Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS INTENSITAS KEBISINGAN DI AREA PRODUKSI PT. BUKIT ASAM TBK, UNIT PELABUHAN TARAHAN Roza, Melya; Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i1.9116

Abstract

ABSTRAKBatu bara adalah salah satu sumber energi selain minyak dan gas bumi yang banyak menghasilkan devisa negara. Namun dibalik kelebihannya, aktivitas pelabuhan batu bara memiliki dampak negatif yaitu pencemaran udara seperti polusi udara, debu, getaran dan kebisingan. Kebisingan yang berlebihan dapat berdampak pada fisik maupun psikologi pekerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kebisingan dan mengambarkan pemetaan di PT. Bukit Asam Tbk Unit Pelabuhan Tarahan. Alat yang digunakan untuk menentukan kebisingan dalam penelitian ini adalah sound level meter, pemetaan menggunakan softwere surfer 16, dan perhitungan kebisingan menggunakan rumus pada Keputusan Mentri Lingkungan Hidup No: kep-48/menlh/11/1996. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan dengan cara mencatat setiap 5 detik selama 10 menit diperoleh tingkat kebisingan rata-rata pada titik 1 rotary car dumper sebesar 81,3 dba, pada titik 2 stune crusher 85,4 dba, pada titik 3 belt conveyor 87,7 dba, pada titik 4 transfer tower 88,5 dBa, pada titik 5 ship loader 87,3 dba. Berdasarkan hasil analisa tingkat kebisingan rata-rata di PT. Bukit Asam tbk unit Pelabuhan Tarahan belum memenuhi standar baku mutu yang telah ditentukan yaitu 85 dba. Adapun rekomendasi strategi pengendalian kebisangan terhadap sumber bising yaitu perawatan mesin, perawatan komponen, dan modifikasi alat; pengendalian terhadap penerima bising yaitu pekerja wajib menggunakan alat pelindung telinga, rotasi kerja, pemasangan simbol-simbol dan monitoring penggunaan alat pelindung diri; serta pengendalian menggunakan penghalang kebisingan alami yaitu menggunakan tanaman bambu pagar dan pucuk merah.Kata kunci: kebisingan, sound level meter, pemetaan, bukit asam ABSTRACTANALYSIS OF NOISE ITENSITY IN PRODUCTION AREA PT. BUKIT ASAM TBK, TARAHAN PORT UNITCoal is a source of energy besides oil and natural gas, which generates a lot of foreign exchange for the country. However, coal port activities have a negative impact, specifically on air pollution, dust, vibration, and noise. Excessive noise can have an impact on the physical and psychological health of workers. The purpose of this study is to determine the noise level and describe the mapping at PT. Bukit Asam Tbk. Tarahan Port Unit. The tools used to determine noise in this study were a sound level meter, mapping using Surfer 16 software, and noise calculations using the formula in Minister of Environment Decree No. Kep-48/Menlh/11/1996. The average noise level is obtained at point 1 for the rotary car dumper (81.3 dBa), point 2 for the stone crusher (85.4 dBa), point 3 for the belt conveyor 87.7 dBa), point 4 for the transfer tower (88.5 dBa), and point 5 for the ship loader (87.3 dBa) based on the results of calculations performed by recording every 5 seconds for 10 minutes. Based on the results of the analysis of the average noise level at PT. Bukit Asam tbk. Tarahan Port Unit, it has not met the predetermined quality standard of 85 dBa. The recommendations for noise control strategies for noise sources are machine maintenance, component maintenance, and tool modification; control over noise receivers, namely workers are required to use ear protection devices, work rotation, use of symbols, and monitor the use of personal protective equipment; as well as control using natural noise barriers, namely Bambusa glaucesens and Syzygium myrtifolium.Keywords: noise, sound level meter, mapping, bukit asam
EVALUASI DAN REDESIGN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RS. PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Nasoetion, Panisean; Wulandari, Diah Ayu; Saputra, Maulizar; Ergantara, Rani Ismiarti
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v1i2.1100

