped through the CRA framework (checking, repairing, ascertaining). The subjects were three of eighty-five 4th and 6th-semester students. Data were analyzed through three stages; categorization, reduction, and conclusion. The analysis resulted in three types of defragmentation of translational thinking structure: from verbal representations to graph representations, from graph representations to symbolic representations (algebraic forms), and from the graph and symbolic representations to mathematical models. The finding shows that it is essential for mathematics educators to allow students to manage their thinking structures while experiencing difficulties and errors in mathematical problem-solving. Keywords: Thinking structure, Fragmentation, Defragmentation, Translational thinking, CRA framework [Bahasa]: Fragmentasi struktur berpikir merupakan kegagalan konstruksi yang terjadi di dalam memori akibat dari konsep-konsep yang dipelajari tidak terkoneksi dengan baik. Hal ini membuat mahasiswa sering mengalami kesulitan dan kesalahan dalam memecahkan masalah pemodelan matematika. Untuk itu, perlu dilakukan upaya agar tidak terjadi fragmentasi struktur berpikir yang permanen. Dalam memecahkan masalah pemodelan matematika, mahasiswa perlu melakukan berpikir translasi, yaitu mengubah representasi sumber menjadi representasi yang ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan upaya mahasiswa dalam melakukan penataan fragmentasi struktur berpikir translasi yang terjadi (defragmentasi struktur berpikir translasi) dalam memecahkan masalah pemodelan matematika. Defragmentasi yang dilakukan mahasiswa dipetakan melalui kerangka CRA (checking, repairing, dan ascertaining). Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 dan 6 yang terdiri dari 3 orang dipilih dari 85 mahasiswa. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengategorian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan tiga jenis defragmentasi struktur berpikir translasi: defragmentasi dari representasi verbal ke grafik, dari representasi grafik ke simbol (bentuk aljabar), dan representasi grafik dan simbol (bentuk aljabar) ke model matematika. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengajar matematika memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam menata struktur berpikirnya ketika mengalami kesulitan dan kesalahan dalam memecahkan masalah matematika. Kata kunci: Struktur berpikir, Fragmentasi, Defragmentasi, Berpikir translasi, Kerangka CRA
An ethnomethodological analysis of students’ understanding of the concept of trigonometry in a high-stakes examination in South Africa Marius Derick Simons; Kadek Adi Wibawa
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 14 No. 2 (2021): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v14i2.459

Abstract

[English]: In South Africa, National Senior Certificate (NSC) mathematics examination is a capping external examination taken at the culmination of twelve years of schooling. The purpose of this study was to investigate and analyze the responses of examinees in the examinations in the concept of trigonometry. While the study mainly used an ethnomethodological approach, a documentary analytical approach was also adopted. Documentary analysis was necessitated by the private nature of the NSC examination, as we only had access to the written work of the examinees. The major findings were: (1) that the strategies and tactics used by examinees are highly driven by the context of the high-stakes examination; (2) that examinees’ ways of working exhibit the general structure of the practice that is commonly found in mathematical discourse practices. Further studies are required to deepen the understanding of the thinking processes of examinees by conducting focus group interviews, where the examinees are afforded opportunities to explain their workings in school-based assessments. [Bahasa]: Di Afrika Selatan, ujian matematika National Senior Certificate (NSC) adalah ujian tambahan yang diambil pada akhir dari dua belas tahun sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi dan analisis tanggapan siswa peserta ujian matematika NSC terkait konsep trigonometri. Selain pendekatan etnometodologi yang secara umum dipakai dalam penelitian ini, pendekatan analitis dokumenter yang juga diadopsi terkait karakteristik ujian NSC, dalam hal inipeneliti hanya memiliki akses pada jawaban tertulis peserta ujian. Temuan utama penelitian adalah: (1) bahwa strategi dan taktik yang digunakan oleh peserta ujian sangat didorong oleh konteks ujian berisiko tinggi; (2) bahwa cara kerja peserta ujian menunjukkan struktur umum praktik yang biasa ditemukan dalam praktis diskursus matematika. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang proses berpikir peserta ujian dengan melakukan wawancara kelompok terfokus, dimana peserta ujian diberikan kesempatan untuk menjelaskan cara kerja mereka dalam penilaian berbasis sekolah.
ANALYSIS OF STUDENT ERROR BASED ON NEWMAN'S PROCEDURE IN SOLVING HOTS TYPES REVIEWING FROM COGNITIVE STYLE FI and FD Kadek Adi Wibawa; Ni Kadek Indri Wira Pratiwi; I Made Wena
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v7i1.6761

