Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT ADANYA BREAKWATER DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA Roberto Patar Pasaribu; Larasati Putri Hapsari; Anthon Anthonny Djari; Abdul Rahman; Anasri Tanjung; Fany Arsanti Kapitan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.125-136

Abstract

Garis pantai pada umumnya mengalami perubahan posisi dari waktu ke waktu akibat adanya abrasi dan sedimentasi. Perubahan garis pantai dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya akibat adanya bangunan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan garis pantai akibat adanya bangunan pantai breakwater di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Metode pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Dari hasil pengolahan dan analisis data citra satelit Landsat 7 dan 8 dari tahun 2010 sampai tahun 2017 terdapat endapan sedimen atau akresi di pantai Pulau Pramuka akibat adanya bangunan breakwater. Luas endapan sedimen yang terjadi pada tahun 2010 sebesar 7.731 ha, pada tahun 2015 sebesar 7.974 ha, sedangkan pada tahun 2016 sebesar 5.285 ha dan pada tahun 2017 sebesar 5.387 ha. Timbulnya endapan sedimen di pinggiran pantai akibat breakwater ini mengakibatkan terjadinya perubahan garis pantai di sekitar Pulau Pramuka.
Peran Teknologi Drone dalam Monitoring Berbasis Masyarakat di Kawasan Pesisir Kabupaten Karawang Roni Sewiko; Aris Kabul Pranoto; Roberto Patar Pasaribu; Anthon Anthonny Djari; Abdul Rahman
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5597

Abstract

Kawasan pesisir sering menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks, seperti abrasi, deforestasi, pencemaran, dan kegiatan ilegal yang merusak ekosistem laut. Sayangnya, mayoritas masyarakat pesisir sebagai aktor kunci kegiatan monitoring masih terbatas dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknologi yang relevan. Sehingga laju upaya konservasi dan rehabilitasi pesisir tidak bisa mengimbangi laju kerusakan yang terjadi. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan sistem pemantauan yang efektif untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Sistem pemantauan ini dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi dan wahana pemetaan sebagai alat monitoring, untuk meningkatkan efektivitas konservasi dan rehabilitasi pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, yang memungkinkan masyarakat berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam melakukan monitoring berbasis aplikasi dan wahana pemetaan, khususnya dalam pemanfaatan drone. Peserta kegiatan adalah enam kelompok masyarakat konservasi (POKMASI) yang berada di pesisir Kabupaten Karawang. Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui observasi lapangan, FGD, serta analisis terhadap data spasial yang dihasilkan POKMAS. Hasil yang signifikan dari kegiatan ini adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemantauan kawasan pesisir, pengayaan metode pengawasan, terbentuknya jejaring komunikasi yang efisien, serta aksi kolektif untuk menjaga kawasan konservasi dan rehabilitasi pesisir Kabupaten Karawang.
SPATIAL ANALYSIS OF COASTLINE CHANGE BY REMOTE SENSING IN THE NORTH COAST OF KARAWANG REGENCY Pasaribu, Roberto; H, Firman Agus; Soeprijadi, Liliek
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of the coast in the northern part of Karawang Regency is very worrying. Seawater that was far up to tens of meters from the side of the road, is now on the lip of the road, even some parts of the road are cut off due to abrasion of seawater. Some villages were affected by abrasion erosion. One of the effects of damage due to abrasion and sedimentation is the occurrence of shoreline changes. This change in coastline will affect people's lives and spatial planning for the development of the area. For this reason, this study aims to determine the extent and rate of shoreline changes that occurred on the coast of Karawang Regency in the periods of 1989, 1995, 2001, 2005, 2009, 2016, and 2018. The shoreline data was obtained from the extraction of Landsat 3 MSS, Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM +, and Landsat 8 OLI-TIRS after the NDWI process was previously carried out. While the rate of change is calculated at 6 sample point locations scattered along the northern coast of Karawang Regency. The results showed that the largest area damaged by abrasion occurred in Sedari Village covering an area of 166.802 hectares, and the area formed by the largest sedimentation occurred in Muara Cilamaya Village at 276,318 hectares. Meanwhile, the fastest rate of shoreline change due to abrasion occurred in Sukajaya Village at 10 meters /year, while the slowest in Sedari Village at 3.77 meters / year. The fastest sedimentation process in Muara Cimalaya Village is 4.5 meters / year, while the late one in Tanjung Pakis Village is 3.09 meters / year.
Rancang Bangun Mekanika Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air Laut Dengan Sistem Pelampung Roberto Pasaribu; Liliek Soeprijadi; Sewiko Sewiko; Riyan Nata
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 5, Number 2, July 2024 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v5i2.35071

Abstract

The need for electrical energy by society and industry has encouraged research to build electricity generation from new and renewable energy. The sea is a source of renewable energy, especially ocean wave energy. Mechanics for the design and construction of a floating system ocean wave power plant is a power plant that utilizes ocean wave energy with a two-floating system equipped with various components aimed at producing electric power. The aim of this research is to design and manufacture the mechanics of a sea wave power plant. The techniques used in making mechanical components are welding, cutting, smoothing, drilling and dynamo installation. The results obtained from this research are to design and build a mechanical system to produce ocean wave electricity. As a result of equipment testing in the mechanical systems lab, this wave power generator succeeded in lighting electric lights with an electric current output of around (0.01 – 0.02) Ampere and a voltage of (2.70 – 4.90) Volts with a float height of between (30 – 100) cm.
Application of The Admiralty Method to Process Tidal Data in the Waters of The Nasik Strait - Bangka Belitung Pasaribu, Roberto Patar; Sewiko, Roni; Arifin, Arifin
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.39719

Abstract

Tides are the rise and fall of sea level caused by the attraction of objects in the sky, especially the moon and sun, to the mass of seawater on earth. Tidal research is useful for providing information about the components and types of tides and predicting tides and for mitigating natural disasters. Tidal measurements were carried out in the Nasik Strait, Bangka Belitung using the Valeport 106 tool. Tidal data was processed using the Admiralty Method. The Admiralty method is a method used to calculate tidal harmonic constants from observations of water levels. With this method, it is possible to know the amplitude and phase difference of the tides, the value of the Formzahl number, and the type of tide. From the results of data processing and analysis, the value of the Formzahl number in the waters of the Nasik Strait is 11,454 and the tidal type is a single daily tidal type that only occurs at one high tide and one low tide in one day.Keywords: tides; tidal types; admiralty method; formzahl numberAbstrakPasang surut adalah naik turunnya muka air laut yang disebabkan oleh gaya tarik benda-benda di langit, terutama bulan dan matahari terhadap massa air laut yang ada di bumi. Penelitian pasang surut bermanfaat untuk memberikan informasi mengenai komponen dan tipe pasang surut serta  memprediksi pasang surut serta untuk mitigasi bencana alam. Pengukuran pasang surut dilakukan di Perairan Selat Nasik, Bangka Belitung dengan menggunakan alat Valeport 106. Data pasang surut diolah dengan menggunakan Metode Admiralty. Metoda Admiralty merupakan metode yang digunakan menghitung konstanta harmonik pasang surut dari pengamatan ketinggian air. Dengan metoda ini dapat diketahui  amplitudo dan beda fase pasang surut, nilai bilangan Formzahl dan tipe pasang surutnya. Dari hasil pengolahan dan analisa data diperoleh nilai bilangan Formzahl di perairan Selat Nasik yaitu 11,454 dan tipe pasang surut adalah tipe pasang surut harian tunggal yang hanya terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dalam satu hari.Kata Kunci: pasang surut; tipe pasang surut; metode admiralty; bilangan formzahl
ANALISIS KONDISI TERUMBU KARANG SEBAGAI HABITAT IKAN DI PULAU PRAMUKA – PULAU SERIBU, INDONESIA Pasaribu, Roberto Patar; -, R Moh Ismail
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.3.2024.%p

Abstract

Ekosistem terumbu karang adalah salah satu daya dukung sumberdaya yang terdapat di wilayah pesisir dan lautan. Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi ekologis diantaranya: nutrien bagi biota perairan laut, tempat pemijahan, tempat bermain dan asuhan bagi biota laut, sedangkan fungsi ekonomi sebagai habitat dari ikan karang, udang karang dan algae. Kerusakan terumbu karang umumnya diakibatkan oleh aktivitas manusia. Untuk mengetahui kerusakan terumbu karang, diperlukan pemantauan kondisi terumbu karang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi terumbu karang yang dihubungkan dengan habitat ikan di Pulau Pramuka, kepulauan Seribu. Metode yang digunakan adalah kombinasi transek yaitu Metode Point Intercept Transect dan Belt Transect. Dari hasil pengukuran dan pengamatan diketahui kondisi tutupan terumbu karang di Pulau Pramuka tergolong dalam kategori baik, bentuk koloni yang ditemukan adalah Acropora branching, Coral folliose dan Coral massive. Keragaman terumbu karang mempunyai kriteria sedang dengan jenis terumbu karang didominasi oleh spesies Acropora formosa dan Acropora aspera. Indeks keanekaragaman terumbu karang dipengaruhi tingginya distribusi spesies, keragaman terumbu karang. Keterkaitan terumbu karang dengan habitat ikan adalah untuk ikan dengan ukuran yang beragam dicirikan dengan kemiripan coral encrusting dan dead coral with algae, sedangkan untuk ikan dengan ukuran kecil dicirikan dengan kemiripan acropora digitate, coral submassive dan karang lunak.
Penentuan Karakteristik Salinitas Menggunakan Conductivity Temperature Depth (CTD) Di Perairan Pulau Sumba Pasaribu, Roberto Patar; Djari, Anthon Anthonny; Rahman, Abdul; Handayani, Rini
Jurnal Kelautan Nasional Vol 19, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v19i2.13283