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini berkenaan dengan perencanaan untuk pengolahan air limbah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Sistem yang digunakan yakni sistem biofilter aerob. Sistem ini dipilih karena pengoperasian mudah, lumpur yang dihasilkan sedikit, dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan konsentrasi rendah maupun konsentrasi tinggi, tahan terhadap fluktuasi jumlah air limbah maupun fluktuasi konsentrasi, pengaruh penurunan suhu terhadap efisiensi pengolahan kecil. Hal – hal yang dikaji meliputi model sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), menghitung dimensi bangunan dan rencana anggaran biaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis kuantitas air limbah berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang air bersih dan air limbah Nomor 03-7065-2005, analisis kualitas air buangan menggunakan Peraturan Gubernur Lampung No. 7 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan di Provinsi Lampung, serta analisis rancangan anggaran biaya berdasarkan SNI DT 91-0006-2007 dan Harga Satuan Upah dan Bahan Kota Bandar Lampung tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan dan perancangan yang telah dibuat, IPAL yang akan digunakan sebagai sistem pengolahan air limbah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dapat menanggulangi atau mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Hal ini terlihat dari tingkat efisiensi penurunan pengolahan cukup tinggi, yaitu BOD 13,132 mg/L (90,2%), COD 28,31 mg/L (90,20%), TSS 16,115 mg/L (87,5%), Amonia 6,91 mg/l (96%), dan Phosfat 0,804 mg/l (80%). Anggaran biaya yang dibutuhkan untuk membangun IPAL yaitu sebesar Rp,120.700.000.00,-. Katakunci : biofilter aerobik, kualitas air limbah, dimensi bangunan IPAL, RABABSTRACT: Evaluation And Installation Redesign Of Waste Water Treatment (WWTP) At Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung. The problems discussed concerned about Waste Water Treatment at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung. The system was aerobic biofilter. The system was chosen by considering simple operation, less mud outpu, applicable on both high and low wastewater capacity and fluctuation of concentration and less effect on temperature decline towards management efficiency. This study examined waste water treatment, building dimension calculation and budget estimation. The waste water quantity analysis was based on Indonesia National Standar (INS) on cleadn water and waste water Number 03-7065-2005, residual water quality analysis was based on Lampung Governor Regulation Number 7 at the year of 2010 for waste water standard for business and trade at Lampung Province, and budget estimation analysis was based on SNI DT 91-0006-2007 and the cost of payments with materials in Bandar Lampung 2013. After calculation and design procedure, the study found that WWTP used by Pertamina Bintang Amin Hospital is possible to overcome environment contamination. This was demonstrated by of management efficiency is quite high,that are BOD 13,132 mg/L (90.2%), COD 28,31 mg/L (90.20%), TSS 16,115 mg/L (87,5%), Amonia 6,91 mg/L (96%), and Phosfat 0,804 mg/L (80%). The estimated budget was Rp, 120.700.000.00 IDR.Keywords : aerobic biofilter, wastewater quality, dimension building WWTP, RAB
MODEL SISTEM PRODUKSI BIOETANOL BERKELANJUTAN Ergantara, Rani Ismiarti
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v1i1.981

Abstract

Perkembangan bioetanol di Indonesia dihadapkan pada keterbatasan modal, produktivitas bahan baku rendah, kontinuitas bahan baku tidak terjamin, limbah bioetanol yang berpotensi memberikan dampak pada lingkungan, dan belum adanya sistem tata niaga bioefuel yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola aktivitas sistem produksi bioetanol dan membuat model sistem produksi bioetanol berkelanjutan di PT X yang merupakan satu-satunya industri bioethanol di Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah pemodelan dengan pendekatan berpikir sistem. Pemodelan sistem bioetanol berkelanjutan dianalisis melalui identifikasi permasalahan/ situasi, variabel kunci, perilaku dari waktu ke waktu, diagram lingkar sebab akibat, sistem archetype, leverage points, dan pengembangan strategi intervensi. Identifikasi struktur dan perilaku dilakukan pada dua sub model yaitu sub model penyediaan bahan baku oleh petani ubi kayu Kab. Lampung Utara dan pengolahan bioetanol oleh PT. X. Hasil analisis system archetype menunjukkan bahwa produksi bioetanol PT. X dihadapkan pada kesulitan memperoleh ubi kayu akibat penurunan produktivitas. Upaya penggunaan pupuk yang telah dilakukan petani untuk meningkatkan produktivitas pada jangka waktu tertentu mengarah pada produktivitas yang semakin menurun dan berpotensi mengasamkan tanah akibat pemupukan yang tidak seimbang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat strategi intervensi yang dikembangkan untuk mencapai model sistem produksi bioetanol berkelanjutan. Pertama, perlu peningkatan mutu intensifikasi melalui pengelolaan lahan berkelanjutan menggunakan teknologi pengapuran terpadu dan pemanfaatan pupuk sludge. Kedua, perlu pembentukan kemitraan indutri dan asosiasi petani ubi kayu menggunakan pola kemitraan pengembangan sub terminal agribisnis. Ketiga, perlu peningkatan kesadaran dan kepedulian petani melalui peningkatan kualitas pengetahuan dan partisipasi dalam rencana penggunaan pupuk sludge. Keempat, perlu adanya pengenalan kepada petani dan pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan kebijakan insentif lahan pertanian berkelanjutan.Kata kunci: model, sistem produksi, bioetanol, berkelanjutan, ubi kayu, berpikir sistem, diagram lingkar sebabakibat, system archetype. ABSTRACT: Sustainable Bioethanol Production System Model. Development of bioethanol production systems in Indonesia were faced with limited capital, low productivity of raw material, discontinuity of raw material, and bioethanol waste that potentially affecting the environment, and obscurity bioefuel trade system.The purposes of this study were to analyze the pattern of activity of bioethanol production systems and create a model of sustainable bioethanol production systems at PT. X which is the only one bioethanol industry in North Lampung District of Lampung Province. The modelling method used is systems thinking approach. Modeling using systems thinking was analyzed through identifying problems/ situations, key variables, behavior over time, causal loop diagram (CLD), archetype system, leverage points, and developing intervention strategies. Structure and behavior model indentifying were conducted in two sub-models supply of raw materials by cassava farmer of North Lampung District and processing of bioethanol by PT. X. The analysis system showed that the production of bioethanol PT. X were faced with the difficulty in obtaining cassava due to productivity decreased. Fertilizers has been used to increase productivity but in a period of time this activity leads to productivity decreased and potentially acidify the soil due to unbalance fertilization. The results showed that there were four intervention strategies developed to achieve sustainable bioethanol production system model. First, there is a need to improve the quality of intensification through sustainable land management technologies which integrated liming and fertilizer utilization of sludge. Second, the need of industrial partnerships and establisment of cassava farmers association using sub terminal agribusiness partnership development. Third, the need to increase farmers' awareness and concern through improving quality knowledge and participation within the plan of sludge fertilizer application. Fourth, the need of farmers introduction and government oversight implementation in sustainable agriculture incentive policies.Keywords: model, production system, bioethanol, sustainable, cassava, systems thinking, causal loop diagram, system archetype
ANALISIS PEMILIHAN JENIS TANAMAN PENYERAP EMISI UDARA DALAM MENDUKUNG RUANG TERBUKA HIJAU PRIVAT DI KECAMATAN KEMILING KOTA BANDARLAMPUNG Ergantara, Rani Ismiarti; Khikmawati, Emy
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v4i1.2186