Abstract

The purpose of this study was to determine the types of errors and the causes of errors made by students in solving HOTS type questions for SPLTV material based on Newman's procedure in terms of the cognitive style of class X students of Senior High School number six Denpasar. The method of this research is a qualitative method. The data was collected by means of the HOTS test, GEFT, interviews, and documentation. The subjects of this study were students of class X IPA 1 SMA Negeri 6 Denpasar which were then grouped based on cognitive styles, namely Field Independent (FI) and Field Dependent (FD) students and the number of errors in each cognitive style in answering HOTS questions was categorized into 3, namely errors quite complex, complex, and very complex. The average percentage of FI student errors is 38.88%. The average percentage of FD students' errors is 55.55%. The errors of students with cognitive style FD are more than students with cognitive style FI. The causes of errors in the subject of FI are (1) less calm in working on questions, (2) lack of knowledge of the steps that must be taken to solve problems, (3) lack of time in solving problems. completion process, and (4) no re-checking of written answers. The causes of FD student errors are (1) incomplete in reading the questions, (2) in a hurry to finish quickly, (3) not knowing what is known in the questions implicitly, and (4) not checking again.
Analisis kesalahan berdasarkan prosedur newman dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari gaya belajar Ni Komang Mas Cahya Mithia; Kadek Adi Wibawa; I Ketut Suwija
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.5842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan dan faktor penyebab terjadinya kesalahan berdasarkan prosedur newman yang dilakukan siswa kelas VIII  SMP Negeri 12 Denpasar dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari gaya belajar. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes menggunakan soal cerita dan non tes menggunakan angket dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Denpasar dengan jumlah 30 orang siswa dan diambil 9 siswa sebagai sampel untuk dianalisis dan diwawancarai. Berdasarkan hasil analisis angket diperoleh 10 siswa memiliki gaya belajar visual, 9 siswa memiliki gaya belajar auditorial dan 11 siswa memiliki gaya belajar kinestetik. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa siswa dengan siswa gaya belajar visual melakukan jenis kesalahan pada tahap memahami dan penulisan jawaban. Siswa dengan gaya belajar auditorial melakukan jenis kesalahan pada tahap memahami, keterampilan proses dan penulisan jawaban. Siswa dengan gaya belajar kinestetik melakukan jenis kesalahan di semua tahap, yaitu tahap membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses dan penulisan jawaban. Pada umumnya penyebab kesalahan siswa dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik adalah siswa tidak memahami soal, tidak tepat membuat diketahui dan ditanyakan, salah dalam melakukan perhitungan dan tidak menuliskan kesimpulan jawaban.
KESALAHAN SISWA YANG BERGAYA KOGNITIF FD DAN FI DALAM MEMECAHKAN MASALAH REALISTIK TIPE HOTS Kadek Adi Wibawa; I Made Dharma Atmaja; Kadek Rahayu Puspadewi; Yohanes Ronaldus Lalung; Ni Made Hermayanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.6914

