Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Bimbingan Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru Kabupaten Kubu Raya Hemafitria Hemafitria; Rohani Rohani; Muhammad Anwar Rube'i; Syarif Firmansyah
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5732

Abstract

Program ini dimaksudkan untuk (1) meningkatkan pemahaman guru tentang penelitian tindakan kelas dan publikasi ilmiah; dan (2) meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun penelitian tindakan kelas (PTK).  Kegiatan ini dilakukan melalui workshop dan pendampingan. Kegiatan workshop ini berupa kuliah umum dan diskusi partisipatif yang berkaitan dengan penulisan ilmiah. Dengan membentuk kelompok di bawah arahan trainer/tutor sekelompok dosen melakukan kegiatan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan ini di SMP Islam Tahfizhul Quran Kubu Raya yang dihadiri oleh seluruh guru SMP dan SMA Islam Tahfizhul Quran sebanyak 32 guru. Hasil akhir dari pengabdian menunjukkan bahwa meningkatnya pemahaman guru dalam membuat karya ilmiah berupa proposal penelitian yang disusun melalui prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan adanya produk berupa proposal PTK yang telah dihasilkan guru dengan kategori baik.
Internalization of Antar Pakatan values in establishment of civic disposition Hemafitria, Hemafitria; Octavia, Erna Octavia
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i2.40028

Abstract

This study aims to provide a concept for the formation of civic Disposition through the Antar Pakatan culture that grows in the Sambas Malay community. Activities that have become a habit in this tradition are the basis for applying the values that shape character. In a qualitative approach to research, the method used is ethnography. Data collection through participatory observation and interviews with 11 community leaders, religious leaders, communities, and village heads. This data analysis technique consists of three paths: data reduction, data presentation, and concluding. Based on the findings of Antar Pakatan, some values shape citizenship attitudes, namely an increase in the sense of unity, social care, a system of cooperation values in the economic field that can become a harmonious character by strengthening the values of Pancasila. The attitude of citizenship through Antar Pakatan as an effort to implement meanings such as adaptation, prioritizing peace, namely the formation of democratic attitudes and social care and integration. It is to unify perceptions of the benefits of togetherness to form a sense of unity that creates social attitudes and harmonizes harmony between communities.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PERWUJUDAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani; Safira, Mirna
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka dalam perwujudan profil pelajar Pancasila melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan bentuk deskriptif. Subyek penelitian Kepala Sekolah, Waka Kurikum, Guru PPKn dan Siswa. Alat pengumpulan data adalah panduan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yaitu Perencanaan penguatan dimensi profil pelajar pancasila dalam pembelajaran PKn oleh guru yaitu disusun dalam bentuk modul ajar mata pelajaran PKn. Peran guru dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui penguatan dimensi profil pelajar pancasila di SMP Negeri 5 Sungai Kakap yaitu guru harus menjadi teladan, inspirator, perencana pembelajaran, mampu menjelaskan nilai-nilai Pancasila, mampu untuk menerapkan model proyek, motivator dan evaluator. Faktor yang mempengaruhi perwujudan profil pelajar pancasila dalam pembelajaran PKn yaitu pendukung terdiri dari faktor SDM guru yang berkomitmen, faktor peserta didik yang terlebih dahulu diseleksi, faktor fasilitas pembelajaran yang lengkap, faktor metode pengembangan pembelajaran , faktor adanya komite sekolah dan anggota masyarakat yang merespon setiap aktifitas pembelajaran. faktor penghambat pula yang mempengarui pelaksanaan profil pelajar Pancasila seperti faktor kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan kurikulum berkarakter, belum adanya sosialisai yang spsifik mengenai pembentukkan profil pelajar Pancasila, belum adanya bimtek secara komprehensi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DEMOKRATIS PADA MATA PELAJARAN PPKn KELAS XI SMA NEGERI 1 SAMALANTAN KABUPATEN BENGKAYANG Fransita, Sam Randa; Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1. Bagaimanakah perencanaan penerapan Model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?, 2. Bagaimanakah pelaksanaan model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?, 3. Apakah terdapat peningkatan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkan model Problem Based Learning dikelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Sma Negeri 1 Samalantan. Alat pengumpulan data menggunakan paduan observasi,skala sikap dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning sudah dapat meningkatkan sikap demokratis pada siswa dengan menjadikan pembelajaran yang aktif sehingga menimbulkan sikap terbuka, berani mengemukakan pendapat,saling menghargai, serta berkerjasama dalam individu maupun kelompok.
KEARIFAN LOKAL MPARA PADE DAYAK MALI UNTUK MEMPERKOKOH PERSATUAN Hemafitria, Hemafitria; Nurhadianto, Nurhadianto
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i1.7201

