Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Reactivation Strategies and Development of Tuban Station as a Heritage Building Ibrahim, Satria Bhirawa Nur; Aghastya, Adya; Riyanta, Wawan
SAINSTECH NUSANTARA Vol. 2 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71225/jstn.v2i1.57

Abstract

Tuban Station is located in Tuban Regency. According to the National Railway Master Plan of 2018 and Presidential Regulation No. 80 of 2019, the Jombang – Babat – Tuban route is included in the reactivation plan aimed at promoting equitable development and accelerating growth in the Gerbang Kertosusila region. This reactivation project will involve the renovation of Tuban Station, a cultural heritage building over 50 years old, to serve as a boarding and alighting point for passengers traveling through Tuban. Tuban Station is one of the few remaining stations along the Jombang – Babat – Tuban route. Currently, the station is being utilized by the local community as a culinary center. The objective of this study is to design the heritage building of Tuban Station in accordance with its designated class and the layout requirements specified in Minister of Transportation Regulation No. 33 of 2011 and Ministerial Regulation No. 29 of 2011, while preserving its original historical appearance. The design process for Tuban Station follows the Station Standardization Book of 2012, employing AutoCAD for 2D designs and Google SketchUp for 3D modeling. The outcome of this research includes the working drawings and 3D design of Tuban Station, fully complying with the classification outlined in the Station Standardization Book of 2012.
Simulasi Penanganan Keadaan Darurat pada Perlintasan Sebidang di JPL Kota Cilegon Handoko, Handoko; Churniawan, Erifendy; Riyanta, Wawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i8.287

Abstract

Keadaan darurat di perlintasan sebidang merupakan kejadian yang tidak normal dimana keadaan ini terjadi secaratiba-tiba kondis i darurat ini dapat menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa dan properti. Pada perlintasan sebidang berpotensi menjadikan perlintasan sebidang sebagai titik rawan kecelakaan. Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian lalulintas diruas jalan pada lokasi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api dilakukan oleh direktur Jenderal Perkeretaapian, Gubernur, Bupati/walikota, sesuai dengan kewenangannya. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Apidengan Jalan. Perlintasan sebidang adalah perpotongan antara jalan dengan jalur kereta api. Tingginya instensitas perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan raya berkaitan dengan jalan rel kereta api sehingga terjadi persinggungan antara pengguna jalan raya dengan kereta api yang berpotensi terjadinya titik rawan kecelakaan. Tidak pernah dilakukannya simulasi keterampilan penjaga perlintasan terkait penanganan keadaan darurat di perlintasan sebidang menjadi dasar untuk dijadikan program simulasiini. Simulasi penanganan keaadaan darurat ini ditujukan kepada penjaga jalan lintasan (PJL) agar dapat mengantisipasi dan menangani ketika terjadi keadaan darurat di pintu perlintasan diantaranya sikap atau tindakan PJL apabila menghadapi kerusakan peralatan keselamatan perlintasan sebidang maupun gangguan dari kendaraan yang melintas pada perlintasan sebidang. Beberapa hal yang disampaikan kepada PJL diantaranya adalah beberapa contoh kasus jika dalam kondisi bahaya, resiko apa yang terjadi dan tindakan darurat apa yang harus dilakukan. Dengan dilakukan simulasi penanganan keadaan darurat ini maka PJL dapat mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada saat terjadinya keadaan darurat.
Perencanaan perkerasan jalan raya pada perlintasan sebidang di JPL 136 Kota Madiun Kurniawan, Muhammad Adib; Astuti, Septiana Widi; Dewi, Puspita; Puruhita, Hana Wardani; Riyanta, Wawan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 4 (2024): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i4.37006

Abstract

The construction of road pavements at level crossings typically employs flexible asphalt pavements, which are prone to peeling and damage. It has been stated that the pavement structure at at-grade crossings between roads and railway tracks should differ from the pavement structure in sections approaching the crossing. The pavement structure at at-grade crossings is recommended to have greater strength than the pavement structure on existing road sections, such as the use of rigid concrete pavements (Prasarana, 2004). In this research, the road pavement at the JPL 136 at-grade crossing in Madiun City is planned to use rigid cement concrete pavement, with the construction calculation using the cement concrete pavement planning method (Ministry of Public Works and Housing, 2003). After analysis, a rigid cement concrete pavement construction with a thickness of 150 mm, a compressive strength of 35 MPa, longitudinal reinforcement D16-170, and transverse reinforcement D12-100 with BJTS 420 A type was obtained.