Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK SIRIH HIJAU DAN DAUN KETAPANG TERHADAP INTENSITAS HAMA PADA TANAMAN BAYAM MERAH SeptiaNingrum, Tita Rizki Wijati; Herliani; Lumowa, Sonja V. T.; Kurniawati, Zenia Lutfi
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 02 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i02.4571

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk memahami penggunaan pestisida nabati ekstrak daun sirih hijau (Piper betle) dan daun ketapang (Terminalia catappa) terhadap pengendalian hama pada bayam merah (Amaranthus tricolor L.) serta mengetahui konsentrasi yang berpengaruh dari ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle) dan Daun Ketapang (Terminalia catappa) yang paling efektiv terhadap intensitas serangan hama pada tanaman bayam merah. Penelitian dilakukan pada Jl. Perjuangan RT. 001 Kecamatan Samarinda Utara. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen yang memakai rancangan acak kelompok (RAK) melakui 5 perlakuan yaitu, P0 (Kontrol), P1 (20%), P2 (30%), P3 (40%), dan P4 (50%) melalui 5 pengulangan. Kemudian data dianalisis dengan metode ANOVA 1 arah. Berdasarkan hasil perhitungan 21 HST, dimana Fhitung (193,33) > (4,77), pada 28 HST Fhitung (421,05) > (4,77), pada 35 HST Fhitung (458,17) > (4,77), pada 42 HST Fhitung (441,61) > (4,77), dan pada 48 HST Fhitung (33,93) >(4,77). Sehingga konsentrasi yang paling efektif dalam menekan serangga serangga hama adalah konsentrasi P4 (50%). Berdasarkan analisis data menunjukkan adanya pengaruh signifikan pestisida nabati daun sirih hijau (Piper betle) dan daun ketapang (Terminalia catappa) terhadap intensitas serangan hama pada tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.)
Pembelajaran Biologi Berbantuan Media Augmented Reality (AR) pada Model Case Based Learning (CBL) Herliani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3191

Abstract

Media Augmented Reality (AR), merupakan media dengan memanfaatkan teknologi yang mengintegrasikan suatu objek virtual menjadi terlihat lebih nyata melalui perangkat elektronik bantuan. Model case based learning adalah model pembelajaran yang berpijak pada kasus yang merupakan masalah bersifat kompleks berbasis kondisi senyatanya untuk merangsang diskusi kelas dan analisis kolaboratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kabupaten Bontang, yang dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Mei 2024 dengan jumlah peserta 38 guru IPA. Kegiatan PKM memberikan pemahaman kepada guru IPA dalam membuat media augmented reality pada pembelajaran biologi. Sebelum kegiatan pelatihan sebanyak 79,5% peserta belum mengenal media Augmented Realiti. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan 97,4% peserta memahami penggunaan aplikasi media Augmented Realiti. 100% peserta menyatakan bahwa media Augmented Realiti perlu untuk di gunakan dalam pelaksanaan pembelajaran biologi. Sebanyak 63% peserta belum mengetahui model Case Based Learning. Sebanyak 83% peserta setelah mengikuti kegiatan pelatihan sudah dapat menggunakan media Augmented Reality dengan model pembelajaran Case Based Learning pada pembelajaran biologi. Guru-guru juga sudah dapat menggunakan media Augmented Reality dengan model pembelajaran Case Based Learning pada pembelajaran biologi
Criticism of Interpretations of Women's Obligation to Cover The Aurat Herliani
Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir dan Hadits Vol 10 No 1 (2024): Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Hadits dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61086/jstiudh.v10i1.58

Abstract

If there are currently various models of Muslim fashion, it is different from the conditions of 1987-1989. At that time, in some places, covering the aurat with a neat hood received discriminatory treatment and was considered strange, even suspected. Perhaps ignorance of society and lack of example from teachers are among the contributing factors. There was an opinion that veiling was not mandatory until the Indonesian mufasir, Quraish Shihab, became the target of discussion. Even today there are still those who keep their distance from the book of tafsir. For academics, it is necessary to correct misunderstandings so that there are no unhealthy expectations and the public is not confused. The purpose of this study was to obtain a comprehensive answer regarding the limits of women's aurat according to the four mufasir and the law of closing the aurat. The method is in the form of criticism by comparing. The book of tafsir that is the object of research is the book of tafsir by al-Qurṭubi, as-Sa'di, Hamka, and Quraish Shihab related to surah an-Nur verse 31. The result is that all four commentaries agree that covering the aurat is mandatory, although al-Miṣbāh it is unnatural to state against those who do not wear veils or who show part of their hands that they "have definitively violated religious instructions". The reason is that the Qur'an does not mention the limits of the aurat and even scholars when discussing it differ in opinion. The difference is only in the aurat limit. Some say a woman's entire body is aurat, some leave her face and palms. For followers of the Hanafi school as mentioned in al-Miṣbāḥ, the two feet (heels) do not enter which must be closed, because it is quite difficult to carry out activities. Every book of exegesis that is a human product has its disadvantages and advantages. Each complements each other, and enriches.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA DI SMPN 27 SAMARINDA Chipsy, Anggi Putri Yulia; Purwati, Sri; Herliani; Serena, Nelda A.; Masitah; Akhmad
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.1.118-123

Abstract

This study aims to determine the effect of the flipped classroom learning model assisted by instructional videos on the critical thinking skills and science learning outcomes of seventh-grade students at SMP Negeri 27 Samarinda. The research used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The sample consists of 21 students, with the experimental group using the flipped classroom model and the control group using the Student Team Achievement Division (STAD) model. The results show that in the experimental group, the average pretest and posttest scores for critical thinking increased from 28.29 to 76.67 (N-gain 0.67), and learning outcomes improved from 24.76 to 77.10 (N-gain 0.69). In contrast, in the control group, critical thinking scores increased from 20.29 to 64.29 (N-gain 0.54), and learning outcomes improved from 16.48 to 62 (N-gain 0.54). The t-test showed a significance value of 0.000 < 0.05, with t-value > t-table for both critical thinking and learning outcomes. In conclusion, the flipped classroom model assisted by instructional videos has a significant impact on enhancing students' critical thinking skills and science learning outcomes.
Pemanfaatan Susu Kedelai dan Daun Eceng Gondok Sebagai Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens) Fajriah Faguita Amalia; Lumowa, Sonja V. T.; Herliani; Maasawat, Elsje Theodora; Rambitan, Vandalita M. M.
Jurnal Ilmiah BioSmart (JIBS) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah BioSmart
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jibs.v12i1.4625

Abstract

Pupuk organik cair ialah pupuk yang kandungan bahan kimianya berupa unsur hara makro dan mikro, sehingga dapat menyediakan jumlah hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik cair dibuat dari kotoran hewan dan daun yang telah diuraikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan susu kedelai dan daun eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Jenis penelitian berupa kuantitatif dengan metode eksperimen, dimana daun eceng gondok di timbang dan di potong lalu di campurkan dengan susu kedelai dan air dengan perbandingan 1 : 2. Setelah didiamkan selama 10 hari, dilakukan pengenceran dengan berbagai taraf konsentrasi dan diberikan secara berkala yakni 2 kali selama masa penelitian pada tanaman cabai rawit. Hasil dari penelitian pada perhitungan tinggi tanaman menunjukkan pemberian 200 ml/liter sebesar 45 cm. Pada perhitungan jumlah daun pemberian 200 ml/liter sebanyak 247. Pada perhitungan jumlah buah menunjukkan pemberian 200ml/liter sebanyak 27 buah. Hasil penelitian mengarah pada kesimpulan bahwa pupuk organik cair susu kedelai dan eceng gondok diberikan dalam dosis 200 mililiter per liter hasilnya menampilkan yang paling baik dalam perhitungan tinggi tanaman, jumlah daun dan buah tanaman cabai rawit.
Persepsi Guru Biologi Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Kota Samarinda Karunia Dini, Eka; Herliani; Maasawet, Elsje Theodora; Rambitan, Vandalita M.M.
Jurnal Ilmiah BioSmart (JIBS) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah BioSmart
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jibs.v11i1.4998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru Biologi terhadap implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, kendala yang dihadapi, dan solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah sembilan guru Biologi yang mengajar di kelas X dan XI di lima SMA Negeri di Kota Samarinda, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap Kurikulum Merdeka, meskipun masih terdapat hambatan seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan sarana pembelajaran, dan kesulitan dalam merancang modul ajar. Guru mengatasi hambatan tersebut dengan mengikuti pelatihan daring dan mengakses informasi melalui sumber online. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun Kurikulum Merdeka dinilai positif, dukungan institusional dalam bentuk pelatihan dan penyediaan fasilitas masih sangat diperlukan.
Analisis Volume Minyak Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil Teknik Inokulasi Pelukaan dengan ditukak (Sebagai Penunjang Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas XII Materi Bioteknologi) Agustin, Lidiya; Herliani; Jailani
Jurnal Ilmiah BioSmart (JIBS) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah BioSmart
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jibs.v11i1.5096

Abstract

Analisis Volume Minyak Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil Teknik Inokulasi Pelukaan dengan ditukak (Sebagai Penunjang Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas XII Materi Bioteknologi). Penenlitian ini dibimbing oleh Dr. H. Jailani, M.Si selaku pembimbing I dan Dr. Hj. Herliani, M.Pd selaku pembimbing II. Gaharu adalah salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi dan memiliki berbagai manfaat. Gaharu dapat digunakan sebagai obat, wewangian maupun digunakan dalam sebuah upacara dalam keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah volume minyak gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) hasil teknik inokulasi pelukaan dengan ditukak yang minyaknya dapat dihasilkan melalui penyulingan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan analisis deskriptif yang dilakukan di industri penyulingan berskala rumah tangga. Hasil analisis data menunjukkan bahwa volume minyak gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) dengan tipe kemendengan yang dihasilkan pada penyulingan pertama yaitu sebanyak 4,8 gram, pada penyulingan kedua yaitu sebanyak 3,4 gram dan pada penyulingan ketiga sebanyak 4,9 gram. Jadi hasil pada setiap proses penyulingan memiliki perbedaan. Adanya perbedaan dalam volume minyak yang dihasilkan dipengaruhi banyak sedikitnya kadar resin yang terdapat di dalam gaharu walaupun dari jenis yang sama.
Implementasi Model Pembelajaran Nested dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Terhadap Keteampilan Berpikir dan Keterampilan Sosial Siswa SMPN 3 Tenggarong Seberang Ahmadi, Amelia Hardiyanti; Rambitan, Vandalita M.M; Nasution, Ruqoyyah; Herliani; Akhmad
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.1.167-174

Abstract

Keterampilan berpikir dan keterampilan sosial yang dimiliki siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang masih rendah, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji terkait bagaimana model pembelajaran nested berpengaruh terhadap keterampilan berpikir, keterampilan sosial, dan persepsi siswa terhadap pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk memberikan pengalaman belajar yang membentuk sikap ilmiah siswa. Jenis penelitian yaitu quasi-experimental dengan Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling, sesuai dengan nilai rata-rata harian siswa. Hasil rata-rata pencapaian keterampilan berpikir siswa kelas eksperimen level unistruktural 100 %, multistruktural 85%, relasional 65%, dan abstark diperluas 58% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol level unistruktural 100%, multistruktural 83%, relasional 60%, abstark diperluas 53, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran nested berpengaruh terhadap keterampilan berpikir siswa. Kemudian nilai rata-rata keterampilan sosial pada kelas eksperimen sebesar 65,8 lebih tinggi dari kelas kontrol sebesar 62,2 sehingga model pembelajaran nested berpengaruh pada keterampilan sosial. Selanjutnya persepsi siswa bahwa lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran yang efektif dengan menggunakan kuesioner didapatkan nilai indeks rata-rata sebesar 79,5% dengan interpretasi setuju.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Video Terhadap Kemampuan Bepikir Kritis Siswa SMAN 13 Samarinda Pada Materi Bakteri: Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Video Terhadap Kemampuan Bepikir Kritis Siswa SMAN 13 Samarinda Pada Materi Bakteri Rifky; Purwati, Sri; Herliani; Lumowa, Sonja V.T
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.2.537-544

Abstract

This research aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by video media on the critical thinking abilities on the material Bacteria. The ability to think critically is an important competency for the 21st century that needs to be developed in the biology learning process, especially in abstract and complex material such as bacteria. The research method used was quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of two classes selected purposively, namely the experimental class which received the PBL model treatment assisted by video media, and the control class which used the conventional learning model. The instrument used is a critical thinking test which was developed based on critical thinking indicators according to Ennis. The data analysis technique used is the Independent Sample t-Test with a significance level of 5%. Based on the results of data analysis, it was found that the t test on students' critical thinking skills showed a significance value (0.000 < 0.005). Thus, it can be concluded that there is a significant influence from the use of the Problem Based Learning learning model assisted by video media on students' critical thinking skills in the Bacteria material.
The Correlation Between Implementation of the Merdeka Curriculum and Students’ Learning Independence in Science Learning Among Eighth-Grade Students at SMP Negeri 48 Samarinda: Hubungan Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Kemandirian Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Riskhy, Friska; Herliani; Maasawet, Elsje T.; Makkadafi, Suparno P.
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.2.562-568

Abstract

This study aimed to determine the relationship between the implementation of the Merdeka Curriculum and students’ learning independence in Science subjects among eighth-grade students at SMP Negeri 48 Samarinda. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 100 students selected using stratified random sampling from a total population of 128 students. Data was collected using a closed-ended questionnaire based on a Likert scale. The data analysis techniques included normality testing, linearity testing, and Pearson Product Moment correlation. The results showed that the implementation of the Merdeka Curriculum was categorized as "Very Good" with a percentage score of 81.60%, while students’ learning independence was categorized as "Good" with a percentage score of 79.77%. The correlation test indicated a positive and significant relationship between the implementation of the Merdeka Curriculum and students' learning independence, with a correlation coefficient (r) of 0.685 and a significance value of 0.000 (< 0.05). Additionally, the coefficient of determination showed that the Merdeka Curriculum contributed 46.90% to students' learning independence. These findings suggest that the more optimally the Merdeka Curriculum is implemented, the higher the level of students' learning independence. This research is expected to serve as a reference for teachers and school stakeholders in enhancing the quality of science learning that fosters student independence.