Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN PERNIKAHAN DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI KETURUNAN Agustin, Dinda; Subroto, Untung
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55130

Abstract

Komitmen pernikahan adalah proses komunikasi interpersonal untuk mencapai tujuan bersama, menyatukan kepentingan semua, akibatnya adalah mengorbankan banyak individu, meski tidak pantas, untuk menerima kesepakatan bersama meski bukan keinginan pribadi (Reber & Reber, 2010). Komitmen pernikahan merupakan hal penting yang dapat memengaruhi kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan merupakan pengalaman subyektif, perasaan dominan, dan sikap yang didasarkan pada faktor internal individu yang memengaruhi persepsi kualitas interaksi dalam pernikahan termasuk didalamnya adalah kehadiran anak (Pinsof & Lebow, 2005). Ketidakhadiran anak dalam suatu pernikahan dapat memengaruhi kepuasan dan komitmen dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan. Komitmen pernikahan diukur menggunakan Marital Commitment Inventory yang membagi komitmen menjadi komitmen personal, komitmen moral, dan komitmen struktural. Sementara kepuasan pernikahan diukur menggunakan Couple Satisfaction Index 16 untuk mengukur kepuasan pernikahan pasangan. Penelitian ini melibatkan 121 partisipan yang dengan karakteristik individu sedang dalam pernikahan dengan minimal usia pernikahan 5 tahun dan tidak memiliki keturunan karena masalah kesehatan dan salah satu pasangan tidak ingin memiliki keturunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan dengan besaran korelasi sebesar 0.562, yang berarti jika komitmen pernikahan tinggi maka kepuasan pernikahan pada partisipan tinggi.
Hubungan Celebrity Worship dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Konsumtif pada komunitas CARATS Dewasa Awal di Jakarta Afifah, Mariska Lutfiah; Subroto, Untung
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11617

Abstract

Korean Wave, telah menyebar secara global melalui acara hiburan, drama, dan musik, dan Indonesia sangat antusias dalam menyambut K-Pop. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara Celebrity Worship, Kontrol Diri, dan Perilaku Konsumtif di kalangan penggemar SEVENTEEN berusia 18-25 tahun di Jakarta. Dengan menggunakan purposive sampling, 132 partisipan pria dan wanita diteliti melalui metode kuantitatif non-eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Celebrity Attitude Scale (CAS) versi Bahasa Indonesia sebanyak 31 aitem, skala Kontrol Diri Ringkas sebanyak 10 aitem, dan skala Perilaku Konsumtif sebanyak 12 aitem. SPSS versi 26 digunakan untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang positif, dengan nilai R sebesar 0,658 yang menunjukkan bahwa 43,2% perilaku konsumtif dipengaruhi oleh pemujaan selebriti dan pengendalian diri.
HUBUNGAN MINDFULNESS IN COMMUNICATION DAN VOICE BEHAVIOR PADA KARYAWAN OPERASIONAL INDUSTRI FOOD & BEVERAGE DI JAKARTA Salvezza, Sheila; Subroto, Untung
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8708

Abstract

ABSTRACT Communication problems that frequently occur in the workplace can be addressed through mindfulness, particularly mindfulness in communication, which refers to an individual’s ability to be fully present, open, and to respond calmly during the communication process. One aspect of workplace behavior related to mindfulness in communication is voice behavior, defined as employees’ tendency to express ideas or suggestions aimed at encouraging organizational improvement or change. This study aimed to examine whether there is a relationship between mindfulness in communication and voice behavior among employees in the Food & Beverage (F&B) industry in Jakarta. This study employed a non-experimental quantitative approach using purposive sampling as the data collection technique. The instruments used were the Mindfulness in Communication Scale and the Voice Behavior Scale. A total of 246 participants were involved, consisting of employees who were currently or had previously worked as operational employees in the F&B industry in Jakarta, worked in team-based F&B companies rather than individual enterprises, and had a minimum of six months of work experience. The results of the analysis indicated that mindfulness in communication had a positive correlation with voice behavior. These results suggest that higher levels of mindfulness in communication are associated with higher levels of voice behavior among operational employees in the F&B industry in Jakarta. Based on these findings, organizations may develop programs focused on enhancing mindfulness in communication and voice behavior to support better communication and increase employee contributions within the organization. ABSTRAK Permasalahan komunikasi yang sering terjadi di tempat kerja dapat diatasi dengan mindfulness, khususnya mindfulness in communication yang merupakan kemampuan individu untuk hadir secara utuh, terbuka, serta merespons dengan tenang dalam proses komunikasi. Salah satu aspek perilaku di tempat kerja yang berkaitan dengan mindfulness in communication adalah voice behavior, yaitu kecenderungan karyawan untuk menyampaikan ide atau masukan yang bertujuan untuk mendorong perubahan atau perbaikan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara mindfulness in communication dan voice behavior pada karyawan industri Food & Beverage (F&B) di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Mindfulness in Communication Scale dan Voice Behavior Scale. Partisipan berjumlah 246 karyawan dengan karakteristik sedang atau pernah bekerja sebagai karyawan operasional di industri F&B di Jakarta, bekerja di perusahaan F&B berbasis tim dan bukan usaha perseorangan, serta memiliki pengalaman kerja minimal enam bulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mindfulness in communication memiliki korelasi positif dengan voice behavior. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat mindfulness in communication, maka semakin tinggi pula tingkat voice behavior pada karyawan operasional di industri F&B di Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian ini, perusahaan dapat mengembangkan program yang berfokus pada peningkatan mindfulness in communication dan voice behavior untuk mendukung komunikasi yang lebih baik dan meningkatkan kontribusi karyawan dalam organisasi.
Pengaruh Program Karantina terhadap Self-Efficacy Abang None Jakarta Barat 2025 Alexandre, Reagan; Subroto, Untung
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40405