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kejelasan objektif mengenai Peran Generasi Z Melestarikan Kearifan Lokal Mpara Pade Dayak Mali Untuk Memperkokoh Persatuan diKabupaten Sanggau. Informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa, Kepala Dusun, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Generasi Z (anak muda). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik studi dokumenter. Alat pengumpul data yang digunakan adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kearifan Lokal Mpara Pade Dayak Mali Untuk Memperkokoh Persatuan diKabupaten Sanggau terlihat Nilai kearifan Lokal yang terkandung yaitu nilai kebersamaan (kekeluargaan), nilai rela berkorban untuk kepentingan bersama, nilai kesetiakawanan, nilai toleransi, nilai moral, nilai penghargaan kepeda lelulur terhadap warisan leluhur, nilai gotong royong dan nilai kerohanian atau keagamaan. Realita Generasi Z Culture Experience generasi z (anak muda) yang ada diDesa Lumut ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Mpara Pade. Culture Knowledge generasi z (anak muda) yang ada diDesa Lumut sebelum pelaksanaan Mpara Pade dimulai mereka membuat pusat pengumuman kegiatan Mpara Pade disosial media. Culture Social generasi z (anak muda) yang ada diDesa lumut peduli terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Mpara Pade dapat memperkokoh persatuan diKabupaten Sanggau bahwa kearifan Lokal Mpara Pade Untuk Kedamaian yaitu, kesopan santunan, kejujuran, kesetiakawanan sosial, kerukunan, pikiran positif, rela berkorban untuk kepentingan bersama, kebersamaan moral yang baik dan rasa syukur. Serta Untuk Kesejahteraan yaitu kerja sama antar masyarakat, saling peduli lingkungan, disiplin, menghargai perbedaan, menghormati, gotong royong dan pelestarian.
PENGARUH METODE RECIPROCAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 SIMPANG DUA KETAPANG Hemafitria, Hemafitria; Octavia, Erna; Mitiana, Mitiana
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2023): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v14i1.10573

Abstract

The aim of this research is to obtain information on the influence of the application of the reciprocal learning method on student learning outcomes in citizenship education subjects in class XI of SMA Negeri 1 Simpang Dua, Ketapang Regency.The research method used in this research is experimentation in the form of Pre-Experimental Design. From the results of data analysis, it can be concluded that there is an influence of the application of the reciprocal learning method on student learning outcomes in citizenship education subjects in class XI of SMA Negeri 1 Simpang Dua, Ketapang Regency.The results of the research after being given the reciprocal learning method, obtained data from research samples with a sample size of 28, the average value is 70.00, the middle value is 70.00, the value that often appears is 70.00, the difference value between the maximum and minimum namely 20.00, the lowest value is 60.00, the highest value is 80.00, the total value is 1960. The results of the research before being given the reciprocal learning method, obtained data from research samples with a total sample of 28, the average value is 87.85, the middle value is 90.00, the value that often appears is 90.00, the difference between the maximum and minimum value is 15.00, the lowest value is 80.00, the highest (maximum) value is 95.00, the total value The total is 2460. So it can be concluded that the student's score after using the reciprocal learning method is higher than before using the reciprocal learning method. This can be seen from the difference in the average learning outcomes of class.
Character-Based Thematic Learning: Integrating the Values of Honesty and Responsibility in Elementary Schools Septiwiharti, Dwi; Hemafitria, Hemafitria; Wahab, Wahab; Putra, Purniadi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 16 No 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5575