Abstract

Siswa seringkali melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah matematika, terlebih masalah tipe HOTS. Kesalahan yang terjadi belum banyak meninjau dari gaya kognitif siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam memecahkan masalah realistik tipe HOTS ditinjau dari gaya kognitif FD dan FI. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yang mengambil subjek penelitian di SMP Widiatmika dan SMPN 12 Denpasar. Jumlah subjek sebelum wawancara adalah 59 siswa, dan sebanyak 6 siswa diambil mewakili 6 kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 59 subjek sebanyak 18,64% memiliki gaya kognitif field dependent dan 81,36% dengan gaya kognitif field independent. Siswa yang masuk dalam kelompok tinggi sebanyak 22,03%, kelompok sedang 18.64% dan kelompok rendah 59,33%.  Jika ditinjau dari banyaknya kesalahan yang dibuat, siswa yang tidak melakukan kesalahan sebanyak 16,95%, siswa yang melakukan sedikit kesalahan 11,86%, siswa yang melakukan cukup banyak kesalahan 23,73%, dan siswa yang melakukan banyak kesalahan 47,46%. Jenis kesalahan yang banak terjadi pada siswa FD adalah memahami masalah, dan pada siswa FD pada tahap memeriksa kembali. Penyebab kesalahan yang terjadi pada siswa FD adalah pemahaman dan penalaran yang tidak lengkap, serta kurang teliti dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Penyebab kesalahan FI adalah karena terburu-buru dan tidak detail dalam menuliskan jawaban.
An Analysis of Innovative Learning Media Development Needs Based on Realistic Mathematics Education Ni Kadek Adhi Putri Pertiwi; I Made Wena; Kadek Adi Wibawa
Journal of Psychology and Instruction Vol. 7 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The difficulties of understanding in study mathematic is the learners use learning videos especially in pandemic situation. The purpose of this research is (1) to fine out the development of innovative learning videos based on realistic mathematics education in SMPN 4 Abiansemal. (2) to fine out the obstacles factors of innovative learning video development needs based on realistic mathematics education at SMPN 4 Abiansemal. (3) to fine out of the contributing factors of innovative learning video development needs based on realistic mathematics education at SMPN 4 Abiansemal. The method that used in this study is Descriptive method. The results of this study are (1) there are 2 teachers in the desperately needed category (100%), 18 learners in the desperately needed (60%), and 12 learners in the need category (40%). (2) the obstacles factor that teacher’s experiences is leak of video making skills and limited time they have. However, the problem that students face are limited Internet networking and the emergence of boredom. (3) supporting factors from teachers are the availability of tools to make and show videos and access of Internet. From the students, availability of tools to receive learning videos and sufficient Internet access. In conclusion, that teachers are desperate and some learners are desperate and some need with the development of the media mathematics base on realistic mathematics education. The obstacle factors: limited video making skill and time from the teacher, limited Internet networking, and boredom in the learners. Contributing factors: tools and the Internet are perfect suffice.
Optimalisasi Pemanfaataan Alat Peraga Lingkaran Pada Siswa SMP Widiatmika Kadek Rahayu Puspadewi; I Putu Ade Andre Payadnya; Putu Suarniti Noviantari; Kadek Adi Wibawa; Made Dharma Atmaja
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i3.2272

Abstract

The purpose of this community service is to provide a solution in the form of training and assistance to teachers and students in using the tool display. Widiatmika Middle School is a private school with its address on Jalan Raya Udayana Campus, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. From the results of interviews with partners, it was found that the school was still limited in using visual aids, especially in learning mathematics. The use of this teaching aid in learning is very important in supporting learning process. Visual aids that are utilized optimally can provide better and systematic learning, directly or indirectly, and can provide convenience for the teaching and learning process in schools. Community service activities in the form of training on the use of circle props at Widiatmika Middle School have been running smoothly. This one-day activity has been carried out offline. The enthusiasm of the lecturers and students in providing assistance as well as the enthusiasm of the training teachers and students made this activity run smoothly        Keywords: learning; teaching aids; mathematics Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan solusi berupa pelatihan serta pendampingan kepada guru dan siswa-siswi dalam menggunakan alat peraga. SMP Widiatmika merupakan sekolah swasta beralamat di Jalan Raya Kampus Udayana, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. Dari hasil wawancara dengan mitra diperoleh permasalahan bahwa pihak sekolah masih terbatas dalam memanfaatkan alat peraga khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga ini dalam pembelajaran sangat penting dalam menunjang proses  pembelajaran. Alat peraga yang dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung, serta dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan alat peraga lingkaran di SMP Widiatmika telah berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini telah dilaksanakan secara luring. Semangat para dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendampingan begitu juga dengan antusias guru dan siswa pelatihan membuat kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.Kata kunci: alat peraga, pembelajaran; matematika
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI SEBAGAI MODERASI ANTARA MINAT BELAJAR DAN LITERASI NUMERASI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Ni Komang Tri Yunita Dewi; Kadek Adi Wibawa; Widiasih Widiasih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.7388