Abstract

ABSTRAK Penurunan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Kemiling akibat konversi lahan menyebabkan ketidakseimbangan daya dukung ekologis lingkungan dan kerusakan lingkungan. Penyediaan RTH privat menjadi salah satu alternatif yang harus didorong untuk mengurangi ketimpangan ketersediaan RTH publik sekaligus mereduksi pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis tanaman penyusun RTH privat, menganalisis dan mengevaluasi kecocokan jenis tanaman penyusun RTH privat sebagai penyerap emisi udara serta menyusun arahan pemilihan jenis tanaman penyusun RTH privat rumah sederhana (RS), rumah menengah (Rm) dan rumah mewah (RM). Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi nilai Anticipated Pollution Index (API) yang dikombinasikan dengan nilai Air Pollution Tolerance Index (APTI). Tumbuhan yang digunakan adalah 15 jenis tanaman dominan pengisi RTH privat Kecamatan Kemiling yaitu Mangifera odorata, Annona muricata, Ficus benjamina, Cyrtostachys renda, Oleina syzygium, Plumeria alba, Aglaonema sp, Saraca asoca, Anredera cordifolia, Pandanus amaryllifolius, Piper betle L, Bouganvillea, Euodia ridleyi, minum Sambac, Rhoeo discolor. Hasil penelitian menunjukkan nilai API dari jenis pohon lebih tinggi dibandingkan perdu dan semak. Selanjutnya, jenis pohon, perdu, dan semak yang direkomendasikan sebagai pengisi RTH privat RS, Rm, dan RM di Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung adalah Mangifera odorata (mangga kweni), Annona muricata (sirsak) Ficus benjamina (beringin laut), Aglaonema sp. (snow wkite), Plumeria alba (kamboja), Pandanus amaryllifolius (pandan wangi),  Piper betle L (sirih hijau), Saraca asoca (asoka) dan/ Anredera cordifolia (binahong). Kata Kunci: air pollution tolerance index, anticipated pollution index, ruang terbuka hijau, privat, pekarangan, emisi udara  ABSTRACT Plants Type Selection Analysis For Air Emission Aborber To Support Green Private Spaces In Kemiling Sub District Bandar Lampung City.The decrease of Green Open Space (RTH) quantity in Kemiling District due to land conversion causes an imbalance in the environmental carrying capacity and environmental damage. Provision of private green open space is one alternative that must be encouraged to reduce the imbalance in the availability of public open green space while reducing air pollution. This study aims to determine the type of private green space constituent plants, analyze and evaluate the suitability of private green space constituent plants as absorbers of air emissions and arrange directives for the selection of constituent plants for small houses (RS), medium houses (Rs) and large houses (RM). This research was conducted by evaluating the value of the Anticipated Pollution Index (API) combined with the value of the Air Pollution Tolerance Index (APTI). The plants used were 15 types of dominant dominant green space fillers in the Kemiling District, namely Mangifera odorata, Annona muricata, Ficus benjamina, Cyrtostachys lace, Oleina syzygium, Plumeria alba, Aglaonema sp, Saraca asoca, Anredera cordifolia, Pandanus amaryllifolius, Piper betle Lava, Bougan, Ligue Euodia ridleyi, drink Sambac, Rhoeo discolor. The results showed the API value of the tree species was higher than shrubs and bush. Furthermore, the species of trees, shrubs, and bush that are recommended as fillers for private green open space in the RS, Rm, and RM in the Kemiling District of Bandar Lampung City are Mangifera odorata (manga kweni), Annona muricata (sirsak) Ficus benjamina (beringin laut), Aglaonema sp. (snow white), Plumeria alba (kamboja), Pandanus amaryllifolius (pandan wangi), Piper betle L (sirih hijau), Saraca asoca (asoka) and / Anredera cordifolia (binahong). Keywords: anticipated pollution index, air pollution tolerance index, green open space, private, yard, air emissions
PEMETAAN KONSENTRASI KARBON DIOKSIDA (CO2) DARI KENDARAAN BERMOTOR DI KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Lestari, Dewi; Ergantara, Rani Ismiarti; Nasoetion, Panisean
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v5i1.4433