Abstract

This research explores the integration of honesty and responsibility into thematic learning at MIS Nurul Yaqin Sambas and SD Inpres 6 Lolu, Palu City. Thematic learning, which combines various subjects through real-life contexts, provides a unique opportunity to instill character values in students. A qualitative case study approach was used, with data collected via observation, interviews, and document analysis. Observations focused on students' behaviors, while semi-structured interviews explored teachers' and students' experiences. Thematic analysis was applied, followed by data triangulation to ensure validity. The findings show that incorporating honesty and responsibility into thematic learning significantly improved students' awareness and behavior related to these values. Students demonstrated increased honesty and responsibility in their daily activities, while teachers played a crucial role by creating a supportive environment, using real-life examples, and recognizing positive behavior. This study suggests that integrating character values into thematic learning is an effective approach for elementary education, fostering students with strong moral and responsible character traits.
Value of Wisdom Local Tradition Gewe Traditional Ceremony in the Dayak Community Kanayan Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani; Rani, Rani; Rizal, Yenni; Wahab, Wahab
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 4 No. 04 (2024): Upcoming issues, Asian Journal of Management Entrepreneurship and Social Scien
Publisher : Cita Konsultindo Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the local wisdom values of the Dayak Kanayatn community in the Gawe Padi traditional ceremony tradition in Tiang Aji Hamlet, Lamoanak Village . Activities that are customary in tradition are the basis for seeing the implementation of values that can form local character or values. Qualitative is the approach in research, the method used is descriptive. Data collection through observation and interviews, and documentation studies. This data analysis technique consists of three activity flows, namely data reduction, data presentation, conclusions . Based on the findings of the local wisdom of the Dayak Kanayatn community in the gawe padi traditional ceremony tradition, it is a traditional ceremony tradition that has noble values and as an expression of gratitude to God (Jubata) for the rice harvest produced in the implementation of the preparation and implementation stages. The values of local wisdom in the implementation of the gawe padi custom are found to have values of togetherness, family values, brotherhood values, justice values, voluntary values, responsibility values, mutual cooperation values, brotherhood values and unity in the life and environment of the community.
Warisan Tak Tergantikan: Mengapa Ebeg Purbalingga Perlu Dilestarikan? Fauzah, Titi Isnaini; Maknun, Moch. Lukluil; Masfiah, Umi; Hemafitria, Hemafitria
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 10, No 2 (2024): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v10i2.2448

Abstract

Traditional art is an irreplaceable heritage because it contains various noble values, identity markers, and means of connecting with the divine. However, maintaining this heritage is not easy so that it tends to be abandoned by its heirs. This study traces the reasons for maintaining traditional folk art in society by taking the case of Ebeg performing arts in Purbalingga Regency. This study analyzes the social interaction behind the preservation of Ebeg art using the theory of symbolic interactionism which looks at the meaning of symbols given by society to the art to influence its preservation. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews, and document reviews, which were then analyzed hermeneutically. The results of the study revealed that Ebeg performing arts actually contain noble values aligned with religious education, such as faith, brotherhood, moderation, and patriotism. The inheritance of Ebeg art on the one hand has been supported by The Purbalingga Regency Government in the form of funding and various preservation initiatives. On the other hand, the inheritance of this art is hampered by the perception of illegality, assumptions of negative influences, lack of financial support from the public, poor public understanding, lack of human resources and infrastructure, as well as a decline in art lovers. The results of this study imply that traditional arts require more than government alone. More than that, the community that supports them must be aware of the importance of preserving cultural heritage. One effort to increase awareness is by the harmony between traditional arts and the noble values of religion, and this emphasizes the novelty of the article.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DEMOKRATIS PADA MATA PELAJARAN PPKn KELAS XI SMA NEGERI 1 SAMALANTAN KABUPATEN BENGKAYANG Fransita, Sam Randa; Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1. Bagaimanakah perencanaan penerapan Model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?, 2. Bagaimanakah pelaksanaan model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?, 3. Apakah terdapat peningkatan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkan model Problem Based Learning dikelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Sma Negeri 1 Samalantan. Alat pengumpulan data menggunakan paduan observasi,skala sikap dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning sudah dapat meningkatkan sikap demokratis pada siswa dengan menjadikan pembelajaran yang aktif sehingga menimbulkan sikap terbuka, berani mengemukakan pendapat,saling menghargai, serta berkerjasama dalam individu maupun kelompok.