Abstract

Dengan adanya pandemi covid-19, proses pembelajaran dilaksanakan dengan jarak jauh (daring). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap penggunaan teknologi; 2) Pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah; 3) Pengaruh yang signifikan penggunaan teknologi terhadap kemampuan pemecahan masalah; 4) Pengaruh yang signifikan literasi numerasi terhadap penggunaan teknologi; 5) Pengaruh yang signifikan literasi numerasi terhadap kemampuan pemecahan masalah; 6) Pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah melalui penggunaan teknologi; 7) Pengaruh yang signifikan literasi numerasi terhadap kemampuan pemecahan masalah melalui penggunaan teknologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif “ex post facto” dengan sampel penelitian 242 siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Semarapura. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa kuesioner dan tes dengan analisis data SmartPLS 3 diperoleh hasil 1) Minat belajar tidak berpengaruh terhadap pemecahan masalah dengan koefisien jalur -0.115; 2) Minat belajar tidak berpengaruh terhadap penggunaan teknologi dengan koefisien jalur -0.077; 3) Penggunaan teknologi berpengaruh terhadap pemecahan masalah dengan koefisien jalur 0.211; 4) Literasi numerasi berpengaruh terhadap penggunaan teknologi dengan koefisien jalur 0.174; 5) Literasi numerasi berpengaruh terhadap pemecahan masalah dengan koefisien jalur 0.160; 6) Minat belajar terhadap pemecahan masalah melalui penggunaan teknologi tidak ada pengaruh yang signifikan dengan koefisien jalur -0.016; 7) Literasi numerasi terhadap pemecahan masalah melalui penggunaan teknologi terdapat pengaruh dengan koefisien jalur 0.073. Salah satu penyebabnya adalah kondisi pembelajaran pada saat penelitian dilakukan, para siswa harus belajar dari rumah akibat Pandemi Covid-19 yang mengurangi kesempatan belajar langsung di sekolah.
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Antara Siswa yang Diajarkan dengan Strategi Pembelajaran Know-Want-Learn (KWL) dengan Strategi Pembelajaran Konvensional Pada Siswa Kelas VIII SMPN 9 Denpasar Rikardus Aprianto Magut; Kadek Adi Wibawa; I Ketut Suwija
Prosiding SENAMA PGRI Vol. 1 (2019): Volume 1 Tahun 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika hendaknya lebih memvariasikan metode maupun strateginya guna mengoptimalkan potensi siswa, termasuk potensi siswa dalam Pemecahan masalah matematika. Penyebab kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika yaitu ketidakmampuan peserta didik membaca masalah dan pemahaman siswa terhadap masalah yang muncul. Strategi pembelajaran yang dapat mengondisikan hal tersebut adalah strategi Know-WantLearn (KWL). Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diajarkan dengan strategi Pembelajaran Know-Want-Learn (KWL) dengan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMPN 9 Denpasar tahun ajaran 2018/2019.Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen, yaitu Eksperimen semu (quasi Eksperimental research), desain penelitian menggunakan Posttest Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 9 Denpasar dengan jumlah populasi 360 siswa. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling terdiri dari dua kelas yaitu Kelas VIII H sebagai kelompok kontrol dan siswa Kelas VIII I sebagai kelompok eksperimen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar (Kubus dan Balok) dengan menggunakan tes Uraian bentuk essay sebanyak 8 butir soal. Data dianalisis menggunakan uji t-tes dua pihak (pihak kanan dan Kiri) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa