Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kemampuan Literasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pisa Konten Change And Relationship Putra, Kadek Dwi Purnama; Wibawa, Kadek Adi; Noviantari, Putu Suarniti
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1211

Abstract

Kemampuan literasi matematika di Indonesia merujuk pada hasil tes PISA (Programme for International Student Assesment) yang diselenggarakan oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 22 tahun, yaitu sejak tahun 2000 hingga 2022. Skor PISA Indonesia 2022 menurun meskipun secara peringkat mengalami kenaikan.Penurunan skor PISA Indonesia diduga lantaran ketertinggalan pembelajaran atau learning loss akibat pandemic Covid-19 yang dinilai jauh lebih rendah dari rata-rata global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi siswa didalam menyelesaikan soal PISA konten change dan relationship kelas VIII.10 di SMP Negeri 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 4 orang siswa kelas VIII 10 SMP Negeri 4 Denpasar. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes tertulis dengan soal yang diadaptasi dari PISA, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian mengenai kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII.10 SMP Negeri Denpasar pada soal nomor 1 sebanyak 82%, soal nomor 2 sebanyak 74%, soal nomor 3 sebanyak 78%, soal nomor 4 sebanyak 60,5%, dan nomor 5 sebanyak 34%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa lebih banyak berada pada soal 1 dan 3 dengan perolehan 82% dan 78%. Untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa, sebaiknya guru lebih banyak memberikan soal kontekstual serta menjalin komunikasi yang lebih baik kepada siswa. Selain itu, siswa juga sebaiknya melatih diri dengan menjawab soal-soal kontekstual dan lebih percaya diri serta berani untuk mengutarakan pendapatnya mengenai kesulitan yang dialami dalam pembelajaran matematika.
Analisis Kesalahan Berdasarkan Tahapan Kastolan dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual pada Soal Trigonometri Utari, Ni Putu Riska; Wibawa, Kadek Adi; Wena, I Made
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1355

Abstract

Berbagai kesalahan dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah trigonometri khususnya pada masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan dan penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada materi trigonometri. Kami menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan 28 siswa kelas XI MIPA SMA PGRI 4 Denpasar dan sebanyak 6 siswa dijadikan sebagai subjek dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan berupa hasi tes, transkrip wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada soal trigonometri diantaranya: (1) 39,34% melakukan kesalahan konseptual ; (2) 24,6% melakukan kesalahan prosedural ; dan 36,06% melakukan kesalahan teknikal. Selain itu, kami menemukan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa, yakni siswa cenderung terburu-buru dalam menyelesaikan soal yang diberikan, kurang teliti dalam menghitung, tidak fokus dalam mengerjakan soal yang diberikan, kurang teliti dalam memasukkan data pada soal, kurang memanfaatkan waktu dengan baik saat mengerjakan soal, ketidakpahaman siswa dalam mengerjakan soal, dan minimnya upaya untuk memeriksa kembali hasil penyelesaiannya secara berulang
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Putra, I Putu Surya Adi; Dewi, I Gusti Ayu Citra; Wibawa, Kadek Adi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1888

Abstract

Motivasi dan hasil belajar siswa kelas IXA rendah pada materi bangun ruang sisi lengkung. Hal ini disebabkan guru mengajar kurang variative dan kurang menekankan pada pemahaman konsep. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung kelas IXA di SMP Negeri 8 Denpasar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas IXA yang akan mengisi angket motivasi belajar, tes hasil belajar, lembar observasi kegiatan guru dan peserta didik, serta dokumentasi. Data yang yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini didasarkan pada adanya peningkatan hasil dan motivasi siswa dari siklus I ke siklus II. Selain itu juga aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran juga mengalami peningkatan. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa guru mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik dan peserta didik aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
Optimalisasi Pemanfaataan Alat Peraga Lingkaran Pada Siswa SMP Widiatmika Puspadewi, Kadek Rahayu; Payadnya, I Putu Ade Andre; Noviantari, Putu Suarniti; Wibawa, Kadek Adi; Atmaja, Made Dharma
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 6 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i3.2272

Abstract

The purpose of this community service is to provide a solution in the form of training and assistance to teachers and students in using the tool display. Widiatmika Middle School is a private school with its address on Jalan Raya Udayana Campus, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. From the results of interviews with partners, it was found that the school was still limited in using visual aids, especially in learning mathematics. The use of this teaching aid in learning is very important in supporting learning process. Visual aids that are utilized optimally can provide better and systematic learning, directly or indirectly, and can provide convenience for the teaching and learning process in schools. Community service activities in the form of training on the use of circle props at Widiatmika Middle School have been running smoothly. This one-day activity has been carried out offline. The enthusiasm of the lecturers and students in providing assistance as well as the enthusiasm of the training teachers and students made this activity run smoothly        Keywords: learning; teaching aids; mathematics Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan solusi berupa pelatihan serta pendampingan kepada guru dan siswa-siswi dalam menggunakan alat peraga. SMP Widiatmika merupakan sekolah swasta beralamat di Jalan Raya Kampus Udayana, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. Dari hasil wawancara dengan mitra diperoleh permasalahan bahwa pihak sekolah masih terbatas dalam memanfaatkan alat peraga khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga ini dalam pembelajaran sangat penting dalam menunjang proses  pembelajaran. Alat peraga yang dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung, serta dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan alat peraga lingkaran di SMP Widiatmika telah berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini telah dilaksanakan secara luring. Semangat para dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendampingan begitu juga dengan antusias guru dan siswa pelatihan membuat kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.Kata kunci: alat peraga, pembelajaran; matematika
Pemberian Scaffolding dalam Pemecahan Masalah Kontekstual pada Topik Trigonometri Berdasarkan Tahapan Kastolan Utari, Ni Putu Riska; Kadek Adi Wibawa; I Made Wena
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v13i1.3616

Abstract

Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang banyak memberikan kontribusi dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak ditemukan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika salah satunya pada soal trigonometri kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kesalahan dan apa penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada materi trigonometri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA PGRI 4 Denpasar dengan jumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara, dan dokumentasi. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada soal trigonometri adalah kesalahan konseptual dilakukan sebanyak 39,34%, kesalahan prosedural sebanyak 24,6%, kesalahan teknikal sebanyak 36,06%. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa adalah terlalu terburu-buru dalam menyelesaikan soal yang diberikan, kurang teliti dalam menghitung, tidak fokus dalam mengerjakan soal yang diberikan, kurang teliti dalam memasukkan data pada soal, kurang memanfaatkan waktu dengan baik saat mengerjakan soal, ketidakpahaman siswa dalam mengerjakan soal, tidak memeriksa kembali pekerjaannya sebelum dikumpulkan. Untuk kesalahan konseptual, kecendrungan bentuk scaffolding yang diberikan yaitu explaining dan reviewing. Untuk kesalahan prosedural, kecendrungan bentuk scaffolding yang diberikan yaitu explaining, reviewing, resctucturing dan developing conseptual thinking. Untuk kesalahan teknikal, kecendrungan bentuk scaffolding yang diberikan yaitu explaining, reviewing, dan resctucturing