Abstract

ABSTRAKTransportasi merupakan salah satu kegiatan yang berkontribusi sebagai penghasil emisi karbon. Proses pembakaran bahan bakar minyak pada kegiatan tersebut dapat menghasilkan emisi karbon, terutama karbon dioksida. Emisi karbon ini berpotensi menyebabkan pemanasan global akibat bertambahnya gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan pemetaan emisi karbon, khususnya gas karbon dioksida (CO2) di jalan utama Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung yang dilakukan dengan menggunakan jumlah kendaraan, faktor emisi, konsumsi energi spesifik, panajang jalan dan program arcGIS. Survey dilakukan dengan metode traffic counting pada jam puncak dalam waktu satu minggu. Data primer yang diperoleh, dianalisa dengan data sekunder sehingga didapatkan  jumlah kendaraan rata-rata per jam. Jumlah kendaraan rata-rata akan dianalisa dengan mengkonversi satuan kendaraan ke satuan mobil penumpang (smp). Hasil analisa akan dituangkan dalam bentuk peta persebaran emisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa emisi tertinggi terdapat di Jalan Teuku Umar dengan jumlah emisi sebesar 149. 600.532,356 g CO2/jam dan emisi terendah terdapat di Jalan Urip Sumoharjo dengan jumlah emisi sebesar 38.949.491,448 g CO2/jam. Pada peta persebaran, emisi tertinggi ditandai dengan warna coklat yang pekat dan emisi terendah dengan warna abu – abu. Kata Kunci : Transportasi, emisi CO2, peta persebaran emisi, arcGIS. ABSTRACTThe Mapping of Carbon Dioxode (CO2) Concentration from Motor Vehicles in Kedaton District Bandar Lampung By Using Geographic Information System. Transportation is one of the activities that contribute as a producer of carbon emissions. The process of burning fuel oil in these activities can produce carbon emissions, especially carbon dioxide. This carbon emission has the potential to cause global warming due to the increase in greenhouse gases. This study aims to determine the amount and mapping of carbon emissions, especially carbon dioxide gas (CO2) on the main road in Kedaton District, Bandar Lampung City, which was carried out using the number of vehicles, emission factors, specific energy consumption, road length and the arcGIS program. The survey was conducted using the traffic counting method at peak hours within one week. Primary data obtained, analyzed with secondary data so that the average number of vehicles per hour is obtained. The average number of vehicles will be analyzed by converting vehicle units to passenger car units (pcu). The results of the analysis will be presented in the form of a map of the distribution of emissions. The results showed that the highest emissions were on Jalan Teuku Umar with total emissions of 149,600,532,356 g CO2/hour and the lowest emissions were on Jalan Urip Sumoharjo with total emissions of 38,949,491,448 g CO2/hour. On the distribution map, the highest emission is indicated by a dark brown color and the lowest emission is indicated by a gray color.Keywords: Transportation, CO2 emissions, emission distribution map, arcGIS.
Nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) Tanaman Pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung Ergantara, Rani Ismiarti; Khikmawati, Emy
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.304 KB)

Abstract

Kecamatan Kemiling berpotensi besar terjadi pencemaran udara akibat kegiatan perindustrian, perdagangan, dan transportasi. Sedangkan saat ini ketersediaan ruang terbuka hijau menurun akibat konversi lahan menjadi pemukiman. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan ruang terbuka hijau privat melalui penanaman vegetasi tahan emisi sekaligus penyerap emisi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui toleransi jenis tanaman pengisi ruang terbuka hijau privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) 15 jenis tanaman pengisi RTH privat antara lain Mangifera odorata, Annona muricata, Ficus benjamina, Cyrtostachys renda, Oleina syzygium, Plumeria alba, Aglaonema sp, Saraca asoca, Anredera cordifolia, Pandanus amaryllifolius, Piper betle L, Bouganvillea, Euodia ridleyi, minum Sambac, Rhoeo discolor. Hasil penelitian menunjukkan nilai APTI tertinggi adalah Mangifera odorata dengan kategori cukup toleran (18.938) dan Ficus benjamina dengan kategori sedang (14.946), sedangkan tanaman lain masuk dalam kategori sensitif. Dengan demikian tanaman Mangifera odorata dan Ficus benjamina menjadi tanaman prioritas pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling.
Nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) Tanaman Pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung Ergantara, Rani Ismiarti; Khikmawati, Emy
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.838 KB)

Abstract

Kecamatan Kemiling berpotensi besar terjadi pencemaran udara akibat kegiatan perindustrian, perdagangan, dan transportasi. Sedangkan saat ini ketersediaan ruang terbuka hijau menurun akibat konversi lahan menjadi pemukiman. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan ruang terbuka hijau privat melalui penanaman vegetasi tahan emisi sekaligus penyerap emisi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui toleransi jenis tanaman pengisi ruang terbuka hijau privat di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi nilai APTI (Air Pollution Tollerance Index) 15 jenis tanaman pengisi RTH privat antara lain Mangifera odorata, Annona muricata, Ficus benjamina, Cyrtostachys renda, Oleina syzygium, Plumeria alba, Aglaonema sp, Saraca asoca, Anredera cordifolia, Pandanus amaryllifolius, Piper betle L, Bouganvillea, Euodia ridleyi, minum Sambac, Rhoeo discolor. Hasil penelitian menunjukkan nilai APTI tertinggi adalah Mangifera odorata dengan kategori cukup toleran (18.938) dan Ficus benjamina dengan kategori sedang (14.946), sedangkan tanaman lain masuk dalam kategori sensitif. Dengan demikian tanaman Mangifera odorata dan Ficus benjamina menjadi tanaman prioritas pengisi RTH Privat di Kecamatan Kemiling.
Optimization of Environmentally Friendly Material Selection for Automotive Mechatronics Components Using LCA Data and Multi‑Criteria Decision Making (MCDM) Fauzi Ibrahim; Teuku Marjuni; Rina Febrina; Devi Oktarina; Natalina Natalina; Rani Ismiarti Ergantara; Diah Ayu Wulandari Sulistyaningrum
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 10 No. 2 (2025): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v10i2.8

Abstract

The automotive industry faces an increasing demand for sustainable material selection as mechatronic components become more widespread in electrified vehicles. However, data-driven material selection approaches that simultaneously integrate environmental, economic, and technical criteria without laboratory experiments remain underdeveloped. This study addresses this gap by developing a computational framework that combines Life Cycle Assessment (LCA) with a Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) approach, specifically the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method, using Analytical Hierarchy Process (AHP)–based weights. The framework enables a transparent and reproducible evaluation of environmentally friendly materials for automotive mechatronic components. A case study on an actuator housing evaluates seven material alternatives: Al 6061 (die-cast), recycled Al (die-cast), Mg AZ91 (die-cast), PA6-GF30 (injection), PBT-GF30 (injection), PA12 (SLS 3D print), and bio-based PBT-GF30 (injection). The criteria include total global warming potential (GWP), cumulative energy demand (CED), water use, recyclability, cost, mass, stiffness index, thermal conductivity, and supply risk. Results show that recycled aluminum achieves the highest ranking (closeness coefficient = 0.939), followed by Al 6061 (0.727) and Mg AZ91 (0.547). A Monte Carlo analysis with 1,000 iterations confirms that recycled aluminum consistently remains the best option with 100% robustness under varying weighting conditions. The proposed workflow is replication-ready and can be directly integrated with established LCA databases such as GREET, Ecoinvent, or EPD, enabling engineers to perform sustainable and quantitative material decisions using only data and computational analysis.