Abstract

Self-efficacy is an individual's belief in their ability to organize and carry out the actions necessary to achieve a goal or deal with a particular situation. This study aims to determine the effect of the 2025 West Jakarta Abang None quarantine program on increasing the self-efficacy of the finalists. The study used a quantitative method with a one-group pretest–posttest design without a control group, involving 30 participants (15 Abang and 15 None). The measurement instrument was the General Self-Efficacy Scale (Schwarzer & Jerusalem, 1995). Data analysis was performed using a paired-samples t-test. After analysis, the results were found to be (t(29) = -1.53, p = 0.138; Cohen's d = 0.28), meaning that there was no effect of the quarantine program on the self-efficacy of the 2025 West Jakarta Abang None finalists.
HUBUNGAN ANTARA ESCAPISM DENGAN LIFE SATISFACTION PADA ROLEPLAYER INSTAGRAM Felicia, Clara; Subroto, Untung
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39712

Abstract

Fenomena roleplay di Instagram semakin berkembang sebagai ruang pelarian bagi remaja dan dewasa muda untuk mengekspresikan diri, bereksperimen dengan identitas, dan mengurangi tekanan sehari-hari. Aktivitas ini sering digunakan sebagai bentuk escapism, yang berpotensi mempengaruhi life satisfaction atau kepuasan hidup individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara escapism dan life satisfaction pada roleplayer di Instagram. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 427 partisipan berusia 18–25 tahun yang aktif bermain roleplay minimal tiga bulan terakhir. Instrumen yang digunakan adalah Dualistic Model of Escapism Scale (DMES) dan Satisfaction with Life Scale (SWLS) bahasa indonesia oleh Akhtar (2019). Hasil analisis menunjukkan bahwa escapism berhubungan positif dan signifikan dengan life satisfaction (r = 0.332, p < 0.001). Dimensi self expansion memiliki hubungan paling kuat dengan life satisfaction (r = 0.349), sedangkan self suppression juga berhubungan positif namun lebih lemah (r = 0.262). Hubungan positif artinya kenaikan variabel escapism diikuti oleh variabel life satisfaction, dalam kasus ini semakin seseorang menggunakan roleplay sebagai pelarian maka life satisfaction mereka meningkat.
Differential effect of classical and Lo-Fi background music on mathematics taks perfomance Kistrianto, Ezekiel Tobias; Satiadarma, Monty; Subroto, Untung
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 17 No 1 (2026): Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v17i1.30150

Abstract

Purpose: This study aims to examine the differential effects of classical background music (Mozart K.448) and lo-fi music on middle school students’ mathematics task performance. Method: A quasi-experimental design with repeated measures was employed involving 66 middle school students aged 12–15 years. Each participant completed a set of 20 standardized mathematics problems under three experimental conditions: silence (no music), classical background music (Mozart K.448), and lo-fi background music. The interventions were administered across separate sessions with a fixed time limit of 30 minutes per condition. Mathematics performance was assessed based on accuracy scores. Data analysis was conducted using repeated-measures analysis of variance (ANOVA), followed by Bonferroni post-hoc comparisons, while effect sizes were calculated to evaluate the magnitude of the observed differences. Findings: The results revealed a statistically significant difference in mathematics performance across the three conditions (F(2,122) = 8.459, p < .05). Classical background music produced the highest mean scores and was significantly more effective than the silence condition. In contrast, lo-fi music showed a modest increase in performance; however, this difference was not statistically significant. The effect size (partial η² = 0.122) indicates a moderate-to-large influence of background music on mathematical task performance. Significance: These findings suggest that background music does not exert uniform cognitive effects in academic contexts. Classical music, particularly Mozart K.448, appears to enhance cognitive focus and performance in mathematics tasks, whereas lo-fi music demonstrates limited cognitive benefit. The study provides empirical support for the selective use of auditory environments to optimize mathematics learning outcomes.