Abstract

Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air, yaitu jumlah gram garam yang terlarut untuk setiap liter larutan. Pengukuran salinitas secara berkala akan memberikan dampak yang positif terhadap suatu lingkungan karena salinitas adalah salah satu faktor penting dalam menilai kondisi suatu perairan. Pengukuran salinitas dapat menggunakan alat Conductivity Temperature Depth (CTD, alat ini digunakan juga untuk mengukur parameter air lainnya seperti suhu, tekanan, kedalaman dan densitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik salinitas dan pola sebaran salinitas pada berbagai kedalaman di perairan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat Conductivity Temperature Depth (CTD yang dilaksanakan bersama dengan Pusat Riset Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hasil pengolahan dan analisa data diperoleh di perairan Pulau Sumba salinitas tertinggi terdapat pada kedalaman 200m dengan nilai 34,57 psu dan nilai salinitas terendah terdapat pada kedalaman 5m dengan nilai 34,02 psu. Adapun salinitas rata-rata di perairan Pulau Sumba adalah salinitas maksimum adalah 34,54 psu dan salinitas minimum adalah 34,14 psu.
POTENTIAL OF CORAL REEF ECOSYSTEMS FOR DEVELOPING MARINE TOURISM ON PASIR PUTIH BEACH, SUKABUMI DISTRICT Pasaribu, Roberto Patar; Rahman, Abdul; Djari, Anthon A.; Anasri, Anasri; Kurnia, Pipin
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.7.2.251-260

Abstract

The coral reef ecosystem is one of the main ecosystems in coastal areas. Physically, it has a role as a protector of the coast from currents and waves, and ecologically, it has a role as a habitat for various marine biota for shelter and foraging. Besides that, with their elegance and beauty, coral reefs can become an attraction for marine tourism. This research aims to describe the condition of the coral reef ecosystem and analyze the suitability of coral reef conditions to determine the potential for marine tourism on Pasir Putih Beach, Sukabumi Regency. The method used is direct observation and measurement of parameters needed to determine the potential for marine tourism. Data processing and analysis were performed using CPCe 4.1 software and Microsoft Excel. The observations and data analysis results show that the potential for marine tourism in Pasir Putih Geopark Ciletuh can be considered reasonable according to the tourism suitability index criteria.
MAPPING THE DISTRIBUTION OF MANGROVE BY REMOTE SENSING IN THE COASTAL OF KARAWANG REGENCY Pasaribu, Roberto Patar; Pranoto, Aris Kabul; Sewiko, Roni; Afwafiah, Elfa
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 2 (2022): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mangrove forest areas are generally found throughout the coast of Indonesia and grow in locations that have a tidal influence. At this time the condition of mangroves both qualitatively and quantitatively continues to decline from year to year. The decline in the quality of mangroves is a serious concern along with the shrinking of its area. The purpose of this study was to determine the condition and extent of mangrove distribution on the coast of Karawang Regency. The research was carried out on the coast of Karawang Regency from March to June 2021. The research method was carried out by survey methods and satellite data collection, to obtain field condition data and Landsat 8 satellite imagery data. Image data processing and analysis was carried out using the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) method which can create a boundary between mangrove and non-mangrove. With this method, it can be seen the changes in the mangrove distribution area from year to year. The results of data processing and analysis show that in 2013 the distribution of mangroves on the coast of Karawang Regency has an area of ​​207.88 km2, in 2016 it has an area of ​​357.22 km2 and in 2020 its area is 237.61 km2.
PEMANFAATAN LIMBAH PRODUKSI GARAM UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN Pranoto, Aris Kabul; Rizkiah, Riza; Sewiko, Roni; Pasaribu, Roberto Patar; Djary, Anthon Anthony; Handayani, Endy; Ismail, R Moh; Rahman, Abdul; Wardono, Suko; Sutrisno, Bagus Oktori; Luciana, Luciana
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v6i2.836

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang dalam mengolah limbah produksi garam menjadi pupuk organik cair berbahan dasar bittern. Bittern, yang merupakan limbah dari proses produksi garam, memiliki kandungan magnesium yang tinggi dan bermanfaat sebagai pupuk. Kegiatan ini melibatkan 33 peserta dengan metode ceramah dan praktik, dimana para peserta diberikan pelatihan mengenai teknik pengolahan limbah garam menjadi pupuk cair organik. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan limbah bittern, serta diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat lokal. Evaluasi lisan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami dan mempraktikkan teknik yang telah diajarkan.